Our Last Love

Our Last Love
Chapter 70 : Keluarga Alexandra yang sebenarnya


__ADS_3

.


.


.


Saat acara makan malam, Hans terus memperhatikan Selena yang tengah tertawa bersama Joe dan keluarga Jasson yang lain. Mengapa…mengapa istrinya terlihat begitu dekat dengan keluarga Jasson? Atau keluarga Jasson berniat menikahkan Selena dengan Daniel setelah bercerai dengannya nanti?.


Mata Selena sesekali melirik kearah Hans yang tengah makan bersama Angela. Entah kenapa…rasa sakit dihatinya sudah menghilang secara perlahan melihat suaminya dekat dengan wanita lain. Ia tidak ingin pulang malam ini, jika ia pulang. Maka Hans pasti akan marah kepadanya.


“Hmmm…aku merindukan Mama dan Paman…” lirih Selena.


“Selena, kenapa? Makanannya tidak enak ya?” tanya Emerland.


“Bu-bukan begitu ma…aku hanya merindukan Mama”


“Hm, benar…aku ingin tau di mana wanita itu berada sekarang” batin Joe.


“Ma…aku lelah, bisakah aku istirahat?” tanya Selena.


“Baiklah, Joe…bawa Selena ke kamar. Besok kalian harus ke kampus, kalian harus istirahat”


Joe menganggukkan kepalanya, ia membawa Selena masuk kedalam kamarnya. Joe memberikan Selena pakaian baru untuk diganti, Selena akan menginap disini hari ini! Mereka bisa bercerita dan tidur ditempat yang sama.


“Joe…”


“Ya?”


“Bagaimana? Kau bisa mendapatkan salinan kontrak itu?”


“Aku bisa mendapatkannya, mungkin beberapa hari lagi akan kuserahkan kepadamu”


Joe memberikan Selena sebuah pakaian dan sebuah buku yang begitu tebal. Selena menatap buku itu heran, mengapa Joe tiba-tiba memberikannya buku ini?.


“Jika aku dan Leo sedang tidak ada, kau harus bisa melindungi dirimu sendiri. Buku itu berisi tentang beladiri”


Selena tersenyum tipis mendengar ucapan Joe. Membaca buku sebanyak apapun tak akan bisa diterima otaknya jika tidak melihat secara langsung prosesnya. Tapi…ia tak enak jika harus menolak ucapan Joe. Lebih baik ia membaca ini, Joe benar…ia harus bisa melindungi dirinya sendiri walaupun itu akan menyakiti mentalnya nanti.


“Jika kau mau, aku akan mengajarimu cara menggunakan pistol”


“Pi-pistol…” ucap Selena gemetar.

__ADS_1


Joe mengerutkan keningnya melihat tubuh Selena yang gemetar hebat mendengar kata pistol. Apa kejadian itu membuat Selena trauma dengan pistol?.


“Jika kau tak mau tak apa, ayo tidur…atau saat kita ke kampus. Kita akan diejek seperti panda”


Selena hanya tersenyum mendengar ucapan Joe. Ia menganti pakaiannya dan segera pergi tidur. Joe menatap Selena yang tertidur lelap, untung saja obat tidur itu bekerja dengan cepat. Ia harus segera pergi, ia harus menemui Jennifer secepatnya.


Joe menganti pakaiannya dengan serba hitam tak lupa memakai masker agar identitasnya tidak diketahui orang. Pesta masih berlangsung, ia tak boleh salah langkah.


Joe melompat turun dari jendela kamarnya. Saat berada dihalaman belakang Joe main mata dengan para bodyguard. Bodyguard menganggukkan kepala mereka dan langsung melakukan penjagaan di sekitar kamar Joe.


Sedangkan ditempat pesta, para tamu undangan sedang menikmati permainan piano. Namun disurut ruangan, para Nyonya besar dari beberapa keluarga besar tampak berkerumun.


“Apa kalian menyadari jika calon istri Tuan Daniel mirip dengan…”


“Ya, kami menyadarinya. Tapi…bukankah Tuan Ruvelis tidak mempunyai anak?”


“Gen yang dimiliki calon istri Tuan Daniel benar-benar mirip dengan Tuan Ruvelis. Atau…dia anak Tuan Ruvelis tapi disembunyikannya?”


“Itu bisa saja terjadi, tapi jika dia benar-benar putri Tuan Ruvelis. Aku benar-benar kasihan dengannya”


“Kau benar, dia pasti melewati hari yang berat selama ini”


“Apa kita perlu bertanya kepada Nyonya Jasson?”


Para Nyonya besar itu mendekati Emerland. Emerland memicingkan matanya, ada apa dengan para wanita yang tiba-tiba mendekatinya ini.


“Nyonya Jasson…”


“Katakanlah ada apa…”


“Nyonya…calon menantu anda…”


Sudut bibir Emerland terangkat. Ternyata para Nyonya besar ini ikut menyadarinya juga, tapi ia tidak bisa sembarangan mengatakan tentang Selena didepan banyak orang seperti ini. Jika tidak, masalah besar bisa menghampiri Selena setelah ini.


“Mari kita bicarakan ini diruang pribadi”


Emerland berjalan kearah ruang pribadinya diikuti wanita yang masih penasaran tentang Selena. Saat sampai, Emerland mengunci pintu agar tak siapapun bisa masuk.


“Kalian menyadarinya, benar…dia anak tunggal Ruvelis dan Jenssica” ucap Emerland.


Para wanita-wanita itu langsung menutup mulut mereka tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Emerland. Ruvelis mempunyai seorang putri! Keturunan Alexandra belum lenyap!. Jadi calon menantu keluarga Jasson, pewaris tunggal keluarga Alexandra?!.

__ADS_1


“Ta-tapi Nyonya…Tuan Ruvelis…dia tak pernah…”


“Selena adalah anak tunggal, terlebih lagi dia seorang putri. Bahaya jika sampai public tau tentang keberadaan putrinya. Sejauh ini, itulah alasan yang paling kuat mengapa Ruvelis menyembunyikan identitas anaknya”


Tanpa disadari, para Nyonya besar itu meneteskan air mata mereka. Mereka sungguh tak menyangka jika seorang Ruvelis sudah mempunyai seorang anak sebelum akhir hayatnya. Dengan begini mereka masih bisa membalas apa yang dilakukan Ruvelis kepada keluarga mereka. Mereka akan membayar hutang mereka kepada putri Ruvelis.


“Tuhan…terima kasih…kau masih memberikan kesempatan bagi kami untuk berterima kasih”


Emerland tersenyum tipis melihat kebahagiaan dimata para Nyonya besar ini mengetahui jika Ruvelis mempunyai seorang anak. Dengan begini, keluarga Georgino tak mempunyai hak menyentuh putrinya secara sembarangan.


Siapa yang tak kenal dengan keluarga Alexandra? Para keluarga yang memiliki kekuasaan besar di kemiliteran pasti mengetahui siapa keluarga Alexandra. Keluarga yang melahirkan banyak Jenderal yang berpengaruh didalam kemiliteran. Sebuah keluarga yang selalu dipandang sebelah mata karena bukan termasuk jajaran keluarga besar. Namun sebenarnya, dalam sisi manapun, Keluarga Alexandra sangat berpengaruh melebihi keluarga manapun. Tapi keluarga itu lebih memilih bersembunyi dari public daripada harus mencari musuh didalam selimut.


“Jika anda segera menikahkan putri Tuan Ruvelis dengan Tuan muda, itu akan menjadi sebuah penghubung yang kuat dengan keluarga yang lain”


Emerland hanya tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Menikahkan Daniel dan Selena? Sekarang situasinya masih belum memungkinkan. Selena masih menjadi istri Hans. Akan menyebabkan masalah serius jika ia menikahkan Selena dengan Daniel.


“Mereka masih muda, biarkan mereka bermain dulu. Aku tak mau memaksa mereka jika mereka belum siap”


“Tuan!!! Nyonya!! Tolong!! Siapapun yang diluar!!!”


Emerland yang mendengar teriakan bodyguard langsung keluar dari ruang pribadinya. Ia dengan cepat menaiki tangga, ia menatap bodyguard yang sedang panik.


“Ada apa?!” bentak Emerland.


“Nyonya! Nona muda!” ucapnya dengan panik.


“AHHHHH!!!”


“Selena?!!”


“Ada apa ini?” tanya Leo yang mendengar teriakan Selena.


“Tuan, beberapa saat yang lalu Nona muda terdengar menangis, setelah itu dia berteriak. Kami tak bisa membuka pintu kamar”


Tanpa basa-basi Leo langsung menendang pintu hingga terbuka leber. Matanya membulat tak percaya melihat kekasihnya yang tengah berteriak histeris disudut ruangan. Ia langsung berlari mendekati Selena walaupun bodyguard yang berada di balkon sudah memperingatkannya untuk tidak mendekat.


“Pergi!!!! AHHHH!!! Pergi kalian semua!!!!” teriak Selena menutupi telinganya.


.


.

__ADS_1


.


3 Chapter untuk hari ini, Happy reading semuanya...


__ADS_2