Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 141 : Akankah dipenjara seumur hidup?


__ADS_3

.


.


.


Selena keluar dari kamar mandi, ia langsung menganti pakaiannya. Leo menyisir lembut rambut indah istrinya.


“Mau makan apa? Kumasakan”


“Aku belum lapar, nanti saja”


“Jangan dong, sudah tidak makan hampir 3 hari. Nanti perutmu sakit, makan sedikit ya…biar Ryu juga sehat”


Mendengar nama anaknya Selena langsung menganggukkan kepalanya, Leo tersenyum dan keluar dari kamar itu.


“Tolong bawakan makanan kemari, dia belum makan selama 2 hari. Biarkan dia makan terlebih dulu”


“Baiklah”


Polisi berucap setuju, beberapa staff hotel datang membawakan makanan. Leo membawa makanan itu masuk kedalam kamar dan menyuapi istrinya dengan telaten.


“Ada masalah ya diluar?”


“Ayo habiskan makananmu dulu, setelah itu Dear akan tau”


Selena menghabiskan makanannya, Leo membawa istrinya keluar dari kamar. Selena terkejut mendapati ada begitu banyak polisi disini. Ada apa ini?.


“Kami dari aparat hukum, anda yang bernama Selena Yunki Leonardo?”


Selena terdiam sejenak, polisi-polisi ini mencarinya? Apa mereka mencarinya karena pembunuhan yang ia lakukan beberapa hari yang lalu? Berarti setelah kepergiannya dari kota di utara hari itu, polisi langsung datang ke tempat itu. Yahhhh wajar mereka cepat menangkapnya, ia membakar rumah tua itu dan juga ia meninggalkan banyak jejak disana. Ahhhhh…sepertinya ia akan mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.


“…iya, aku Selena Yunki Leonardo”


“Mohon anda ikut kami, kami akan menjelaskan semuanya dikantor polisi”


Selena menatap suminya yang menundukan kepala. Ia melepaskan gengaman tangan suaminya namun Leo langsung memeluk erat tubuh istrinya.


“Jangan takut…kau akan segera bebas, aku janji”


Selena melepaskan pelukan suaminya tanpa mengucapkan apa-apa. Polisi memberikan masker dan kacamata kepada Selena, Selena memakainya dan mengikuti polisi. Namun sebelum masuk kedalam lift ia menatap Daniel dan tangan kanannya yang hanya menundukan kepala.


“Sebentar”


“Ayo main catur saat aku keluar nanti!” ucap Selena dengan senyumannya.


“Iya, nanti kita main catur ya…” ucap Daniel menahan air matanya.


“Jangan menangis, aku akan baik-baik saja! Jika aku bebas, aku akan membawamu ketempat rahasiaku”


“Iya…iya…”


Selena masuk kedalam lift dan disaat itu juga, tubuh Leo dan Math langsung ambruk membuat Daniel langsung berteriak memanggil dokter.


Para Alexandra dan Hendrick menggigit bibir bawah mereka ketika melihat Selena keluar dari hotel dengan keamanan yang begitu ketat. Semua orang yang melihat itu langsung melontarkan caci makian kepada Selena.


“Maaf Ruvelis…aku benar-benar minta maaf kepadamu, aku gagal melindungi putrimu”


Selena masuk kedalam mobil polisi dan langsung menuju kekantor kepolisian. Saat sampai Selena langsung diminta keruangan khusus, ia duduk didepan seorang pria yang menjabat sebagai kepala kepolisian.


“Saya akan memberikan anda beberapa pertanyaan, dan anda harus menjawabnya dengan jujur”


“Baiklah…”


.


.


.


Hans membuka matanya dengan perlahan, ia langsung merasakan sakit dikepalanya. Ia terlalu banyak minum alkohol semalam, dan kepalanya sangat pusing sekarang.

__ADS_1


“Kau sudah bangun Hans?” ucap Jansen.


“Hn, ada rapat hari ini?”


“Tidak ada, kau…sudah melihat beritanya?”


“Berita apa?”


“Selena ditangkap polisi, dia akan disidang besok pagi”


Degh!!


“A-apa?!”


Hans langsung mengambil ponselnya. Ratusan notifikasi memenuhi layar ponselnya. Apa-apaan ini?! Selena ditangkap polisi?! Bagaimana itu bisa terjadi!?.


“Apa-apaan ini?! Apa maksudnya ini Jansen?!”


“Selena bukan seorang pembunuh profesional. Dia meninggalkan banyak bukti di TKP, dia membunuh semua bawahanmu. Namun dia meninggalkan begitu banyak jejak seperti sidik jari, DNA darah, rekaman video”


“Siapa yang berani melaporkannya?!!”


“Ibumu sendiri”


Blarrrrr!!!


Hans tersentak tak percaya\, lagi-lagi!! Kenapa Mamanya ikut campur dalam hal ini?!!! Sial*n!!! Ia hanya ingin Selena kembali padanya\, namun siapa sangka sekarang hal itu membuat Selena berurusan dengan hukum!. Sial*n! Kenapa Mamanya bertindak tanpa memberitaunya terlebih dulu?!.


“Antarkan aku ke kantor polisi sekarang!”


“Untuk apa? Terlambat, Selena sudah mengakui semuanya kepada kepala polisi. Predisksiku, dia akan dipenjara lebih dari 50 tahun?”


“Tidak! Dia tidak boleh dipenjara!! Bukan ini yang kuharapkan!!”


Jansen menghembuskan nafasnya, jangankan Hans…ia saja terkejut mendengar berita ini. Ia tak menyangka jika keluarga Georgino memanfaatkan kesempatan ini, tapi baguslah...


Hans mengambil jaznya dan segera pergi kekantor polisi. Ia harus bisa menemui Selena! Ia tak ingin Selena semakin benci kepadanya karena hal ini.


Namun saat sampai di kepolisian ia terkejut mendapati begitu banyaknya pasukan khusus yang berjaga. Sial*n! Kasus apa saja yang diseret Mamanya ke meja hijau?!.


“Maaf Tuan, tak siapapun boleh mengunjunginya”


“Aku ingin melihatnya! Aku harus bicara kepadanya!”


“Maaf Tuan tidak bisa, anda lebih baik pergi”


Hans mengepalkan tangannya, sial sial sial! Sekarang bagaimana caranya menemui Selena?!.


“5 menit, aku hanya perlu waktu 5 menit”


“Baiklah, mari ikuti saya”


Hans mengikuti kemana polisi itu pergi, ia tersneyuh ngilu melihat Selena yang sedang ditahan di sel khusus dengan penjagaan yang begitu ketat.


“Silahkan”


“Selena…” ucap Hans.


“Pergi, siapa yang menyuruhmu kemari? Aku tak ingin melihatmu!” sinis Selena.


“Aku bisa menjelaskan semuanya, sebentar saja…”


“PERGI!!!!”


Hans tak mundur, ia mendekati sel Selena, ia berlutut dihadapan Selena agar Selena mau mendengarkan ucapannya sebentar saja.


“Maaf…maafkan aku, aku tak tau jika akan menjadi seperti ini”


“Pergi, aku tak mau melihatmu disini”


“Tuan muda Georgino, lebih baik anda pergi” ucap kepala polisi.

__ADS_1


“…, apa kau menginginkan sesuatu? Jika kau menginginkan sesuatu, katakan kepadaku” ucap Hans. Selena sedang mengandung sekarang, ia tidak bisa membiarkan Selena berada disini tanpa adanya fasilitas yang mencukupi.


“Kau bukan suamiku, kau tak berhak melakukan itu. Minta dia pergi dari hadapanku” sinis Selena.


“Tuan, mohon anda pergi sekarang juga. Dokter ingin berbicara dengan tahanan”


Hans menggigit bibir bawhanya, mau tidak mau ia harus pergi dari kantor polisi. Namun tak berselang lama mobil Daniel berhenti didepan kantor polisi, pemuda itu langsung masuk untuk menemui Selena.


“Kau baik-baik saja? Apa perutmu terasa sakit?” tanya Daniel dengan wajah cemasnya.


“Aku baik-baik saja, Ryu bekerja sama dengan baik” jawab Selena sembari tersenyum manis.


“Aku sangat tidak yakin jika gadis cantik dan manis ini adalah seorang pembunuh” batin kepala polisi.


“Kemarilah, biarkan aku memeriksa keadaanmu”


Selena berdiri dan mendekat kepada Daniel, Daniel memeriksa denyut nadi Selena. Untunglah stabil, ia berharap…bayi dikandungan Selena tidak bermasalah sampai hari esok.


“Aku membawakanmu susu, minumlah”


“Tuan Daniel…ini”


“Dia sedang mengandung sekarang. Kau mau bertanggung jawab jika sesuatu terjadi kepada bayi ini?” dingin Daniel memberikan botol minum kepada Selena.


“Hemmmm…aku tidak mau minum…”


“Minum ya, besok kau harus punya tenaga. Dan juga jangan sampai Ryu kenapa-napa, ayo minum”


“Hemmmm…”


Dengan perasaan campur aduk Selena meminum susu itu sembari menahan nafasnya. Daniel tersenyum lembut melihat Selena yang menghabiskan susu dengan wajah terpaksanya.


“Aku akan disini sampai besok, jika kau menginginkan sesuatu. Katakan kepadaku”


“Tidak perlu, kau bisa pergi. Aku akan baik-baik saja”


“Saat keadaanmu sedang hamil muda seperti ini? Tidak, tidak akan”


“Hmmmm, bagaimana keadaan suamiku?”


“….”


“Dia baik-baik saja, kami sedang mencoba mencari cara mengeluarkanmu darisini. Sekarang makanlah dulu, Leo bilang kau tidak makan banyak tadi”


“Aku baik-baik saja, wajahmu pucat…pasti belum makan. Ayo makan dulu”


“Aku bisa makan nanti, sekarang habiskan makanannya. Akan kutemani”


Selena mengambil kotak makan dari tangan Daniel, ia mengambil sesuap lauk dan memberikannya kepada Daniel.


“Jika kau makan, aku juga makan”


Daniel membuka mulutnya, ia tak bisa menahan air matanya. Ia segera mengusap air matanya, ia tak mau terlihat lemah didepan Selena.


“Hmmmm tubuhmu mengurus, tidak makan berapa hari?”


“Jangan bicara lagi, sekarang kau makan ya”


“Aku akan makan nanti, aku belum ingin makan sekarang. Ayo buka mulutmu lagi”


Daniel mematuhi Selena, ia membuka mulutnya dan secara perlahan makanan yang ia bawa untuk Selena ia habiskan sendiri.


“Aku baik-baik saja, jangan terlalu mengkhawatirkanku. Kau juga harus bisa menjaga dirimu sendiri, aku baik-baik saja disini…bilang kepada Leo, jika memang aku harus dipenjara atau mendapat hukuman mati. Aku tak keberatan, karena aku memang bersalah. Tapi aku berjanji, jika aku bisa bebas…aku akan pergi jauh darisini…dan aku akan meninggalkan semua masa laluku”


“Jangan bicara seperti itu, kau harus yakin…kau pasti akan segera bebas. Aku akan melakukan segala cara agar kau bebas Okey? Jangan menangis…kumohon” ucap Daniel menghapus air mata Selena.


“Aku sudah menyiapkan banyak pengacara untukmu, jangan takut…kupastikan kau akan bebas Okey? Kau bisa pegang ucapanku”


Selena menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Akankah ia bisa memegang ucapan Daniel? Tidak mungkin...bahkan seorang pengacara profesional saja tidak mungkin bisa membantunya bebas dari penjara dengan tuntutan membunuh 85 orang?. Hal yang mustahil untuk dilakukan seorang pengacara untuk mebebaskannya dari tuntutan seperti itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2