Our Last Love

Our Last Love
Chapter 82 : Dia Youra


__ADS_3

.


.


.


Selena tersenyum melihat Youra yang tengah tertidur setelah melakukan kemoterapi. Ia mengambil foto Youra dan mengirimkannya kepada Leo. Tak berselang lama Leo langsung menelfonnya.


“Sayang, siapa dia?”


“Dia Youra, pasien Alex yang terkena leukimia”


“Ah, kukira siapa. Kau membuatku terkejut”


“Hehe, Leo…”


“Ya sayang?”


“Dia anak yang manis…bisakah kita punya satu yang seperti ini?”


“Lebih dari satu juga aku akan menyangupinya sayang…”


“Hmmmm tapi aku ingin yang mirip denganmu”


“Hmmmm boleh, asal kau sanggup saja”


“Hmmm…tapi bisakah kita punya sebelum kau berangkat ke kemiliteran?”


Disebrang sana Leo langsung terdiam bungkam mendengar pertanyaan istrinya. Ia bimbang, ia tak ingin istrinya kesakitan jika mengandung anaknya. Tapi istrinya ingin seorang anak perempuan, benar…lebih baik ia melakukan cara yang disarankan Daniel. Tapi ia akan membicarakannya terlebih dulu dengan istrinya.


“Hmmmm…besok kita bicarakan ya sayang, sudah…jangan memikirkannya. Aku tak mau kau sakit nanti”


“Sayang…sebentar lagi aku akan ke kampus. Akan kumatikan ya telfonnya”


“Iya, bye…I love you”


“Me too”


 Tut…


.


.


.


Daniel menatap Leo sendu, entah kenapa ia merasa pria ini sedang tidak percaya diri mengenai keturunan. Leo takut jika Selena mengandung anaknya maka Selena akan kesulitan, namun disisi lain dia juga membutuhkan seorang anak yang akan mewarisi kekayaan keluarganya.


“Besok, kau ajak Selena kemari. Besok kita sudah mulai bisa melakukan prosedurnya”


“Terima kasih Daniel”


“Kau enak ya, masuk ke kemiliteran datang sebagai pemula pulang sebagai Jenderal muda. Sedangkan aku, baru bisa dapat gelar Jenderal muda jika masuk ke kemiliteran selama 5 tahun...Jenderal besar curang”


“Lebih enak istriku”

__ADS_1


“Kenapa?”


“5 tahun saja dia berada di kemiliteran, pulang-pulang pasti bawa gelar baru”


“Woah! Keluarga Alexandra benar-benar hebat ya”


Leo hanya tersenyum dan menyentuh sebuah tabung yang berisi cairan khusus. Semoga dengan ini, ia bisa mempunyai keturunan bersama wanita yang ia cintai sebelum akhir hayatnya.


Daniel menepuk bahu Leo memberikan pria itu keyakinan dan semangat. Asalkan ada ketekunan maka usaha tak akan mengkhianati hasil akhir.


“Oh ya, kapan kau menikah? Keluarga Jasson juga butuh pewaris loh…”


“Ughhhhh…sudahlah…lupakan aja…” ucap Daniel menekuk wajahnya membuat Leo tertawa dibuatnya.


Para ilmuan hanya bisa tersenyum melihat kedekatan 2 pria itu. Semoga usaha Leo membuahkan hasil yang maksimal, meskipun membutuhkan waktu lama untuk itu.


Daniel mengeluarkan sebuah tiket liburan dari sakunya. Ia memberikan tiket itu kepada Leo, Leo menatap intens 2 buah tiket itu. Tiket bulan madu?.


“Pergilah, ajak istrimu bersenang-senang”


Leo memeluk Daniel erat sembari mengucapkan terima kasih.ini pertama kalinya, ada orang asing yang memperlakukannya seperti ini. Meskipun Daniel mencintai istrinya, tapi Daniel tidak mengedepankan egonya.


“Kau tenang saja…sebentar lagi…aku akan memberikan sesuatu untukmu sebagai balasan atas kebaikanmu kepada istriku selama ini” batin Leo tersenyum.


“Sekarang ayo bantu aku membelikan mobil untuk istriku!”


“Bagaimana jika kita keacara pelelangan?” tawar Daniel.


“Boleh juga, mari kita bertanding. Yang mengeluakan uang paling banyak, harus mentraktir makan malam!”


“Hmmmm aku ingin bertanya kepadamu. Di mana Jennifer?”


“Ha…ha…ha…”


Leo mengaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar pertanyaan Daniel. Pantas Daniel pertanya, Jennifer kan masih berada didalam hukuman para Alexandra. Dia dikurung di kamar besi dimarkas kemiliteran, untung saja ia tidak dihukum separah itu. Yah…walaupun ia harus membayar denda. Tapi tak masalah! Yang penting ia bisa bebas! Ia bisa menemui Dearnya itu sudah cukup.


“Hm, Selena ingin anak laki-laki atau perempuan?”


“Dear bilang dia mau anak perempuan”


“Ya, biar jadi kesayangan ya…kalau begitu kan tidak ada yang rebutan Selena denganmu” goda Daniel.


“Ah sudahlah! Ayo pergi sekarang!”


“Okey Okey!”


*


Selena dengan perlahan membuka matanya. Ia tersenyum melihat wajah tampan suaminya yang masih tertidur, kapan suaminya ini pulang? Kenapa ia tidak sadar sama sekali?. Ia meraba wajah manis suaminya, tangan Leo tiba-tiba mencekal tangan Selena dan langsung menindih tubuh istrinya.


“Sudah bangun ternyata…kapan pulangnya?” ucap Selena sembari tersenyum.


“Morning kiss dulu”


Selena mencium bibir Leo, Leo kembali berbaring disamping istrinya. Ia memeluk erat tubuh istrinya sembari menciumi puncak kepala istrinya.

__ADS_1


“Pulang jam 3 tadi…masih mengantuk…temani aku tidur dulu ya…”


“Iya…tidurlah lagi, kutemani sampai puas”


“Oh ya, Daniel bilang kau dan Joe di panggil ke kampus. Ada apa? Ada masalah hm? Kenapa tidak cerita?”


“Tidak…rektor memberitau kami hasil rapat. Kita dibebaskan dari tugas beberapa hari sebagai hadiah memenangkan olimpiade”


“Olimpiade? Kimia? Fisika? Atau matematika?”


“Ke-3nya”


"Olimpiade antar kampus?"


"Ya"


“Katanya mau mengajariku menyetir, ayo…” ucap Selena teringat ucapan suaminya.


“Iya, menstruasimu sudah selesai?”


“Sudah kok, tadi malam tidak keluar lagi”


“Baiklah, ayo mandi. Sekalian kumandikan”


*



Selena menatap tak percaya mobil baru yang dibelikan oleh suaminya. Serius suaminya memberikannya mobil


ini?!. Leo memeluk tubuh Selena dari belakang. Ia harap istrinya menyukai mobil yang baru ia dapatkan dari pelelangan ini.


“Leo…berapa harganya?”


“Murah kok, tidak sebanding dengan apartement yang kubelikan untukmu”


Selena hanya diam, mobil ini pasti benar-benar mahal. Jika sampai saat ia memakainya dan menabrakpohon seperti terakhir kali pasti…


“Kenapa? Dear, kau tidak suka ya? Mau kubelikan yang lain? Mau warna apa? Modelnya bagaimana?” ucap Leo yang melihat istrinya hanya diam tak bergeming sedikitpun.


“Bukan! A-aku suka…tapi…jika menabrak pohon…”


“Kau tenang saja, aku akan mengajarimu menyetir sampai bisa”


Selena tersenyum senang dibuatnya, ia langsung melompat memeluk Leo. Ia mencium bibir suaminya dengan lembut dan melepaskannya saat melihat Deon keluar dari rumah.


“Hmph! Pengantin baru” cibir Jeff.


Setelah mengajari Selena menyetir beberapa jam akhirnya Leo mengajak istrinya untuk pergi ke bandara untuk segera menemui Daniel. Saat di perjalanan Leo dan Selena terlelap sembari memeluk satu sama lain. Assistant pribadi Leo menghembuskan nafasnya melihat tingkah Tuan dan Nyonya mudanya. Tuan mudanya selalu menemani Nyonya mudanya, kapan ada waktu membantunya mengurus perusahaan?. Tapi ia harus sabar…sejak dulu Nyonya mudanya lah yang menjadi prioritas utama Tuan mudanya. Jika sedang menemani Nyonya mudanya Tuan mudanya tak akan peduli sekalipun perusahaan dikabarkan bangkrut.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2