
.
.
.
“Rahasia dari A – Z mana yang tidak kuketahui? Akan kukatakan satu persatu rahasia yang kalian sembunyikan dariku”
Tak berselang lama Rafindra turun membawa laptop Selena. Selena menerima laptopnya dan Rafindra kembali bertekuk lutut ditempatnya semula.
“Sayang…apa yang kau katakan…ti-tidak rahasia yang kusembunyikan darimu”
“Shut up babe…sit down here, come on…please?”
Hans tak berani bergeming dari tempatnya sedikitpun. Jika sampai benar jika Selena mengetahui apa yang ia sembunyikan… tertutup sudah semua jalannya untuk mendapatkan Selena.
“Hmmmm…aku akan mengatakan hal yang menjadi alasan utamaku meninggalkanmu dan memilih bersama Leo. pasang telingamu baik-baik”
“Dederick Hans Georgino dan Bellina Yosfinda Ciel. Menyewa kamar presidential suite pada hari ini tanggal 10 bulan 2 tahun XXXX. Masih dengan orang yang sama, pada tanggal 14 dan masih dibulan yang sama Dederick Hans Georgino dan Bellina Yosfinda Ciel kembali terlihat memasuki hotel. Setelah itu tanggal 18, Dederick Hans Georgino memberikan Bellina Yosfinda Ciel sebuah penthouse di kawasan Deluxe. Lalu pada tanggal 17 bulan 3 Dederick Hans Georgino bersama dengan seorang selebriti terkenal bernama Icelle Ikana Noan menyewa sebuah kamar presidential suite dan sehari setelahnya Dederick Hans Georgino membelikan sebuah villa dipegunungan. Setelah itu…”
“…” (Masih banyak, Thor kehabisan inspirasi nama sumpahhhhhhh
“Dan yang terakhir…ini yang sangat menggelitik perutku. Dederick Hans Georgino bercumbu mesra dengan Sekretarisnya didalam kantor, dan Merry…kau melakukan hubungan badan dengan Hans sebanyak…7 kali dalam 1 bulan. Jadi Hans…total wanita yang sudah kau tiduri adalah 48 orang termasuk aku. Dan sekarang Bellina Yosfinda Ciel dan Sekretarismu Merry sedang mengandung anakmu bukan? Usia kandungan Nona Ciel berusia 6 bulan sedangkan Merry, 2 bulan 5 hari. Selamat ya untukmu…”
“Oh ya satu hal lagi, semua uang yang diberikan Hans kepadamu sebagai uang bulananku…kau berikan kepada Bellina bukan? Kau memberikan uang itu kepada Bellina, bukan kepadaku”
Merry langsung terduduk lemas di lantai mendengar semua perkataan Selena begitupun dengan Hans. Merry dengan matanya yang berkaca-kaca menatap tak percaya Selena yang bisa mendapatkan informasi sebanyak itu.
“Ny-nyonya muda…”
“Se-selena…” ucap Hans dengan gemetar. Da-darimana Selena mengetahui itu semua? Dan sampai sedetail itu, bagaimana bisa didapatkannya?
“Kau beruntung tidak terkena penyakit kelamin karena berhubungan dengan banyak wanita. Tapi yang lebih mengejutkan adalah…aku adalah wanita pertama untukmu. Dan ada yang lebih mengejutkan lagi, bisa-bisanya kau sedih karena kehilangana anak didalam kandunganku disaat kau akan punya 2 anak dari Nona Ciel dan Sekretaris Merry. Entah kenapa aku merasa muak dengan ini”
“A-aku bi-bisa jelaskan…to-tolong biarkan aku menjelaskannya”
“Shut up babe. Sekarang Jansen…siapa yang lebih menjijikan antara aku dan Tuanmu? Aku berhubungan dengan 2 pria sedangkan Tuanmu berhubungan dengan 47 wanita lain selain aku. Kasihan ya…calon pewaris keluarga Georgino…lahir diluar pernikahan yang sah”
“Nyonya! Tolong maafkan saya!!” ucap Merry berlulut dihadapan Selena.
“Kau pintar acting Merry, pura-pura peduli kepadaku untuk menutupi rahasiamu dan Hans. Aku tau seorang pria memiliki nafsu yang besar, tapi aku tak menyangka. Bahwa ada pria yang bernafsu setiap saat sepertimu Hans…dan kau Hans. Berpura-pura peduli kepadaku, memanjakanku dengan kelembutanmu yang sesaat untuk menutupi rahasiamu. Sangat bagus…kau menerbangkanku kelangit lalu menghempaskanku ke bumi”
“Dan sekarang kau Jansen. Aku tau apa alasanmu membenciku seperti ini, itu dikarenakan…Alice tunanganmu bukan? Mamaku membunuh tunanganmu itulah yang membuatmu membenciku, tapi…kau salah jika balas dendam kepadaku. Karena aku…akan terus balas dendam sampai semua amarah dihatiku…tidak ada atau hilang sepenuhnya”
Disaat kesuraman ditempat itu melanda tiba-tiba seorang wanita dengan perut yang membuncit masuk kedalam kediaman Hans yang langsung membuat wajah Gerry, Peter, dan William memucat. Selena menoleh kearah pintu, oh? Pemeran wanitanya datang ternyata.
“Hans…apa kau sudah lebih baik? Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?” ucap wanita itu menghampiri Hans yang terduduk dilantai.
“Siapa yang menyuruhmu kemari…” geram Hans.
“Hans…aku khawatir kepadamu…ayo kerumah sakit. Aku tak mau kau kenapa-napa”
“Ada apa ini? Sekretaris Merry, kenapa kau duduk dilantai? Dan siapa kau?” tanyanya menatap kearah Selena.
Selena berdiri dari tempat duduknya dan membenarkan blazernya. Melihat hal itu Hans langsung berdiri dan mengenggam kedua bahu sempit Selena.
“Berpura-pura sedih karena kehilangan anak dariku…aku benar-benar membencimu” sinis Selena.
“Anak di kandungan Merry dan Bellina akan menjadi milik keluargaku!! Mereka anak milik keluarga Georgino!! Hanya anak darimu yang akan menjadi milikku!! Hanya anak darimu yang akan kuakui sebagai anakku!!” ucap Hans dengan air mata yang terus mengalir, ia benar-benar akan gila jika terus seperti ini!.
“Ha-hans…” Bellina gemetar tak percaya mendengar ucapan Hans. Jangan bilang wanita yang tengah berdiri dihadapan Hans dengan wajah dinginnya saat ini adalah istri kontrak Hans yang membuat Hans mati-matian tidak mau menikahinya?.
“Kumohon…maafkan aku…maafkan aku…aku tak bisa menjaga anak kita dengan baik…”
“Aku tak akan memaafkanmu begitu saja setelah apa yang kau lakukan kepadaku…dan jangan sebut anakku dengan ‘anak kita’ karena aku membenci panggilan itu untuk anakku yang tiada”
Setelah mengatakannya Selena menepis kasar tangan Hans dan menatap dingin Merry dan Bellina secara bergantian. Harus ia akui, Merry benar-benar pandai beracting tapi wanita itu tak pandai menyembunyikan rahasianya sendiri.
“Kau sudah seharusnya menerima piala Oscar tahun ini Merry, actingmu sangat membuatku terharu. Terima kasih atas jasa pura-pura pedulimu itu”
__ADS_1
“Dan satu hal lagi Hans, sekalipun Leo akan menceraikanku. Aku tak akan pernah kembali ke masa laluku. Jadi, kubur dalam-dalam harapanmu untuk bisa kembali mendapatkanku”
Yeni yang tiba-tiba datang langsung mendorong bahu Selena, Selena menatap dingin Yeni yang tengah memeluk Bellina. Ahhhh mertua dan menantu yang menyebalkan. Bisa-bisanya hari ini ia terganggu oleh sekelompok orang yang tak memiliki batasannya ini.
“Kau!!! Untuk apa kau kemari hah?! Tidak cukupkah kau dengan melenyapkan Yolanda dan sekarang kau ingin melenyapkan cucuku?!”
“Hhmph, Yeni…sepertinya kau lupa jika anak bungsumu, masih bersama dengan diriku. Tapi tenang saja, aku belum membunuh anak bau kemarin sore itu”
“Kau!! Jika sampai besok kau belum mengembalikan putraku, jangan harap kau akan mendapat toleransi dariku”
“Memang aku butuh toleransimu? Simpan baik-baik toleransimu kepadaku, karena aku sangat tidak membutuhkannya”
“Bi-bibi…”
“Jangan takut Bellina, wanita ini tidak akan menyakitimu dan anakmu. Pergi kau sekarang juga!” usir Yeni kepada Selena.
“Terkadang pura-pura polos memang sangat dibutuhkan dalam suatu keadaan, tapi kau salah jika berpura-pura polos dihadapanku. Karena saat ini…kau salah menggunakan topengmu”
“Sudah selesai sayang bicaranya?”
Leo yang datang langsung menghampiri Selena dan membawa tubuh kecil itu masuk kedalam pelukannya. Selena mendongkakan kepalanya menatap suaminya, kenapa suaminya selalu datang disaat yang tepat?! Apa suaminya memata-matainya?!.
Leo menyentuh dagu istrinya, mendongkakan kepala kecil itu dan mencium bibir manisnya. Selena terkejut mendapati suaminya yang tiba-tiba menciumnya. Ia yakin suaminya sedang cemburu sekarang.
“Cemburu ya?”
“Kau mengenal baik diriku sayang…” jawab Leo.
Selena hanya bisa tertawa kecil melihat wajah sendu suaminya. Lucunya jika suaminya sedang cemburu seperti ini. Hans yang melihat itu hanya bisa mengeraskan rahangnya, tangannya mengepal penuh kegeraman.
“Oh ya, perkenalkan. Dia Leonardo…suamiku. Jadi kau tenang saja, aku tak akan merebut Ayah dari calon anakmu. Karena mataku tidak tertarik lagi kepadanya. Sayang…ayo pergi, anakmu sangat ingin melihatmu”
“Oh ya? Kalau begitu ayo pergi sekarang. Oh ya Nyonya Georgino. Ada kabar baik mengenai putramu, putramu masih hidup sampai sekarang danjuga…dia bukan lagi seorang pria. Jadi anda punya putri sekarang”
Yeni terdiam, apa maksud dari perkataan Leo? Putranya bukan lagi seorang pria? Apa yang sudah terjadi kepada putra kesayangannya?!.
“Berhenti kalian…” ucap Hans langsung menghentikan langkah Leo dan Selena. Leo memutar kepalanya, tangannya dengan sigap langsung mencegah tangan Hans yang hendak memukulnya.
Plakkkkk!!
Tamparan langsung dilayangkan Selena kepada Hans. Leo dan lainnya sama-sama tercengang melihat tindakan Selena yang tiba-tiba. Hans menyentuh pipinya, apa wanitanya baru saja menamparnya?.
“Jaga perkataanmu dihadapan suamiku” dingin Selena.
“Apa aku salah mengatakan hal itu?! Sejak awal kau adalah wanitaku!! Kau milikku!! Kau bukan milik Leo!!” geram Hans.
“Sejak kapan wanitaku menjadi milikmu hah?! Dia milikku, dia wanita milik Leonardo!! Kedua orang tuanya, sudah mempercayakannya kepadaku!! Jadi atas dasar apa dia menjadi hak milikmu?!” sinis Leo memasang badan untuk istrinya.
“Dia milikku!! Aku adalah pria pertama untuknya!! Jika saja kau tidak datang diantara hubungan kami…maka aku akan menikahinya secara sah baik Negara maupun agama setelah kontrak kami selesai!!” ucap Hans.
Ucapan Hans langsung mengejutkan semua orang yang berada tanpa terkecuali si empu. Selena pun langsung terkejut mendengar ucapan Hans, apa pria ini sedang mabuk sampai mengatakan hal seperti itu?.
“Ya…kau bisa melakukan hal itu, jika dalam MIMPI!”
Wei sontak menahan tawanya yang hendak terlepas mendengar ucapan Tuan mudanya. Sedangkan Rafindra menggigit bibir bawahnya agar tidak tertawa.
“Mimpi?! Aku bisa melakukannya!! Jika kau mati…aku akan mendapatkan Selena kembali!! Dan aku akan terus mengikatnya bersama denganku!!”
“Sekalipun jika aku mati…aku akan mempercayakan istriku kepada Daniel. Aku tak akan…membiarkan pria yang kasar sepertimu kembali dekat dengannya. Kau bisa terus berimajinasi untuk bisa menikahi istriku, sampai kau gila kau boleh melakukannya”
“LEONARDO!!!!” teriak Hans dengan geramnya.
“DEDERICK HANS GEORGINO!!!!” teriak Leo wajah wajah piasnya.
Selena yang melihat wajah pias suaminya langsung menutup mulut rapat-rapat dan menyembunyikan wajahnya dipunggung suaminya. Semarah-marahnya Leo, ia belum pernah melihat Leo yang berteriak geram seperti itu
“Kau perlu ingat satu hal. Bahwa…wanita yang dipilih, dan dinikahi secara agama maupun Negara oleh pewaris keluarga Iskandar gelarnya sebagai Nyonya Iskandar tidak akan pernah terlepas darinya. Sekalipun jika suaminya menceraikannya ataupun mati!! Jadi…sekalipun aku mati, jangan harap kau bisa mendapatkan istriku lagi”
“Hans!!!! Apa yang kau inginkan dari wanita bekas seperti dirinya?!! Ingat!! Kau dan Bellena akan segera menikah!!!” geram Yeni. Apa yang sudah dilakukan wanita itu sampai-sampai Hans menggilainya sampai seperti ini?!!.
__ADS_1
“Diam!!!! Jangan ikut campur lagi ma!!! Sudah cukup Mama ikut campur dalam masalah pribadiku!!! Aku sudah menuruti keinginan Mama untuk menghamili Bellena dan Merry!! Jadi seharusnya sudah cukup Mama ikut campur!!!” teriak Hans.
“Jaga bicaramu didepan Ibumu Hans!!!” geram Yeni.
“Dan ya Hans…aku dan istriku tidak bersama selama 2 atau 3 tahun. Kami bersama selama lebih dari 16 tahun, dia sudah dianggap sebagai anggota resmi keluarga Iskandar. Jadi jika kau berani macam-macam…siapkan arena tempur untuk keluargamu dan keluargaku” dingin Leo.
“Tu-tuan Iskandar…sa-saya tau sedikit tentang istri anda. Ta-tapi…bu-bukankah me-memang tidak pantas bagi seorang wanita yang masih memiliki hu-hubungan dengan pria lain menikah dengan tunangannya? Wa-wajar ji-jika Hans marah…” Bellina berkata dengan nada hati-hati karena takut akan tatapan tajam Leo.
“Kau-!”
Selena meletakkan jari telunjuknya dibibir suaminya membuat Leo secara spontan menghentikan ucapannya. Leo memundurkan langkahnya beberapa meter, Selena membalik badannya dan menatap Bellina dengan sudut bibir yang terangkat.
“Hei, ada yang tidak kau ketahui. Dari awal, aku sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan Hans. Dia menjadikanku sebagai istri kontraknya dengan nama palsuku. Jadi secara otomatis, pernikahan kontrak kami tidaklah sah. Aku banyak dirugikan karena hal ini, masa mudaku, kesucianku, dan waktuku…terbuang sia-sia disini. Tapi…sekalipun Hans adalah suamiku yang sah didalam kontrak, aku tetap bisa menikahi Leo. Dan itu akan menjadi pernikahan ganda”
“A-apa?” ucap Hans, Jansen, Bellina, dan Yeni bersamaan.
“Yahhhh…Hans bisa melanggar perjanjian didalam kontrak pernikahan dengan berhubungan dengan wanita lain disaat kontrak masih berjalan. Jadi seharusnya aku mendapat wewenang yang sama, jadi aku bisa menikahi pria lain yang kucintai. Dan ya, jika Hans bisa menanam benihnya di rahim wanita lain. jangan salahkan rahimku
yang ditanami benih pria lain. Karena…dia dulu yang memulainya” ucap Selena sembari menatap Hans.
“Kau seorang wanita!! Kau tak punya hak atas hal seperti itu!! Kau seharusnya bisa menjaga martabatmu sendiri!!” bentak Bellina namun detik itu juga wanita itu langsung menutup rapat-rapat mulutnya, sial…ia ceroboh.
“Jika suami kontrakku tidak bisa menjaga martabatnya sendiri kenapa aku harus menjaga martabatku untuk menguntungkannya? Hans akan di cap baik meskipun dia menikahi lebih dari 100 wanita, tapi aku sudah di caci maki karena menikahi wanita yang tak lain adalah calon suamiku sendiri. Dan sepertinya…kau baru saja menyindir kasta pria dan wanita” dingin Selena kepada Bellina.
“A-aku…”
“Jangan membuka topik tentang kasta seorang wanita dan pria itu berbeda. Karena…dimataku, pria dan wanita sama. Mereka punya hak yang sama, jadi…jika kau mengatakan aku tidak bisa dan Hans bisa. Bunuh diri saja sebelum aku menyiksamu”
“Beraninya kau berkata seperti itu!!!” geram Yeni.
“Nonaku belum menyelesaikan perkataannya dan beraninya kau memotongnya” geram Wei yang mencekal tangan Yeni yang sudah terangkat. Yeni langsung menarik tangannya dari genggaman Wei.
“Dan juga…lihat posisi orang yang sedang kau ajak bicara. Kau baru calon menantu keluarga Georgino sedangkan aku adalah Nyonya Iskandar. Jadi…perhatikan sikap dan tutur katamu. Jangan menjadi wanita yang tidak mempunyai etika” dingin Selena menatap tajam kedua mata Bellina membuat wanita itu seketika gemetar.
“Dan ya Hans, beasiswa yang diberikan kampusmu kepadaku. Aku ingin melepasnya, aku akan melanjutkan kuliahku di Negara lain”
“A-apa?! Tapi, kenapa?!” ucap Hans. Kampus adalah satu-satunya tempat yang bisa ia gunakan untuk menemui Selena.
“Kau pikir aku tidak tau apa yang kau pikirkan? Karena kau adalah pemilik kampus itu kau bisa dengan muda menemui istriku saat disana. Daripada keamanan istriku terancam, lebih baik aku memindahkannya ke kampus lain yang lebih menjamin keamanannya”
Leo melepas jasnya dan memakaikannya dibahu sempit istrinya, ia memeluk bahu istrinya dan melangkah kakinya untuk pergi dari kediaman Hans.
“Tunggu sebentar sayang…ummm and…Mr. Hans, I’m so sorry for Your Baby” ucap Selena sebelum pergi bersama Leo.
Ucapan Selena kembali membuat Hans meneteskan air matanya. Sakit…dadanya benar-benar sakit!!. Jika ia tau kehilangan anak dari wanita yang sangat ia harapkan sesakit ini, lebih baik ia melakukan vasektomi dan ia tak akan mau punya anak lagi kedepannya.
Leo membuka pintu untuk istrinya, Selena tersenyum dan masuk kedalam mobil. Ia mengambil ponsel suaminya yang berada di kursi belakang.
“Sayang, mau kemana sekarang? Mau jalan-jalan dulu?”
“Hmmmm…aku mau keperpustakaan, bagaimana? Dear mau kesana?” tanya Selena.
“Baiklah, nanti malam menginap di hotel dengan Daniel dan Joe. Besok baru terbang ke Jerman”
“Okey…”
Leo tersenyum dan menatap istrinya yang tengah bermain dengan ponselnya.
“Sayang…boleh kubuka kontak telfonmu?”
“Hm? Kenapa minta izin? Buka saja, kau apakan hp itu juga tidak masalah. Asalkan jangan hapus permainannya”
“Iya…”
Selena mengerutkan keningnya ketika melihat kontak telfon suaminya, serius suaminya hanya punya nomornya, nomor Daniel, Paman Hendrick, dan Paman Alexandra saja? Yang lain tidak disimpan?!.
“Aku hanya menyimpan nomor yang penting saja, yang tidak penting tidak perlu ku simpan” ucap Leo.
.
__ADS_1
.
.