Our Last Love

Our Last Love
Chapter 63 : Dendam masa lalu


__ADS_3

.


.


.


Yeni membuka pintu ruangan putranya dengan keras membuat Hans dan sahabatnya langsung menatap kearah pintu yang terbuka. Hans membuang pandangannya kesembarang arah. Ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan Mamanya untuk sementara waktu.


“Nyonya…” ucap Assistant Gerry menatap canggung Tuan mudanya. Ia tak berani menghentikan Nyonyanya untuk bertemu dengan Tuan mudanya.


“Ada apa ma?” dingin Hans.


“Mama minta sekarang juga!! Ceraikan wanita itu!” ucap Yeni sembari mengebrak meja kerja Hans.


“Ma! Aku minta Mama tidak ikut campur masalahku!”


“Hans! Aku ibu kandungmu! Mama tidak mau tau! Ceraikan wanita itu sekarang juga!”


“Ma! Kontrak pernikahanku dan Selena dilindungi oleh hukum! Jika sampai kami bercerai sebelum waktunya! Maka aku bisa masuk kedalam penjara!” tegas Hans dengan kesal.


“Mama akan menyewa pengacara untukmu! Tapi ceraikan wanita itu sekarang juga! Dia wanita rendahan Hans! Dia tak pantas menjadi menantu keluarga Georgino!”


Hans mengepalkan tangannya geram, lagi-lagi Mamanya mengungkit masalah status. Apa salahnya ia menjadikan Selena sebagai istrinya walaupun Selena tidak berasal dari keluarga berada? Yang terpenting Selena tidak pernah membuat keluarganya malu didepan umum bukankah itu sudah cukup?!.


“Mama bisa pergi sekarang, aku tak mau mendengar hal ini lagi”


“Hans! Karena kau tak mau menceraikan wanita itu! Maka Mama akan membuat wanita itu menderita”


“Oh? Yakin? Mau membuat putri kesayanganku menderita?”


Jennifer yang berada diambang pintu tersenyum sinis melihat keterkejutan Yeni. Ahhhh wanita ini lagi, Yeni John Margareth. Wanita yang sama dengan wanita yang pernah mengusik kakaknya dulu. Dan sekarang wanita ini ingin mengusik anak kesayangannya?.


Sedangkan Hans dan sahabatnya langsung berjingkat kaget melihat kedatangan Jennifer. Untuk apa wanita itu datang keperusahaannya?!. Tidak! Ia tidak boleh membiarkan wanita itu bertemu dengan istrinya.


“Ka-kau?! Jenssica?! Bagaimana kau bisa hidup lagi?!” bentak Yeni tak percaya.


Jennifer mendekati Yeni, ia memegang rahang Yeni dengan kuat lalu menghempaskannya dengan kasar.


“Jika kau ingin mengusik putriku, usik aku terlebih dulu”


“Kau! Beraninya kau!!”


Tangan Yeni yang terangkat seketika berhenti ketika Selena memasang badan untuk Jennifer. Jennifer total terkejut mendapati putrinya berada disini. Bahkan Hans pun begitu terkejut, kapan istrinya bangun?! Kapan juga istrinya keluar dari ruang istirahatnya?!.


“Saya akan diam jika anda menampar saya, tapi tidak jika anda menyentuh Mama saya”

__ADS_1


“Beraninya kau!! Atas dasar apa kau berani menghentikanku hah!?”


“Saya tak punya hak untuk menghentikan anda. Tapi saya punya hak untuk melindungi Mama saya”


Jennifer membalik tubuh putrinya, Jennifer terenyuh ngilu melihat mata sembab putrinya. Pasti putrinya sudah mendengar semua perkataan Yeni tadi.


“Kenapa menangis lagi?”


“Aku tidak menangis ma, aku baru bangun tidur”


“Jangan membohonggi Mama sayang, katakanlah ada apa…”


“Ma…apa semua orang yang mempunyai uang dan kekuasaan bisa menindas yang lemah dengan seenaknya? Apa orang kecil benar-benar tidak mempunyai harga diri?” tanya Selena langsung membungkam mulut semua orang yang berada diruangan megah ini.


Hans menelan ludahnya, entah kenapa ia merasa perkataan istrinya tertuju kepada keluarganya. Apa istrinya juga merasa ia sama saja dengan Mama dan adik-adiknya?.


“Sayang…ingat apa yang dikatakan Papamu kepadamu?”


“Setiap manusia mempunyai harga dirinya masing-masing. Semua manusia sama dimata tuhan, biarlah mereka menindas kita. Tapi harga diri kita harus tetap ada” ucap Selena. Ya…perkataan itu selalu terucap dari bibir Papanya ketika ia melihat seseorang sedang ditindas.


Jennifer tersenyum dan mengecup dahi putrinya dengan lembut. Ia sudah kembali, dan ia tak akan membiarkan Yeni mengusik keluarganya lagi.


“Majulah dengan tenang, Mama dan Leo…ada dibelakangmu” batin Jennifer.


“Selena, kemarilah. Ayo pulang, sudah sore” ucap Hans.


“Hans…aku ingin dengan Mama…”


“Tidak, ayo pulang…aku akan memasakkan makanan untukmu” jawab Hans.


Selena menatap Mamanya, Jennifer menganggukkan kepalanya. Selena berlari dan memeluk Hans dengan erat. Hans mencium puncak kepala istrinya. Untunglah istrinya mau pulang dengannya.


Yeni yang melihat itu mengerutkan kening, sepertinya sesuatu sudah terjadi antara putranya dan Jenssica ( Yeni tidak mengetahui jika Jenssica mempunyai kembaran ). Ia harus mencari tau apa yang sudah terjadi.


“Kau masih bisa tenang Hans…tunggu saja, aku akan membalas perbuatanmu” batin Jennifer menatap tajam Hans.


“Jangan berpikir kau masih bisa tenang setelah mengganggu anakku Yeni. Ingat, roda kehidupan berputar. Kau akan berada ada dibawahku. Aku janji…” bisik Jennifer tepat ditelingga Yeni.


Jennifer membalik badannya dan pergi begitu saja dari ruangan Hans. Selena mengeratkan pelukannya dileher suaminya melihat Yeni yang tak kunjung pergi. Ia takut jika Yeni kembali melukainya.


“Tenanglah…Mama tak akan melukaimu…” bisik Hans lembut ditelinga istrinya.


“Hans…aku takut…aku ingin pulang…” cicit Selena.


“Iya, kita pulang sekarang…”

__ADS_1


Hans menggendong istrinya dan melewati Mamanya. Yeni mengepalkan tangannya geram, wanita itu benar-benar membuat anaknya berubah. Ia harus memikirkan cara untuk menyingkirkan wanita itu secepatnya, ia tak peduli jika itu akan memancing kemarahan Jenssica.


.


.


.


Jennifer, Leo, dan Joe menatap dingin beberapa bodyguard milik Yeni yang sudah terikat didepan mereka. Para bodyguard itu mencoba memberontak melepaskan diri mereka sebelum mereka mati ditangan ke-3 monster ini.


“Tidak ada gunanya kalian melepaskan diri, aku…mengunci mati ikatan itu” ucap Joe sembari memainkan pisau kesayangannya.


“Sial*n! Lepaskan kami! Kami anak buah keluarga Georgino!”


“Kalian -!” ucap Joe terhenti.


“Hmph! Keluarga Georgino? Kalian pikir aku takut dengan keluarga Georgino? Untuk apa aku takut kepada keluarga yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya saja untuk mengertak orang?” sinis Jennifer.


Para bodyguard termasuk Joe terbelalak laget mendengar ucapan Jennifer. Joe menyentuh dagunya, sebenarnya ia penasaran dengan masalah yang ada diantara Jennifer dan keluarga Georgino. Jennifer seperti benar-benar membenci keluarga Georgino melebihi rasa benci keluarganya kepada keluarga Georgino.


“Kau pikir kau siapa hah?! Beraninya kau berkata seperti itu tentang keluarga Georgino!”


“Jennifer Yunki Maria Leonardo, adik dari Jenssica Yunki Maria Leonardo. Kenapa? Kalian familiar dengan nama Jenssica? Tentu kalian familiar, karena...Nyonya muda kalian...juga bermarga Leonardo"


Para bodyguard itu langsung terdiam membeku mendengar nama Jenssica dan Jennifer. Jenssica mempunyai seorang adik kembaran?! Jadi yang berdiri didepan mereka ini adalah kembaran dari Jenssica?! Jadi istri Tuan muda pertama mereka adalah anak tunggal dari Jenssica?! Bahaya, nyawa mereka berada dalam bahaya sekarang.


“N-nyonya…tolong lepaskan kami. Jika anda melepaskan kami maka kami bersumpah tidak akan berhubungan dengan keluarga Georgino lagi” ucap salah satu bodyguard.


“Kalian pikir aku sebaik kakakku? Kalian yang sudah berani menyakiti putriku…harus mati!”


“Tidak! Tidak! Tolong ampuni kami!” ucap semua bodyguard memohon belas kasihan Jennifer.


Jennifer mengepalkan tangannya, ia tak punya hati malaikat seperti kakaknya. Ia tak mau mengampuni orang-orang yang sudah berani membuat putrinya menderita.


“Tidak akan! Leo! Joe! Habisi mereka!”


“Siap laksanakan!”


“ARGHHHHH!!!!!!!!!!”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2