
.
.
.
Tubuh Selena gemetar dengan hebatnya, tangannya mengepal penuh kegeraman. Sorot matanya dengan tajam menatap Yeni. Seluruh dunia boleh menghinanya, tapi tidak jika kedua orang tuanya. Tak siapapun boleh menghina Papa Mamanya.
“Kau adalah wanita rendahan, entah bagaimana caramu mendapatkan tunanganku. Atau jangan-jangan, kau naik ke tempat tidur tunanganku dan memohon untuk dinikahinya? Ceh, pela*ur menjijikan” sinis Yolanda.
PLAKKKKK!!!!
Selena menampar keras pipi Yolanda membuat Yeni dan para bodygaurd tercengang. Yolanda memegangi rahangnya yang terasa hampir patah akibat tamparan Selena.
“Kau!!! Beraninya kau!!!!”
Pang!!!
Selena melempar salah satu kursi hingga mengenai kepala bodyguard yang sedang mencekal tangan Mamanya.
“Seluruh dunia boleh menghinaku, dan aku hanya akan diam. tapi…jangan berpikir aku akan diam saat kalian menghina kedua orang tuaku”
“Kenapa?! Kau tidak terima?! Itu kenyataannya! Mamamu seorang pela*ur rendahan dan kau adalah anak haram yang dihasilkannya! Entah siapa ayahmu! Yang pasti dia malu mempunyai anak sepertimu”
Grep!
Selena langsung mencekik leher Yeni menggunakan kedua tangannya. Yeni memukuli tangan Selena agar wanita itu melepaskannya, tapi pukulan Yeni tak membuat cekikan Selena melonggar sedikitpun.
Para bodyguard langsung mengepung Selena ketika melihatnya. Sudut bibir Selena terangkat, ia menguatkan cekikannya membuat nafas Yeni menjadi tersengal-sengal. Namun saat Yeni hampir kehilangan kesadarannya Selena menghempaskan tubuh Yeni hingga tersungkur ke lantai.
“Wanita ini!!!” geram Yeni.
“Heh, jangan pikir selama ini aku diam karena aku takut kepadamu. Aku diam hanya karena kau orang yang sudah tua, tak pantas bagiku yang masih muda melunjak dihadapan orang yang lebih tua. Tapi hari ini, jangan harap aku akan memandangmu sebagai orang tua”
“Tangkap dia!” geram Yolanda.
Bugh!!
Selena menendang salah satu kepala bodyguard membuat bodyguard itu bertabrakan dengan bodyguard lain. Telinga dan dadanya panas mendengar semua hinaan Yeni kepada Mama Papanya. Rongga dadanya terasa mengecil membuatnya sulit untuk bernafas.
__ADS_1
“Pa, Ma, maaf…kali ini aku tak ingin pura-pura bisu, pura-pura tuli, dan pura-pura buta”
“Maju kalian” ucap Selena dengan senyum sinisnya.
Salah satu bodyguard yang berada di belakang Selena melayangkan pukulan, namun tangan bodyguard itu lebih cepat ditangkis oleh Selena. Selena mengambil kursi dan memukul kepala bodyguard itu menggunakan kursi hingga terkapar pingsan di lantai.
Satu persatu, secara berurutan para bodyguard terkapar di lantai. Selena dengan nafasnya yang tersengal-sengal menatap tajam Yolanda dan Yeni yang menampilkan wajah syock mereka.
Yolanda berlari kearah Selena, saat ia hendak melayangkan pukulan Selena terlebih dulu menendang perut Yolanda membuat wanita itu terhempas beberapa meter kebelakang.
“Kau!!! Dasar wanita sial*n!!!”
“Ya! Saya wanita sial*n, saya juga sampah yang tidak berguna. Tapi itu sebelumnya, jika saya mendengar anda berbicara buruk tentang kedua orang tua saya. Saya akan membuat anda bertemu tuhan”
Selena mengambil pisau steak yang berada diatas meja dan melemparnya tepat mengores pipi dan telinga Yeni. Wanita itu memeganggi telinganya kesakitan, sial*n! ia tak menyangka wanita itu bisa beladiri sehebat ini.
“Bibi, kau baik-baik saja?” tanya Yolanda.
“Bibi baik-baik saja” jawab Yeni.
“Dasar wanita tidak tau diri! Bibi wanita yang sudah tua! Kenapa kau menyakitinya hah?!”
Selena berjalan menghampiri Mamanya, melihat itu Yolanda langsung melayangkan kursi dan tepat mengenai punggung Selena. Selena menggigit bibir bawahnya merasakan sakit dipunggungnya.
Mata Selena menatap sebuah pisau lipat yang berada di saku salah satu bodyguard. Ia mengambil pisau itu dan melemparnya tepat menancap di mata sebelah kanan Yolanda. Wanita itu berteriak kesakitan, Yeni yang melihat itu seketika panik, ia langsung menghubunggi tangan kanannya.
“Ini hanya permulaan, jika kalian berani mengganggu keluargaku. Jangan harap aku akan melakukan hal rendah seperti ini lagi”
Selena menggendong tubuh Jennifer keluar dari café itu. Daniel dan Joe yang berada di dalam mobil blank melihat apa yang baru saja mereka lihat. Serius itu tadi Selena?. Ah sial*n! Sekarang bukan waktunya untuk terkejut!.
Joe keluar dari mobilnya dan menghampiri Selena, ia mengambil Jennifer dari gendongan Selena dan memasukkan Jennifer kedalam mobilnya.
“Ayo masuk, kita harus segera kerumah sakit”
Selena menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam mobil, Daniel menyetir dengan kecepatan penuh menuju rumah sakit. Saat sudah sampai dirumah sakit Jennifer langsung dibawa ke UGD oleh Alex.
Selena menatap kedua tangannya yang penuh dengan darah begitupun dengan bajunya, Daniel melepaskan jaznya dan memakaikannya di bahu sempit Selena sembari membersihkan tangan Selena menggunakan tissue basah.
“Daniel…” lirih Selena.
__ADS_1
“Kenapa? Apa kau terluka? Tunjukan di mana lukanya” ucap Daniel dengan wajah paniknya ketika melihat Selena mengeluarkan air mata.
“Apa Papa dan Mama akan kecewa kepadaku?” tanya Selena.
“Tidak…mereka tidak akan kecewa kepadamu Okey? Berhenti berpikiran buruk” ucap Daniel sembari memeluk erat tubuh Selena yang gemetar.
Joe kembali blank menatap Selena, wah hebat…bagaimana bisa Selena mempunyai pengendalian diri sebaik itu? Selena bisa bela diri, lalu kenapa dia hanya diam saat keluarga Georgino menindasnya? Kagum, ia benar-benar kagum dengan kesabaran yang dimiliki Selena. Tapi sungguh, Selena benar-benar menyeramkan tadi…jika ia ada diposisi Yeni dan gadis itu ia lebih baik melarikan diri.
Beberapa saat kemudian Alex keluar dari UGD mmebuat Selena langsung berdiri dan menanyakan kondisi Mamanya.
“Mamamu baik-baik saja, dia hanya terkena obat tidur. Tidak ada luka serius ditubuhnya, kau bisa tenang. Tapi lebih baik dirawat beberapa hari, aku takut luka lebamnya akan membusuk”
Selena dan Daniel menghembuskan nafasnya, Alex menatap Joe yang menampilkan wajah blanknya. Apa yang terjadi kepada gadis itu? Apa dia baru saja melihat anak kecil membunuh orang dewasa?.
“Alex, bagaimana kondisi Hans? Apa…dia baik-baik saja?” tanya Selena.
“Keadaannya sudah membaik, sejak kau tidak datang dia sering murung. Tapi kemarin dia mau menghabiskan setengah mangkuk bubur dan minum obat tanpa dipaksa”
“Syukurlah jika dia sudah lebih baik”
Tak berselang lama, Leo, Hendrick, dan para Alexandra datang. Leo langsung memeluk istrinya dan memeriksa istrinya, apa istrinya terluka?.
“Apa kau terluka? Apa ada yang sakit? Tuhan…kenapa bajumu ada darah begini?” tanya Leo dengan wajah paniknya.
“Ini…bukan darahku Leo” jawab Selena membuat Leo langsung menghembuskan nafasnya.
Tak berselang lama Yeni datang membawa Yolanda yang tengah kesakitan sembari menangis sesegukan. Yeni menatap geram kearah Selena, saat wanita itu hendak menampar Selena Selena terlebih dulu mencekal tangan Yeni.
“Nyonya…jika anda tidak ingin kehilangan apa yang anda miliki sekarang. Lebih baik jangan ganggu saya…” bisik Selena seraya menyentuh telinga Yeni yang sudah diperban.
“Kau!!! Jika sampai terjadi sesuatu kepada Yolanda, aku akan membuatmu merasakan akibatnya”
“Maka saya akan meratakan keluarga anda jika anda melakukan itu” jawab Leo dan Daniel bersamaan.
Daniel dan Leo menatap sengit Yeni, jika keluarga Iskandar dan Jasson bekerjasama tentu saja mudah berobohkan keluarga Georgino. Tapi tidak dengan tiang mereka, Hans.
.
.
__ADS_1
.