Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 136 : Ditangkap lagi?!


__ADS_3

.


.


.


Leo menatap dingin Hans yang belum berbicara apapun, semua orang sudah pergi. Untuk apa pria itu belum juga bicara?. Tiba-tiba pintu terbuka, Selena berlari memeluk suaminya. Leo menatap gemas istrinya, sudah tau sedang berbadan dua masih saja berlarian.


“Kenapa hm? Jangan lari-lari, nanti terpeleset bagaimana?”


“Coba tebak, apa yang baru saja kudapatkan?”


“Hm? Apa Daniel memberimu sesuatu?” tanya Leo membelai lembut rambut istrinya.


“Bukan! Aku mendapatkan album fotomu! Aku sudah melihat semuanya!”


“A-apa?! Darimana kau mendapatkannya?!”


“Dari Daniel! Daniel bilang, temannya yang memberikan itu!”


“Derian sialn!! Beraninya pria itu!!”*


“Mienya sudah habis? Bagaimana rasanya?” tanya Leo mencoba mengalihkan pembiacaraan. Jangan sampai istrinya bertanya sesuatu yang jawabannya benar-benar memalukan!.


“Rasanya enak! Aku suka!’


“Baguslah jika kau menyukainya”


Selena menatap Hans yang masih diam di tempatnya, kenapa Hans tidak pergi? Apa dia ingin membicarakan sesuatu dengan suaminya?.


“Kenapa masih disini? Kau tidak sibuk?”


“Aku ingin bicara dengan Leo” jawab Hans.


“Ohhhhh…oh ya Hans, aku ingin tau apa laptopku masih ada di tempatmu kan? Beberapa barangku juga masih disana kan?” ucap Selena.


“Iya, masih ada di tempatnya” jawab Hans sembari tersenyum.


“Sayang, boleh aku pergi mengambilnya bersama Joe? Aku butuh laptopnya, ada beberapa file penting disana. Beberapa barang kita juga ada di koper!” ucap Selena menatap suaminya.


Leo menatap dingin Hans yang menampilkan senyum sinisnya. Ia tau apa yang dipikirkan Hans saat ini!.


“Tidak perlu, aku akan membelikanmu semua barang yang tertinggal disana. Untuk laptopmu, nanti kubelikan yang baru. Untuk masalah file yang ada didalamnya, biar diurus Rendra dia yang akan kesana”


“Hmmm Okey! Kalau begitu aku akan keluar, Daniel bilang dia punya game baru!” ucap Selena dengan mata berbinarnya.


“Jangan terlalu sering main game sayang”


‘Tidak kok! Hanya 1 jam! Nanti belajar lagi! Janji!”


“Baiklah, jangan lari-lari ya”


“Oh ya Hans!”

__ADS_1


“Hm?”


“Cek yang kau tinggalkan diatas meja, ada didalam laci! Aku belum mengunakannya sama sekali! Nah sayang, see you…” ucap Selena sembari mengecup pipi Leo sebelum keluar dari ruang rapat suaminya.


Leo tertegun, cek? Cek apa yang dimaksud istrinya?. Apa ada hal lain yang belum ia ketahui?.


Sedangkan Hans langsung membatu ditempatnya. Cek yang selalu ia letakan diatas meja setelah selesai berhubungan badan dengan Selena tidak pernah digunakan sama sekali?! Itu berarti Selena tidak pergi membeli obat pencegah kehamilan?!.


“Bicaralah, jangan membuang waktuku”


Mendengar suara Leo membuat Hans langsung tersadar dari lamunannya. Ia hampir saja lupa jika Leo tidak mengingatkannya tadi.


“Kau mencintai Selena, Leo?” tanya Hans.


“Sangat, kenapa? Masalah?”


“Tidak, Jennifer berada di tanganku saat ini…seharusnya kau tau apa yang harus kau lakukan…” ucap Hans dengan senyum sinisnya.


Mendengar hal itu Leo langsung tersentak kaget. Jennifer berada di tangan Hans?! Bagaimana bisa Jennifer tertangkap lagi oleh Hans?! Dan apa Wei tidak berada di sampingnya?!.


“Apa yang mau kau lakukan sial*n?!” geram Leo.


“Mudah, 2 hari lagi. Adalah pesta besar bagi para Tuan muda, aku ingin…kau mengajak Selena dan memperkenalkannya sebagai istrimu diacara itu”


“Tidak akan! Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan bajin*an-bajin*an itu melihat istriku! Jangan macam-macam Hans…aku lebih kasar dari yang kau pikirkan” geram Leo langsung menarik kerah kemeja Hans.


Hans tersenyum sinis melihat wajah pias Leo. Sejak awal ia sudah menduga jawaban Leo, ‘Pesta para Tuan muda’ adalah hal yang menjijikan bagi mereka. Karena disana juga terdapat istilah lain yang mengambarkan pesta itu yaitu’Sex bebas’.


“Kalau begitu…besok, kau akan mendengar kematian Jennifer!”


Suara Selena langsung mengejutkan Hans serta Leo. Leo langsung berlari menghampiri istrinya, dengan erat ia memeluk istrinya. Matanya menatap tajam Hans yang tengah tercengang.


“Se-selena…”


“Aku akan menghadirinya bersama dengan Leo, asalkan…jangan sentuh Mamaku. Bahkan sehelai rambutnya, tidak boleh berkurang. Kau bisa pergi sekarang, aku tak ingin melihatmu lagi”


“Tidak! Dengarkan penjelasanku terlebih dulu!” ucap Hans bangkit dari tempat duduknya.


“Keluar!!!! Jangan membuat istri dan anakku tertekan!!!” teriak Leo penuh kegeraman.


“Jangan lukai Mama…aku minta kepadamu, jangan melukai Mama…” lirih Selena.


“Tenang sayang, Mama akan baik-baik saja okey? Jika kau seperti ini, itu mempengaruhi bayinya” ucap Leo sembari tersenyum.


“Suruh dia pergi, aku tak mau melihatnya…” ucap Selena masuk kedalam pelukan suaminya.


“Hans, pergilah. Selena sedang mengandung, jangan membuatnya tertekan” ucap Daniel memberikan jaznya kepada Leo agar dipakaikan dibahu Selena.


Hans menggigit bibir bawahnya, sial*n! Kenapa Selena harus mendengar pembicarannya dengan Leo?! Hancur! Rencananya hancur total!.


“Baik! Tepati ucapanmu maka aku tak akan menyentuh Mamamu. Jika sampai kau tidak datang, kau tau apa yang akan kulakukan” ucap Hans merapikan pakaiannya dan keluar dari perusahaan Leo.


“Kita tidak akan pergi ok? Aku akan meminta Pamanmu menyelamatkan Mama. Jangan takut, aku disini”

__ADS_1


Selena menganggukkan kepalanya dengan perlahan. Ia memeluk erat tubuh suaminya.


.


.


.


Leo menghempaskan tubuhnya di sofa ruangan perusahaannya. Ia memang tidak pulang karena istrinya menolak untuk diajak pulang ke apartement. Ia mengusap leher belakangnya dengan aneh, tumben sekali malam ini istrinya tidak merengek untuk ditemani tidur. Dan juga, bagaimana bisa istrinya tenang-tenang saja saat ia tinggal rapat? Bisanya membuat ulah.


“Hahhh…lebih baik aku mandi”


Leo masuk kedalam kamar mandi dan menguyur tubuhnya dengan air dingin. Rapatnya baru selesai pukul 10.00 PM! Ia berharap semoga istrinya sudah tidur, dengan begitu ia bisa tenang. Jika istrinya belum tidur, ia harus mati-matian menahan hasratnya.


Setelah selesai membersihkan tubuh, ia membuka pintu ruang istirahatnya. Ia menatap gundukan selimut, ia tersenyum melihat istrinya yang sudah tertidur lelap. Namun ia lebih memilih menyelesaikan beberapa pekerjaannya terlebih dulu sebelum pergi kealam mimpi bersama dengan istrinya.


“Ahhhh…hujannya lebat sekali. Aku penasaran dengan keadaan Mama sekarang, apa mereka sudah menemukan Mama? Kenapa tidak ada kabar sama sekali?” ucap Leo menatap kesal ponselnya.


Math masuk membawakan sebuah coklat panas untuk Leo. Leo menganggukkan kepalanya meminta pria itu meletakkan minumannya diatas meja.


“Bagaimana Math?”


“Maaf Tuan muda, sedang terjadi gangguan internet karena badai. Namun saya akan segera memperbaikinya”


“Jadi masih belum ada kabar?”


“Kabar terakhir dari bawahan anda, Nyonya Jennifer berada di markas bawah tanah milik Tuan muda Hans”


Leo melemparkan berkas yang sedang ia baca ketempat sampah. Sial*n! Hans sial*n! Pria itu benar-benar memaksanya!.


“Pergilah, kau bisa pulang”


“Tapi, bagaimana dengan Nyonya muda?”


“Dear sudah tidur, tentu saja akan baik-baik saja”


“Bu-bukan itu maksud saya, bagaimana jika Nyonya muda tiba-tiba menginginkan sesuatu? Lebih baik saya tetap disini”


“Aku akan membujuknya, kau istirahatlah juga. Jika kau tidak ingin pulang. Menginaplah di hotel sebelah”


“Baik, Selamat istirahat Tuan muda”


Math menutup pintu dengan perlahan, Leo menghembuskan nafasnya. Ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih, jika saja istrinya masih terjaga ia akan meminta pendapat istrinya mengenai hal ini, karena menurutnya pendapat dari istrinya adalah sebuah keputusan yang terbaik.


“Lebih baik aku tidur sekarang, besok pagi aku masih harus mencari Mama”


Leo masuk kedalam ruang istirahatnya dan mengunci pintu itu. Ia berbaring disebelah istrinya dan memeluk erat tubuh kecil itu. Leo menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya. Dan sekali lagi, aroma itu membuat hasratnya bangkit.


“Ahhhh sial…”


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2