
*********
Selena membuka matanya dengan perlahan, ia tersenyum dan mencium lembut bibir suaminya yang tengah terlelap dengan damainya. Sesaat setelahnya ia bangkit hendak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
“Sayang…kau jangan menggodaku lagi…” ucap Leo seraya memeluk pinggang ramping istrinya.
“Hmmm sudah bangun? Sudah lapar? Mau kumasakan apa?”
“Jangan…nanti tanganmu terluka bagaimana? Disini saja, peluk…” rengek Leo sembari membaringkan istrinya dengan perlahan.
“Kenapa? Sudah peluk semalaman penuh belum puas kah?” tanya Selena sembari mencium dahi suaminya.
“Kau membuatku candu…hmmmm istriku memang manis…” ucap Leo seraya memberikan beberapa gigitan kecil di leher dan bahu Selena.
“Ahhhhh…jangan gigit lagiLeo, sudah…aku mau mandi…”
“Hmmmm tidak boleh…tidak boleh pergi…”
Selena memberontak saat suaminya terus menciuminya, suaminya sedang kenapa sih? Kenapa menempel seperti ini? Tak bisanya Leo manja sampai seperti ini.
“Sayang…aku mau mandi…tubuhku lengket semua”
“Tetap disini…atau 3 jam dikamar mandi?” goda Leo sembari mencium bibir istrinya.
“Ahhh Leo…tidak mau…” ucap Selena sembari menutup mulut suaminya.
“Come on Baby…I want you…”
“No…let me go…please…”
“Yakin tidak mau?”
Leo mengarahkan tangan istrinya menyentuh dada bidangnya. Pipi Selena langsung merona dibuatnya namun aksi mereka seketika terhenti saat mendengar suara Daniel mengetuk pintu.
“Ah sial! Apa harus sekarang?!”
Leo memakai bathrobenya dan berjalan membuka pintu sedangkan Selena langsung bersembunyi di bawah selimut tebalnya.
“Ada apa?!” kesal Leo.
“Kenapa kau marah begitu? Sudah semalaman penuh kau mengekang Selena di kamar apa pagi ini masih tak mau melepas Selena?” tanya Daniel.
“Katakan ada apa?”
“Turun makan, semuanya akan segera berkumpul”
“Iya iya! Aku mandi dulu!” jawab Leo menutup pintu dengan keras.
30 menit kemudian…
Leo turun ke meja makan tanpa istrinya membuat semuanya langsung bertanya di mana Selena? Kenapa gadis itu tidak ikut turun untuk makan?.
“Istriku ingin tidur, aku akan membawakannya makanan nanti”
“Hmmmm…Daniel, ada yang ingin Papa bicarakan…” ucap Tuan Jasson.
“Hm? Apa itu?” tanya Daniel sembari memakan steaknya dengan perlahan.
“Sebenarnya…kau dan Leo adalah kakak dan adik”
Ucapan Tuan Jasson langsung menghentikan acara makan semua orang yang berada disana tanpa terkecuali. Leo meletakkan sendok dan garbunya, apa yang baru saja Tuan Jasson katakan?.
“Maaf sudah menyembunyikan ini dari kalian, Medeltoon dan Isabelle adalah sepasang anak kembar yang terpisah sejak bayi. Medeltoon dibawa oleh ibunya sedangkan Isabelle dibawa oleh ayahnya. Kedua orang tua mereka bercerai karena masalah finansial”
“Kenapa baru bicara sekarang?” dingin Leo.
“Maaf…aku menyadarinya saat melihat foto keluargamu di album Selena. Lalu aku mengingat cerita yang pernah diceritakan kakakku tentang kakak ipar”
Leo dan Daniel secara bersamaan mengusap rambut mereka kebelakang. Mereka berdiri dari tempat duduknya dan saling menatap dengan tajam.
“Heh, takdir memang tidak bisa ditebak ya…kakak” ucap Daniel dengan sudut bibir yang terangkat.
“Heh, bagaimana aku tidak bisa menyadari keberadaanmu…adik”
“Nah kan!! Kubilang juga apa?! Kalian itu kakak adik! Sifat kalian 11/12!!” seru Selena dari ambang pintu kamarnya.
Melihat keberadaan Selena membuat Daniel dan Leo langsung berpelukan, gagal sudah aksi bertengkar mereka.
“Ahhh, aku tak menyaka bahwa kau adalah adikku Daniel…”
__ADS_1
“Kau pikir aku menyangka jika kau kakakku?” jawab Daniel.
“Kutunggu di perbatasan…” bisik Leo.
“Aku akan datang…jangan kabur…” bisik Daniel.
Kedua pria itu melepaskan pelukannya. Joe menggelengkan keplanya melihat sifat Leo dan Daniel yang langsung berubah saat ada Selena. Selena duduk disebelah Hendrick dan menyantap makanannya.
“Telingamu tajam sekali ya” ucap Hendrick.
“Ohhh telingaku selalu bereaksi jika ada rahasia yang terungkap” jawab Selena memakan mienya dengan senang hati.
“Dan hallo…adik ipar” ucap Selena sembari tersenyum.
Jlep!!
Leo dan para Alexandra langsung menahan tawa mereka melihat wajah syock Daniel dipanggil adik ipar oleh Selena. Sakit tidak?.
“Sudah, duduk di tempat kalian dan habiskan makanannya” ucap Hendrick.
Daniel dengan wajah masamnya duduk dan menatap hambar makanannya. Entah kenapa dipanggil adik ipar oleh Selena bukanlah suatu hal yang menyenangkan.
Selena hanya tertawa lucu melihat wajah muram Daniel, apa Daniel tidak menyukai panggilan baru darinya?.
“Aku hanya bercanda Daniel” ucap Selena.
Drttttt drtttttt…
Ponsel Hendrick berdering, Hendrick mengangkatnya dengan cepat.
“Ya Wei?”
“Jenderal besar…”
“Kenapa? Kenapa suaramu terdengar serak seperti itu?” tanya Hendrick mengerutkan keningnya, apa pria itu sedang menangis? Apa yang membuat pria itu menangis dan menelfonnya? Jangan bilang pria itu dicampakan? Tidak tidak, mana mungkin Wei mempunyai wanita disisinya.
“Hiks Jenderal besar…Nyonya…”
“Ada apa Wei?! Jangan membuatku panik?! Apa yang terjadi kepada Jennifer?! Dia baik-baik saja bukan?”
Hendrick berkata dengan panik, kemarin Jennifer diterbangkan ke A.S karena kritis dan Alex juga ikut terbang kesana. Tidak mungkin terjadi sesuatu kepada wanita itu bukan?!.
Blarrrrr!!!
Tubuh Hendrick goyah, ia menjatuhkan ponsel ditangannya. Selena memegang pundak Hendrick, Hendrick menggenggam tangan Selena dengan erat. Tuhan…bagaimana caranya memberitaukan hal ini kepada Selena.
“Paman, ada apa? Semua baik-baik saja bukan?”
“Ada apa? Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan Selena?” tanya Deon.
“Le-leo…bawa Selena kekamar” ucap Hendrick.
“Paman…ada apa? Kenapa aku tidak boleh tau?”
“Anak pintar…tidur ya sayang, tidur…Nara pasti sudah lelah…Nara sekarang tidur ya…” bisik Jeff sembari membelai kepala Selena dengan lembut. Mata Selena dengan perlahan mulai terpejam, Leo berdiri dari tempat duduknya dan menggendong istrinya kedalam kamar. Ada apa dengan Hendrick? Apa sesuatu terjadi kepada Jennifer?.
“Ada apa?”
“Jennifer…”
“Kenapa? Apa yang terjadi kepada wanita itu?” tanya Jeff.
“Jennifer…sudah tiada…’
Pyarrrrr!!!
Joe seketiak menjatuhkan gelas wine ditangannya, a-apa? Jennifer sudah meninggal? Tidak! Tidak mungkin! Wanita itu tidak mungkin tiada! Tidak! Ia tidak bisa percaya dengan hal itu!.
“Jangan bercanda Hendrick!!!” bentak Deon.
Joe mengambil kunci mobilnya dan bergegas ke bandara. Ia harus memastikan dengan kepalanya sendiri, ia tidak bisa membiarkan sesuatu terjadi kepada Jennifer. Ia tak bisa membayangkan jika Jennifer benar-benar sudah tiada, ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Selena setelah itu.
Nafas Hendrick mulai tersengal-sengal, kejadian kematian Ruvelis dan Jenssica langsung melintas dipikirannya. Tidak…ia tidak bisa membiarkan Selena mengetahui hal ini. Ia tidak bisa membiarkan gadis itu mengalami kritis untuk ke sekian kalinya.
Daniel menghubungi bawahannya, ia harus meminta bawahannya memastikan berita ini. Tak berselang lama bawahan Daniel mengkonfirmasi bahwa berita itu benar adanya. Tubuh Daniel lemas seketika, tidak mungkin…tidak mungkin…
“Tidak…Selena tidak boleh tau…Selena tidak boleh tau…tutup rapat-rapat informasi ini! Jangan sampai informasi ini didengar Selena!”
“Baik!”
__ADS_1
.
.
.
Joe dengan tergesa-gesa turun dari pesawatnya. Para bodyguard yang belum sempat berjaga langsung berlari mengikuti kemana mobil Joe pergi. Joe menyetir mobilnya dnegna kecepatan penuh, ia tak peduli dengan lampu merah atau semacamnya. Ia harus sampai di rumah sakit dan memastikan sendiri.
Saat sampai dirumah sakit jantung Joe seketika terhenti melihat para Mafia yang selalu menampilkan wajah dingin dan datarnya berubah menjadi wajah yang penuh kehilangan.
Joe masuk kedalam rumah sakit itu dan menatap Alex yang tengah terduduk lemas didepan pintu ICU.
“Alex!” panggil Joe.
Alex dengan mata sembabnya menoleh kearah Joe. Ia tak punya tenaga karena tenaganya terkuras habis karena menangis memikirkan bagaimana reaksi Selena ketika mengetahui hal ini.
Mata Joe menatap kedalam ICU, tubuhnya langsung gemetar dengan hebat melihat Jennifer yang terbaring dengan wajah pucatnya.
“Tidak…tidak mungkin…”
Joe membuka pintu ICU dengan perlahan, ia menghampiri tubuh Jennifer yang tertutupkain putih.
“Kenapa…?” lirih Joe.
“Kenapa?!!!! Kenapa kau pergi dengan cara seperti ini?!!!! Apa kau tidak memikirkan perasaan Selena huh?! Kenapa kau meninggalkannya disaat yang seperti ini?!!!!”
Joe berteriak frustasi, Selena baru saja keluar dari penjara dan langsung ditimpa kabar seperti ini?!. Tidak! Tidak boleh! Selena tidak boleh menderita lagi!!.
“Bangun Jennifer!!! Bangun!!” bentak Joe menguncang tubuh Jennifer dengan kuat. Tidak mungkin! Tidak mungkin wanita ini mati begitu saja!.
“Alexa Jossfi Ananta!!”
Alex yang mendengar nama panjangnya disebut langsung berdiri dan masuk kedalam ICU.
“Katakan kepadaku…dari sekian banyak dokter handal disini…bagaimana bisa kalian tidak bisa menyelamatkan satu nyawa saja?” geram Joe.
“Nona muda…terjadi pembekakan parah di jantung Nyonya Jennifer”
“Pembengkakan jantung? Bukankah kau sudah handal menangani hal itu?” geram Joe.
“Aku berhasil menanganinya…tapi…”
“Jangan membuatku semakin geram Alex!!!”
“Nyonya Jennifer mati karena racun yang dimasukan kedalam infus beliau” ucap Alex menundukan kepalanya.
Prangggg!!!!
Joe membanting ponselnya di kaki Alex. Pri itu langsung memundurkan langkahnya dengan spontan.
“Panggil semua penjaga dan dokter yang bertugas!!!”
Bodyguard dengan sigap langsung menjalankan perintah Joe walaupun dalam hati mereka mengucapkan seribu maaf kepada dokter dan penjaga.
Tak berselang lama para dokter dan penjaga sudah berkumpul di ICU, tubuh mereka gemetar dengan hebat.
“Kakakku mengaji kalian dengan begitu tinggi, memberikan seluruh peralatan medis tercanggih yang ada, dan memasang ribuan CCTV yang terdapat di setiap sudut rumah sakit ini. Bagaimana bisa kejadian fatal ini terjadi hah?!!!”
Teriakan Joe langsung mengejutkan orang-orang yang berkumpul disana. Mereka tidak tau apa-apa, mereka hanya menjalankan pekerjaan mereka.
“Joe, ini bukan salah mereka. Dari CCTV rumah sakit, seorang perawat yang menaruh racun di infur Nyonya Jennifer” ucap Alex.
“Lalu?!! Bukankah sudah kutegaskan berulang kali bahwa jika ada orang yang mencurigakan langsung melaporkannya kepadaku?!! Dirumah sakit bergengsi seperti ini bagaimana bisa kalian semua melalaikan peraturan hah?!”
Alex tak berani berbicara sekarang, ia akui…kali ini mereka lalai dalam hal ini. Sebelumnya kejadian ini tak pernah terjadi sekalipun, peraturan sumah sakit milik Daniel ini terbilang sangat ketat dalam hal apapun, bahkan hal sekecil apapun itu harus mereka awasi dengan teliti.
“Sangat buruk, kinerja kalian kali ini sangat buruk. Sekarang bawa perawat itu kemari”
“Perawat itu sudah bunuh diri…” lirih Alex.
“ARGHHHHHH!!!! Bajin*an!!!! Persetan kalian semua!!!”
Joe menjambak rambutnya dengan frustasi, akal sehatnya hilang. Ia tak bisa memikirkan apapun selain memikirkan cara menjelaskan kepada adiknya jika sampai Selena mengetahui hal ini. Ia harus memikirkan cara untuk menjelaskan kepada Selena, serapat apapun rahasia ditutupi oleh Hendrick dari Selena. Gadis itu pasti akan tau dengan sendirinya pada akhirnya.
Wei yang sedari tadi duduk terdiam di kursi tak bisa mencerna apa yang sudah terjadi sekarang. Ia tak tau harus melakukan apa sekarang, pikirannya terasa kosong dalam sekejap. Ia benar-benar tak menyangka Tuannya akan pergi secepat ini meninggalkan putri tercintanya. Jennifer bagaikan seorang kakak untuknya, jika bukan karena Jennifer…Mafia yang menjadi bawahan Jennifer sekarang ini pasti tidak akan hidup sampai saat ini.
.
.
__ADS_1
.