
.
.
.
Daniel bergegas menghampiri Selena ketika melihat gadis itu hampir tidak bisa menahan dirinya. Namun saat tangannya berada di bahu kecil itu, Selena langsung menepis tangannya dengan kasar.
“Mama jawab!! Mama tidak boleh diam seperti ini!! Katakan kepadaku apa yang sudah Mama sembunyikan dariku selama ini!! Aku berhak tau selama itu menyangkut keluarga Alexandra!!”
“Nyonya bisa terkena serangan mental jika Nona besar terus menekannya seperti itu…” para Mafia itu berkeringat dingin sendiri tanpa bisa melakukan apa-apa.
“Se-selena…” gugup Jennifer.
“Jawab aku Mama!!”
Degh!
Tiba-tiba tubuh Selena lunglai, Daniel langsung menopang tubuh Selena dengan tangan kanannya. Selena dengan tangan gemetar hebat memeganggi perutnya, sakit…perutnya sakit sekali…tanpa disadarinya, tangan kanannya mencengkram kuat lengan Daniel.
“Aghhhh Daniel…pe-perutku…”
Mendengar hal itu langsung membuat Daniel bergegas menggendong Selena keluar dari kastil itu menuju rumah sakit terdekat. Sedangkan Jennifer dan anak buahnya pun bergegas mengikuti kemana Daniel pergi.
Daniel menyetir mobilnya sembari memeluk Selena dengan begitu erat. Kekhawatiran menyelimuti tubuhnya, Selena terus menangis sembari memeluk perutnya.
“Apa Ryu baik baik saja? Apa aku melukainya…?” Selena berbicara dengan suara yang amat lirih.
“Tidak akan ada yang bisa membahayakan anakmu, aku berjanji…anakmu akan baik-baik saja”
“Ryu…Mamamu tidak marah kepadamu, tenang ya sayang…jangan membuat Mamamu kesulitan” ucap Daniel mencoba menangkan hati dan pikiran Selena.
Saat sampai di rumah sakit Daniel langsung membawa Selena ke UGD, dan tak butuh waktu lama dokterpun segera datang untuk memberiksa kondisi Selena.
“Dokter…bayiku…apa dia baik-baik saja?”
“Nyonya…anda harus tenang terlebih dulu” ucap dokter itu sembari memasang beberapa alat di perut Selena.
“Perutku sangat sakit…apa anakku terluka? Dia akan baik-baik saja bukan…?”
“Ryumu akan baik-baik saja Okey? Aku berjanji kepadamu” ucap Daniel sembari menggenggam erat tangan Selena.
__ADS_1
“Tuan, mohon anda keluar terlebih dulu, kami harus memeriksa istri anda”
“Hiks hiks…jangan pergi…aku tidak mau sendirian disini…” tangis Selena mulai pecah sembari menggenggam erat tangan Daniel. Ia tak mau Daniel pergi, ia ingin Daniel disisinya.
“Dokter, kumohon…biarkan aku disini. Aku akan mencoba menenangkannya” ucap Daniel.
“…baiklah”
.
.
.
Daniel duduk disebelah ranjang Selena sembari menggapai tangan kecil itu. Daniel mencium telapak tangan Selena yang kini sedang terbaring lemah dengan beberapa alat yang melengkapi perut ramping itu.
“Maaf…maafkan aku…”
Dokter mengetuk pintu ruang VVIP tersebut membuat Daniel langsung berdiri dari tempat duduknya. Dokter itu menghembuskan nafasnya dan berjalan mendekati Daniel.
“Kondisi istri dan bayi anda lemah, seharusnya anda tidak membiarkan istri anda emosi seperti ini. Jika ini terus terjadi, nyawa bayi di kandungannya akan dalam bahaya”
Daniel menggigit bibir bawahnya mendengar penuturan dokter wanita itu. Ia sama sekali tak berani mencegah Selena yang sedang meluapkan emosinya. Mentalnya belum cukup kuat untuk melakukan hal semacam itu.
“Saya sudah memberikan suntikan penguat janin, anda bisa bernafas lega. Tapi ingat untuk menghindarkan istri anda dari hal-hal yang memicu emosinya. Tubuh istri anda memang lemah, dan kehamilan beresiko tinggi untuk tubuhnya. Tapi saya yakin, anda bisa menjaga istri anda dengan baik”
Dokter wanita itu memberikan sebuah hasil USG kepada Daniel. Dengan tangan gemetar hebat Daniel menerima hasil USG itu, apa ini anak Leo dan Selena? Masih kecil sekali…
“Ryu…Mamamu adalah wanita yang kuat, kuharap…kau juga bisa bertahan didalam sana”
“Terima kasih dokter”
“Sama-sama Tuan, kalau begitu saya permisi”
Daniel kembali duduk di tempatnya. Ia terus menerus menatap hasil USG dari janin Selena. Menakjubkan! Selama ini, selama ia mendalami ilmu kedokteran…ia benar-benar kagum dengan hal semacam in. Bagaimana bisa ada makluk lain yang tinggal didalam perut ramping ini?.
“Cepat sembuh ya cantik…”
______________
Selena membuka matanya dengan perlahan, Daniel yang melihat itu mengembang senyum manis dibuatnya. Ia segera memanggil dokter, tak butuh waktu lama dokter datang dan segera memeriksa keadaan Selena dan calon anaknya.
__ADS_1
“Daniel…Ryu…apa bayinya baik-baik saja…?” Selena bertanya dengan suara paraunya.
“Syukurlah akhirnya kau sadar, Ryu baik-baik saja, dia pasti kuat didalam sana” ucap Daniel sembari membelai kepala Selena dengan lembut.
Daniel menggapai hasil USG dan memberikannya kepada Selena. Dengan mata yang berkaca-kaca Selena menatap hasil USG itu. Apa ini…bayinya?.
“Ini…Ryu?”
“Ya…ini anakmu, lihat…dia masih begitu kecil. Jika dia sudah besar, perutmu akan membuncit nanti”
Jennifer masuk keruangan Selena, Selena yang melihat kehadiran Mamanya langsung membuang wajah arah lain tak mau menatap wajah Mamanya. Jennifer menatap sendu putrinya, jika Selena sudah seperti ini…hanya ada satu cara untuk tidak membuatnya semakin marah, yaitu dengan mengungkapkan kejujuran.
“Aku tidak mau melihat Mama, Mama pergi saja” ucap Selena.
“Lihat Mama sayang, Mama akan mengatakannya jika kau melihat Mama”
“Aku akan melihat Mama jika Mama menjawab pertanyaanku”
Jennifer menghembuskan nafasnya, ia mengibaskan tangannya meminta dokter dan Daniel keluar dari ruangan mewah itu. Daniel dan para dokter yang lain menganggukkan kepala menyetujui permintaan Jennifer.
Jennifer duduk disebelah Selena, ia menepuk halus bahu putrinya meminta putrinya untuk melihatnya.
“Ya…foto itu diambil saat ulang tahunmu yang ke-2. Saat itu, Papamu izin keluar untuk menemui Hendrick dan George. Mama tidak tau di mana tempat itu, dan kenapa mendiang Tuan Jasson juga berada disana juga Mama tidak mengetahuinya. Tapi Papa mu pernah bilang kepada Mama, saat itu dia pergi karena hal yang penting dan tidak bisa diabaikan. Opamu menyuruh Hendrick, George, dan Papamu untuk melaksanakan tugas bersama-sama”
“Lalu kenapa Mama berbohong kepadaku kalau hari itu Papa sakit bukan menjalankan tugas?! Ada hal lain lagi bukan yang kalian sembunyikan?”
“Karena Mama tau! Dengan mengatakan hal itu hanya akan membuat semakin keras kepala untuk ingin ikut dengan Papamu! Tugas Papamu saat itu terlalu berbahaya! Itulah mengapa hendeirck, George, dan Papamu diberangkatkan bersama-sama! Saat itu…ke-7 kamp termasuk kamp utama mengalami masalah besar. Opamu tidak mau kau mengetahui hal ini jadi dia meminta kami menyembunyikannya darimu. Mama tidak tau alasan mengapa Opamu melakukan itu, yang Mama tau…selain Hendrick, George, dan Papamu…tidak ada orang lain lagi yang diberangkatkan bersama”
“Mama bohong lagi! Jelas-jelas ada 4 orang lain didalam foto itu!”
Jennifer terdiam seketika mendengar ucapan Selena, tidak mungkin! Ruvelis tidak pernah mau berbohong! Ruvelis bilang hanya ada dia, Hendrick, dan George yang diberangkatkan hari itu! Bahkan Ruvelis tidak menceritakan untuk apa keberadaan Tuan Jasson disana, dia hanya mengatakan bahwa dia tidak sengaja bertemu dengan Tuan Jasson hari itu.
“Tidak mungkin sayang! Papamu sendiri yang bilang kepada Mama bahwa hanya ada mereka ber-4 ditempat itu!”
“Lalu ini apa ma?! Jelas-jelas ada 4 orang lain disini! Dan juga siapa yang mengambil foto ini?! Perlu Mama ingat! Tuan dari 4 keluarga besar tidak mungkin bisa berkumpul disaat yang bersamaan tanpa adanya unsur ketidak sengajaan! Tahun itu, tahun itu hanya ada 4 keluarga besar yang diutamakan! Yaitu keluarga Alexandra, keluarga Iskandar, keluarga Jasson, dan keluarga Margareth! Jadi mereka ber-4 tidak mungkin bisa berada di tempat yang sama secara bersamaan! Jikapun bisa, mereka harus mempunyai surat resmi dari kamp utama untuk pergi menjalankan perintah di tempat yang sama! Dan perlu Mama ingat! Papa! Tidak akan mau menjalankan tugas di hari liburnya!”
Jennifer terdiam…ia terdiam bungkam mendengar ucapan putrinya. Ia tidak berpikir sampai sedetail itu, tahun itu…tahun itu tepat terjadinya kecelakaan beruntun yang dialami oleh Ibunya yang membuat ibunya tewas di tempat. Dan itu bersamaan dengan dikirimnya ke-3 Jenderal besar keluar dari Negara. Dan juga, dihari itu juga keluarga Georgino menerobos masuk kedalam keluarga besar dan menempati posisi nomor 4 setelah keluarga Jasson sehingga membuat keluarga Margareth tersingkir dari jejeran 4 keluarga besar. Jangan-jangan…
.
.
__ADS_1
.