
.
.
.
Setelah selesai makan Hans langsung masuk kedalam ruang kerjanya. Selena menatap ragu ruang kerja suaminya, dengan tangan gemetar ia mengetuk pintu itu.
“Masuk, tidak dikunci”
Selena membuka pintu dengan perlahan lalu menutupnya. Hans hanya memandang kearah Selena sebentar lalu kembali focus ke layar laptopnya.
“Ada apa?”
“A-aku i-ingin bi-bicara sesuatu…” kata Selena gugup.
“Apa?”
“A-aku i-ingin masuk University…”
“Untuk apa?! Kau mau selingkuh ya dibelakangku?!” bentak Hans.
Selena menciut, ia tak berani bicara lagi. Ia takut Hans akan marah jika ia bicara lagi. Hans tampak menghembuskan nafasnya, ia kembali focus ke layar laptopnya.
Hans berdecap kesal, Selena aneh-aneh saja mau kuliah, ya meskipun ia tau usia Selena masih 18 tahun dan seharusnya Selena masih bebas bermain namun ia tidak suka jika Selena keluar dari rumah ini.
Selena akhirnya lebih memilih pergi dari ruang kerja suaminya dan masuk kedalam kamarnya. Hans
kembali menghembuskan nafasnya. Padahal ia ingin mengatakan sesuatu kepada Selena.
Selena mengeluarkan kotak yang ia simpan didalam lemarinya. Ia menangis menatap surat-surat ini. Ini hanya akan terjadi sekali seumur hidupnya. Entah kenapa keinginannya menggapai impian runtuh begitu saja.
__ADS_1
Selena menangis sesegukan, ia menghabiskan banyak waktu membaca buku agar bisa mendapat
beasiswa namun saat ia dapat ia tidak bisa menggapainya. Tidak adil, dunia ini sangat tidak adil untuknya.
Sejak kecil hanya 1 yang menjadi prioritas Selena, ia harus menjadi dokter dan pengacara agar bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Sejak sekolah dasar ia sudah bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.
Mendengar suara langkah kaki mendekati kamarnya membuatnya sontak menyembunyikan kotak itu kembali dan berbaring menutupi dirinya menggunakan selimut. Ia menutupi mulutnya menggunakan tangan agar isakan nya tidak keluar.
Hans membuka pintu dengan perlahan, ia mendekati tempat tidur Selena.
“Aku tau kau belum tidur, bangunlah” kata Hans.
Selena membuka selimutnya perlahan. Ia duduk menjauh dari Hans.
“Masuk sebuah University tidaklah mudah, kau bisa dikeluarkan hanya karena terlambat membayar”
“A-aku janji tidak akan mengambil sepeserpun uangmu untuk membayar kuliahku…tapi kumohon, izinkan aku masuk kesana” cicit Selena.
Selena senang bukan main atas jawaban Hans. Kali ini ia harus bisa menggapai impiannya. Ia harus sukses, ia harus bisa menggapai impiannya.
Selena mengambil kotal itu dan mengambil ponselnya menghubunggi nomor yang tertera di surat itu.
“Ya dengan siapa?” ~ Dosen.
“Saya Selena Yunki Alexandra. Apa benar beasiswa ini untuk saya?”
“Oh Nona Selena ternyata, benar itu untuk anda. Bagaimana? Apa anda bersedia masuk ke University kami?” ~ Dosen.
“Saya bersedia, besok saya akan kesana”
“Baiklah, akan saya tunggu” ~ Dosen.
__ADS_1
Tut…
Selena menciumi surat beasiswa itu. Ia berjanji tidak akan merepotkan suaminya dalam hal ini, ia tidak akan meminta sepeserpun uang kepada Hans untuk membayar kuliahnya. Ia akan menghidupi dirinya sendiri.
#
Esoknya!
At Cambridge, Amerika Serikat.
Selena turun dari taxi dan menatap University dambaan-nya selama ini. Ia langsung masuk kedalam University itu. Salah satu penjaga langsung mengantarkannya ke ruang kepala kampus.
Selena masuk dan duduk didepan seorang pria yang cukup berumur. Pria itu tampak tersenyum melihat Selena.
“Saya sudah melihat prestasi anda, prestasi anda membuat kami tertarik untuk memberikan anda beasiswa. Bagaimana? Anda ingin lulus sampai S3?”
“Mau! Tapi bolehkah saya meminta satu hal?”
“Silahkan…”
“Bisakah saya mengikuti kuliah dari rumah? Saya harus mengurus pekerjaan rumah sembari mencari pekerjaan sampingan…”
“Saya mengizinkan itu, baiklah! Selamat bergabung dengan kami!”
Setelah urusan di Royal selesai Selena kembali memesan taxi untuk pergi ke UDI. Di UDI ia diterima dengan sangat baik, bahkan pihak mereka memperbolehkan Selena kuliah dari rumah dan tak perlu datang ke kampus.
Selena senang bukan main. Akhirnya, impian nya sudah semakin dekat. Ia akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa lulus dengan cepat dan mencari pekerjaan.
.
.
__ADS_1
.