
.
.
.
Hans memeluk istrinya yang tengah tertidur. Ia memberikan beberapa kecupan merah dipunggung indah istrinya.
“Sayang…katanya mau jalan-jalan…ayo pergi sekarang”
“Hans, lepaskan aku…aku lelah. Aku tidak mau keluar…” ucap Selena.
Selena mencubit kesal tangan Hans yang lagi-lagi meremas dadanya. Ia mana punya mood untuk jalan-jalan sekarang, ia akan malu jika hari ini keluar rumah. Tubuhnya dipenuhi bekas kecupan suaminya. Ia heran, apa yang membuat Hans begitu bersemangat sampai-sampai memberikan kecupan disemua bagian tubuhnya.
“Kalau begitu…bagaimana kalau ikut aku kekantor?” tanya Hans.
“Memangnya boleh?”
“Kenapa tidak, ayo kumandikan. Aku sudah mengisi bathtube menggunakan air hangat”
“Tidak! Aku mandi sendiri!”
“Ayolah sayang…”
“Tidak! Aku tau apa yang kau pikirkan”
“Hehe…”
Selena turun dari tempat tidur, merakan nyeri diarea vitalnya membuatnya langsung jatuh terduduk ditepi tempat tidur. Hans yang melihat itu langsung menggendong istrinya masuk kedalam kamar mandi.
“Aku akan memandikanmu, aku tidak akan melakukannya lagi hari ini” ucap Hans.
“Janji?”
“Iya…aku janji…”
.
.
.
Hans menggenggam tangan Selena dan masuk kedalam perusahaannya. Para resepsionist tak bisa berkata apa-apa melihat itu. mereka tidak salah lihat kan? Direktur mereka…membawa seorang gadis kedalam perusahaan?!!.
“Lihat apa kalian?” tanya Hans.
“Hans…jangan begitu…kasihan mereka” ucap Selena.
“Kau membela mereka?” kesal Hans.
“Mereka memang tidak salah apa-apa, untuk apa kau berbicara dingin begitu kepada mereka?”
Hans tak menjawab pertanyaan istrinya. Ia membawa istrinya masuk kedalam lift. Saat sudah sampai diruangannya para sahabat Hans terkejut tak percaya melihat Boss mereka membawa istrinya kedalam perusahaan.
“Wah Hans, siapa yang kau bawa?”
“Kalian seperti tidak mengenal istriku saja” sinis Hans langsung mendapat cubitan dari Selena.
“Ow, sayang…kenapa mencubitku lagi?”
“Apa? salah? Bilang?!”
__ADS_1
“Kenapa istriku jadi sensitive begini? Oh ya, besok dia datang bulan. Aku lupa” batin Hans.
Para sahabat Hans menatap itu tak percaya, Hans?! Dicubit istrinya sendiri?! Sepertinya benar apa yang dikatakan Gerry, Boss mereka sudah mulai mencintai istri kontraknya.
Selena menatap sahabat suaminya satu persatu. Siapa pria-pria ini? Apa mereka adalah Assistant suaminya?.
“Hans, siapa mereka?”
“Oh, mereka? Pengangguran”
Jlep!
“Hei hei hei!! Pengangguran apanya?!” kesal William tak terima diejek Hans pengangguran. Walaupun memang benar sih kalau mereka pengangguran.
“Memang kan?” ejek Hans.
“Oh ya di mana Gerry?”
“Gerry? Sedang menangani rapat dengan Merry”
“Oh ya, kau tadi ingin makan ramenkan? Biar dibelikan Peter ya?”
“Hmmm”
Selena menganggukkan kepalanya. Peter memajukan bibirnya kesal, lagi-lagi ia yang disuruh untuk membeli makanan. Padahal seharusnya ini tugasnya William. Tapi yang inginmakan ramenkan kakak iparnya sendiri. Biarlah.
“Mana uangnya?”
“Uangmu uangku juga. Jangan macam-macam kau!” sinis Hans membawa istrinya duduk di sofa.
Selena menarik dasi Hans dan mencium singkat pipi suaminya sebagai tanda terima kasih. Hans tersenyum, ia mengusap bibir istrinya.
“Jangan memancingku untuk melanggar janjiku sayang…aku bisa melakukannya lagi jika kau mau”
“Jadi, jangan pancing aku untuk menerkammu lagi”
“Hei hei hei!! Bisa kalian pikirkan perasaan lajang seperti kami?!” kesal Jansen.
*
Hans menatap istrinya yang tengah tertidur dipelukannya setelah makan siang. Benar-benar seperti anak kecil, sahabat-sahabat Hans hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat itu. Jika Hans terus seperti ini, cepat atau lambat Hans pasti akan mencintai istri kontraknya. Kontrak mereka hanya tersisa beberapa bulan lagi, jika kedua insan ini saling mencintai. Pasti kelak mereka akan sangat terluka jika harus berpisah. Sejujurnya Hans bisa tidak menceraikan Selena, namun itu bisa terjadi jika Hans memutuskan hubungan terlebih dulu dengan tunangannya.
Hans berdiri dan membawa istrinya masuk kedalam ruang istirahatnya. Ia keluar dari kamar itu dan kembali menyelesaikan pekerjaannya.
“Bagaimana Jansen, kau sudah mendapatkan informasi tentang Selena?”
“Tidak banyak yang kudapat. Tapi aku terkejut saat tau istrimu juga mempunyai tunangan”
“Aku sudah tau itu, aku bahkan pernah bertemu dengannya”
“Benarkah? Kapan? Bagaimana orang
itu?”
“Aku lupa, aku terlalu fokus kepada Jennifer saat itu”
“Ayah istrimu meninggal saat usia kakak ipar 11 tahun, dan ibu kakak ipar meninggal 1 tahun setelah itu”
Hans hanya diam tanpa berkata apa-apa. Umur 12 tahun…istrinya masih berumur 12 tahun saat kehilangan ayah dan ibunya. Entah kenapa rasa sedih memenuhi hatinya dalam sekejap.
“Setelah itu Nyonya Jennifer membesarkannya seorang diri”
__ADS_1
“Kau tau, siapa orang tua Selena?”
“Data itu tak bisa kuketahui. Selain yang kuucapkan tidak ada informasi lain”
Hans menghembuskan nafasnya, ia curiga. Kenapa data istrinya begitu disembunyikan?. Sebenarnya bagaimana latar belakang keluarga istrinya bahkan sampai-sampai Jansen saja tak bisa menemukan informasi penting lainnya.
_____________
Joe menatap Daniel dan Leo bergantian. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan ke-2 pria ini untuk Selena? Untuk apa mereka memberikan obat pencegah kehamilan kepada Selena? Ia belum tau alasan mengapa mereka ber-2 melakukan itu.
“Ada apa? Ada yang ingin kau tanyakan?” ucap Leo datar.
“Apa maksudmu memberikan obat pencegah kehamilan untuk Selena?”
“Jika aku tidak melakukan itu, maka Dear bisa dalam bahaya. Dear sangat subur, itu membuatku takut jika dia hamil dikondisi seperti ini. Apalagi Dear dan Hans akan bercerai sebentar lagi, kehadiran seorang anak bisa membuat semuanya semakin rumit. Dear sangat menyukai anak-anak, jika sampai Dear hamil saat bercerai dengan Hans. Maka aku takut Hans akan mengambil anak Dear jika dia mengetahuinya. Dan itu bisa membuat pukulan besar bagi Dear”
Joe menganggukkan kepalanya paham apa yang dicemaskan oleh Leo. Ia juga baru ingat jika kondiri tubuh Selena masih belum bisa dikatakan baik untuk sekarang. Situasi masih belum tenang, sampai saat ini Yeni masih merencanakan pembunuhan untuk Selena. Dan kehadiran sorang anak akan memperburuk semuanya. Dan ia tidak bisa membayangkan jika sampai Yeni tau bahwa Selena mengandung cucunya.
“Dan ya, siapa sebenarnya Selena?”
“Apa kau tidak bosan menanyakan pertanyaan yang sama setiap hari?”
“Aku belum mendapatkan jawabannya”
“Tanyakan saja pada Dear nanti”
“Tidak mau”
“Maka kau tidak akan mendapat jawabannya”
“Kau! apa susahnya sih tinggal menjawab?!” kesal Joe.
“Apa susahnya juga bertanya kepada Dear?” tanya Leo.
Joe terdiam, ia benar-benar kehabisan kata-kata karena pria ini. Tidak Jennifer tidak Leo, sama-sama tidak mau memberitaunya siapa Selena. Ia benar-benar penasaran bagaimana latar belakang Selena.
“Hmmm jangan-jangan Selena seorang Nona muda sebelumnya…” ucap Joe.
“Bukan”
“Lalu?” pancing Joe.
“Tidak akan kuberitau”
Joe mengepalkan tangannya penuh kegeraman. Ia benar-benar ingin menghabisi Leo sekarang juga, pria ini benar-benar membuatnya kesal.
.
.
.
__ADS_1
Nah...ada Daniel sekarang, jadi pilih mana?