Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 144 : Kau Tak Akan Bisa Menang Dariku!


__ADS_3

.


.


.


“Baik, penjelasan diterima. Sekarang, anda yang bisa menjelaskan tentang pembunuhan 70 orang dewasa yang terjadi beberapa hari yang lalu?”


“Izinkan saya yang menjawabnya yang mulia”


“Izin diberikan”


“Beberapa jam sebelum saya membunuh mereka, Tuan muda Hans berbicara kepada suami saya bahwa Ibu saya sedang berada di tangannya. Sebagai anaknya, bukankah sudah tugas saya untuk melindungi keluarga saya? Hari itu saya pergi saat tengah malam. Sebelum itu, saya terlebih dulu memberikan obat tidur kepada suami saya agar saya bisa pergi. Kami Ibu dan anak, saya menemukan Ibu saya terikat disebuah kursi di rumah tua terbengkalai dengan sebuh bom dilehernya. Disana, ada 70 pria dewasa yang keluar dari sebuah ruangan. Mereka bilang bahwa saya bisa menukar tubuh saya dengan tubuh Ibu saya. Dan saya bilang kepada mereka jika saya berhasil menumbangkan 1 diantara mereka maka 1 bom juga harus dimatikan. Jadi saya melakukan pembunuhan kepada mereka semua untuk menyelamatkan Ibu saya. Tapi yang mulia, disana…saya hanya membunuh 69 orang. 1 orang diantaranya melarikan diri. Dan juga…ada 1 hal yang membuat saya ingin menghabisi mereka, namun tidak pantas untuk saya membicarakan masalah ini”


Leo terdiam, pantas! Pantas ia bisa tidak sadarkan diri jika istrinya sudah pergi dari sisinya. Jadi istrinya memberikannya obat tidur setelah selesai berhubungan badan?! Licik juga istrinya.


“Yang mulia hakim, izinkan saya mengajukan sebuah pertanyaan” ucap Selena.


“Izin diberikan”


“Bagaimana bisa Nyonya Georgino bisa melaporkan saya kepada pihak berwajib dengan tuduhan membunuh ke-70 bodyguard tersebut sedangkan Nyonya Georgino tidak berada disana saat itu? Dan bagaimana bisa keluarga Georgino mengumpulkan semua bukti bahwa saya yang melakukan kejahatan itu dalam 1 hari saja? Jika bukan sebuah hal yang tidak direncanakan…tuntutan yang saya terima tidak mungkin sedetail itu. Dan juga satu hal lagi…bagaimana Nyonya Georgino mendatangkan seorang saksi bahwa saya melakukan pembunuhan itu? Di tempat itu tidak ada orang lain selain saya, bawahan Mama saya, Mama saya, dan para bawahan itu. Jadi…apakah ini semua adalah rencana Nyonya Georgino untuk menjebak saya?” ucap Selena.


Tubuh Yeni berserta putra-putranya gemetar. Ternyata benar firasat mereka! Wanita itu tau apa yang mereka lakukan sampai wanita itu bisa menjadi tersangka disini!.


 “Dan saya tegaskan! Tak akan ada yang saya takuti ketika keluarga saya berada dalam bahaya. Sekarang saya menyerahkan semuanya kepada anda, hakim. Saya akan menerima semua konsekuensi karena melakukan itu semua, saya akan menerima hukuman saya dengan tenang” ucap Selena sembari tersenyum dengan air mata yang keluar dari sudut matanya.


Mendengar hal itu, hakim mulai berdiskusi tentang sidang pantas dilanjutkan atau tidak.


“Sidang saya hentikan disini, keputusan akan disampaikan nanti malam saat pukul 7” hakim mengetukkan palunya sebanyak 3 kali pertanda sidang berakhir.


Hakim, anggota hakim, penuntut umum, dan penasihat umum pergi dari persidangan itu untuk memutuskan apa yang harus mereka lakukan sekarang. Leo berlari memeluk istrinya, tuhan terima kasih…terima kasih sudah memberikan bantuan disaat yang tepat.


“Aku akan membayar berapapun…berapapun asalkan kau bisa keluar dari sini Okey?” ucap Leo menatap lembut wajah istrinya.


“Bukankah aku sudah bilang bahwa aku akan baik-baik saja?” tanya Selena sembari tersenyum.


Leo membelai lembut wajah istrinya, ia mencium bibir lembut istrinya. Selena tersenyum dan membalas ciuman lembut dari suaminya.


Leo melepaskan ciumannya dengan perlahan, ia mengusap lembut perut istrinya.


“Kau mau liburan kemana? Kita akan pergi jalan-jalan”


“Hmmmm…aku ikut kau saja, kau pergi kemana. Aku ikut” jawab Selena.


“Baiklah…”


Selena menatap kearah keluarga Georgino yang tengah menampilkan wajah pias mereka? Huuuu sepertinya mereka geram dengan pernyataanya.


Selena berjalan mendekati Yeni. Ia menatap Yeni dengan senyum sinisnya.

__ADS_1


“Bagaimana? Masih mau melawan? Sudahlah…berhentilah disini…sebelum kau jatuh dilubangmu sendiri” ucap Selena menghapus air matanya.


“Pela*ur rendahan!!”


Daniel langsung mencekal tangan Yeni yang hendak menampar pipi Selena. Daniel menghempaskan tangan Yeni dengan kasar dan memasang badan untuk Selena.


“Kau tak berhak menyentuhnya dengan tangan kotormu itu…” sinis Daniel melepaskan sarung tangannya dan melepaskan jaznya untuk dipakaikan kepada Selena.


Leo berjalan mendekati istrinya, ia memeluk bahu istrinya.


“Jangan lupa, dia sekarang adalah Nyonya muda Iskandar. Dia adalah aset berharga keluargaku” dingin Leo.


“Ceh?! Aset keluarga?! Pela*ur rendahan seperti dirinya yang naik keatas tempat tidur putraku untuk mendapatkan belas kasihan darinya kau sebut aset berharga?!!” bentak Yeni penuh kegeraman.


“Tidak punya otak ya? Naik keatas tempat tidur putramu? Bukankah putramu yang naik keatas tempat tidur istriku? Perlu kau tau, dimasa yang akan datang…kalian akan meminta pengampunan darinya, camkan kata-kataku” dingin Leo.


“Itu tidak akan pernah terjadi! Dialah yang akan meminta pengampunan dariku!!” bentak Yeni.


“Heh, masih sama saja ternyata. Kalau begitu kita lihat saja, siapa yang akan menang antara istriku dan dirimu. Dan perlu kau tau satu hal, keturunan keluarga Iskandar sedang berkembang di rahimnya. Jika sampai salah satu dari keluargamu berani menyentuh istriku, kupastikan…pria itu. Akan menurunkan perintah melenyapkan keluarga kalian” ucap Leo sembari menatap kearah Hendrick.


“Jangan kurang ajar Leonardo!!!!” geram Kyler.


“Kalau suamiku kurang ajar kenapa? Dia memang kurang ajar, tapi setidaknya dia punya moral dan etika untuk menghormati wanita yang menjadi tanggung jawabnya. Tidak seperti dirimu, meniduri wanita manapun lalu meminta mereka melakukan aborsi ketika mereka hamil. Tidak sadar ya jika yang kau bunuh, anakmu sendiri?!” skak Selena.


Ucapan Selena langsung membuat Kyler terdiam sembari mengepalkan tangannya geram. Darimana wanita ini tau keburukannya?! Sial*n! Bisa-bisanya wanita ini mengatakan hal itu dihadapan keluarganya!.


“Kenapa? Diam sekarang? Kenapa tidak mau bicara lagi? Mendadak kehilangan kata-kata sarkasmemu?” dingin Selena.


“Mohon tenang untuk semuanya, persidangan sudah berakhir. Jika ingin bertengar, kalian bisa melakukannya diluar” kepala polisi berujar dengan dingin.


“Jangan terlalu banyak bergaya, naikkan dulu etika keluarga” sinis Daniel pergi bersama Selena dan Leo.


“Hmph, tak kusangka. Keluarga bergengsi seperti keluarga Georgino dan Chu bisa melakukan hal serendah ini”


“Jaga bicaramu!! Siapa kau berani mengatakan hal se-”


Ucapan Tuan Chu seketika terhenti saat mengetahui bahwa yang baru saja berbicara adalah Deon. Sang Jenderal muda dari kamp 2, sial*n! Ia tidak boleh menyinggung pria kelas atas seperti itu!.


“Kenapa tidak dilanjutkan? Lanjutkan saja”


“Ma-maafkan ketidak sopanan saya Jenderal muda”


“Lain kali kalau mau berbuat dan bertindak pikir dulu ya. Jangan sampai malu” sinis Jeff keluar dari pengadilan itu bersama dengan kakak dan adiknya.


“Rafindra, Aiden. Ikut aku sekarang” ucap Hendrick.


Rafindra dan Aiden langsung menelan ludah dengan kasar. Wahhhhh…mereka bisa mencium bau hukuman. Kedua pria itupun mengikuti Hendrick keluar dari pengadilan.


Diluar pengadilan Jeff tak henti-hentinya berucap syukur sembari menciumi wajah cantik keponakannya.

__ADS_1


“Kau jangan terus menciuminya!” ucap Leikai menarik kerah baju Jeff dan mendominasi keponakannya.


“Hei! Di mana etikamu kepada kakakmu?!” bentak Jeff tak terima.


“Kalian jangan bertengkar disini, jika kalian mau aku akan menyewakan arena gulat untuk kalian” ucap Deon langsung membuat Jeff dan Liekai terdiam membatu.


“Sudah lapar belum? Kalau lapar kita bisa makan di restaurant depan” ucap Daniel sembari tersenyum kepada Selena.


“Hmmmm belum, aku belum lapar. Nanti saja”


“Check up kandungan dulu ya, setelah itu baru pulang” ucap Leo menggendong istrinya masuk kedalam mobil dan menuju kerumah sakit.


.


.


.


Seorang dokter wanita dengan serius memeriksa kandungan Selena. Selena menggenggam erat tangan suaminya, apa terjadi sesuatu kepada bayinya? Ia takut jika anaknya kenapa-napa.


“Leo…”


“Jangan khawatir sayang, Ryu pasti baik-baik saja Okey?” ucap Leo seraya menenangkan istrinya yang tengah cemas.


Tak berselang lama dokter itu mengembang senyum manisnya.


“Kandungan anda baik-baik saja Nyonya, tidak ada masalah pada tubuh anda dan janinnya. Namun pastikan untuk menjaga pola makan dan istirahat yang cukup”


“Dokter, boleh aku bertanya sesuatu?”


“Apa itu?”


“Uhmmmm…apa…boleh…itu…” ucap Selena sembari memainkan ujung bajunya.


“Sa-sayang” ucap Leo gugup dengan pipi yang langsung merah merona. Kenapa istrinya bertanya tentang hal itu?! Benar-benar memalukan! Tapi…ia juga penasaran.


“Berhubungan badan saat hamil muda boleh dilakukan asal Ibu hamil dalam kondisi baik-baik saja. Dan Tuan, mohon untuk tidak membuat istri anda kelelahan” ucap dokter itu sembari tersenyum membuat Leo tersenyum canggung dibuatnya.


Dokter tersenyum dan keluar dari ruangan mewah itu, Leo mencubit gemas pipi istrinya. Istrinya ini memang ya, nakal sekali…ia bisa mati karena malu.


Selena tersenyum cerah menatap suaminya yang malu. Lucunya jika suaminya sedang malu begini.


“Nakalnya istriku…mau makan apa sekarang?”


“Hmmmmm…aku ingin makan shabu-shabu, ayo. Ajak lainnya”


“Baiklah, aku akan meminta Daniel mencarikan restaurantnya”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2