Our Last Love

Our Last Love
Chapter 25 : Kau menyukainya bukan?


__ADS_3

.


.


.


Dokter Alex duduk dikursi kerjanya. Ia mengambil ponselnya berniat untuk menghubunggi Daniel dan memberitaukan kondisi Selena saat ini. Namun ia meletakan ponselnya kembali, mengurungkan niatnya menghubunggi Daniel.


Alex memijat kepalanya yang pusing. Pria itu bilang dia adalah kakak Selena, itu berarti Selena masih mempunyai keluarga. Lalu kenapa Tuan dan Nyonya nya mengadopsi Selena dengan alasan Selena tak punya keluarga?. Ah bukan urusannya juga, kenapa ia jadi pusing memikirkan itu?.


“Bagaimana bisa Assistant kecil mengalami benturan hingga separah itu?”


Dokter Alex bertanya kepada dirinya sendiri, ia heran. Sangat-sangat heran, dari luka kepala Selena. Selena baru dibawa kemari setelah 30 menit mengalami benturan.


Alex sangat penasaran dengan itu. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?. Apa seseorang mencoba melukai Assistantnya dengan sengaja?. Apa ia harus menyewa mata-mata untuk itu?.


“Alex, kudengar dari suster Selena ada disini. Dimana dia?” tanya Eugene masuk kedalam ruangan tanpa izin terlebih dulu.


“UGD”


“Ha? UGD?”


“Dia mengalami pendarahan dikepala bagian belakang. Jadi ada di UGD, 30 menit lagi dibawa keruang rawat”


“What?!!! Kenapa bisa begitu?!!”


“Ya mana ku tau! Tanya kalau dia sudah sadar nanti!” kesal Alex.


Eugene mengendus kesal mendengar ucapan pria yang notebenenya adalah kakak kandungnya. Alex berdiri dan menghampiri adiknya itu.


“Sebelum terlambat, yakinlah dengan perasaanmu sendiri”

__ADS_1


“Apa maksudmu?”


“Kau menyukai Selena bukan?”


Blussssss…


Eugene merona mendengar ucapan kakaknya. Alex hanya tertawa melihat wajah malu adiknya, adiknya itu tak bisa berbohong. Ia sudah tau adiknya menyukai Selena saat pertama kali mereka bertemu. Itu terbukti dari bagaimana cara Eugene memperlakukan Selena. Eugene tak pernah memperlakukan wanita seperti itu sebelumnya.


“Jika Selena sudah menyukai orang lain, kau tak bisa melakukan apa-apa”


“Jika Selena tidak ditakdirkan untukku, maka biarlah. Yang terpenting, aku tidak menyukai wanita lain saat hatiku masih menetap di Selena”


“Nah kan, kau selalu begini. Berjuanglah sedikit, apa kau juga bengkok seperti Daniel?”


“Enak saja! Aku normal!” semprot Eugene.


Alex tertawa keras mendengar ucapan adiknya. Ia pikir adiknya tidak normal seperti Daniel karena tak pernah mendekati wanita.


.


.


.


“Joe, kau kenapa sayang?”


“Ini loh ma, ponsel Selena tak bisa kuhubunggi. Aku takut dia kenapa-napa…”


“Kakakmu kan sudah menyewa mata-mata. Kita tunggu hasilnya dulu”


“Ah! 2 idiot itu! Awas saja kalian berdua nanti!”

__ADS_1


2 orang berpakaian serba hitam masuk dan membungkuk hormat.


“Kalian mata-mata yang disewa Daniel?”


“Benar Nyonya”


“Bagaimana hasilnya?”


“Dari hasil penyelidikan kami, sebelum Nona muda Selena ke sungai beliau bertemu dengan seorang wanita café”


“Wanita? Siapa dia?”


“Nyonya keluarga Georgino, Nyonya Yeni John Margareth. Beliau menampar dan menyiram kopi kepada Nona muda Selena”


Joe mengepalkan tangannya. Wanita tua sial*n itu berani sekali melakukan hal kotor seperti itu kepada adiknya. Cari mati ternyata, Mama dan Papanya mengangkat Selena sebagai adiknya. Jadi Selena adalah tanggung jawabnya, dan tak seorangpun boleh menindas adiknya.


“Ma, berikan perintah kepadaku. Aku akan membunuh si tua sial*n itu hari ini juga”


“Jangan gegabah Joe! Keluarga Georgino bukan keluarga sembarangan yang bisa kita habisi seenaknya! Bukan hanya kau yang bisa terlibat masalah, Daniel dan Selena juga bisa terlibat”


“Bukankah kita hanya perlu menghabisi seluruh anggota keluarga itu agar mereka bisa tutup mulut?” ucap Joe dengan nada sinis.


Kedua orang tua Joe hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putri mereka ini.


“Jangan bertindak gegabah, kita belum tau apa yang sebenarnya terjadi. Kita bicarakan ini dengan Daniel dulu”


“Iya pa…” Joe pasrah. Padahal ia sangat ingin


membunuh hari ini.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2