Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 127 : Selingkuh?!


__ADS_3

.


.


.


Daniel membuka ruang rawat Selena dengan perlahan, ia menatap gadis yang sedang membaca sebuah buku diatas tempat tidur.


“Daniel, dapat?” tanya Selena menutup bukunya.


Daniel memberikan kebab kepada Selena, Selena tersenyum dan memakan kebabnya dengan senang hati. Daniel tersenyum dan mengusap saus yang berada di sudut bibir Selena.


“Makan pelan-pelan, tidak akan ada yang merebutnya darimu”


Teman-teman Daniel membeku melihat perilaku Daniel, gunung es kini mencair dalam hitungan detik. Wah keren! Ternyata begini ya cara Daniel memperlakukan wanita yang dicintainya!.


“Daniel, mereka siapa?” tanya Selena yang melihat pria-pria yang berada di ambang pintu.


“Oh? Mereka teman-temanku, mereka ingin melihatmu. Boleh mereka masuk?”


Selena menganggukkan kepalanya dengan perlahan sembari tersenyum, Daniel meminta teman-temannya untuk masuk. Ke-10 pemuda itu tampak terkesima melihat Selena.


“Wahhhh cantik…” ucap mereka bersamaan, pantas saja Daniel jatuh cinta kepada gadis ini! Cantik dan manis begini!.


“Hallo, namaku Selena”


Pemuda-pemuda itu tak membalas ucapan Selena, mereka masih terus memadani wajah cantik Selena.


“Dia berbicara kepada kalian, hentikan tatapan kalian atau kalian akan dibunuh Daniel” bisik Alex sembari menyenggol lengan temannya.


Teman-teman Daniel sadar seketika. Mereka menatap Daniel yang memasang wajah kesalnya, duh duh duh. Gawat!.


“O-oh, hallo. Perkenalkan, kami teman kampus Daniel”


“Hm? Dokter Alex? Kau disini juga?” ucap Selena.


“Ah, kebetulan aku sedang bertugas di Negara ini. Kau kenapa bisa masuk rumah sakit lagi? Tidak bosan keluar masuk rumah sakit terus-terusan? Jika kau tidak bosan, kuberikan kartu pasien tetap rumah sakit” ucap Alex melipat kedua tangannya.


“Haha…beberapa hari lagi aku sudah boleh pulang kok” jawab Selena. Ia juga bosan jika keluar masuk rumah sakit terus-terusan, meskipun ia ingin menjadi dokter bukan berarti ia tidak boleh benci rumah sakit bukan?.


Tok tok tok


Micle membuka pintu dengan perlahan sembari membawa bucket bunga ditangannya. Ia memberikan itu kepada Selena membuat semua orang diruangan itu mengerutkan kening seketika.


“Micle? Apa maksudnya ini?” tanya Daniel tak suka.


“Tadi ada orang yang memberikan ini, dia bilang ini untuk Selena” jawab Micle.


“Dari siapa?” tanya Selena.


“Tidak tau”


Selena mengerutkan keningnya, siapa yang mengirim bucket bunga kepadanya? Yang biasa memberikan bucket bunga seperti ini kepadanya hanya Leo, tapi suaminya kan sedang di kemiliteran. Menyuruh Sekretarisnya juga tidak mungkin bukan?.

__ADS_1


Seorang pria tiba-tiba masuk dengan mengenakan topi serta kacamata hitam. Selena seketika menjatuhkan bucket bunga yang ia pegang. Daniel yang melihat itu langsung mengambil pistol yang ia letakan didalam laci cabinet.


Pria itu melepaskan topi serta kacamata hitamnya dan tersenyum kearah Selena.


“Leo?!” ucap Daniel terkejut. Kapan pria ini sampai disini?! Kenapa Sekretaris Leo tidak memberitaunya sama sekali tentang kedatangan Leo?!.


“Leo…”


Leo tersenyum dan duduk disisi ranjang istrinya, dengan lembut ia membelai kepala istrinya.


“Kenapa bisa sampai demam hm? Kau tidak tau bertapa khawatirnya aku” ucap Leo menatap sendu istrinya.


“Demam? Dokter tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Leo?” batin Daniel. Entah kenapa ia lega dengan hal itu.


“Demam? Siapa yang memberitau Leo jika aku demam?” batin Selena.


“Hmmmm aku sudah baik-baik saja sekarang” ucap Selena menggapai tangan Leo dan meletakannya di pipinya. Leo kembali tersenyum dan mencium dahi istrinya penuh kasih sayang.


Teman-teman Daniel seketika blank, di-dia kan…


“Paman?!!!” ucap Derian tak percaya.


Leo memutar kepalanya, menatap keponannya yang berada di ruangan istrinya. Hmm…kenapa keponakannya bisa ada disini?. Bukankah bocah tengil ini seharusnya berada di Jepang saat ini?.


“Kenapa kau bisa ada disini?”


“Ahhhhh!!! Seharusnya aku yang bertanya kepada Paman! Kenapa Paman bisa ada disini, dan kenapa Paman mencium gadis itu?! Paman selingkuh ya?!”


Leo tersenyum sinis mendengar ucapan keponakannya, jangan bilang kakak angkatnya belum memberitau anaknya tentang pernikahannya.


“Aku akan melaporkan Paman kepada Papa!” ucap Derian dengan nada kesalnya.


“Laporkan saja, aku tidak takut dengan Papamu”


“Sayang…kau mengenalnya?” tanya Selena.


“Sttt, dia Derian. Anak dari anak angkat Papa dan Mama” bisik Leo dan langsung disambut oleh tawa kecil oleh Selena.


Derian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Papanya. Daniel menepuk dahinya, teman bodohnya ini…benar-benar bisa membuatnya naik darah kapan saja.


“Derian, ada apa? Tumben kau menelfon Papa”


“Papa! Lihat Paman kecil! Dia bermesraan dengan wanita lain dirumah sakit! Papa kan pernah bilang jika Paman kecil sudah punya tunangan!”


“Maksudmu?”


“Aku melihat Paman mencium dan berpelukan dengan wanita lain di rumah sakit!”


“Tunggu, jangan membuat Papa bingung Derian. Siapa yang kau maksud?”


“Paman dan selingkuhannya!” jawab Derian langsung membuat Leo, Selena, Alex, dan Daniel menahan tawanya.


“Coba katakan, bagaimana ciri-cirinya dan siapa namanya”

__ADS_1


“Dia putih, dia cantik dan manis, wajahnya kecil, dan rambutnya berwarna seperti Paman Ruvelis! Dan dia bilang tadi namanya Selena atau Serena begitu”


“Dia itu Bibi kecilmu!!!!”


“Apa?! Sejak kapan dia jadi Bibi kecilku?!”


*“Dia itu tunangan Pamanmu! Mereka baru menikah! Bocah sial*n! Awas kau pulang nanti!”


Tut…


Derian seketika blank, pria itu menatap Selena, gadis itu tunangan Paman kecilnya yang dibicarakan Papanya?! Putri dari mendiang Jenderal besar Ruvelis?! Wahhhh…ia berada dalam bahaya sekarang.


“Hallo, aku tak menyangka jika Leo punya keponakan yang sudah sebesar ini”


“Bi-bibi kecil…”


“Sudah puas sekarang?” dingin Leo.


“Paman kecil…ampuni aku kali ini saja…”


“Sayang…sudah ya, diakan juga tidak tau…”


“Kau beruntung istriku ada disini Derian, jika tidak ada istriku. Jangan harap kau selamat”


“Huhuhu, terima kasih Bibi kecil”


Mata Leo bergulir menatap perut datar istrinya, dengan perlahan ia menunduk dan mengecup lama perut istrinya.


“Ryu tidak menyusahkan Mama kan? Baik-baik ya sayang disana, jangan menyusahkan Mamamu. Kasihan Mamanya…”


Kini semua pria berada di ruangan itu seketika membeku kecuali Daniel. Leo bilang apa? Mama?.


“Selena sedang mengandung?!!!” teriak Micle. Kenapa ia tidak tau hal ini sama sekali masalah ini?!


Micle menutup mulutnya tak percaya, pantas saja dokter wanita yang sebelumnya menangani Selena bilang bahwa ia harus melayani Selena dengan sebaik mungkin. Tapi kenapa mereka tidak bilang jika Selena sedang berbadan dua sekarang?!!. Jika sampai ia ceroboh kan nyawa taruhannya!.


“Hehehe, sudah 1 bulan lebih…” jawab Selena sembari tersenyum.


“Benarkah?!! Aku akan punya sepupu sebentar lagi?!” ucap Derian tersenyum senang. Wah, Paman hebat sekali. Tidak hanya mendapatkan istri yang cantik dan baik tapi juga akan segera menjadi seorang Ayah! Ia tak sabar untuk bertemu dengan sepupu kecilnya.


“Paman kecil! Katakan kepadaku! Hal apa yang kau perbuat sampai mendapatkan jackpot seperti ini?! Aku akan menirunya”


“Tanya kepada kakekmu apa yang kulakukan sampai mendapatkan hal ini” jawab Leo sembari tersenyum.


Pyarrrrrr…


Sebuah mangkuk jatuh dan hancur berkeping-keping membuat semuanya langsung menatap kearah sumber suara.


.


.


.

__ADS_1


Thor izin Hiatus ya...bye bye semuanya


__ADS_2