
.
.
.
Ruvelis menggenggam erat tangan istrinya sembari menikmati daun-daun yang gugur. Ruvelis melepaskan genggaman tangannya lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.
“Terima kasih…terima kasih sudah memberikan Nara…ini hadiah terbaik yang pernah kudapatkan seumur hidupku” ucap Ruvelis menatap lembut putrinya yang tengah tertidur didalam pelukannya. Ia membelai kepala putrinya dengan lembut dengan tatapan penuh dengan kasih sayang.
“Kau sudah mengucapkan terima kasih setiap hari, jangan berterima kasih lagi…ini sudah kewajibanku” ucap Jenssica memeluk suami serta tubuh putrinya.
Ruvelis memeluk erat istrinya sembari mencium puncak kepala sang istri. Naranya bagai sebuah keajaiban yang terjadi didalam hidupnya. 9 tahun lalu, istrinya sudah divonis tidak bisa mengandung, namun ia dan istrinya tak pernah lelah terus berharap untuk memiliki seorang anak. Segala cara mereka lakukan agar bisa mendapatkan seorang anak. Itulah kenapa, kehadiran Naranya benar-benar seperti sebuah keajaiban untuk mereka.
Pernah…pernah sekali ia kehilangan harapan untuk memiliki seorang anak, namun itu tak membuatnya berpaling dari istrinya. Hanya karena ia menginginkan seorang anak maka ia harus mengkhianati wanita yang dicintainya? Bullshit! Ia tak akan melakukan hal menjijikan seperti itu. Bahagia… sekarang ia benar-benar bahagia atas kelahiran putri tercintanya. Ia tak akan membiarkan siapapun menyakiti putrinya. Ini keputusan yang tepat dengan menyembunyikan putrinya dari media. Ia tak ingin, putrinya mendapat masalah dikemudian hari. Ia tak ingin public tau, bahwa seorang Ruvelis…memiliki seorang anak.
“Ada yang ingin kukatakan kepadamu sayang” ucap Jenssica.
“Katakanlah”
“Bisakah, bisakah mulai besok…kau bawa Selena ke kamp kemiliteran?”
“Kenapa? Kenapa tiba-tiba, itu sebuah keputusan yang besar sayang. Kamp bukan tempat sembarangan” ucap Ruvelis. Ia tau apa yang diinginkan istrinya, istrinya ingin Naranya aman, istrinya ingin Naranya tidak lemah. Namun ini masih belum saatnya membawa Naranya masuk kedalam kamp militer.
“Aku tau kau tak ingin Selena terluka sedikitpun sayang, tapi ini keputusan yang tepat. Kau harus melatih Selena di kamp militer, ajari dia semuanya. Ajari dia agar dia bisa seperti dirimu. Aku tak ingin sampai dunia ini menyakiti putriku”
Ruvelis membenamkan kepala istrinya di dadanya. Ia tau kecemasan yang melanda istrinya, bagaimanapun…putrinya adalah seorang anak tunggal. Seorang pewaris keluarga Alexandra.
“Selama aku hidup…tak kan kubiarkan…siapapun menyakiti anak kita…tak seorangpun boleh menyakiti putriku”
Flashback Off…
.
.
.
Leo dan Jennifer kini sama-sama terduduk tak berdaya dihadapan Deon, Thomas, Jeff, dan Alexa ( Adik ke-6 Ruvelis ). Leo menatap Jennifer yang hanya bisa menunduk sembari mengangkat sebuah buah durian diatas kepalanya.
“Leonardo!!!” geram Deon.
Leo menggigit bibir bawahnya tak berani mengatakan apa-apa. Habislah…Deon benar-benar geram kali ini. Di mana ponselnya? Ia ingin menghubunggi Dearnya meminta pertolongan agar tidak digantung diatas perapian oleh Jeff.
__ADS_1
“Apa? Kau mencari ponselmu? Mau menghubunggi Selena? Dasar pecundang!” sinis Alexa.
“Hei!!” kesal Leo tak terima diejek pecundang.
“Sekarang…lebih baik kumulai darimana ya…” ucap Thomas.
Deon menginjak kaki Thomas membuat pria itu langsung berlutut disebelah Leo. Deon dengan santainya membalik buku dengan mata yang sesekali melirik Leo.
“Kenapa kau masih belum menikahi keponakanku Leo? Kau sudah tidak mencintainya lagi?”
“Bu-bukan begitu…Dear masih menjadi istri Hans, aku tak mau memaksanya jika dia masih belum siap memiliki suami kedua”
“Hans hanya menikahi Selena diatas kertas, pernikahan mereka hanya sah dalam Negara tapi tidak dengan agama. Jika kau menikahi Selena maka kau lebih berhak atas dirinya daripada Hans. Tujuan Hans sudah tercapai, untuk apa kau mengulur waktu?”
Leo menggigit bibir bawahnya, ia ingin sekali menikahi kekasihnya. Namun situasi sekarang masih belum memungkinkan, ia harus lebih mementingkan keamanan Dearnya terlebih dulu. Setelah itu ia bisa menikahi Dearnya dan mengurus proses perceraian Hans dan Dearnya.
“Nikahi Selena secepatnya Leo, kau tak perlu khawatir masalah keselamatan Selena. Kami bisa menjaga keponakan kami sendiri”
“Benarkah?! Jadi aku bisa pergi sekarang?!”
“Tidak! Kau akan tetap disini sampai besok pagi!” jawab Alexa melempari Leo dengan bantal.
“Leo, aku tak memaksamu untuk menikah dengan keponakanku. Tapi tak baik jika terus mengulur waktu, kami ingin keturunan Alexandra tetap berlanjut. Hans tak mungkin mau membiarkan Selena melahirkan anaknya. Jika kau tak mau menikahinya, maka aku akan pilihkan calon yang lain untuk Selena”
“APA?!” ucap Leo tak percaya.
“Hmmm kau benar kak, Tuan muda keluarga Jasson boleh juga”
“Apa?! Tidak! Tidak! Sudah cukup Hans yang menjadi sainganku! Aku tidak mau tambah 1 lagi!” kesal Leo.
“Jadi kapan kau akan menikahinya?” tanya Thomas.
“2 minggu lagi! Aku belum menyiapkan apa-apa! Apa kau ingin aku terlihat seperti pria miskin huh?!”
“Okey…dan kau Jennifer…”
Jennifer menelan ludahnya seketika mendengar suara kegeraman Deon. Ia benar-benar tak punya harga diri didepan seorang Jenderal muda Deon. Harga dirinya sebagai seorang Boss Mafia tak berguna dihadapan para Alexandra.
“Adik iparku yang baik hati…tolong lepaskanlah aku…”
“Lepaskan? Kau masih berpikir bisa keluar dari tempat ini?”
Drttttt drttttt…
__ADS_1
Ponsel Jennifer berdering, Deon menatap data ponsel Jennifer yang berada di atas mejanya. Ia melemparkan ponsel itu, Jennifer mengangkat telfon yang berasal dari anak buahnya itu dengan tangan kirinya yang masih mengangkat sebuah durian.
“Ada apa?”
“Nyonya! Tunangan Tuan muda Hans tiba dibandara!”
“Apa?! Kenapa Yeni tiba-tiba melakukan ini?!” tanya Jennifer langsung berdiri dengan terkejut.
“Saya tidak tau Nyonya! Beberapa pengurus dari keluarga Georgino sudah menjemputnya!”
“Jangan biarkan ular itu bertemu dengan putriku! Jika sampai kalian gagal! Ku kuliti kalian hidup-hidup!”
“Baik Nyonya!”
Tut…
Jennifer kembali menelfon seseorang, sial*n! Kenapa Yeni tiba-tiba melakukan hal ini?! Apa yang sedang wanita itu rencanakan kepada putrinya?! Ia harus bergerak lebih cepat dari ular berbisa itu.
“Aku minta! Hari ini juga, cari tau siapa tunangan Hans!”
“Baik! Saya akan segera mencari tau!”
Tut…
“Deon! Tunangan Hans ada di Negara ini sekarang!”
“Lalu? Apa urusanku dengan itu?”
“Arghhhh!!! Kau menjengkelkan sekali!!! Jika sampai wanita itu bertemu dengan putriku!! Aku akan membunuhmu!!”
“Keponakanku sedang bersama Lonza, bagaimana cara wanita itu bertemu dengan keponakanku? Punya otak kan kau? Tolong digunakan Okey?”
Jennifer mengepalkan tangannya melihat reaksi dingin Deon. Pria ini benar-benar tidak bisa dilawan dengan mudah. Ia benar-benar kehabisan kata-kata sekarang.
“Jika sampai wanita itu berani menyentuh bahkan bernafas disatu tempat dengan keponakanku…aku akan meratakan keluarganya” sinis Thomas.
“Perintah itu hanya bisa dilakukan jika Selena menyetujuinya, jangan bertindak ceroboh. Jika tidak itu hanya akan mengali lubang untuk kita nanti” ucap Jeff.
.
.
.
__ADS_1