Our Last Love

Our Last Love
Chapter 7 : Tamparan


__ADS_3

.


.


.


Joe tersentak tak percaya. Serius Selena sudah punya suami?! Wah jika seperti ini kakaknya pati akan patah hati. Ia heran dengan kakaknya itu. Bagaimana bisa dia menyukai istri orang?. Apalagi kakaknya itu sudah menceritakan kepada seisi rumah jika dia menyukai seseorang. Kakaknya itu buat malu saja.


“Dan suamiku melarangku untuk bertemu denganmu”


"......" keheningan terjadi seketika.


“APA?!!! Orang itu seenaknya saja!!!” teriak Joe kesal.


Joe kesal, benar-benar kesal. Selena teman nya, masa ia tidak boleh bertemu dengan Selena karena suami Selena melarang Selena bertemu dengannya?!. Ia akan menendang pantat orang itu jika bertemu.


“Tapi jangan dipikirkan! Ayo makan, setelah itu kita persiapkan semuanya”


“Huh! Okey!” jawab Joe dengan nada kesal


Selena terkekeh pelan, biarlah ia dimarahi suaminya karena masih tetap bertemu dengan Joe. Sungguh ia tidak tega jika harus melihat Joe bersedih.


Setelah makan siang Selena dan Joe langsung melakukan apa yang sudah di catatkan oleh dosen mulai dari mendaftar murid hingga persiapan acara.


#


Malam>


Selena dan Joe total lemas seketika. Ini sudah jam 10 malam namun persiapan baru selesai 20% dari total keseluruhan. Mereka lelah namun juga senang, mereka banyak dibantu oleh para murid. Melihat malam yang semakin larut membuat Joe harus segera mengantarkan istri orang pulang.

__ADS_1


“Apa suamimu tidak marah kau pulang selarut ini?”


“Aku bisa menjelaskan nya, ayo pulang. Kita lanjutkan besok…”


Joe menganggukkan kepalanya dan mengantar Selena pulang. Selena melambaikan tangan nya saat mobil Joe mulai menjauh. Ia masuk kedalam rumahnya dan melihat kondisi rumah yang sepi dan gelap. Apa suaminya belum pulang?.


“Darimana saja kau?”


Nafas Selena tercekat seketika. Lampu tiba-tiba menyala, Selena membeku melihat suaminya yang tengah duduk disofa sembari menatapnya tajam. Ia tak berani mengatakan apapun sekarang.


“Aku bertanya kau darimana?!!!” teriak Hans.


“A-aku…”


Hans dengan tatapan geramnya mendekati Selena. Tubuh Selena bergetar ketakutan, sebelum Hans berhasil mendekatinya Selena segera berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya. Hans mengedor pintu Selena dengan keras, geram. Ia sangat geram sekarang.


Selena menutup mulutnya, ketakutan kembali menghantuinya. Hans geram, ia menendang pintu kamar dengan keras membuat pintu itu secara paksa terbuka. Hans berlari kearah Selena, tangan pria itu langsung mencengkram kedua bahu Selena membuat Selena mendesis kesakitan.


Selena menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus keluar membasahi pipi. Ia benar-benar ketakutan akan sikap Hans sekarang.


Plakkkkk


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Selena. Selena semakin menangis namun Hans tidak memperdulikan nya. Hans langsung menggendong Selena bak sebuah karung dan membawa Selena kedalam kamarnya.


Hans mengunci kamarnya dan melemparkan Selena ketempat tidur nya. Selena mencengkram selimut berharap Hans mengampuninya kali ini. Sungguh ia sangat ketakutan sekarang.


Hans langsung menekan tubuh Selena ditempat tidur. Bibirnya dengan kasar ******* bibir Selena, Selena berusaha memberontak. Ia menggigit bibir Hans namun pria itu masih tetap ******* bibirnya. Pasrah, tak ada lagi yang bisa ia lakukan.


Perlahan Hans mulai membuka pakaian Selena. Selena memukuli dada Hans namun tidak berdampak apa-apa, bibir Hans mulai menelusuri leher jenjang Selena. Pria itu memberikan beberapa kecupan merah dikulit putih itu.

__ADS_1


“Lepaskan aku…kumohon…”


“Jika kau tidak kuajari dengan benar maka kau akan semakin membangkang kedepan nya!” tegas Hans.


Tangan kanan Hans mulai menelusuri perut rata Selena sedangkan tangan kirinya perlahan meraba dan meremas dada Selena. Tubuh Selena mengelinjang hebat. Ini pertama kalinya area sensitivenya disentuh oleh seorang pria.


“Kumohon…lepaskan aku…” pinta Selena.


“Diam atau aku akan semakin kasar kepadamu!!!” bentak Hans.


Hans kembali mencium bibir Selena, tak ada balasan. Hans yang kesal langsung menggigit bibir Selena, saat mulut itu terbuka Hans segera memasukan lidahnya.


Saat hendak melepaskan bajunya Hans kaget mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Hans mengeraskan rahangnya dan melihat siapa yang berani mengganggunya dimoment seperti ini.


Hans geram sendiri pasalnya yang mengetuk pintu adalah Assistant pribadinya sendiri


“Ada apa?!”


“Tuan, saya hanya ingin mengatakan bahwa anda memiliki rapat penting besok!”


“Aku tau!”


Pang!


Hans langsung membanting pintunya. Ia kembali mendekati Selena, ia mengusap rambutnya kasar melihat Selena yang terlelap. Ia menutupi tubuh setengah telanjang Selena dengan selimut dan masuk kamar mandi. Ia akan menghabisi Assistantnya besok karena sudah berani menganggu malamnya.


“Gagal! Dasar Assistant sial*n!!”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2