Our Last Love

Our Last Love
Chapter 2 : Mendapatkan beasiswa


__ADS_3

.


.


.


 


Selena dengan langkah cepat berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah secepat mungkin. Ia bangun kesiangan membuatnya belum sempat untuk membuatkan sarapan untuk suaminya. Tapi beruntung suaminya belum keluar dari kamarnya. Ia tidak biasanya bangun kesiangan seperti ini.


Mendengar suara langkah kaki menuruni tangga membuat Selena menelan ludah seketika. Ia menatap kearah suaminya yang hanya memasang wajah datar seperti biasanya.


“Mana sarapanku?” tanyanya.


“Ma-maaf, saya belum membuatnya. Saya akan membuatnya sekarang”


“Cepat!”


Hans duduk di sofa sembari menyalakan televise sedangkan Selena sibuk mengurus urusan dapur. Setelah siap Hans langsung datang ke meja makan dan menyantap makanannya.


Setelah sarapan pria itu langsung keluar meninggalkan Selena yang masih sibuk dengan urusan rumahnya.


Setelah selesai Selena duduk di sofa. Lagi-lagi  ia tidak punya pekerjaan yang menyibukannya. Tiba-tiba perutnya berbunyi. Ia mengambil sebuah apel dan memakannya.

__ADS_1


Mengingat bahwa beberapa bahan makanan sudah habis membua Selena langsung mengambil jaket dan keluar untuk berbelanja.


Saat sampai di supermarket ia langsung mengambil beberapa bahan makanan. Namun ia kesusahan saat ingin mengambil minuman yang berada di rak atas.


Namun seseorang tiba-tiba membantu Selena untuk mengambil minuman itu, ia mendongkakan kepala nya melihat siapa yang membantunya.


“Tidak mau berterima kasih?” tanyanya.


“Te-terima kasih…” ucap Selena membungkuk hormat.


Pria itu hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia pun pergi meninggalkan Selena yang kembali sibuk memilih bahan makanan.


Saat sudah membeli semua yang diperlukan Selena langsung membayarnya dan segera pulang, ia tidak suka berdiam diri dirumah namun ia juga tidak suka keluar terlalu lama.


Selena membuka pintu, ia amat terkejut mendapati Hans sedang duduk disofa dengan raut wajah kesalnya. Ia meletakkan bahan masakannya dan menghampiri Hans.


“Sa-saya pergi ke supermarket untuk belanja”


“Hanya itu? Tidak ada yang lain?”


Selena mengelengkan kepalanya, Hans mengambil berkas yang tertinggal dan pergi begitu saja.


Selena menatap heran kepergian suaminya. Jika pulang hanya untuk mengambil barang yang tertinggal lalu kenapa tidak langsung kembali dan malah duduk disofa?. Bukankah itu namanya membuang waktu?.

__ADS_1


Tak mau memusingkan hal itu Selena lebih memilih menata bahan masakannya. Dan lagi-lagi ia tidak punya pekerjaan, ia ingin sekali bekerja seperti dulu. Tapi mana mungkin Hans mau mengizinkannya bekerja. Yang bisa ia membuat Hans malu nanti.


“Tak apa Selena! Kau harus semangat!” katanya menyemangati dirinya sendiri.


Tiba-tiba bel berbunyi membuat Selena sontak membuka pintu. Ia menatap heran seorang kurir yang membawa sebuah paket, ia ingat tidak pesan apapun. Apa ini paket suaminya?.


“Dengan Nona Selena?”


“Ya, saya sendiri”


“Ini ada paket untuk anda. Tolong tanda tangan disini” ujarnya


Tanpa pikir panjang Selena langsung menandatangani tempat dimana kurir itu tunjukan. Kurir itu membungkuk hormat dan pergi sedangkan Selena langsung masuk kedalam dan membuka paketnya.


Selena terkejut bukan main karena paket itu berisi tentang beberapa surat tentang beasiswa.


Selena menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Ia menggapai surat itu satu persatu. Ia mendapat beasiswa dari University yang dulu ia ingin masuki setelah lulus SMA.


Selena semakin tak percaya karena ada beasiswa dari Royal University, UDI University, dan UHI!. Bahkan itu beasiswa sampai lulus S3!!. Apa ia sedang bermimpi sekarang?!. Serius ia mendapat beasiswa di 3 University paling ternama di dunia?!


Ia segera membereskan surat beasiswa itu dan menyembunyikan dikamarnya. Ia akan bicara dengan suaminya masalah ini nanti, ini adalah kesempatan emas untuknya menggapai cita-cita menjadi dokter sekaligus pengacara. Semoga ia bisa menggapai impiannya sejak kecil itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2