Our Last Love

Our Last Love
Chapter 11 : Jatuh pingsan


__ADS_3

.


.


.


Hans terkekeh pelan melihat Selena yang memejamkan matanya.


“Sayang, sejak kapan kau sedingin ini kepada suamimu” ujar Hans dengan senyum sinisnya.


‘Sayang’ itulah panggilan yang ia benci dari mulut Hans. Entah kenapa rasanya setiap kali Hans memanggilnya seperti itu ketakutan nya menjalar diseluruh tubuh. Entah apa yang membuatnya setakut ini kepada suaminya.


Hans memeluk pinggang ramping Selena dan mendekatnya pada tubuhnya. Selena menutup matanya ketika merasakan hafas Hans mengenai wajahnya.


“Penakut…” kata Hans melepaskan Selena.


Selena membuka matanya, pipinya merona seketika. Hans terkekeh pelan melihat wajah malu Selena, entah kenapa hari ini ia sangat bergairah untuk menjahili Selena.


Joe kembali dan menyerahkan minuman kepada Hans.


“Jangan bilang kau tidak bisa minum?” skak Joe saat Hans hendak mengucapkan sesuatu.


Hans mengambil minuman dari tangan Joe dengan cepat. Wanita ini menganggu saja, padahal baru saja ia ingin mencium bibir Selena.


“Aku tidak ingin melihatmu, biarkan Selena sendiri yang mengantarku. Kau pergilah”


“Tidak bisa dong! Jika aku pergi Selena juga ikut pergi!” jawab Joe kesal.


Selena memegang lengan Joe. Jika Hans menginginkan itu maka ia hanya bisa mengabulkan nya. Hans bisa bertindak sesuai apa yang ada dipikirannya. Jika Joe terus melawan Hans ia takut beasiswa nya akan segera dicabut.

__ADS_1


“Tak apa…aku akan baik-baik saja” kata Selena sembari tersenyum.


Joe dengan terpaksa menganggukkan kepalanya dan meninggalkan Selena bersama Hans.


Hans terdiam sejenak. Ia tidak pernah melihat Selena yang tersenyum lembut seperti itu saat bersamanya. Dan kapan ia bisa melihat senyum itu ketika Selena bersamanya?. Sepertinya tidak akan pernah terjadi.


“Ah! Hans sadar!!! Dia hanya istri kontrakmu!!”


Hans berjalan beriringan bersama Selena mengelilingi kampus. Namun saat ditengah perjalanan Selena kembali merasakan pusing, ia langsung terduduk lemas. Beberapa saat kemudian Selena jatuh pingsan.


Hans yang tak merasakan Selena mengikutinya segera membalik badan nya, ia membeku melihat istrinya yang sudah terkapar pingsan. Ia segera menghampiri Selena dan menepuk pelan pipi Selena. Ia menggendong Selena masuk kedalam mobilnya yang berada tak jauh dari tempat Selena pingsan.


______


Hans duduk dikursi tunggu sembari menunggu dokter keluar dari UGD. Ia terkejut karena Selena tiba-tiba pingsan. Selena tadi baik-baik saja lalu kenapa tiba-tiba pingsan?.


Pintu UGD terbuka, Hans langsung bangun dan menanyakan kondisi istrinya.


“Baiklah…”


#


Hans duduk di sofa sembari membaca buku sesekali melirik Selena sudah sadar atau belum. Hans kembali membaca bukunya, ia heran dengan dirinya sendiri. Kenapa dia menemani Selena? Padahal tugasnya masih menumpuk di kantor.


“Hmmmm…”


Hans berjingkat kaget, ia segera menekan tombol disamping ranjang. Dokter pun segera datang dan memeriksa keadaan Selena.


“Nona Selena, anda bisa melihat saya…”

__ADS_1


“Dokter Ilham…kenapa saya bisa disini?”


“Nona pingsan dan dibawa kesini”


Hans mengerutkan keningnya. Ini bukan dokter yang menangani Selena tadi. Dimana dokter itu? Kenapa tidak ada?.


“Kau siapa?”


“Saya dokter Ilham, dokter Alex yang menyuruh saya kemari karena beliau melakukan operasi mendadak”


Hans menganggukkan kepalanya perlahan. Selena kembali memeganggi kepalanya yang pusing.


“Nona, anda tidak perlu memaksakan diri. Sudah saya bilang untuk tidak kelelahan bukan? Anda ini keras kepala sekali…”


“Maaf ya…”


Hans menelan ludahnya. Apa pingsan nya Selena karena perbuatan nya setiap malam yang membuat Selena kelelahan?. Tapi ia biasa-biasa saja. Lalu kenapa Selena sampai pingsan begitu?.


Pintu terbuka dengan keras. Joe langsung masuk dengan wajah kesal sekaligus paniknya. Melihat Selena yang sedang diinfus membuatnya segera menginjak kaki dokter Ilham dengan kuat.


“Dasar bajin*an! Bukankah sudah kubilang untuk menjaga kesehatan Selena?!”


“Nona muda maafkan saya…saya bersalah”


“Joe sudahlah…”


“Karena temanmu sudah disini aku akan ke kantor” kata Hans berlalu begitu saja.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2