
.
.
.
Daniel membuka matanya dengan perlahan, hidungnya mengendus. Siapa yang sedang memasak? Harum sekali wanginya. Apa jangan-jangan Joe sedang memasak dengan Selena?! Gawat! Jangan sampai gadis itu membakar dapur lagi!.
Daniel segera turun dari tempat tidur dan berlari keluar dari kamar. Ia tertegun melihat Selena yang sedang memasak makanan. tidak ada Joe, di mana gadis itu? Apa gadis itu belum bangun? Syukurlah jika begitu.
Daniel menatap intens Selena yang tengah memasak, kini akhirnya ia tau. Kenapa Leo bisa begitu mencintai Selena, pria mana yang tidak jatuh cinta kepada Selena? Selena cantik, pintar, baik, bisa mengurus rumah, bisa memasak, dan punya mental diatas rata-rata. Ia heran dengan Hans yang bisa-bisanya menyakiti berlian seperti ini.
Selena memebalik badnanya merasakan seseorang sedang mengawasinya. Ia tersenyum melihat Daniel yang sudah bangun tidur dengan ekspresi yang sulit dijelaskan.
“Daniel…Selamat pagi…ayo makan, aku akan bangunkan Joe”
“Jangan jangan, biar aku saja yang bangunkan bocah itu” jawab Daniel langsung menuju kekamar Joe. Ia membuka kamar Joe dengan perlahan. Ia tercengang melihat adiknya yang tengah tidur dengan posisi berantakan.
“Joe, bangun. Selena sudah selesai memasak makanan, kau mau makan tidak?”
“Ha?? Apa?? Selena?! Memasak makanan?!!”
Joe langsung bangun dari tidurnya, ia langsung turun dari tempat tidurnya dan berlari menuruni tangga menuju ruang makan. Selena tertawa lucu melihat Joe yang baru bangun tidur langsung duduk di meja makan. Keluarga Jasson unik juga ya.
“Wahhhh…kelihatannya enak!” ucap Joe.
“Basuh wajahmu dulu baru makan”
“Nanti saja…”
“Jika Selena bilang kau harus membasuh wajahmu maka lakukan saja, jangan banyak alasan” ucap Daniel sembari menarik kerah baju tidur Joe membuat gadis itu langsung memajukan bibirnya membuat Selena kembali tertawa lucu.
Joe langsung melepaskan idri dari Daniel dan masuk kekamar mandi dan membasuh wajahnya. Setelah itu kembali kemeja makan dan memakan makanan yang dimasakan Selena.
“Wahhhh…enak sekali…” ucap Daniel dan Joe bersamaan.
“Enak sekali?” tanya Selena dan dibalas anggukan oleh Daniel dan Joe.
Selena menatap Daniel yang tengah memakan masakannya, entah kenapa ia terpikirkan Leo. Apa suaminya sudah makan? Apa suaminya makan dengan baik disana? Apa suaminya tahan memakan masakan hambar itu?.
“Kenapa? Rindu Leo ya?” ucap Daniel dan Selena menganggukkan kepalanya.
“Dia pasti baik-baik saja, jika kau merindukannya. Telfon saja Jenderal besar”
“Tidak mau! Aku sedang kesal dengan Paman Hendrick! Aku sudah membacklist nomor ponselnya dari ponselku!” jawab Selena memakan makanannya dengan kesal.
Daniel menahan tawanya, sekarang ia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Jenderal besar Hendrick yang nomornya sudah di backlist oleh Selena. Sepertinya hanya Selena yang berani memperlakukan Jenderal besar seperti itu.
__ADS_1
“Kuantar, aku berangkat dengan Joe?” tanya Daniel.
“Dengan Joe saja, kau harus keperusahaanmu bukan?”
Ting tong!
Selena yang mendengar bel ditekan langsung buru-buru berjalan membuka pintu. Selena menatap wanita yang sedang berdiri didepan pintu apartementnya dengan pakaian yang rapi.
“Hallo Nyonya, saya adalah Sekretaris pribadi Tuan muda Jasson”
“Oh, Daniel!! Ada yang mencarimu!! Nona, ayo masuk” ucap Selena.
Wanita itu tersenyum hangat dan masuk kedalam apartement yang sangat rapi. Kerapian apartement itu membuat Sekretaris pribadi Daniel tertegun.
Daniel menatap kesal Sekretarisnya, untuk apa sekretarisnya datang pagi-pagi keapartement Selena?! Dan siapa yang mengatakan kepadanya bahwa ia tinggal diapartement Selena?!.
“Tuan muda, 1 jam lagi ada rapat penting yang harus anda hadiri”
“Harus?” tanya Daniel.
“Kau itu, kasihan Sekretarismu. Dia jauh-jauh datang kesini, sudah…cepat bersiap. Nanti terlambat”
“Iya…” jawab Daniel masuk kekamar mandi.
Disaat Daniel masuk ke kamar mandi, Selena membuatkan minuman untuk Sekretaris pribadi Daniel. Wanita itu berdiri dan membungkuk hormat kepada Selena yang meletakkan coklat hangat diatas meja.
“Tidak repot sama sekali, dan jangan panggil saya Nyonya. Aku merasa menjadi istri Daniel jika anda memanggil saya Nyonya”
“Ba-baik Nona…”
“Anda sudah makan? Jika belum, mari makan bersama” ajak Selena, masakannya masih banyak. Tidak mungkin jika habis jika dimakan untuk 3 orang.
“Sa-saya sudah makan, anda tidak perlu repot-repot” tolak wanita itu dengan lembut.
“Meskipun aku wanita, Tuan muda pasti cemburu jika aku makan bersama dengan Nona ini”
Beberapa waktu kemudian Daniel keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah rapi. Selena menyipitkan matanya, ia membuka laci dan mengeluarkan satu penjepit dasi darisana.
“Ayo berangkat” ucap Daniel membuat sekretarisnya langsung berdiri.
Selena mencekal tangan dnaiel saat pria itu hendak pergi, Daniel membalik badnanya. Kenapa Selena menghentikannya?.
Selena mendekat dan memasangkan penjepit dasi. Untuk soal pakaian, ia benar-benar benci dengan ketidak rapian. Daniel tersenyum, benar ia lupa untuk memakai menjepit dasi. Untung saja Selena menghentikannya sebelum pergi.
“Lain kali jangan lupa lagi”
“Iya, terima kasih”
__ADS_1
“Oh ya, nanti jika kau butuh sesuatu. Telfon saja aku” ucap Daniel sebelum pergi dengan Sekretarisnya.
Sesaat setelah kepergian Daniel, Joe dan Selena pun pergi ke kampus. Dan saat ke kampus mereka tercengang melihat para mahasiswa yang sedang menampilkan wajah frustasi mereka.
“A-ada apa ini?” tanya Joe dan Selena bersamaan.
“Selena! Joe! Apa kalian tau?! Selama 1 minggu kedepan! Kampus ini akan menjadi tempat memiliteran! Kita tidak boleh membaca ponsel! Bahkan kita tidak boleh keluar dari kampus ini mulai besok! Dan selama 1 minggu kedepan, kita kan dilatih layaknya tentara!!” senior Seo berbicara dengan nada begitu frustasi.
Joe langsung membeku dibuatnya, sedangkan Selena menghembuskan nafasnya. Sudah ia duga, tidak mungkin jika orang dari kemiliteran hanya datang dan mengetes kemampuan mereka saja.
Rektorpun berjalan mendekati mereka, semua mahasiswa tidak memperdulikan hal itu. Ia benar-benar frustasi atas pengumuman yang baru saja disampaikan dosen kepada mereka.
“Ha…ha…sepertinya kalian sudah tau ya?” ucap rektor melihat raut wajah Selena dan Joe.
“Apa maksud ini semua rektor? Kenapa mendadak sekali?”
“Saya juga kurang tau Nona Selena, tiba-tiba kampus ini akan dijadikan tempat latihan kemiliteran. Bahkan orang
dari kemiliteran bilang, ini adalah syarat untuk lulus dari kampus ini. Saya rektor baru, jadi saya kurang tau jika ada peraturan seperti ini. Dan saya juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Tuan Hans juga menyetujui hal ini”
Selena mengerutkan keningnya, syarat lulus dari Royal University adalah tes kemiliteran? Dan tes itu akan berjalan selama 1 minggu?! Apa-apaan ini! Dan bagaimana bisa Hans menyetujui hal ini begitu saja?!.
“Dan saya mohon bantuannya, gedung asrama…akan segera diubah menjadi kamp penginapan. Kalian diberi tugas untuk membuat kelompok yang terdiri dari 7 orang. Dan kalian bebas ingin memilih siapa” ucap rektor. Ucapan rektor langsung membuat semuanya bubar mencari anggota kelompok yang bisa diandalkan
Selena dan Joe hanya diam tak bergeming sedikitpun dari tempat mereka berdiri.
“Seo! Kau dengan siapa?” salah satu mahasiswa bertanya kepada senior Seo.
“Aku…aku dengan Selena dan Joe saja”
“Kalau begitu kami ikut kelompok kalian ya?! Jumlah kita sudah 7!” ucap pria itu dan hanya dibalas anggukan oleh senior Seo.
“Rektor, ada informasi lain mengenai siapa orang dari kemiliteran?”
“Saya tidak tau dengan jelas, tapi Tuan Hans bilang. Beliau adalah orang dari kamp Unit 7”
“Kamp 7? Oh…ternyata begitu…” batin Selena tersenyum sinis.
“Ya! Kalau begitu! Kita harus menunjukan kemampuan kita! Kalian tidak ingin gagal lulus hanya karena ini kan?! Mari bekerjasama!” ucap Selena dan disetujui oleh semuanya.
“Entah kenapa, aku merasa Selena punya niat lain…” batin Joe dengan keringat dingin yang membasahi dahinya.
.
.
.
__ADS_1