
.
.
.
Setelah selesai makan Selena dan Leo menuju kamar. Selena membuka lemari pakaian, ternyata mansion yang waktu itu bukan mansion yang ditinggali suaminya. Ternyata suaminya selama ini tinggal disini. Ia baru tau.
“Akan kubantu menyiapkan barang-barangmu ya”
“Tidak perlu, kau istirahat saja”
“Jangan menolakku”
Selena mengeluarkan koper dan mengambil baju-baju Leo lalu meletakannya diatas tempat tidur. 3 tahun Leo akan berada di kamp militer, jadi hari ini…ia akan membantu Leo menyiapkan semuanya.
Selena dengan cekatan melipat baju Leo dengan rapi dan memasukkannya kedalam koper. Ia tersenyum melihat baju kemiliteran milik suaminya, ia harap. Leo bisa pulang membawa gelar Jenderal muda, dan semoga saja Leo tidak trauma jika sudah selesai nanti.
“Kau tidak boleh pilih-pilih makanan, makan yang ada ya. Jangan sampai telat makan, jaga kebersihan, dan jangan lupa minum vitamintnya” ucap Selena.
“Iya sayang…aku mengingatnya” ucap Leo sembari tersenyum.
Beberapa koper berlalu, Selena menghembuskan nafas melihat 6 koper besar yang terisi penuh oleh barang-barang yang akan dibawa Leo ke kamp. Ia sudah memasukkan beberapa kotak vitamin. Itu cukup untuk 1 tahun kedepan.
Leo membantu istrinya berdiri, ia mengecup lama kening istrinya. Air matanya jatuh menetes mengenai pipi Selena. Selena mendongkakkan kepalanya dan menghapus air mata suaminya.
Leo mencium bibir istrinya dengan lembut, Selena mengalungkan tangannya dileher Leo. Sepasang suami istri itu ambruk diatas tempat tidur yang begitu empuk. Leo melepaskan ciumannya, membiarkan istrinya mengambil oksigen terlebih dulu.
Leo menekan remote yang ada diatas kabinet membuat tirai secara otomatis tertutup. Leo kembali mencium bibir istrinya.
“Sedikit olahraga dipagi hari, tidak masalah bukan?” bisik Leo sembari tersenyum.
“Nanti malam, ayo jalan-jalan” ucap Selena.
“Iya…aku akan memberikan hadiah spesial kepadamu nanti malam”
Selena kembali memeluk leher suaminya, ciuman panas itu berlanjut. Leo melepaskan satu persatu kancing kemejanya, ia menatap mata sayu istrinya yang meminta lebih.
“Aku tak peduli, berapa kali aku memilikimu…itu tidak akan pernah cukup untukku. Sayang…aku mencintaimu”
.
.
.
Leo keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya, ia tersenyum melihat istrinya yang sudah tertidur. Ia melirik jam yang menunjukan pukul 03.00 PM. Apa ia sudah keterlaluan bermain sampai jam 3?. Wajar sih jika istrinya sampai tertidur dengan wajah lelahnya seperti itu.
Leo menatap lekat-lekat wajah istrinya yang tertidur, ahhh…ia jadi membayangkan bagaimana anak-anaknya nanti. Apa anak-anaknya nanti akan mirip seperti dirinya atau mirip seperti istrinya?. Namun ia lebih berharapjika anak-anaknya nanti mirip dengannya…dengan itu jika ia pergi jauh dan istrinya merindukannya dia hanya perlu memandang wajah anaknya.
“Ahhhh…lebih baik aku belajar memasak makanan lain, Dear pasti lapar jika bangun nanti”
Leo keluar dari kamarnya dan menuju dapur, namun ia tertegun melihat kulkas yang kosong. Ah..ia baru ingat jika ia membeli bahan-bahan hanya untuk sekali masak. Lebih baik ia menghubunggi Assistantnya untuk membeli bahan makanan.
*
__ADS_1
Selena membuka matanya dengan perlahan, Leo yang sedang memainkan ponselnya tersenyum. Ia menggapai segelas air dan membantu istrinya duduk. Selena meneguk air yang diberikan Leo dengan perlahan. Matahari sudah terbenam? Berapa lama ia tidur?.
“Leo…kenapa tidak membangunkanku?”
“Kau pasti lelah, jadi aku tak tega membangunkanmu. Mau mandi sekarang?” tanya Leo. Selena menganggukkan kepalanya, Leo tersenyum dan menggendong istrinya kedalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Leo langsung memakaikan pakaian ditubuh istrinya. Leo mendudukan istrinya ditepi tempat tidur, ia keluar dari kamar dan mengambil makanan.
Setelah selesai makan Selena langsung mengajak Leo kesebuah wahana bermain. Selena menatap senang wahana bermain didepannya, sudah lama ia ingin bermain kemari.
Leo hanya bisa tersenyum ketika melihat istrinya yang mencoba berbagai maknaan yang ada diwahana bermain itu. Ini adalah salah satu hal yang wajib dilakukan oleh istrinya. Mencoba semua makanan yang ada tak peduli walau pada akhirnya akan mengalami alergi.
Setelah puas Selena dan Leo kembali ke apartement. Selena menataptak percaya apartement yang berubah total dari sebelumnya. Ia emnatap suaminya tak percaya.
“Tuan, Nyonya…Selamat menikmati pelayanan kami”
Leo tersenyum dan membawa istrinya masuk kedalam apartement. Ia duduk dan tangan lentiknya dengan lihai menekan tuts piano menimbulkan melodi yang indah. Selena tersenyum melihat suaminya yang memainkan lagu kesukaan mereka. Sudah Leo tidak bermain piano untuknya.
“Lagu yang indah…aku sangat menyukainya”
“Aku tau…ini lagu kesukaan kita…” ucap Leo sembari menarik tangan istrinya hingga terduduk dipangkuannya.
Selena tersenyum, jari lentiknya dengan lihai menekan tuts piano bersama dengan jari-jari Leo. Diakhir lagi Selena mencium lembut bibir suaminya.
“Aku mencintaimu…Leo…”
“Aku lebih mencintaimu…aku rela mengorbankan apapun demi dirimu sekalipun itu dibayar dengan nyawaku…sampai aku mati…aku hanya akan mencintaimu seorang…aku hanya akan mencintai…putri kesayangan Jenderal besar Ruvelis”
“Hahaha mulutmu manis sekali memang…tak heran jika Papa ingin mengangkatmu menjadi menantunya hanya dengan kau mengucapkan beberapa kata saja” ucap Selena sembari tertawa lembut.
“Aku yang berterima kasih karena kau sudah hadir dalam hidupku Leo…” jawab Selena.
Saat mereka hendak berciuman ponsel Leo berdering, Leo menatap ponselnya kesal. Kenapa Daniel menelfonnya disaat yang seperti ini?!. Selena tertawa lembut melihat wajah kesal suaminya.
“Ada apa Daniel?”
“Aku punya kabar baik untuk kalian!! Prosedur yang kalian jalani berhasil! Kalian akan mendapatkan bayi kembar!!!” Daniel yang berada di sebrang sana berucap dengan sangat gembira. Selena dan Leo langsung saling menatap.
“Ka-kau se-serius?” tanya Leo tak percaya.
“Aku serius!!! Benihmu berkembang!! Kau dan Selena akan punya bayi kembar!!”
Air mata Leo dan Selena langsung menetes, Leo menatap istrinya tak percaya. Ia memeluk istrinya dengan erat, ia menjatuhkan ponselnya dan mengangkat tubuh istrinya.
“Kita akan punya bayi kembar sayang!!!” ucap Leo.
“Hahaha!! Aku benar-benar senang!!”
Sedangkan Selena tak mampu berkata-kata, ia akan segera menjadi Ibu?! Ia akan punya bayi kembar!! Ahhh…ini kabar yang benar-benar mengembirakan.
“Tuhan…terima kasih…terima kasih
sudah memberikan malaikat kepada kami” ucap Leo sembari menciumi pipi istrinya.
“Aku akan memberitau kabar baik ini kepada Pamanmu! Mereka pasti senang mendengar hal ini”
__ADS_1
“Iya…iya…” jawab Selena memeluk erat kepala suaminya.
“Jadi…bisakah kau membatalkan keberangkatanmu?” ucap Selena.
.
.
.
Esoknya
At Cambridge – Amerika serikat, 10.00 AM!
Selena menangis keras dipelukan suaminya yang hendak berangkat. Leo memeluk erat istrinya, mencoba membuat istrinya agar berhenti menangis.
Para Alexandra menatap sendu keponakan mereka yang tak berhenti menangis memeluk Leo. Jika Leo bukan berasal dari keluarga Iskandar, mungkin dia tidak perlu meninggalkan istrinya demi melaksanakan kewajibannya. Namun ini juga menjadi salah satu syarat untuk menjadi menantu keluarga Alexandra.
Leo melepaskan pelukan istrinya, ia memegang kedua pipi lembut istrinya. Ia memberikan ciuman diseluruh permukaan wajah istrinya.
“Sudah Okey? Berhenti menangis…kumohon…” pinta Leo.
“Hiks hiks…aku tidak mau kau pergi hiks…”
Selena kembali memeluk Leo dengan erat, Nyonya dan Tuan Jasson yang melihat itu hanya bisa diam tanpa melakukan apapun. Ini pasti berat untuk Selena, melepas kepergian suaminya untuk ke kamp selama 3 tahun disaat mereka akan segera memiliki buah hati yang didambakan.
“Paman…kumohon…biarkan aku bersama Leo lebih lama…” pinta Selena kepada Hendrick.
Hendrick hanya bisa menggelengkan kepalanya menolak permintaan Selena. Kali ini, kepergian Leo tidak bisa ditunda lagi.
“Aku pergi dulu ya sayang. Aku sudah memenuhi kulkas dengan bahan masakan, aku sudah menyiapkan snack kesukaanmu, aku sudah menyiapkan Black card untukmu, aku sudah menyiapkan vitamin dan juga keperluanmu yang lain. Gedung apartement itu untukmu, kau bisa tinggal disana kapanpun kau mau”
Leo mengecup lama puncak kepala istrinya. Ia melambaikan tangannya kepada Daniel meminta pria itu untuk mendekat. Daniel mendekati Leo dan Selena.
“Daniel, aku titip istriku ya…jaga dia baik-baik. Aku titip anak-anakku juga, maaf ya sudah merepotkanmu”
“Iya, aku akan menjaga istri dan anakmu dengan baik” ucap Daniel sembari tersenyum.
Leo menggigit bibir bawahnya, ia melepaskan pelukan istrinya. Ia mencium bibir istrinya dengan lembut, Selena menangis sesegukan…ia benar-benar tak rela jika harus melepaskan Leo untuk kedua kalinya.
“Jaga diri baik-baik saya sayang…aku mencintaimu. See you again, my wife…”
Leo mengecup kening istrinya setelah itu langsung berjalan dengan cepat menjauhi istrinya. Sedangkan Selena langsung dipeluk oleh Daniel agar tidak mengejar Leo. Selena kembali menangis histeris melihat suaminya yang sudah masuk kedalam pesawat. Selena memukuli dada Daniel meminta pria itu melepaskannya.
Leo yang berada didalam pesawat menghapus air matanya, ia harus kuat…ia tidak boleh menangis seperti ini. Dadanya sesak dan sakit, ia harus meninggalkan istri dan calon anaknya selama 3 tahun.
“Maaf sayang…aku harus meninggalkanmu lagi…maafkan aku”
.
.
.
Tamat....
__ADS_1