
.
.
.
Daniel menatap sendu Selena yang kini tengah tidur, bagaimana Selena tidak histeris seperti itu. Leo meninggalkannya disaat bayi mereka baru saja tumbuh. Tapi semoga saat bangun nanti Selena tidak histeris lagi, jika tidak ia terpaksa harus berdandan seperti Leo nanti.
Daniel membuka catatan yang ditinggalkan Leo untuknya, ia menatap tak percaya hal apa saja yang ada didalam catatan itu.
“Wahhhh…ternyata Selena punya banyak alergi. Pantas Leo sangat overprotective kepada makanan Selena” ucap Daniel menghembuskan nafasnya.
Tiba-tiba perut Daniel berbunyi dengan kerasnya, Daniel menggigit bibir bawahnya. Ia kelaparan, karena terlalu senang anak Leo dan Selena akhirnya berkembang ia sampai lupa untuk makan. Ia ingin makan, tapi tangan kanannya digenggam erat oleh Selena. Ia tak bisa melakukan apapun.
Pintu terbuka, Joe masuk membawa makanan serta minuman untuk Daniel.
“Makanlah dulu, jangan sampai maggmu kambuh” ucap Joe.
“Terima kasih Joe”
“Ya…”
Daniel mengunyah makanannya dengan perlahan. Ini pertama kalinya ia makan menggunakan tangan kiri.
“Oh ya…bagaimana perkembangan prosedur yang dijalani Leo dan Selena? Apa itu berhasil?”
“Mama belum memberitaumu?” tanya Daniel balik.
“Belum, memangnya ada apa”
“Syukurlah, anak Leo dan Selena berkembang. Mereka mendapat bayi kembar”
“Really?!”
“Yeah…meskipun…pertumbuhannya akan lebih lambat dari janin lainnya”
“Ahhhhh akhirnya!!! Aku akan menjadi Aunty sebentar lagi!!!!!” ucap Joe senang.
Daniel tersenyum tipis melihat kesenangan adiknya. Namun ia sedih, kelak jika anak Leo dan Selena lahir pasti mereka tak akan mengenai siapa ayahnya.
*
Selena membuka matanya dengan perlahan, mata sembabnya masih begitu terlihat. Selena menatap tangan yang sedang ia genggam. Hm? Tangan siapa ini?.
“Kau sudah bangun? Mandilah lalu turun untuk makan” ucap Daniel.
Selena langsung melepaskan tangan Daniel dan berlari masuk kedalam kamar mandi. Daniel tersenyum lucu melihat tingkah lucu Selena.
Selena menatap dirinya dipantulan cermin. Matanya membengkak karena terlalu banyak menangis, ia ingin tau bagaimana keadaan suaminya. Apa suaminya sudah makan? Apa suaminya istirahat tepat waktu?.
“Ahhhh…aku sudah lama tidak kekampus, pasti tugasku menumpuk disana”
__ADS_1
Selena segera memnbersihkan dirinya dan bersiap untuk pergi ke kampus. Namun saat ia turun ke meja makan ia tidak melihat kehadiran Joe. Di mana gadis itu? Apa Joe sudah ke kampus terlebih dulu?.
“Sayang…ayo makan, setelah itu Daniel akan mengantarmu ke kampus”
“Iya ma”
Selena duduk disebelah Daniel dan menyantap makanan. Saat sudah selesai makan Daniel langsung mengantarkan Selena ke kampus.
“Vitaminmu sudah dibawa?” tanya Daniel, sejujurnya ia sedikit takut membawa Selena pergi bersamanya. Ia takut jika kejadian terakhir kali terulang lagi. Apalagi ia sedang tidak membawa Joe sekarang.
“Sudah”
“Nanti mau dijemput jam berapa?”
“Hmmmm terserahmu, bisakah nanti kau mengajariku menyetir?”
“Menyetir? Kau belum bisa? Tapi bukankah terakhir kali kau menyetir sendiri menggunakan mobil bodyguard Yeni?”
“Haha…kau lupa? Aku hampir tertangkap polisi karena itu” jawab Selena membuat Daniel tertawa dibuatnya.
Selena menatap Daniel ragu-ragu, haruskah ia mengatakan ini kepada Daniel? Tapi jika ia tidak mengatakannya ia merasa tidak nyaman jika harus terus tinggal di kediaman keluarga Jasson.
“Ada apa? Apa yang mau kau katakan?”
“Emmmm Daniel…bisa kau bilang kepada Papa Mama jika aku tidak bisa tinggal lagi di kediaman Jasson?”
“Hm? Kenapa? Apa kau merasa tidak nyaman berada di mansion?” tanya Daniel mengerutkan keningnya. Leo sudah berpesan kepadanya untuk menjaga Selena.
“Hah…baiklah, aku akan mengatakan kepada Papa Mama. Tapi aku akan sering mengunjungimu”jawab Daniel.
“Benarkah?! Terima kasih!”
Selena tersenyum lembut kepada Daniel, Daniel langsung memalingkan wajahnya dengan pipi yang merona membuat Selena kebingungan dibuatnya.
Saat sudah sampai di kampus Selena langsung keluar dari mobil Daniel dan masuk kedalam kelasnya. Saat ia masuk para mahasiswa langsung menyambutnya dengan baik. Mungkin ini karena sudah lama ia tidak masuk ke kelas.
“Hallo, Selamat pagi semuanya”
“Pagi Selena! Wah…sudah lama tidak ke kampus, sampai-sampai menyerahkan tugas kepada senior ya?”
“Hehehe, maaf ya senior Seo…”
“Tak pa, duduklah. Dosen akan datang sebentar lagi”
Selena duduk disebelah Joe, Joe mengeluarkan minuman dari tasnya dan memberikan itu kepada Selena. Ia sengaja meninggalkan Selena agar Selena diantar oleh Daniel, ia juga harus menyelesaikan sesuatu sebelum kemari tadi.
“Minum itu, Alex bilang itu bagus untuk kesehatanmu”
“Wah…terima kasih!” Selena membuka tutup botol itu dan meminumnya.
“Wah enak, Alex dapat darimana?”
__ADS_1
“Tidak tau, jika kau suka aku akan memintanya membuatkanmu lagi” jawab Joe.
Selena menganggukkan kepalanya dengan semangat. Tak berselang lama dosenpun masuk kedalam kelas, dosen tersenyum melihat kehadiran mahasiswi kesayangannya.
“Wah…karena Nona Selena datang hari ini, jadi untuk kelas saya…kalian bisa melakukan apa yang kalian inginkan. Tidak ada materi dan praktik untuk hari ini!”
Ucapan dosen langsung membuat semua mahasiswa berteriak senang tanpa terkecuali.
“Jika begitu, ayo ke kantin! aku akan mentraktir kalian semua!” ucap Joe langsung menarik tangan Selena keluar dari kelas di ikuti mahasiswi lain.
Selena dan Joe duduk disalah satu kursi dan memesan makanan. Mahasiswa yang lain pun masuk dan langsung memesan makanan. Ini adalah kebiasaan Joe jika mendapat jam kosong, mentraktir satu kelas di kantin. Bebas memesan apapun, walaupun pada akhirnya akan dipanggil rektor.
Namun acara makan mereka seketika terhenti saat melihat rektor dan dosen yang lain memasuki kantin. Selena langsung berdiri dan membungkuk hormat.
“Rektor…ini…”
“Bagus ya kalian…makan tidak mengajak kami! Kami ini juga ingin di traktir!” ucap rektor duduk dan langsung memesan makanan membuat Selena tertawa. Ia pikir rektor kemari ingin menghukum mereka karena mereka pergi keluar disaat jam pelajaran.
“Nona Selena, bagaimana keadaan anda? Sudah lama anda tidak mengikuti kelas” ucap rektor.
“Maafkan saya, belakangan ini saya sedikit sibuk. Jadi belum sempat datang ke kampus mengambil tugas”
“Ah itu bukan masalah besar, ada senior Seo-mu disini kan”jawab salah satu dosen.
“Dosen, apa jika Selena tidak masuk maka semua tugasnya akan diberikan kepadaku?!” senior Seo berucap dengan nada tidak terima membuat semuanya tertawa seketika.
“Senior Seo, terima kasih sudah mengerjakan tugas saya” ucap Selena membungkuk hormat.
“Ah tak masalah, aku tau kau sibuk”
“Cih, dengan Selena saja kau bersikap seperi itu” sindir Joe kesal.
“Apa kau?! Kau itu tidak punya kesibukan apa-apa, untuk apa kau mengerjakan tugasmu?!” jawab senior Seo.
“Hei! Bagaimanapun aku ini juga juniormu!” kesal Joe.
“Tidak peduli…bleeeee”
Selena tertawa lucu melihat Joe dan seniornya yang sedang bertengkar. Tidak Daniel tidak seniornya, jika bertemu dengan Joe pasti akan ada yang namanya pertengkaran. Seperti Mama dan Pamannya saja, setiap bertemu pasti adu mulut.
“Kebetulan kalian semua berkumpul disini, ada yang ingin saya sampaikan” ucap rektor membuat semuanya langsung menatap fokus kearah rektor.
“Lusa, kampus akan kedatangan tamu penting dari kemiliteran…jadi saya ingin kalian semua berlatih dan menunjukan kemampuan kalian nanti. Untuk pengumuman selanjutkan, akan disampikan besok pagi”
“APA?!!!! KENAPA MENDADAK SEKALI?!!!!”
.
.
.
__ADS_1