
.
.
.
Saat sampai di spa Leo langsung masuk dan disambut hangat oleh staff yang ada disana. Leo menganggukkan kepalanya, ia membawa istrinya yang terlelap masuk kedalam ruang ganti setelah itu langsung menuju ke pemandian air hangat. Leo berendam bersama dengan istrinya.
“Tuan muda…”
“Jean, tolong bersihkan kepala istriku”
“Baik…”
Jean mengambil shampo dan tanpa rasa jijik membersihkan kepala Nyonya mudanya yang penuh dengan darah sedangkan Leo memeganggi istrinya agar tidak jatuh.
“Saya sudah meminta Math menghancurkan semua bukti, saya berharap Math lebih cepat daripada polisi”
“Terima kasih, kau melakukan tugasmu dengan baik”
“Sudah kewajiban saya melindungi anda dan Nyonya muda”
“Istirahat dengan tenang ya sayang, jangan khawatirkan apapun” ucap Leo sembari mencium pipi istrinya.
Setelah tubuh Selena bersih Leo memberikan Selena kepada terapis sedangkan ia menunggu di ruang tunggu. namun sebelumnya ia meminta Jean untuk ikut masuk kedalam ruang teraphy agar bisa mengawasi istrinya.
Drtttt drtttttt…
“Kau sedang di mana Leo?”
“Sedang di spa, kenapa?”
“Ahhh, menemani Selena?”
“Iya”
“Aku hanya ingin mengatakan kepadamu, aku melihat salah satu anggota keluarga Georgino masuk kedalam gedung apartementmu. Kau punya apartement elit di pusat kota kan?”
“Iya”
“Aku akan menyewa hotel untuk kalian, aku akan mengawasi anggota keluarga Georgino. Aku takut mereka akan mengumpulkan bukti atas pembunuhan yang dilakukan Selena. Apalagi sekarang polisi berada di TKP kebakaran, mereka menemukan mayat-mayat yang terbakar tanpa kepala. Aku curiga itu adalah tempat yang dikunjungi Selena semalam”
Degh!
Leo langsung tersentak tak percaya mendengar ucapan Daniel. Polisi sampai di TKP kebakaran?! Apa istrinya membakar sesuatu untuk menarik perhatian polisi?! Kenapa istrinya melakukan itu?!.
“Awasi mereka semua! Jangan sampai ada bukti yang melibatkan istriku!”
“Itu yang kukhawatirkan sejak tadi. Aku tak bisa menjamin keamanan Selena untuk sekarang. Tapi akan akan mencoba meminta bawahanku untuk melenyapkan bukti-bukti atas tindakan Selena”
Tut…
Leo mengeraskan rahangnya, sial! Ini semua karena Hans! Jika pria itu tidak menyudutkan istrinya menggunakan Jennifer, maka hal ini tidak akan terjadi! Pria gila itu, ia akan segera memberikan pria itu pelajaran!.
Drttttt drtttttt
__ADS_1
“Ya Deon?” ucap Leo langsung mengangkat telfon itu tanpa berlama-lama.
“Kami sudah mendengar kasus Selena, kami akan segera sampai di Brazil. Kirimkan lokasimu”
“Kalian akan sampai di sini?”
“Iya, tapi…bagaimana keadaan keponakanku dan bayinya?”
“Mereka baik-baik saja. Dokter bilang Dear hanya butuh banyak istirahat, kami sedang di spa sekarang”
“Spa? Tumben kesana”
“Tubuh Dear penuh dengan darah, kau tidak ingin kemari?”
“Aku akan segera kesana, jangan biarkan Selena sendirian”
Tut…
.
.
.
Leo mengusap wajahnya kasar melihat istrinya yang masih tertidur saat sampai di hotel yang disiapkan Daniel. Tahan…ia harus tahan, memberikan pelajaran kepada Hans bulanlah yang utama. Ia harus menghilangkan semua bukti tentang kejahatan yang dilakuakn istrinya.
“Math, aku pinjam beberapa orang kepercayaanmu. Aku akan membantu Daniel”
“Baik!”
“Kunci jendela, kau tetap disini”
“Baik!”
kesempatan emas seperrt ini.
#
Yeni tersenyum sinis melihat hasil kerja anak buahnya. Akhirnya, setelah sekian lama! Setelah sekian lama ia bisa menghancurkan hidup sampah yang sellau mengganggu kehidupannya. Sebentar lagi…sebentar lagi wanita jala*g itu akan merasakan bagaimana akibat karena telah berani bermain-main dengannya.
“Kupastikan…kasus ini akan segera sampai ke meja hijau, kita ke Brazil sekarang”
“Baik Nyonya!”
******
Disisi lain!
Leo mengacak rambutnya frustasi. Terlambat! Ia benar-benar terlambat! Sial*n! Bagaimana bisa keluarga Georgino mendapatkan semua bukti dalam waktu 2 hari saja?!.
“Argh! Persetan!!”
“Sekarang lebih baik, kau pindah ke Negara sebelah. Aku akan menangani polisi” ucap Daniel dengan wajah pucatnya. Ia sudah tidur tidur selama 2 hari, makan pun jika ada waktu.
“Hentikan, biarkan polisi datang. Jika memang Selena bersalah, dia akan dihukum. Jika dia tidak bersalah, dia akan dilepaskan dengan jaminan” ucap Hendrick yang tiba-tiba datang.
__ADS_1
“Itu tidak mungkin Paman! Dear yang melakukan pembunuhan itu! Dia pasti akan dipenjara dalam waktu yang lama! Dan itu tidak boleh terjadi!!” bentak Leo kepada Hendrick.
“Leonardo!! Selena adalah anak dari seorang Jenderal besar! Dia akan dihukum jika memang dia bersalah! Jika semua bukti mengarah kepada Selena biarkan! Biarkan Selena menjalani hukumannya!” bentak Hendrick. Meskipun keluarga Alexandra sangat memanjakan Selena, tapi mereka akan tetap menegangakkan hukum. Jika memang Selena bersalah maka dia akan dihukum. Jika tidak maka dia akan dilepaskan! Walaupun ia tau…Selena yang melakukan pembunuhan itu. Lagipula mereka tak bisa melakukan apa-apa jika sudah seperti ini!.
Leo memukul dinding hingga menimbulkan keretakan. Sial*n! Istrinya sedang hamil! Ia tak akan membiarkan istrinya dipenjara!.
“Tuan!!!! Polisi sudah mengepung hotel!!!!”
“!!!!”
Semuanya bergegas keluar dari mansion Hendrick dan menuju ke hotel yang terletak tak jauh dari mansion itu. Jantung Leo terasa terhenti melihat polisi sudah mengepung hotel. Bahkan ratusan orang sudah mengerumuni hotel tempat istrinya berada. Sampai hari ini! Istrinya belum bangun sedetik pun! Tidak! Ia tidak bisa membiarkan ini terjadi.
“Wahhhh kudengar seorang pembunuh berantai tinggal di hotel ini”
“Iya, beritanya menyebar dengan cepat”
“Horror kudengar dia juga seorang wanita yang masih muda”
Leo segera berlari masuk kedalam lift luar dan menuju ke lantai teratas. Dan benar! Didepan ruangan presidential suite sudah dipenuhi oleh polisi! Namun para polisi itu tidak bisa masuk karena dihadang oleh bodyguard.
“Tuan-tuan sekalian, mohon kerjasamanya. Kami dari aparat hukum, kami mendapat informasi bahwa di hotel ini menyembunyikan seorang pembunuh”
“Maaf, kalian tidak bisa melanggar privasi” bodyguard tetap memasang badan.
Leo mengepalkan tangannya, Hendrick benar…istrinya bersalah. Ia tidak bisa terus menerus melindungi istrinya, kali ini ia harus menyerahkan istrinya kepada polisi.
“Maaf…maafkan aku…”
Leo menghembuskan nafasnya, ia mendekati polisi dan bodyguardnya. Polisi-polisi itu membungkuk hormat kepada Leo.
“Biarkan, biarkan polisi masuk…”
“Tapi Tuan…”
“Tak pa”
Leo memberikan keycardnya kepada polisi. Polisi menerima keycard itu dan membuka pintu dan mengeledah ruangan mewah itu. Mereka membuka pintu kamar, tampak Selena yang masih terlelap diatas tempat tidur.
“Kalian tunggu diluar” ucap Leo.
Polisi-polisi itu menganggukkan kepalanya. Leo mendekati tempat tidur, membangunkan istrinya dengan sentuhan lembut.
“Sayang…”
“Hemmmm, Leo…jam berapa sekarang?”
“Sudah jam 9, ayo mandi dulu. Sudah tidur 2 hari masa tidak mau mandi hm?” ucap Leo memaksakan senyumannya.
“Hemmm, aku akan mandi. Ada apa diluar? Kenapa berisik sekali?”
“Mandi dulu, nanti kau akan tau”
Selena menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam kamar mandi. Leo mengusap air matanya dengan kasar lalu menyiapkan pakaian istrinya. Kuat…ia harus kuat, ia tidak boleh terlihat lemah didepan istrinya. Ia tak mau membuat istrinya cemas jika melihatnya menangis seperti ini.
.
__ADS_1
.
.