Our Last Love

Our Last Love
Chapter 78 : Sah menjadi istri!


__ADS_3

.


.


.


Nafas Selena dan Leo semakin memberat, Leo melepaskan ciumannya. Ia mengusap pipi kekasihnya dengan lembut membiarkan kekasihnya mengambil oksigen untuk bernafas.


Leo mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, mata Selena membulat tak percaya melihat barang yang dikeluarkan Leo. Apa Leo serius melakukan ini?!.


“Kemarin…aku sudah mengurus surat pernikahan kita. Semua berkas-berkasnya sudah lengkap. Jadi sekarang…kita sudah resmi menjadi suami istri. Aku sudah memenuhi janjiku sayang, ini adalah pernikahan kita yang tertunda kemarin”


Dengan tangan gemetar Selena mengambil buku nikah dari tangan Leo. Ia menatap tak percaya melihat foto dirinya dan Leo berada disana, seketika ia meneteskan air matanya. Ia memeluk Leo dengan erat, Leo tersenyum dan membalas pelukan hangat wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


“Hiks…aku benar-benar senang…”


“Jangan menangis lagi, aku tak tega melihatmu menangis seperti ini…”


Selena melepaskan pelukannya, ia mencium bibir Leo dengan lembut. Leo tersenyum dan memejamkan matanya, menikmati ciuman lembut istri tercintanya. Akhirnya…Selena menjadi istrinya, ia tak masalah jika Hans masih belum menceraikan Selena. Yang terpenting, Selena sudah sah menjadi istrinya sekarang. Seumur hidupnya…ia hanya akan mencintai Selena seorang.


Selena menangis sesegukan didalam pelukan Leo, harapannya akhirnya terkabul. Sekarang ia resmi menjadi istri dari pria yang sangat ia cintainya. Leo membaringkan tubuh istrinya, ia menghapus air mata yang membasahi pipi istrinya. Leo memberikan kecupan lembut diseluruh permukaan wajah istrinya.


“Terima kasih…” lirih Selena.


Leo menganggukkan kepalanya sembari tersenyum manis, ia mencium lembut bibir wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Ia sudah memenuhi janjinya kepada kedua orang tua Selena, dan sekarang ia memegang penuh tanggung jawab atas Selena.


Selena membelai dada bidang suaminya membuat Leo melepaskan ciumannya.


“Leo…ada sesuatu yang ingin kukatakan…”


“Katakanlah” ucap Leo sembari berbaring disebelah istrinya.


“Hari ini, Hans datang ke kampus…”


“Lalu?”


“Di-dia membawaku ke ruang rektor…”


“Ya, lalu?”


“Di-dia me-menciumku”

__ADS_1


Leo terdiam sejenak mendengar ucapan Selena, namun sedetik kemudian wajahnya menampakan raut wajah cemas. Apa Hans menyakiti istrinya?!.


“Apa dia menyakitimu? Di mana dia menyakitimu?” ucap Leo mengecek tangan dan kaki istrinya.


“Dia tak menyakitiku, saat itu dia tiba-tiba pingsan. Saat aku mengecek denyut nadinya, aku yakin dia terkena keracunan alkohol dan asam lambung. Aku memberikannya vitamin dan memakaikan inhale nebulizer. Namun saat sampai dirumah sakit, sahabat Hans marah kepadaku. Dia bilang ini semua terjadi karenaku, aku hanya mencoba membantu Hans…apa aku melakukan kesalahan Dear?”


Leo menghembuskan nafasnya, ia menelusupkan wajah Selena kedada bidangnya. Ia mencium lama puncak kepala Selena, pria itu…beraninya ia menyakiti istrinya! Ia tak akan tinggal diam begitu saja! Siapapun yang berani menyakiti istrinya, ia akan membalasnya.


“Kau tak salah, begitulah seseorang yang langsung menghakimi tanpa mengetahui kebenarannya terlebih dulu. Jangan bersedih, bukankah itu sudah berlalu?”


“Apa aku wanita pembawa sial Leo?”


Degh!


“Kenapa kau berkata seperti itu? Tidak…tidak sama sekali sayang”


“Tapi aku merasa kehadiranku hanya membawa masalah untuk semuanya…”


“Tidak…jangan berpikiran seperti itu…jika kau seorang wanita pembawa masalah, aku akan menerimanya. Sesulit apapun masalah yang kau buat, aku akan menyelesaikannya. Aku mencintaimu, jangan mengatakan hal seperti itu lagi…itu menyakitiku juga” ucap Leo sembari memeluk erat tubuh istrinya.


“Tubuh Leo…gemetar….?”


Beberapa saat menangis Leo ikut terlelap, menyusul istrinya kealam mimpi. Deon dan Jeff mengepalkan tangannya mendengar ucapan yang keluar dari mulut keponakan mereka. Kurang ajar! Beraninya bajin*an itu membuat keponakan mereka menjadi seperti ini!.


Deon turun menghampiri Lonza.


“Lonza, katakan kepadaku…siapa saja yang berada dirumah sakit itu saat keponakan kecil ada disana”


“Aku tak tau, coba kau tanya dokter yang menangani Hans”


“Rumah sakit mana?”


“Rumah sakit Healton, rumah sakit milik Tuan muda Jasson”


Tanpa basa-basi Deon mengambil kunci mobilnya dan segera menuju ke rumah sakit pusat. Ia akan memberikan orang itu pelajaran karena sudah berani membuat keponakannya menangis.


Saat sampai dirumah sakit, ia langsung menuju bagian administrasi dan bertanya siapa dokter yang menangani Hans. Namun saat karyawan bagian admin ingin menjawab, Deon pergi menuju UGD. Tanpa basa-basi Deon langsung memukul salah satu bodyguard yang berjaga diluar ruangan UGD.


Merry, Gerry, Jansen, Peter, dan William langsung tersentak kaget melihat itu.


“Apa yang kau lakukan hah?!” bentak William.

__ADS_1


“Diantara kalian semua…siapa yang berani membuat Selena menangis? Jawab!!!”


Merry seketika gemetar melihat kemarahan Deon. Jansen berdiri dari tempat duduknya membuat Deon langsung melayangkan tendangan diperut Jansen.


“Beraninya kau!!!” geram Deon.


Jansen memegang perutnya yang benar-benar terasa sakit. Pria itu benar-benar menendangnya dengan kuat.


“Kau pria bukan? Bangun, jangan menjadi pengecut yang bisanya hanya membuat wanita menangis”


Deon berjalan mendekati Jansen, dengan kasar ia menarik kerah baju Jansen.


“Antara tangan kanan atau tangan kiri, mana yang kau gunakan untuk menyentuh Selena?”


“Tu-tuan…mohon anda tenang” ucap Gerry mencoba menahan Deon.


“Diam! Dan jangan ikut campur!” sinis Deon menatap tajam mata Gerry.


“Tuan! Ini rumah sakit! Mohon anda untuk tidak membuat keributan!!” tegas penjaga yang berdatangan.


“Kalian pikir aku buta sampai tidak tau ini rumah sakit? Coba katakan lagi? Aku membuat keributan? Lalu di mana kalian saat pria ini membentak keponakanku hah?! Di mana kalian?! Di mana kalian sampai membiarkan pria ini menyakiti keponakanku!?”


Para penjaga itu langsung terdiam bungkam seketika bersama dengan para bawahan Hans. Apa yang baru saja pria ini katakan? Keponakan?.


“Tuan…a-anda?” ucap Merry gemetar ketakutan.


“Kenapa? Kau kaget? Benar, aku Paman Selena”


“Kalian semua mendadak bisu?! Kenapa kalian menghentikanku untuk menghajar pria ini tapi tidak menghentikan pria ini saat dia membentak dan menyakiti keponakanku?! Apa kalian masih punya hati?! Keponakanku hanya seorang gadis lemah berusia 18 tahun! Dan kalian semua menyudutkannya secara bersamaan disini?! Apa kalian masih punya hati?! Jawab aku!!!! Jangan mendadak bisu!!”


Para penjaga langsung ciut tak berani mengatakan apa-apa.


“Aku akan mengingat setiap wajah kalian…jika sampai kalian…berani, mendekati Selena lagi. Jangan harap kepala kalian masih ada ditempatnya!” sinis Deon menghempaskan tubuh Deon dan langsung pergi dari rumah sakit itu.


Peter menatap tak percaya pria yang baru saja keluar dari rumah sakit. Berarti benar dugaannya, Selena bukanlah gadis dari keluarga biasa. Selena bukan gadis yang tak mempunyai keluarga, Jennifer bukan satu-satunya keluarga yang dimiliki Selena. Tapi ini sudah bukan lagi menjadi urusannya. Ia sudah berhenti menjadi bawahan Hans.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2