Our Last Love

Our Last Love
Chapter 43 : Permintaan mendadak


__ADS_3

.


.


.


3 hari kemudian.


“Nah, Hans. Luka istrimu sudah sembuh total, organ yang sebelumnya sedikit mengalami masalah juga sudah membaik. Tapi pendarahan uterus abnormal bisa terjadi kapan saja. Nah, untukmu! Hindari stress, kau harus menjaga pola makan dan istirahatmu”


Selena menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Sedangkan Hans hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Micle.


Micle yang melihat raut wajah tak senang dari Hans hanya bisa mengerutkan keningnya. Siapa yang membuat pria gila ini menjadi seperti ini? Tak bisanya Hans seperti ini.


Selena hanya bisa tersenyum melihat kebingungan Micle tentang Hans. Mungkin Hans masih memikirkan ucapannya 3 hari yang lalu. Tapi biarkan suaminya merenungkan hal itu. Ia ingin, Hans merubah sifatnya.


“Besok, kau sudah boleh pulang. Tapi ingat pesanku tadi, dan Hans! Ingat untuk tidak membuat istrimu stress! Jika tidak! Kau harus siap istrimu menginap lagi dirumah sakit!”


“Aku tau sial*n! Keluar kau sekarang!”


Micle hanya tersenyum lalu keluar dari ruangan Hans. Selena menyentuh pipi Hans membuat pria itu langsung menatap kearahnya.


“Kenapa? Kau masih memikirkan ucapanku?”


“Hm, Selena…”


“Ya?”


“Biasakah kau mencintaiku?”


Degh!


Selena langsung tersentak mendengar pertanyaan Hans. Ia benar-benar tak menyangka Hans bisa mengatakan hal ini kepadanya. Tapi, ia masih belum siap jika harus mencintai seseorang jika dihatinya masih menginginkan pria lain selain Hans. Ia bukan tak mau, ia juga harus memikirka risiko jika ia mencintai suaminya.


“Hans, cinta tak bisa dipaksakan begitu saja. ada perbedaan antara cinta tulus dan cinta karena nafsu semata. Kau mungkin sedang banyak pikiran hingga menanyakan hal ini kepadaku”


“Tidak. Aku serius, bisakah kau mencintaiku?”


Selena terdiam mendengar jawaban sekaligus pertanyaan dari suaminya. Ia menatap lekat-lekat mata Hans, tak ada keraguan didalam sana. Pria ini serius.


“Hans, aku bisa mencintaimu”


“Benarkah?!” Hans tampak senang mendengar jawaban istrinya.


“Iya, aku bisa mencintaimu. Tapi pernahkah kau berpikir bahwa cinta itu akan sia-sia?”

__ADS_1


“Sia-sia?” tanya Hans.


“Hans, dengarkan aku. Kita hanya menikah kontrak, dalam beberapa bulan lagi kita akan bercerai. Untuk apa aku mencintaimu jika pada akhirnya itu akan sia-sia? Hans, kelak. Tanyakan pertanyaan yang sama dengan pertanyaan yang kau berikan kepadaku untuk wanita lain yang akan menjadi istrimu seutuhnya. Status kita berbeda Hans, aku bukan wanita dari kalangan atas. Aku tak pantas untukmu. Jadi bi- “


Chupppp~


Hans mencium bibir istrinya agar istrinya tak lagi mengucapkan kata-kata yang benar-benar menyayat mentalnya. Para bodyguard yang berjaga diruangan hanya bisa menggigit bibir bawah mereka mendengar ucapan Nyonya mudanya. Semua yang dikatakan Nyonya muda mereka benar adanya.


“Kumohon, cintailah aku sebelum kita berpisah. Karena cinta itu, mungkin akan menjadi hadiah terindah yang pernah kau berikan kepadaku”


Hans berucap dalam hati sembari mencium istrinya dengan lembut. Tak ada nafsu didalamnya. Selena hanya diam tak membalas ciuman lembut suaminya.


Hans melepaskan ciumannya, Selena tersenyum dan mengecup rahang Hans.


“Jangan dipikirkan lagi perkataanku, aku tak mau kau sakit”


“Tapi kau menyakitiku dengan ucapanmu”


“Maaf jika ucapanku menyakitkan untukmu…”


*


Esoknya>


“Hans, aku tak pergi. Lepaskan…”


“Tidurlah”


“Hans…”


“Tidur!”


Selena menghembuskan nafasnya, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Hans dan perlahan menutup matanya. Hans menatap istrinya yang tengah terlelap sembari menggigit bibir bawahnya. Entah kenapa, ia merasa sesuatu yang buruk akan terus terjadi setelah ini.


“Sanggupkah aku melindungimu? Aku tak ingin kau terluka, tapi aku ingin kau berada disisiku”


Hans mencium dahi istrinya, keluarganya sudah tau mengenai Selena. Tak akan bisa diprediksi apa yang akan dilakukan keluarganya kepada istrinya kedepannya.


“Aku hanya takut…kau kecewa kepadaku dan pergi menjauh dariku”


Hans mengeraskan rahangnya, ia berjanji akan membuat istrinya jatuh cinta kepadanya sebelum mereka bercerai nanti. Hanya tinggal beberapa bulan lagi…hanya tinggal beberapa bulan lagi mereka akan bercerai.


#


Hans membuka pintu rumahnya, membawa istrinya kedalam kamar untuk beristirahat. Yah walaupun istrinya sudah tidur tadi saat dipesawat.

__ADS_1


“Untuk 1 minggu kedepan, jangan banyak aktivitas. Patuhi ucapan Micle, jangan membangkang!”


“Iya…lalu kau mau kemana siang-siang begini?” tanya Selena saat melihat suaminya hendak pergi.


“Aku tidak kemana-mana, aku hanya ingin menemui bodyguard dibawah. Istirahatlah, sebentar lagi aku akan kembali”


Selena menganggukkan kepalanya, Hans kembali mendekati istrinya. Mengecup kening Selena dan menarik selimut hingga batas leher setelah itu keluar dari kamar.


“Jika kau memperlakukanku dengan baik seperti ini, kau takut akan mencintaimu” guman Selena.


Selena mengusap air mata yang meluncur dari sudut matanya. Ia tidak boleh banyak pikiran, ia tak mau membuat suaminya khawatir lagi.


Hans duduk disofa sembari menatap datar satu persatu bodyguard yang akan berjaga dirumah ini.


“Tugas kalian hanya perlu menjaga istriku, batasi jarak kalian dengannya. Insiden itu membuat istriku trauma sampai sekarang”


“Baik Tuan”


“Satu lagi, jangan biarkan. Anggota keluarga Georgino yang lain menemui Selena bahkan larang Mama jika dia ingin bertemu dengan istriku”


“Baik”


“Bi!” panggil Hans.


“Ya Tuan?”


“Jangan biarkan Selena melakukan pekerjaan rumah lagi, aku takut dia akan sakit karena kelelahan. Tapi jika istriku ingin memasak, biarkan saja. selain memasak, larang dia melakukan hal yang lain”


“Baik”


“Oh ya! Jika aku tidak ada dirumah, pastikan istriku untuk makan tepat waktu. Tapi jangan dipaksa jika tidak mau”


“Baik”


“Tuan…bagaimana bisa anda secerewet ini?” batin para bodyguard.


Para bodyguard menatap heran Tuan mereka yang seperti berbeda dari sebelumnya. Dulu Tuan mudanya ini tidak akan peduli dengan hal yang tidak penting seperti itu. Tapi…kenapa sekarang berubah sampai seperti ini?. Apa Tuan muda mereka ini perlahan sudah mulai mencintai Nyonya muda mereka?. Tapi seharusnya Tuan muda mereka memikirkan risiko jika dia benar-benar mencintai istri kontraknya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2