Our Last Love

Our Last Love
Chapter 37 : Dear…I Miss You…


__ADS_3

.


.


.


“Nona muda…anda sedang melawak?”


.


.


.


Joe mengepalkan tangannya geram teringat ucapan bodyguardnya yang menemukan jejak bahwa bajin*an yang mencelakai Selena adalah bawahan dari jala*g tua sial*n itu. Lalu sekarang bukankah ada alasan kuat untuknya membunuh wanita itu?!. Tapi kenapa Mamanya masih saja melarangnya membunuh wanita itu?!. Wanita itu sudah berani mencelakai adiknya!.


Joe kembali membanting guci membuat bodyguard yang hendak menenangkan Joe langsung memundurkan langkahnya. Joe mantap geram para bodyguardnya. Seharusnya ia lahir 60 tahun lalu agar ia bisa mencegah kelahiran tua sial*n itu. dengan begitu adik kesayangannya akan baik-baik saja. Tapi dengan itu ia tidak akan bisa bertemu dengan Selena.


“Aku sangat frustasi…”


Papa dan Mama menatap aneh Joe yang tiba-tiba terduduk di lantai dengan wajah murung. Seingat mereka saat Joe berada dalam kandungan tidak ada hal aneh yang diminta. Lalu Joe kenapa bisa seaneh ini?.


Mama berjongkok menyamakan tingginya dengan sang putri.


“Sayang…jangan bertindak gegabah…kita pikirkan pelan-pelan…”


“Aku punya ide ma…”


“Apa?” tanya Mama.


“Bagaimana kalau aku menculik anak bungsu keluarga Georgino dan menusuknya sebanyak 4 kali dan menembaknya sebanyak 2 kali. Dengan begitu sakit yang dirasakan Selena bisa dirasakan anak itu” Joe berkata dengan aura yang mematikan membuat seisi mansion megah itu menelan ludah kasar.


“Ya…pasti sangat menyenangkan…aku akan menikmati setiap jeritan anak itu. Ditambah dengan wajah frustasi jala*g itu…pasti benar-benar menyenangkan. Jika masih kurang aku akan mengirim nuklir ke kediaman Georgino. Dengan begitu, lalat-lalat itu akan musnah dan tak ada lagi hal kotor yang tercipta. Benar, kulakukan saja itu”


Papa menepuk dahinya mendengar perkataan putrinya. Entah kenapa sepertinya Daniel dan Joe tertukar, Daniel memiliki sifat yang lemah lembut dan penyabar. Sedangkan Joe memiliki sifat bar-bar. Sepertinya diantara ke-3 anaknya yang paling waras adalah Selena.


“Lalu? Setelah kau melakukan itu dan Selena bertanya bagaimana? Kau mau menjawab apa? Kau mau membuat Selena membencimu begitu? Membuat Selena menjaga jarak denganmu? Begitu?”


Bagai sebuah hantaman besar mendarat tepat dikepala Joe mendengar ucapan dingin Mamanya. Jika melakukan itu bisa membuat Selena menjauh darinya, lebih baik ia tidak melakukan apapun.


“Huwaa!!! Kenapa aku punya adik semanis Selena…kenapa harus Selena yang disakiti jala*g tua itu!! Huwaaa!!! Dasar wanita breng*ek!” ucap Joe sembari memukul-mukul lantai.


“Sayang…jangan pukul lantai lagi”


“Kenapa? Mama khwatir kepadaku? Jangan khawatir ma a-”


“Kasihan lantainya, nanti retak loh”

__ADS_1


“Huwaaa!! Mama lebih peduli kepada lantai daripada aku…”


“Hehehe…”










Seorang pria menatap keluar jendela, memandang kota yang indah dengan langit malam yang dihiasi ribuan bintang yang memancarkan sinar mereka. Lantunan lagu keluar dari mulut pria itu sesekali meminum secangkir teh.


“Tuan muda” seorang pria yang cukup berumur membungkuk mormat membuat pria itu tersenyum.


“Ada apa?”


“Pergilah, aku akan istirahat nanti”


Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan keluar dari kamar megah yang dilapisi oleh emas. Ia mengelengkan kepalanya melarang untuk masuk saat melihat koki yang hendak mengantarkan makan malam.


Pria itu mendekati sebuah piano yang terletak ditengah-tengah kamarnya. Jari indahnya dengan lihai menekan tuts piano menimbulkan melody yang indah yang mampu membuat siapa saja yang mendengarnya terbawa oleh suasana yang menenangkan.


Diakhir lagu pria itu memejamkan mata dan kembali menghembuskan nafas


“Dear…bagaimana keadaanmu? I miss you. Kuharap kau baik-baik saja, bersabarlah sedikit lagi. Aku akan segera kembali dan menikahimu…”


*


Selena bangun dengan terkejut, ia menatap Hans yang tengah tertidur disampingnya. Ia mengatur nafasnya, Hans sedang tidur. Lalu siapa yang melantunkan lagu yang berhasil menyapu pendengarannya?.


Dengan perlahan Selena duduk dan bersandar, menatap keluar jendela. Menatap langit yang dihiasi bintang ditambah cahayanya. Ia tak bermimpi buruk, hanya saja seseorang berhasil membangunkannya dengan sebuah lantunan lagu yang merdu.


Hans membuka matanya perlahan, menatap istrinya yang terbangun entah karena apa. Tangannya dengan lembut membelai kepala Selena.


“Ada apa? Mimpi buruk lagi?”


“Hans…bisakah aku meminta sesuatu?”

__ADS_1


“Katakanlah apa itu” ujar Hans sembari tersenyum.


“Aku ingin mie ramen…belikan ya…”


“Hm?” Hans menatap jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 01.00 AM. Tapi istrinya ingin makan ramen, sejak kemarin istrinya belum makan dengan benar. Lebih baik ia mencarikannya sekarang.


“Tunggu sebentar ya, akan kucarikan. Kalau tidak ada kau mau apa?”


“Buah peach”


“Iya, tunggu sebentar. Akan kucarikan dulu”


Hans keluar dari ruangan itu. Selena menutup matanya menggunakan kedua tangan, air mata mengalir dari kelopak mata indah itu.


“Dear, I miss you too…aku sanggup menunggumu untuk waktu yang lama. Namun maaf…hatiku sudah di isi oleh orang lain. Maafkan aku yang tak bisa menepati ucapanku untuk menunggumu kembali. Aku bukan lelah menunggumu, hanya saja…tempatmu sudah di isi oleh suamiku”


"Dia orang yang kasar, dia tak selembut dirimu. Dia tak pandai merangkai kata sepertimu, dia bukan orang yang memiliki segalanya seperti dirimu. Tapi maaf…aku sudah nyaman bersama dengannya. Saat kau kembali, kuharap kau bisa menemukan penggantiku…Dear…I love you…” Selena mengucapkan itu didalam hatinya, entah kenapa rasa sedih tiba-tiba memenuhi hatinya.


Selena meneteskan air matanya, hatinya tersenyuh ngilu ketika mengingat kenangan indah 2 tahun lalu. Tahun itu menjadi tahun yang paling berharga untuknya. Tahun yang akan menjadi tahun di mana dipenuhi oleh bunga dan rangkaian kata-kata manis. Tahun yang memiliki kenangan yang tak akan bisa ia hapus dengan cepat.


“Aku orang bodoh yang tak bisa menepati janjiku sendiri, aku orang pengecut yang lari dari tanggung jawabku, aku seorang pengkhianat yang mengkhianati orang yang sangat menyayangiku. Maaf Dear, tapi lupakan aku…carilah wanita lain yang bisa menjadi istrimu”


.


.


.


.


**********


.


.


.


.


Happy reading semuanya....


Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2