Our Last Love

Our Last Love
Chapter 91 : Leon & Leona


__ADS_3

Selena menghempaskan tangan Yeni dengan kasar dan kembali kesamping Leo, Selena menatap Daniel dengan mata yang berkaca-kaca. Daniel menelan ludahnya, ada apa? Apa ia melakukan kesalahan? Apa Selena marah kepadanya?.


“Daniel…aku tak mau melihatnya, suruh dia pergi…” ucap Selena.


“Tidak dengar apa yang dikatakan Selena? Pergi” usir Daniel.


“Kau pikir kau siapa hah berani memperlakukanku seperti ini?!”


“Tuan muda keluarga Jasson sekaligus pemilik rumah sakit ini, kenapa? Punya masalah Nyonya Georgino?” tanya Daniel dengan senyum sinisnya membuat sekujur tubuh Yeni gemetar menahan amarah.


“Maaf, adikku tak ingin melihat kalian disini. Jadi bawa pergi wanita itu kerumah sakit lain, karena rumah sakitku…tak mampu mengobatinya”


Joe menggenggam tangan Daniel, Daniel menatap Joe dengan spontan. Ada apa? Kenapa Joe tersenyum sinis begitu kepadanya?. Apa lagi yang adiknya rencanakan?.


“Alex, tangani dia”


Mata Selena dan Joe saling menatap, Selena mengembang senyum saat Joe juga mengembang senyum. Apa yang mau Joe lakukan? Ia tak paham sama sekali.


Alex menganggukkan kepala dan segera masuk kedalam UGD sedangkan Yeni langsung masuk kedalam lift menuju ruangan putranya yang masih belum sadarkan diri.


Brangkar Jennifer pun didorong keluar dari UGD oleh beberapa perawat. Selena menahan brangkar Mamanya saat hendak dimasukan kedalam lift khusus pasien. Ia mendekati Mamanya, membisikan sesuatu ditelinga Mamanya.


“Luka yang ada di tubuh Mama…adalah awal dari pembalasanku. Mama istirahat dengan tenang, aku yang akan mengantikan Mama…untuk menghukum orang-orang ini” bisik Selena seraya mengecup singkat pipi Mamanya.


Brangkar Jennifer pun didorong masuk kedalam lift, Selena menghembuskan nafasnya. Ia harus mandi, ia harus menjernihkan pikirannya. Tadi ia lost control, iblis ditubuhnya berhasil menguasainya membuatnya tersulut emosi dan melampiaskan semuanya.


“Kau pasti lelah, ayo pulang dulu. Nanti kesini lagi” ucap Leo.


“Iya”


*


Hans membuka matanya dengan perlahan, ia menjernihkan pandangannya. Ia menatap semangkuk bubur yang sudah tersedia diatas kabinet. Ia mengambil bubur itu dan memakannya, ia ingin segera pulih dan menemui istrinya. Ia benar-benar tak bisa membiarkan Jennifer menceritakan semuanya kepada istrinya.


Assistant Gerry masuk dan membungkuk hormat kepada Hans. Hans menganggukkan kepalanya membuat pria itu menegakkan badannya.


“Ada apa?”

__ADS_1


“Tuan muda, Nona Chu dilarikan kerumah sakit ini”


“Ada apa dengan wanita itu?” tanya Hans dengan nada sengitnya.


“Sebuah pisau menancap di mata beliau, jadi beliau harus segera mendapatkan penanganan. Dan telinga Nyonya besar juga mengalami sobekan”


“APA?!” ucap Hans tak percaya.


“Be-benar Tuan, hari ini tangan kanan Nyonya membawa Nona Chu kemari dengan kondisi hampir kritis. Dan sekarang, dokter Alex masih melakukan operasi terhadap beliau”


Hans memijat pelipis matanya, siapa yang sudah melakukan hal itu kepada Yolanda? Ah, tapi itu bukan urusannya. Ia tak peduli dengan apa yang terjadi kepada wanita itu.


Hans begumam pelan, tapi siapa yang berani melukai Mamanya? Bukankah Mamanya selalu membawa bodyguard kemanapun dia pergi? Lalu kenapa Mamanya bisa sampai terluka, dibagian telinga pula.


“Karena apa telinga Mama terluka?”


“Dari cerita tangan kanan beliau, sobekan yang terjadi dikarenakan sebuah pisau yang dilempar dari jarak jauh”


Hans semakin terheran-heran, melempar sebuah pisau dari jarak jauh dan tepat mengenai daun telinga? Jika bukan seseorang yang sudah terlatih, tidak mungkin bisa melakukannya dengan mudah. Dan juga…apa itu orang yang sama dengan orang yang sudah menancapkan pisau di mata Yolanda? Jika benar, seharusnya dia juga pernah melakukan hal yang sama sebelumnya.


“Di mana kejadiannya?”


“Café Canaria”


“Café Canaria, untuk apa Mama kesana?” guman Hans.


Selena mengosok rambutnya yang basah menggunakan handuk, Leo membuka pintu dengan perlahan dengan membawa makanan, seketika ia langsung menutup pintu dan menguncinya ketika melihat istrinya yang hanya menggunakan handuk dan belum ganti baju.


Dengan hati-hati ia meletakan makanan diatas cabinet dan memeluk istrinya dari belakang. Selena tersentak kaget mendapati suaminya yang memeluknya secara tiba-tiba.


“Hmmmm…sayang…aku menginginkannya lagi” ucap Leo sembari menyembunyian wajahnya dileher istrinya. Ia menempelkan bagian tubuhnya yang mengeras ditubuh istrinya.


“Ughhh Leo…” leguh Selena.


Selena membalik badannya, ia mencium bibir manis suaminya dengan lembut, Leo tersenyum dan membalas ciuman yang diberikan istrinya.


Selena melepaskan ciumannya, ia mendorong tubuh Leo hingga jatuh berbaring ditempat tidur. Selena mendekati tubuh suaminya, ia menduduki perut suaminya lalu dengan lihai ia melepaskan dasi suaminya.

__ADS_1


“Sa-sayang…” ucap Leo gugup, ini istrinya? Kenapa menjadi begini?!.


“Hmmmmm…”


Selena mengikat kedua tangan suaminya membuat Leo seketika menelan ludahnya. Apa istrinya ingin bermain diatas kali ini?. Leo bangkit dan menyesap leher jenjang istrinya dengan lembut, tangan Selena langsung berpengan pada bahu Leo dan menggigit bibir bawahnya ketika bibir Leo berpindah ke buah dadanya.


Leo mengeraskan rahangnya, ia melepaskan ikatan dasi yang dibuat istrinya dan langsung menyibakan handuk yang melilit tubuh istrinya. Selena langsung menutupi buah dada dan area vitalnya, entah kenapa…kali ini ia benar-benar gugup. Sentuhan Leo bisa membuatnya lupa diri seketika.


Leo menyingkirkan tangan istrinya tangan Leo dengan lembut meremas buah dada istrinya membuat ******* merdu menyapu mendengaran Leo. Namun Leo langsung menghentikan kegiatannya saat teringat akan sesuatu.


“Sayang…boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Leo.


“Ada apa Leo…?” tanya Selena dengan suara seraknya.


“Kau…sudah tau, jika kau pernah keguguran?” tanya Leo dengan suara lirihnya.


Selena menatap suaminya yang memasang tatapan sendu, kenapa suara Leo terdengar bersalah begitu?.


“Karena…hari itu, aku ingin memberitau Hans mengenai kehamilanku. Tapi tuhan lebih menyayangi bayiku, jadi dia mengambilnya kembali” jawab Selena dengan senyumannya, Leo menggigit bibir bawahnya melihat senyuman menyakitkan istrinya. Senyuman yang memiliki dua arti, antara mengungkapkan kesedihan mendalam dan sebuah kekecewaan besar.


“Tapi…aku janji…aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, aku berharap…prosedur yang kita jalani berhasil. Jadi kita bisa bersama-sama menjaga anak kita nanti. Papa dan Mama bisa menjaga bayiku, aku yakin itu” tambah Selena.


Leo memeluk tubuh istrinya dengan erat, bagaimana bisa…bagaimana bisa istrinya begitu tegar seperti ini?.


“Dan Leo, jika kita punya anak…nama apa yang akan kau berikan kepada mereka?”


Leo tersenyum menanggapi ucapan istrinya, istrinya benar-benar menginginkan seorang bayi. Dan ia harap, itu akan segera tercapai.


“Jika kita punya anak laki-laki, aku akan memberinya nama Leon. Dan jika kita punya anak perempuan…aku akan memberikannya nama Leona”


“Leon dan Leona?” tanya Selena.


“Iya, ada nama kita berdua disana. Jadi…aku ingin, anak kita tumbuh seperti dirimu. Aku ingin mereka menjadi anak yang kuat, aku ingin mereka mempunyai hati malaikat seperti dirimu”


“Dan mereka, akan mirip denganmu” tambah Selena memeluk erat suaminya.


Leo memeluk tubuh istrinya dengan erat, Leon dan Leona…itu adalah nama akan mereka kelak. Entah dimasa sekarang atau dimasa yang akan datang.

__ADS_1


Leon & Leona : Leo x Selena


__ADS_2