Our Last Love

Our Last Love
The Our Last Love (13) : Start


__ADS_3

.


.


.


.


“Leonardo!” Mona dengan sekuat tenaga menghampiri pria itu dan memeluknya, ia tidak mimpi kan? Leonardo masih hidup?! Itu berarti ia akan segera menikah dengan Leo!.


Daniel dan juga lainnya tercengang, tidak mungkin…ini mustahil…mereka melihat pemakaman Leo dengan mata kepala mereka sendiri! Lalu bagaimana bisa pria yang sudah jelas-jelas tiada kini terlihat sehat bugar?!.


“Leo?”


“Sayang, maaf…aku minta maaf kepadamu. Kita bisa bicarakan ini baik-baik ok?” Pria itu menghampiri Selena dan memeluk tubuh Selena.


“Apa maksudmu?”


Tuan dan Nyonya besar Iskandar tak mampu menahan air mata mereka melihat cucu kebanggan mereka hadir dihadapan mereka, ya tuhan…mereka sedang tidak mimpi bukan? Cucu kebanggan mereka masih hidup?!.


“Selena…maaf, seharusnya aku jujur padamu dari awal. Dia Mona…pacarku” Daniel membulatkan matanya, Leo benar-benar sudah berselingkuh dari Selena?!.


“Aku bilang apa! Arkan adalah anak kandung Leonardo! Sekarang kembalikan putraku!” ucap Mona.


“Maafkan aku…aku bersalah padamu”


Daniel menarik tangan Selena dan memeluk tubuh itu dengan erat, tidak…ini tidak mungkin…hanya tinggal selangkah lagi, hanya tinggal selangkah lagi. Ia tak akan memberiakn Selena kepada siapapun, hanya tinggal selangkah lagi ia bisa mendpaatkan hati Selena. Egois? Kali ini ia benar-benar akan bersikap egois.


“Lepaskan istriku Daniel” dingin Leo, Daniel semakin mengeratkan pelukannya…ia tak akan membiarkan siapapun merebut Selena darinya.


“Selena, dia bukan Leo. Percaya kepadaku”


“Apa maksudmu Daniel? Apa kau mencoba membuat Selena membenciku?”


Dengan perlahan Selena mendorong tubuh Daniel dan menatap Leo dengan seksama lalu kemudian menatap Daniel dalam beberapa saat.


“Pergilah Daniel”


“Apa? Selena! Dia bukan Leo! Aku yakin itu, dia pasti datang dengan niat tersembunyi!”


“Siapapun dia, Leo adalah suamiku. Jangan menentang itu”


Daniel mengepalkan tangannya dan pergi begitu saja, Selena menghembuskan nafasnya ia tak ingin Daniel ikut campur lebih dalam lagi, dan sepertinya kali ini ia tak bisa melibatkan Daniel…tapi ia masih butuh Daniel untuk anak-anaknya. Kenapa timingnya tidak tepat sekali?.


“Kau disini denganku, atau pergi dengan Mona”


“Mona, kau pulanglah dulu. Biar aku bicara dengan Selena”


“I-iya”


Para Alexandra saling melirik, benarkah pria didepan mereka ini adalah keponakan menantu mereika? Rasanya mustahil bagi seorang mayat yang terkubur selama 3 tahun bangkit kembali. Atau, ada seseorang yang menukar tubuh Leo dengan sesuatu?.


“Pergilah ke kamarmu, kau bisa kemana saja asal jangan datang ke kamar anak-anak”


“Hei…apa aku tidak boleh bertemu dengan anak-anakku hm?”


“Anak-anak menganggap Daniel sebagai Papa mereka, jangan terburu-buru. Lagipula yang mereka tau Papanya sudah tiada 3 tahun lalu”


“Tapi-”


“Hm?”


“Baiklah, aku akan menunggu”


Selena melangkahkan kakinya menuju kamar anak-anaknya, hahhh ia harus menjelaskan ini kepada anak-anaknya dan membuat Daniel pergi sementara waktu.


********************


Daniel meneguk vodka yang kesekian dengan perlahan, kenapa…setelah semua yang ia lakukan, setelah semua yang ia perjuangkan…apa masih tak bisa menggeder posisi Leo dihati Selena? Kapan…kapan ia bisa membuat Selena menerimanya?.


“Daniel, sudah…kau sudah sangat mabuk. Bibi kecil bisa marah besar nanti” ucap Derian, apa yang membuat Daniel seperti ini? apa yang membuat pria ini begitu terganggu hingga meminum minuman seperti ini?.


“Kenapa Selena masih belum bisa menerimaku? Seburuk itukah aku dimatanya?”


“Daniel…”


“Aku sadar aku tak mungkin bisa seperti Leo, tapi tak bisakah dia membuka sedikit saja celah untukku? Kenapa, kenapa disaat dia mau menerimaku harus ada penghalang yang rasanya mustahil untukku lewati” Daniel berkata dengan frustasi, selama 3 tahun ini ia selalu berusaha keras untuk merasa pantas berada disisi Selena. Lalu kenapa?! Lalu kenapa tuhan begitu tak berpihak padanya?! Hanya tinggal selangkah lagi…hanya tinggal sedikit lagi…


Said menghembuskan nafasnya melihat Daniel yang tak kunjung berhenti meminum minuman laknat itu, ia merasa semua ini aneh…ia melihat dengan jelas Leo dimakamkan, lalu bagaimana bisa orang yang sudah mati 3 tahun yang lalu hidup kembali? Dan dengan sebuah skandal?.


“Daniel, aku rasa Selena punya sesuatu yang dirahasiakan”


“Aku tak peduli”


“Jangan seperti ini, anak-anak sudah mulai membuka hati untukmu…jika kau memang merasa pantas, maka buktikan itu”


“Lalu? Sekarang Leo hidup, dan aku tak bisa berbuat apa-apa…membuktikan jika aku pantas? Lalu apa imbalannya? Apakah Selena akan menceraikan Leo dan menikah denganku atau dia akan membenciku?”


Liekai masuk kedalam barf membuat semua orang yang berada disana seketika membungkuk hormat kecuali Daniel, Daniel membuang wajah melihat kedatangan atasannya.


“Tak kusangka kau bisa menjadi seperti ini hanya karena kedatangan Leo”


“Berisik”


“Daniel, percaya atau tidak hanya akan ada 2 jawaban yang akan Selena buat. Pertama dia akan menceraikan Leo dan menikah denganmu, lalu yang kedua dia tetap bersama Leo dan membiarkanmu tetap berada disisinya. Bagaimana menurutmu dengan itu?” tanya Liekai sembari menuang minuman kedalam gelas.


“Pasti yang kedua, Selena mencintai Leo dan dia tidak mungkin akan menceraikan Leo”

__ADS_1


“Lalu kau ingin berada disisi Selena dengan posisi hanya sebagai Ayah dari anak-anaknya?”


“Tentu saja tidak!”


“Percayalah, Selena bukan orang yang mengambil keputusan begitu saja…dia memikirkan matang-matang keputusannya”


“Apa maksudmu”


“Perselingkuhan bukanlah hal yang bisa diterima keluarga Alexandra, jadi hanya ada 2 nasib Leo…diceraikan atau mati ditangan Papa, jadi kau pasti tau apa maksudku”


Blarrrrrr!!!


Daniel dan lainnya seketika terkejut, itu berarti apapun keputusan Selena akan mengrah kepada perceraian dan kematian? Lalu jika Selena lebih memilih menceraikan Leo, bagaimana nasib anak-anaknya? Jika Leo mati…pasti keluarga Iskandar tak bisa menerimanya…kedua pilihan itu memiliki resiko yang besar, apa yang akan Selena pilih jika seperti ini?.


Drtttt drtttttt…


“Ada apa Hendrick?”  tanya Liekai sembari meletakkan jadi telinjuk dibibirnya, Papanya bisa marah jika tau ia berada dibar dengan situasi yang seperti ini.


“Apa kau tau di mana Daniel?”


“Aku sedang bersamanya, kenapa?”


“Ryu terus mencarinya, bilang kepadanya untuk segera kembali”


“Oh ok”


Tutt…


“Ryu mencarimu, ayo pulang denganku”


“Aku tidak bisa…”


“Sudah kubilang kau harus menunjukan kemampuanmu, sekarang bukan saatnya bisa dan tidak bisa. Sekarang reputasi keluarga Alexandra sedang dipertaruhkan, jangan menganggap masalah ini sepele”


“…” Daniel memakai coatnya dan pergi bersama Liekai, Liekai benar…anak-anak membutuhannya, ia tak akan membiarkan Leo…mengambil apa yang sudah ia dapatkan dengan susah payah.


.


.


.


.


.


.


Selena meminum wine ditangannya sembari melirik Charles, Meeka, Asasi dan juga Rafindra secara bergantian. Masalah kali ini bisa mempengaruhi reputasi 2 keluarga besar, sial*n memang…jiak ia bisa meminta bantuan Daniel itu akan menjadi lebih baik.


“Tapi…apa yang akan anda lakukan? Bagaimana jika Tuan dan Nona muda tau?”


“Leon dan Leona bisa bersikap dewasa, untuk sekarang lebih baik aku meminta Daniel membawa Ryu pergi darisini”


“Tapi anda bisa terkena masalah”


“Aku sudah memikirkan ini matang-matang, lakukanlah sesuai yang kuucapkan tadi”


“Baik, kami akan berusaha”


Ke-4 pria itu segera pergi dari kamar Selena melalui jendela, Selena menghembuskan nafasnya…ia harus menemui Daniel besok untuk membicarakan ini.


“Mama…”


“Leon? Leona? Kenapa sayang? Kok belum tidur”


“Ma, boleh kami bicara dengan Mama?”


“Tentu saja, kemarilah”


Leon dan Leona menghampiri Selena dan duduk dipangkuan Selena, Selena mencium puncak kepala kedua anak itu. Pasti kedua anaknya ini sudah tau mengenai Leo.


“Ma…apa benar dia Papa kami?”


“Hmmm, menurut kalian bagaimana?”


“Entahlah ma, kami bingung…Mama bilang Papa sudah tiada, lalu bagaimana bisa orang yang sudah tiada hidup lagi?”


“Leon, Leona…kalian tak ingin menerimanya?”


“Bukan kami tak ingin, kami merasa asing…aku merasa Paman Daniel lebih baik” ujar Leon sembair menundukan kepala, Selena hanya bisa tersenyum…inilah anak-anaknya, anak-anak yang sangat ia cintai.


“Benar Mama, Paman Daniel lebih baik” sahut Leona.


“Leon, Leona…Mama minta maaf, karena kondisi Mama harus membuat kalian dewasa lebih cepat. Tapi percayalah, ini demi kebaikan kalian sendiri”


“Kami mengerti…”


“Kalian punya adik, kalian adalah seorang kakak…dan sebagai saudara kalian harus saling melindungi apapun yang terjadi, Ryu masih belum tau apa-apa…jadi untuk sementara Ryu tidak akan tinggal dengan kita”


“Kenapa ma?”


“Kalian kan tau sendiri bagaimana kondisi Ryu saat ini, jadi Mama berpikir untuk meminta Paman Daniel mengurus Ryu untuk sementara”


“Baiklah…lalu, apa kami bisa membantu Mama?” Selena tersenyum lembut mendengar pertanyaan anak-anaknya, entah kenapa…meskipun kedua anak ini tak lahir dari rahimnya ia punyakasih sayang yang sama untuk ketiga anaknya.


“Hanya dengan kalian tak terpengaruh dengan situasi saat ini makaitu sudah menjadi bantaun terbesar bagi Mama”

__ADS_1


“Kami mengerti ma! Kami akan membantu Mama”


“Terima kasih…”


Tok tok tok…


Selena menatap Ray yang masuk kedalam kamar, dengan lembut Selena menyuruh kedua anaknya untukkembali kekamar. Kenapa Ray tiba-tiba datang kemari? Apa ada sesuatu yang salah?.


“Selena, ada yang ingin ku bicarakan”


“Duduklah” Ray duduk didepan Selena, ia harus membicarakan masalah ini dengan serius dengan Selena karena ia tau, wanita yang sedikit gila ini pasti punya rencana yang aneh-aneh.


“Selena, kudengar kau ingin menitipkan Ryu pada Daniel. Benar?”


“Heem, kenapa?”


“Apa itu tak terlalu berbahaya? Sekarang begini, kau setuju atau tidak Daniel akan tetap berada disini. Apalagi kudengar Mona ingin jika anaknya dibawa kemari. Kau tau sendiri bagaimana sikap kekanakan Ryu”


“Lalu? Apa ini artinya aku bersedia membawa Ryu ke kerajaanmu selama beberapa hari?” ujar Selena sembari terkekeh.


“Aku tak keberatan, aku sudah menganggap Ryu sebgaai anakku sendiri jadi kenapa tidak?”


“Ray begini, anakmu baru saja lahir kan? Dengan Ryu ada dikerajaanmu penjagaan akan terfokus kepada putraku dan itu bisa mengancam keluargamu, jangan mengorbankan keluargamu demi aku”


“Aku bisa! Istriku adalah putri dari petinggi kerajaan, dengan begitu tak ada masalah kan?


“Kau bisa menjamin keselamatan putraku?”


“Aku bisa”


“Bawa Ryu pergi besok, aku akan disini dengan kembar dan Daniel”


“Baiklah, aku akan kembali…kau bisa istirahat”


“Apa kau gila menyuruhku istirahat disituasi seperti ini?”


“Hei ayolah, aku akan semakin gila jika tidak tidur. Jangan pikir aku tak kenal tabiatmu”


“Terserahmu lah” Ray terkekeh pelan dan keluar dari kamar Selena, saat berada diluar kamar mata Ray dan Leo langsung saling bertemu. Ray mengerutkan kening, untuk apa pria ini berdiri didepan kamar Selena?.


“Apa Selena sudah istirahat?”


“Sudah, kenapa?”


“Ah aku hanya ingin bertemu dengannya”


“Dia sudah tidur, jangan menganggunya”


“Baiklah” Ray menatap kepergian Leo, rasanya ada yang aneh dengan pria itu? Apa karena dia sudah terkubur selama 3 tahun? Masa bodo lah, bukan urusannya juga…urusannya hanya berkaitan dengan Selena dan anak-anaknya.


Selena meneguk wine dengan perlahan, sejujurnya ia sudah lelah…tapi ia punya anak yang menjadi tanggung jawabnya, jika tidak ada ke-3 anaknya mungkin ia sudah bunuh diri sejak dulu. Kenapa? Kenapa pria itu harus datang saat hatinya sudah mati rasa?.


“Haha…Pa…putrimu benar-benar sudah lelah” Selena meneteskan air matanya, tak ada tempat untuk ia jadikan sandaran sekarang. Andai Papa Mamanya masih ada, ia akan mengatakan seberapa lelahnya ia sekarang. Ia lelah dengan maslaah yang tak ada habisnya, satu belum selesai datang lagi yang lain. Ia merasa hampir gila…


.


.


.


.


.


Pada dini hari Selena masuk kekamar anak-anaknya dengan sembunyi-sembunyi bersama dengan Ray, tanpa membangunkan Leon dan Leona, Selena memberikan Ryu yang sedang tertidur pulas kepada Ray. Ia harap pria ini bisa menajga putranya untuk sementara waktu.


“Aku akan pergi, aku akan menghubungimu nanti”


“Terima kasih Ray” Ray segera membawa pergi Ryu dari kamar, saat hendak membukapintu utama Ray dibekukan oleh suara seseorang, mampus kan…ketahuan.


“Mau kau bawa kemana anakku, Ray?” tanya Daniel sembari melipat tangannya, apa Ray seorang pencuri? Ia bahkan tak tau kapan pria ini datang dan untuk apa pria ini membawa putranya pergi?.


“Hehe, Daniel…”


“Berikan anakku”


“A-aku sudah berjanji pada Selena akan menjaga Ryu untuk sementara waktu. Tenang saja, kembar ada disini kok”


“Hm?”


“Na-nanti tanya saja pada Selena! Aku pergi dulu, bye!”


Daniel mengerutkan kening, apalagi yang sedang dipikirkan Selena sampai membawa Ryu pergi darisini. Mau bertanya tapi ia masih kesal dengan Selena, au ah!.


“Daniel? Kapan kau kesini?” tanya Selena sembari menuruni tangga.


“Bukan urusanmu” kesal Daniel sembari berjalan melewati Selena dan kembali ke kamartempatnya menginap, Selena membeku…apa ia baru saja diacuhkan oleh Daniel? Sejak kapan pria itu berani acuh tak acuh begini dengannya? Oh iya, ada Leo ya disini…tapi entah kenapa ia tak suka jika Daniel mengacuhkannya seperti ini, rasanya seperti sedang perang dingin.


“Sudahlah, toh lebih baik begini untuk sementara” Tapi ia benar-benar tak suka Daniel mengacuhkannya seperti itu.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2