Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 108 : Niat asli yang tersembunyi


__ADS_3

************


.


.


"Jangan percaya dengan wajah polosku, karena aku tak sepolos yang kalian pikirkan"


.


.


.


Joe menatap pandangan Jenderal Dion kepada Selena, kenapa pria menjengkelkan itu menatap adiknya seperti itu?! Apa pria itu menyukai Selena?! Tidak! Tidak boleh! Pria itu menjengkelkan itu tidak boleh menyukai adik kecilnya! Tidak boleh!.


Selena meletakkan pistol itu diatas meja, pistol itu sedikit berat…tapi ia nyaman menggunakannya. Ia akan meminta Pamannya membelikan pistol yang seperti itu untuknya nanti.


“Bagaimana? Aku bisa kan?!” ucap Selena kepada senior Seo.


“Kau hebat, jempol untukmu”


“Kerja bagus Selena!” ucap Joe dan dibalas senyuman manis oleh Selena.


“Ceh, kau tak akan bisa tersenyum setelah ini” Jenderal Dion berucap dalam hatinya sembari mengepalkan tangannya.


Jenderal Dion menghampiri Selena, dia menampar pipi Selena dengan tiba-tiba membuat semuanya tercengang tanpa terkecuali.


“Hanya seperti itu? Tidak bisa dikatakan unggul” sinisnya.


Selena memegang pipinya yang memerah, pria itu menamparnya dengan kuat.


“Apa yang anda lakukan?! Anda tidak mempunyai hak menampar Selena! Dia tidak mempunyai kesalahan apapun kepada anda!” bentak senior Seo. Pria itu langsung memasang badan untuk Selena.


“Besok kalian persiapkan mental kalian, kalian akan melakukan terjun payung” setelah berucap pria itu pergi begitu saja. Joe memegang pipi Selena, sampai merah seperti ini, pria itu terlalu kasar!.


“Ayo istirahat!” ucap Selena tersenyum ceria.


“Tunggu aku selesai melakukan ini, setelah itu…aku akan membunuhmu!” batin Joe penuh kegeraman. Ia tak terima adiknya ditampar begitu saja oleh orang gila itu! Sudah gila! Menyeramkan! Tidak punya otak lagi! Buat kesal saja! Tunggu saja balas dendamnya nanti!.


.


.


.


Esoknya…


Satu persatu murid menerima parasut yang disediakan oleh para dosen. Selena tersenyum lucu melihat Joe yang gemetar saat menerima parasut itu, Joe phobia ketinggian itulah yang membuat gadis itu benar-benar ketakutan saat ini.


Selena dan para mahasiswa yang lain masuk kedalam helicopter yang ada. 1 helicopter diisi oleh satu tim, semoga mereka semua bisa lolos tes ini nanti. Yah walaupun…pasti akan ada yang pingsan nanti.


Helikopterpun diterbangkan, saat sudah berada di spot yang disetujui oleh para dosen semuanya segera menyiapkan diri. Selena dan timnya menghembuskan nafas, mengusir kegugupan yang menyertai mereka.

__ADS_1


“Tenanglah, ada aku” ucap Selena menggenggam tangan Joe.


Joe mengghembuskan nafasnya mengusir kegugupan dalam hatinya. Senior Seo melompat terlebih dulu dan diakhiri oleh Selena.


“Wahhhhhh!!!! Aku takut ketinggian!!!!! Aku tidak mau mati hari ini!!! Hutangku kepada Daniel belum lunas!!! Aku akan bergentayangan nanti!!! Ahhhhh!!! Mama!!!! Anakmu ini masih gadis!!!! Aku tidak mau mati hari ini!!!!!” teriak Joe.


Selena dan timnya yang lain mendekat dan menggenggam tangan Joe dan membentuk pola. Sedangkan dosen yang ikut dengan mereka bertugas mengambil foto dari helicopter.


“Ini menyenangkan Joe…nikmati saja, relax! Kau akan baik-baik saja! Jika kau tenang, kau akan menikmati ini”


Joe menggelengkan kepalanya tidak mau, ia benar-benar takut ketinggian. Inilah kenapa ia mati-matian tidak mau dimasukan ke kemiliteran oleh orang tuanya.


Selena menarik gesper membuat parasut Joe dan parasutnya terbuka membuat mereka dengan perlahan turun dan sampailah disebuah kapal yang mungkin sudah disiapkan untuk mereka semua.


Para mahasiswa yang lain menghembuskan nafas mereka. Akhirnya…nyawa mereka terselamatkan juga…mereka tidak mau mencoba hal menyeramkan ini lagi.


Prok prok prok!!


Jenderal Dion bertepuk tangan, akhirnya…keinginanya tercapai juga. Sekarang mereka berada ditengah lautan. Tidak ada yang akan menghentikan aksinya.


“Hahahahaha!! Bagus!!! Bagus sekali!!!” ucapnya membuat para mahasiswa menelan ludah dengan kasar.


Selena melepaskan tas parasutnya, benar bukan dugaannya? Ada niat tersembunyi dari pria ini.


Secara tiba-tiba kapal pesiar mewah itu dipenuhi oleh ratusan orang bersenjata membuat semuanya langsung berdiri dari tempat mereka duduk.


“Jenderal, ada apa ini?” tanya rektor merasa tak enak.


“Selena Yunki Leonardo…akhirnya aku mendapatkanmu…”


“Benar! Benar sekali! Aku mengincarmu!”


“Kau sudah keterlaluan!”


“Keterlaluan? Seharusnya anda tau…inilah yang akan anda dapatkan jika mengusik keluarga Chu dan Georgino”


“Kau!!! Dasar breng*ek!!!” geram Joe.


“Kau menginginkanku bukan? Lepaskan semua mahasiswa yang lain, baru kau boleh menyelesaikan urusanmu denganku” dingin Selena.


“Baik, aku tau…kau tidak mau kan. Mahkota kampus yang mereka banggakan mati didepan mata mereka semua?”


“Kalian lompatlah dari kapal pesiar ini, jangan lupa pakai pelampung. Kapal pesiar kakakku akan segera datang” ucap Joe.


“Kau ikut dengan mereka Joe” dingin Selena.


“Apa?! Aku tidak mau! Aku akan menemanimu!”


“Kau ingin membantuku kan?” tanya Selena.


“Tentu saja!”


“Melindungi dirimu sendiri, itu adalah bantuan yang kuinginkan”

__ADS_1


“Selena…tapi…” senior Seo berhenti berbicara ketika merasakan seseorang menodongkan pistol dikepalanya.


Selena mengepalkan tangannya geram. Sejak awal ia sudah menduga hal ini terjadi, di kamp 7 tidak ada Jenderal yang bernama Dion. Dan juga di kamp 7 hanya memiliki 57 orang dan semuanya sedang melakukan pelatihan diperbatasan. Dan mereka beru kembali 1 bulan lagi.


“Jika sampai salah satu dari mahasiswa ataupun dosen disini terluka, kupastikan…kalian akan segera bertemu dengan pencipta kalian”


“Hahahaha!!! Kau pikir aku akan takut dengan gertakan gadis belia sepertimu?! Sampah sepertimu…tak pantas berbicara sombong seperti itu!”


Satu persatu mahasiswa diam-diam mengambil pelampung dan segera meloncat ke laut begitupun dengan para dosen. Joe, Selena, dan senior Seo saling menatap.


“Bawa Joe turun, aku akan membereskan mereka!” ucap Selena kepada senior Seo.


“Kau tak kan bisa! Kau tak kan bisa melawan mereka sendirian!” ujar Joe.


“Bukankah kalian mengincarku? Selama mereka semua aman, kalian bisa mendapatkanku” ucap Selena.


Salah satu pria berjaz hitam itu mendorong senior Seo jatuh sedangkan Selena langsung mendorong Joe terjun dari kapal ketika melihat sebuah peluru mengarah ke-kepala Joe. Selena menghembuskan nafasnya, untung saja peluru itu tidak mengenai Joe tadi. Selena menatap geram kearah Dion. Breng*ek ini!! Beraninya dia…


“SELENA!! AKU TAK AKAN MEMAAFKANMU JIKA SAMPAI KAU TERLUKA SEDIKITPUN!! JIKA SEHELAI SAJA RAMBUTMU BERKURANG! AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU!!” teriak Joe


Selena melepaskan blazer hitam dan kuncir rambutnya. Ia lebih suka berkelahi dengan rambut terurai daripada terikat. Rasanya seperti terbang bebas!.


“Sayang sekali…gadis muda, jenius, dan cantik sepertimu…akan mati dengan mengenaskan hari ini…inilah akibatnya, jika kau berani mengganggu keluarga Georgino”


“Oh…jika aku tidak salah ingat…kau adalah komandan Deon dari kamp 9 yang mengkhianati kamp beberapa tahun yang lalu bukan? Jadi kau bekerjasama dengan keluarga Georgino untuk mengkhianati kemiliteran? Dan jika aku tidak salah ingat, kau adalah bawahan Jenderal muda Liekai bukan?”


“Hmph, gadis kecil sepertimu pintar juga ternyata…tapi kupastikan…kau akan mati ditanganku”


“Permainan belum dimulai, jangan menentukan terlalu cepat. Terkadang…ekspetasi jauh…bahkan sangat jauh…dari realita”


“Pandai bicara juga ternyata”


“Kau mengkhianati kemiliteran…tidak takut dihukum mati kah?” tanya Selena, menangani orang seperti ini…ia tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga.


“Hahahaha!! Dihukum mati? Itu adalah peraturan 7 tahun lalu! Sebelum Jenderal besar Ruvelis meninggal! Sekarang tidak ada yang berani mengeluarkan perintah seperti itu di kemiliteran, jadi…kenapa aku harus takut?”


“Kau tau siapa Jenderal besar Ruvelis?” tanya Selena mengerutkan keningnya.


“Tentu saja! Siapa yang tidak kenal dengannya?! Pria muda yang penuh dengan kepintaran yang diangkat menjadi Jenderal besar diumurnya yang ke-25 tahun! Tapi sayang ya…dia mati sebelum mendapatkan keturunan”


“Jika kau tau banyak tentang siapa dia, seharusnya kau juga tau siapa aku”


“Tentu! Kau adalah istri kontrak dari Tuan muda Georgino! Dan kutegaskan kepadamu! Jangan harap kau bisa menjadi menantu keluarga Georgino!”


“Cih, memangnya siapa yang sudi menjadi menantu keluarga Georgino?” sinis Selena.


Salah satu pria bergerak melawan Selena namun Selena berhasil melumpuhkan pria itu hanya dalam satu pukulan. Selena melempar orang itu dari keluar kapal pesiar, lumayan…hiu punya makanan pembuka yang sangat segar.


.


.


.

__ADS_1


Don't judge a book by its cover...


__ADS_2