
.
.
.
Selena dengan perlahan membuka matanya, Leo dan Daniel tersenyum melihat Selena yang akhirnya membuka mata. Jika hari ini Selena tak membuka mata, maka mereka harus membawa Selena kerumah sakit. Selena sudah tertidur 2 hari lamanya.
“Kenapa lama sekali tidurnya hm?”
Air mata Selena mengalir keluar dari kelopak matanya, Leo langsung menghapus air mata wanitanya. Kenapa Selena tiba-tiba menangis? Apa kekasihnya merasa tidak nyaman?.
“Apa ada yang sakit? Akan kupanggilkan Alex” ucap Daniel.
“Aku bertemu Papa dan Mama…jadi aku tak mau bangun…” lirih Selena sembari tersenyum.
“Hm? Bertemu Papa Mama? Mereka bilang apa?”
“Mereka bilang…sebelum mereka datang menjemput, aku tak boleh datang menemui mereka lagi…”
Degh!
Nyuttttt…
Leo dan Daniel sama-sama menggigit lidah mereka mencoba untuk tidak menampilkan ekspresi sedih. Itukah alasan Selena enggan bangun selama 2 hari ini?. Selena benar-benar merindukan kedua orang tuanya.
“Mandilah…setelah mandi, turun makan ya…”
Selena menganggukkan kepalanya, ia turun dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi. Leo mengusap kasar rambutnya, ia harus tau alasan kenapa Selena menangis histeris sampai tak bisa mengenalinya.
“Oh ya Leo, bodyguardku bilang anak buah Yeni tak ditemukan dimanapun”
“Bagaimana bisa?” tanya Leo heran.
“Aku tidak tau, mereka bilang saat mereka hendak mencegah bodyguard Yeni kemari mereka tak menemukan satupun dari anak buah Yeni. Tak ada jejak yang menunjukan jika mereka putar balik atau mengambil jalan lain saat hendak kemari. Apa anak buahmu yang melakukannya?”
“Tidak, aku tidak mengirim mereka mencegah anak buah Yeni” jawab Leo.
“Apa ada orang lain yang membantu kita?”
Leo menggelengkan kepalanya tidak tau. Jennifer tidak terlihat selama beberapa hari ini, apa itu anak buah Jennifer? Tapi…seharusnya Jennifer memberitaunya jika dia mengirim anak buah untuk mencegah bodyguard Yeni. Tau jangan-jangan itu adalah anak buah Lonza?!.
__ADS_1
“Dan kudengar, beberapa Jenderal muda sudah pulang dari tugas kemiliteran mereka. Mereka pulang 2 bulan lebih cepat dari jadwal tetap”
“APA!?!! Apa Jenderal muda?! Mereka sudah pulang?!!!” teriak Leo tak percaya.
“Kenapa kau begitu terkejut?” tanya Daniel heran. Ia memang terkejut, tapi tak seperti Leo.
Jika para Jenderal muda sudah kembali dari tugas kemiliteran mereka maka ini pasti perbuatan ke-8 bersaudara! Pasti ke-8 Paman gila itu! Tapi darimana mereka tau tentang hal ini?!!! Nyawanya bisa dalam bahaya jika begini!.
“Si-siapa saja yang sudah pulang?” tanya Leo.
“Hm, Jenderal muda Deon, Jenderal muda Jeff, Jenderal muda Thomas, Jenderal muda Diandra, dan Jenderal Asahi. Selebihnya sepertinya belum pulang”
“Aduh…kenapa mereka pulang lebih cepat? Aku bisa mati jika begini” guman Leo.
Drttttt drttttt…
Leo mengangkat telfonnya tanpa melihat siapa yang menelfon.
“Kau harus sampai disini dalam 20 menit”
Tut…
Leo menatap tak percaya telfon yang dimatikan begitu. Hanya ada 2 orang yang pernah melakukan ini kepadanya\, Deon dan Jeff!. Sial*n! Jika ia tau yang menelfon tadi adalah Jeff\, ia tak akan mengangkatnya! Sial*n! Ia harus bagaimana sekarang?! Ia pasti akan diintrogasi oleh ke-3 monster itu.
“Ti-tidak ada apa-apa, aku akan pergi dulu. Kau jaga Dear…dan semoga aku tidak mati hari ini…” ucap Leo mengambil kunci mobilnya dan keluar dari kamar Daniel.
Daniel mengerutkan keningnya, semoga aku tidak mati hari ini?. Ada apa dengan pria itu? Kenapa raut wajahnya langsung berubah drastis seperti itu setelah mendapat telfon?. Ah biarlah! Bukan urusannya juga, lebih baik ia membawa Selena jalan-jalan hari ini.
“Apa aku tanya Mama saja tentang orang tua Selena…tapi…” guman Daniel.
Beberapa waktu kemudian kepala Selena keluar dari kaamr mandi. Dengan suaa pelan ia memanggil Daniel, Daniel yang mendengar panggilan kecil dari Selena langsung membalik badannya. Selena sudah selesai mandi? Kenapa hanya kepalanya saja yang keluar?.
“Da-daniel…bi-bisa kau ba-bantu aku?”
“Ada apa? Apa ada masalah?” tanya Daniel cemas.
“I-itu…bi-bisa belikan aku…” ucap Selena sembari memberikan kode kepada Daniel.
Daniel langsung menjatuhkan ponselnya, ha?! Apa Selena serius memintanya membelikan barang perempuan?! Sial*n! Joe dan Mamanya sedang tidak ada di rumah! Jika ia pergi ia bisa ditertawakan kasir, tapi jika ia tidak pergi kasihan Selena.
“Awas saja kau nanti! Ini tidak gratis!” ucap Daniel mengambil masker dan keluar dari kamarnya.
__ADS_1
Selena tertawa pelan melihat wajah terpaksa Daniel. Jika Joe ada ia akan meminta bantuan Joe, tapi hanya ada Daniel disini. Ia tidak mau jika harus berteriak memanggil pengurus. Tapi semoga saja Daniel tidak memarahinya nanti.
Mobil Daniel berhenti didepan supermarket, ia memakai topinya dan masuk kedalam. Ia langsung mencari rak yang berisi pembalut wanita. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia membeli barang seperti ini. Dulu saat Joe pertama kali mengalami menstruasi bukan ia yang membelikan pembalut. Tapi Papanya, dan sekarang akhirnya ia tau rasanya menjadi Papanya saat itu.
“Tadi Selena bilang yang mana ya?”
Daniel mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia mengambil satu persatu pembalut wanita dari berbagai merek. Biar Selena sendiri yang memilihnya. Ia ingin cepat pergi dari tempat ini. Setelah selesai Daniel langsung membayar dikasir.
Kasir tersenyum malu melihat barang belanjaan Daniel, zaman sekarang masih ada pria yang mau membelikan barang seperti ini untuk pacarnya.
“Ini totalnya, anda kekasih yang pengertian Tuan” ucap kasir.
“Terima kasih atas pujiannya” ucap Daniel mengambil barang yang ia beli dan segera menyetir untuk pulang.
Saat sampai ia langsung memberikan barang-barang itu kepada Selena. Selena total terkejut karena Daniel membeli semua merek, ia yang salah tidak memberitau Daniel merek yang biasa ia gunakan.
“Terima kasih!”
“Hm, apa kau butuh yang lain?”
“Tidak…”
“Okey, cepat ganti baju setelah itu makan. Setelah makan kuajak jalan-jalan”
“Jalan-jalan?! Kemana?!”
“Terserahmu”
Selena tersenyum senang mendengarnya, ia langsung masuk keruang ganti dan memakai pakaian yang sepertinya sudah disiapkan Joe sebelumnya. Setelah menganti pakaian Selena dan Daniel turun bersama ke ruang makan. Selena menatap heran meja makan yang tak ada siapapun. Di mana Papa, Mama, dan Joe?.
“Joe belum pulang sejak semalam, Papa keperusahaan, dan Mama ke butik membeli pakaian. Jadi, jangan bilang Joe kalau aku akan membawamu jalan-jalan”
“Okey!”
Daniel dan Selena duduk dan menyantap makanan yang tersedia diatas meja, setelah makan Daniel langsung mengajak Selena pergi menggunakan mobil Papanya. Namun saat ditengah jalan Selena menggenggam tangan Daniel membuat Daniel mengalihkan pandangannya seketika kepada Selena.
“Daniel! Berhenti!”
Daniel langsung menginjak rem mendadak. Selena membuka pintu dan berlari keluar dari mobil, Daniel yang melihat itu langsung berlari mengikuti kemana Selena pergi.
.
__ADS_1
.
.