
.
.
.
Seorang pria kini tampak terikat disebuah kursi dengan mata yang tertutup oleh sebuah kain hitam. Pria itu mencoba melepaskan badannya dari ikatan yang menyelimuti tubuhnya.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki terdengar semakin jelas dikeheningan ruangan yang gelap tanpa pencahayaan satupun.
“Tolong!!! Siapapun itu tolong aku!!!” pria itu berteriak frustasi, ia sudah mencoba melepaskan diri selama 3 jam namun tak kunjung berhasil. Ia akan membunuh orang yang sudah berani menculiknya, siapapun itu.
Prok prok prok!
Suara tepuk tangan menghiasi teriakan pria itu. Joe, dengan senyum sinisnya menatap pria itu dengan pandangan puas. Akhirnya, ia berhasil mendapatkan anak bungsu keluarga Georgino yang akan menjadi target balas dendam pertamanya.
“Siapa kau hah?! Aku putra bungsu keluarga Georgino! Keluargaku tak akan pernah mengampunimu karena telah menculikku! Aku bersumpah akan membunuhmu!” pria bersuara dengan nada mengancam namun tak membuat Joe takut sedikitpun.
“Aku tau Tuan muda Lie! Aku tau kau Tuan muda dari keluarga Georgino! Tapi aku tidak peduli kau berasal dari keluarga manapun! Karena hari ini, aku akan membuatmu membayar hutang ibumu kepadaku!”
“Kau butuh uang berapa?! Aku akan memberikan uang yang kau minta! Tapi lepaskan aku!”
“Ohhhh saya tidak sebodoh itu Tuan muda…saya tak sebodoh itu hingga mau menukar nyawa anda dengan segumpal uang. Darah dibalas dengan darah, aku tak mau jika darah dibalas dengan uang”
“Lepaskan aku sial*n! Aku benar-benar akan membunuhmu!”
“Oh…aku takut sekali…Mama tolong aku…” ucap Joe dengan nada mengejek.
Joe mengeluarkan sebuah pistol dan pisau dari sakunya. Ia dengan cepat menembak perut pria itu sebanyak 2 kali membuat erangan kesakitan keluar dari mulut pria itu.
“Sakit? Sama…Selena juga merasakan sakit yang sama atas perbuatan ibumu” Joe berkata dalam hatinya, geram...ia benar-benar geram. Ia ingin menghabisi pria didepannya ini saat ini juga. Tapi lebih baik ia bermain-main terlebih dulu dengan pria ini.
Joe mendekati pria itu, dengan wajah yang pias Joe langsung menusuk perut pria itu sebanyak 4 kali. Sekarang impas, balas dendamnya sudah terselesaikan.
Pria itu langsung tak sadarkan diri membuat Joe mengembang senyum puas atas hasil kerjanya.
“Hidupkan lampu”
Tak!
Semua lampu menyala. Joe mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa foto untuk ia tunjukan kepada Daniel dan tentu saja…Yeni. Ia ingin tau bagaimana reaksi wanita tua itu melihat putra bungsunya seperti ini.
“Yeni…ini hanya sebuah permulaan, jika kau masih berani menyentuh adikku. Aku akan membuat satu persatu putramu merasakan akibatnya” batin Joe tersenyum sinis.
*
Yeni berteriak histeris melihat foto putra bungsunya dengan darah yang mengalir dari perutnya. Para bodyguard yang melihat itu langsung berpencar mencari keberadaan Tuan muda mereka. Tak butuh waktu lama bagi mereka mendapatkan tubuh Tuan muda mereka.
Mereka syock ketika melihat tubuh Tuan mudanya, ia ingat betul letak-letak luka-luka yang dialami Tuan mudanya. Ini sama persis dengan luka yang mereka berikan kepada istri Tuan muda pertama mereka, Selena.
__ADS_1
Tak mau membuang waktu mereka segera membawa Tuan muda mereka kerumah sakit agar bisa cepat ditangani.
Yeni yang mendapat kabar putranya sudah dibawa kerumah sakit langsung pergi kerumah sakit itu. Saat ia datang dokter keluar dari ruang operasi.
“Bagaimana keadaan putraku?!”
“Nyonya, putra anda mengalami 2 kali tembakan dan 4 luka tusuk. Luka tusuk itu tepat mengenai usus besar, lambung, dan ginjal. Dan, putra anda masih belum sadarkan diri untuk saat ini”
“Tidak mungkin! Kau pasti berhobong!!”
*
Beberapa hari kemudian
Hans dengan cermat mengikuti setiap gerakan tangan dokter wanita yang tengah merawat luka Selena. Sebentar lagi istrinya sudah boleh pulang, jadi seterusnya ia yang akan merawat luka istrinya sampai sembuh.
“Nah Tuan, itu tadi cara bagaimana merawat luka istri anda. Mohon kedepannya, jangan biarkan istri anda banyak bergerak terlebih dulu” ucapnya sembari menatap tajam Selena.
Selena memalingkan wajahnya mendengar Assistant dokter Yoon. Kenapa harus mengatakan hal itu kepada Hans? Bisa-bisa Hans mengurungnya didalam kamar dan tak memperbolehkannya keluar sama sekali.
“Assistant Yoon! Tunggu sebentar!” ucap Selena.
Assistant dokter Yoon yang berada di ambang pintu sontak membalikan badannya. Selena membuka laci cabinet disebelahnya dan mengeluarkan sebungkus coklat.
“Hari ini adalah hari valentine, ini coklat untukmu”
“Wah! Terima kasih! Lalu? Jika dokter Yoon meminta ini bagaimana?”
“Dokter Yoon sudah meminta 2 tadi”
“Hans…ada apa?” tanya Selena.
“Untukku mana?”
“Dirumah banyak Hans…jangan cemberut begitu dong” jawab Selena sembari merangkup kedua pipi suaminya.
Hans menganggukkan kepalanya perlahan atas ucapan istrinya.
.
.
.
Hans dengan hati-hati ia membantu istrinya berjalan keluar dari kamar rawat. Hari ini istrinya sudah diperbolehkan pulang. Akhirnya, setelah hampir 1 bulan menginap dirumah sakit istrinya boleh pulang juga. Saat berada diluar ruangan para bodyguard segera membungkukan badan mereka. Selena langsung masuk kedalam pelukan Hans.
“Kau bisa memukul mereka jika mereka menyakitimu” ucap Hans membuat para bodyguard menelan ludah.
“Hans…”
“Ya?”
“Aku mau buah peach…”
“Iya, nanti kita beli saat dijalan”
__ADS_1
Hans membawa istrinya masuk kedalam lift. Namun sebelum keluar dari rumah sakit Hans mengajak Selena untuk pergi keruangan Alex untuk mengambil obat.
Hans mengerutkan keningnya melihat bodyguard Mamanya tengah berada diluar ICU. Karena penasan ia membawa istrinya untuk melihat apa yang tengah terjadi. Ia juga harus membuat keluarganya mau menerima Selena sebagai istrinya walau sesaat.
“Tuan muda Hans…”
Mata Hans melirik kedalam ICU. Itu adik bungsunya, bagaimana bisa adiknya masuk kerumah sakit?.
Tak berselang lama Yeni keluar dari ICU. Matanya memanas melihat Selena yang tengah berada dipelukan putranya.
“Kau!!! Kau dasar pela*ur sial*n!! Ini pasti ulahmu kan?! Kau pasti menyuruh orang untuk mencelakai putraku iya kan?!” bentak Yeni geram.
Selena langsung gemetar ketakutan mendengar bentakan Yeni membuat Hans memasang wajah kesal.
“Ma! Apa maksud Mama?! Apa yang terjadi kepada Lie?”
“Adikmu mengalami 2 luka tembak dan 4 luka tusuk! Dan itu semua pasti karena wanita jala*g ini!”
“Cukup ma! Kenapa Mama menyalahkan istriku?! Selena baru keluar hari ini! Tidak mungkin dia yang mencelakai Lie! Lagipula kenapa Mama menyalahkan Selena atas kecelakaan yang menimpa Lie?! Selena bukan orang yang mau menyakiti orang lain ma!” kesal Hans.
“Kau membela wanita jala*g ini Hans?!”
“Cukup ma! Jika Mama tidak menyukai Selena, maka jangan pernah mengihinanya!”
Hans langsung membawa pergi istrinya untuk kerungan Alex. Yeni mengepalkan tangannya, bahkan putra pertamanya lebih membela wanita itu daripada dirinya.
Para bodyguard Hans yang sudah mendengar keributan Hans bersama Yeni hanya bisa diam. Mereka yakin, pasti Joe adalah orang yang melakukan ini. Tapi mereka lebih baik diam, Joe saja berani menyakiti anggota keluarga Georgino tanpa ragu apalagi untuk membunuh mereka?.
.
.
.
.
**********
.
.
.
.
Happy reading semuanya....
Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....
.
.
.
__ADS_1