Our Last Love

Our Last Love
The Our Last Love (12) : Ability


__ADS_3

.


.


.


Selena membuka matanya dengan terkejut, ia tertidur?! Sejak kapan ia tertidur?!! Lalu di mana Mona dan anaknya?! Sial*n!! apa yang terjadi setelah Daniel membawanya semalam?!.


Selena buru-buru masuk kedalam kamar mandi dan bersiap setelahnya langsung turun ke ruang tamu.


Sudut bibir Daniel terangkat melihat raut wajah Selena yang tengah mencari sesuatu, sepertinya obat tidur badak kemarin berhasil.


“Kau sudah bangun”


“Dasar sial*n! Di mana Mona?! Kalian belum menemukannya?!”


“Tu-tuan muda Daniel meminta kami untuk…”


“Tuan kalian aku atau Daniel?!!” geram Selena, sial*n! Menambah pekerjaan saja!!.


“Ma-maafkan kami”


“Aku ingin menantangmu Selena” ucapan Daniel membuat seluruh penghuni mansion megah itu terkejut, apa Daniel sudah gila ingin menantang Selena?!!.


“Aku sedang tidak mood meladenimu Daniel, telfon Paman Raf. Minta dia menemuiku di jalan utama”


“Siapa bilang kau boleh pergi?”


“Kau lebih baik tak ikut campur, urus saja anak-anak”


“Jika aku kalah maka aku tak akan menghalangi jalanmu, tapi jika kau kalah…kau tidak boleh kemana-mana”


“Sudah kubilang aku tidak mood!!”


“Apa kau takut? Apa kau takut kehilangan harga dirimu sebagai Jenderal muda?”


“Apa kau bercanda? Aku takut? Tanpa senjata, ikut aku kehalaman belakang” Selena mengangkat sudut bibirnya membuat Daniel menelan ludah…kenapa firasatnya tiba-tiba tidak enak?.


“Kok berani kau nantang Selena?” Hendrick berucap tak percaya kearah Daniel, seumur-umur ia tak akan pernah mau menantang kemampuan anak yang di didik oleh Ruvelis sendiri, Ruvelis punya segudang bakat yang beberapa diantara belum pernah ia ketahui dan bisa saja itu sudah diturunkan kepada Selena termasuk ‘Kepala yang tak tersentuh oleh peluru’. Selena mungkin masih muda dan pengalamannya tak sebanyak dirinya, tapi begitu Selena adalah kandidat utama Jenderal besar dengan gelar ‘Iblis Pedang Kemiliteran’ yang juga disandang Zachery dan Ruvelis, memang ya…3 generasi semuanya hebat-hebat.


Daniel hanya tersenyum getir mendengar pertanyaan Hendrick, ia juga tak tau kenapa ia punya nyali menantang Selena setelah mengetahui semua kesadisan Selena selama ini.


Selena merenggangkan badannya dan menatap Daniel yang kini ada dihadapannya, mungkin terdengar konyol…tapi ini adalah syarat terakhir Daniel yang harus dipenuhi sebelum menjadi Jenderal muda, melawan Jenderal muda sebelumnya.


“Ada 3 hal yang perlu kau ketahui saat menghadapi musuh, pertama…fokus kepada musuhmu, kedua gunakan indramu dengan baik dan ketiga…jangan sepelekan apa yang ada disekitarmu. Setiap orang memiliki titik kelemahan tertentu, jadi pastikan kau tau di mana titik lemah orang yang menjadi musuhmu”


“Aku mengerti”


Selena berlari dan menendang bahu kanan Daniel, lengah…bagaimana bisa pria ini lengah saat melawan seseorang?.


“Kau lengah, tetap fokus dan perhatikan sekitar. Jangan anggap aku Selena, anggap aku Jenderal muda Nara. Jika kau ingin mendapatkan gelarmu maka kalahkan aku” Daniel dengan sigap langsung menangkis serangan berturut yang dilakukan Selena, sial*n…benar kata Hendrick…kecepatan Selena diatas rata-rata.


“Jika kau berhadapan dengan musuh yang sekiranya lebih kuat darimu cobalah tidak melawannya terlebih dulu, biarkan dia menyerangmu dan kau hanya perlu menangkis serangannya, setelah dia sedikit lengah serang titik vitalnya dengan begitu kau tak akan kehilangan terlalu banyak tenaga”


Hendrick menatap tak percaya Daniel yang tak mampu mengatasi serangan Selena, pria itu tampak begitu kuwalahan meladeni serangan Selena dan belum melakukan serangan balik sekalipun. Hanya ada 2 alasan mengapa Daniel tidak melakukannya, dia tidak mau melukai Selena dan dia belum menemukan titik lengah Selena.


Selena menahan tendangan Daniel dengan tangan kirinya, bagus…pria ini sudah berani melawan. Ini yang ia harapkan.


“Serang lagi! Kerahkan kemampuanmu! Tunjukan bahwa kau memang pantas mendapatkan gelarmu!”


“Aku tak butuh gelarku, aku hanya ingin kau menerimaku. Aku ingin menjadi pantas bagi keluarga Alexandra sebagai menantu”


“Disaat kau bisa mengalahkanku dengan kemampuanmu, aku akan menerima lamaranmu”


Mendengar hal itu membuat Daniel kembali melakukan serangan kepada Selena, Selena tersenyum…bagus…tak sia-sia ia meminta secara khusus Jenderal besar kamp 6 untuk mengajar Daniel. Dilain kesempatan, ia akan melihat kemampuan Daniel dalam bersenjata.


“Kubilang jangan lengah!!” Selena menendang dada Daniel hingga pria itu terjungkal beberapa meter kebelakang, sebelum kepala Daniel membentur tanah Selena terlebih dulu menahan kepala Daniel dengan kakinya.


Daniel menerima uluran tangan Selena dan berdiri, sial…tidak sampai 10 menit ia sudah kalah dari Selena. Kalau begini bagaimana bisa ia pantas menjadi menantu keluarga Alexandra?!.


“Kemampuanmu lumayan, tingkatkan lagi. Lain hari aku ingin melihat kemampuan senjatamu, terutama pedang…jika kau ingin menjadi menantu Alexandra…penuhi syarat mereka” Selena melepaskan tangan Daniel dan berbalik pergi, Daniel yang melihat itu langsung melakukan serangan dari arah belakang.


Selena tersenyum dan menangkap tangan Daniel, belum menyerah juga?.


“A-apa?”


“Ingin mengalahkanku? Belum saatnya kau melakukannya” Selena menarik tangan Daniel dan membanting tubuh pria itu ke tanah.


“Akhhhhhhh!!!”


“Mungkin selain kepadaku kau bisa menggunakan trik curang barusan” Selena pergi begitu saja meninggalkan Daniel, ia harus mencarii jala*g itu dan anaknya.


Melihat kepergian Selena membuat Hendrick langsung membantu Daniel untuk berdiri, ia bilang apa…hasil akhir pasti bisa dilihat jika melawan Selena.


“Rafindra saja babak belur apa lagi kau? Apa punggungmu sakit?”


“Jenderal besar…”


“Nggak usah nangis!”


“Tolong lawan aku sekarang juga! Kemampuanku tidak seburuk itu kan?! Apa aku kalah dalam 12 menit?”

__ADS_1


“Apa kau ini sudah gila?! Habis dibanting seperti itu masih mau melawanku?!”


“Tak masalah, tolong lawan saya sekarang”


Hendrick menghembuskan nafasnya dan menjauh dari Daniel, anak yang keras kepala…tapi sudah seharusnya seorang Jenderal muda tak menyerah hanya karena dibanting seperti itu.


“Lawan aku, aku ingin melihat kemampuanmu”


Daniel tanpa ragu langsung menyerang Hendrick, tidak…tidak mungkin usahanya selama 3 tahun di kamp 6 sia-sia begitu saja. Tidak mungkin ia bisa dikalahkan dalam 11 menit!.


Hendrick mengerutkan kening sembari terus menerus menangkis serangan Daniel, kemampuan Daniel…setara dengan Selena saat berumur 14 tahun. Kemampuan ini sudah mencukupi bagi Daniel mendapat posisi Jenderal mudanya, tapi kenapa pria ini bisa kalah dengan mudah dari Selena?.


“Daniel, hal yang perlu kau ingat…bahkan aku saja terkadang kalah dengan Selena. Selena adalah anak yang di didik oleh Ruvelis sendiri dan kehebatan Ruvelis sudah tersebar kemanapun. Kemampuannya saat ini sudah setara saat Ruvelis pertama kali dilantik menjadi Jenderal besar. Anak itu selalu menyembunyikan kekuatannya dari siapapun, anak itu bisa terlihat lemah disaat yang dibutuhkan”


“Lalu kenapa dia tidak melawan saat bersama Hans?!”


“Karena dia tau, jika dia melawan Hans…ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, Jennifer mati dan dia mati. Hans adalah seorang Mafia, sebelum Selena tak ada yang berani memenjarakan keluarga Georgino dengan kasus-kasus yang berterbangan. Disaat bersama Hans, Selena juga menjalankan misi dariku…menjadi mata-mata keluarga Georgino dan menemukan titik lemah mereka bersama dengan Rafindra”


“Apa?”


“Sudah kubilang, Selena bisa beradaptasi sesuai kondisi. Dia lebih licik dari seekor rubah, sepertinya kau benar-benar tertipu oleh Selena dari awal sampai sekarang ya? Seharusnya kau tak tertipu dengan bunglon seperti Selena”


“Lalu kenapa Yeni tak bisa menyadari Selena adalah anak Jenderalbesar jika wajah mereka saja begitu mirip?! Aku selalu kesal setiap kali dia ditindas dan tak mau melawan! Dia punya kesempatan lalu kenapa dia tidak melakukannya?!”


“Jika dia bertindak seperti pemikirannya, maka tak ada alasan untuknya menjadi kuat seperti ini. Penyiksaan yang dia alami dikeluarga Georgino menjadi alasannya ingin terus menjadi kuat untuk membalaskan dendam, jika Selena ingin Selena bisa meruntuhkan keluarga Georgino dan mengambil perusahaan Hans menjadi miliknya. Tapi sayangnya, saat dia keluar dari rumah Alexandra…tak sekalipun dia diperbolehkan menggunakan kemampuan keluarga sebelum dia pantas menjadi pemimpin keluarga”


“Tapi haruskah sampai seperti itu?! Sampai dia harus keguguran?!”


“…”


“Kenapa anda tidak datang membantunya disaat saya juga tidak bisa membantunya?!!” Amarah Daniel semakin tersulut, dia terus melayangkan serangan kepada Hendrick.


“Karena itu pilihannya, jika kau berpikir aku tak tau apa yang sudah menimpanya maka kau salah besar. Jika kau tidak tau, saat kau membawanya ke pesta keluargamu aku bertemu dengan Selena secara rahasia. Aku juga memberitau kedua orang tuamu jika Selena adalah anak Ruvelis, anak yang sudah menyelamatkan keluarga Jasson dari keruntuhan”


“Keruntuhan?”


“Kau tau sendiri, saat Selena berusia 5 tahun dia mengalami mati suri. Dan kau pikir setelah kejadian itu, keluarga Jasson yang diminta Ruvelis menjadi pelindung Selena dari belakang akan selamat dari amukan Ruvelis? Jika saat itu nyawa Selena tidak bisa terselamatkan, Alexandrapun akan hancur”


Daniel menggigit bibir bawahnya, yahhh ia sudah menduga itu. Melihat Selena yang seorang anak perempuan pertama keluarga Alexandra sekaligus anak yang dinanti Jenderal besar selama 5 tahun tidak mungkin Jenderal besar anak terima jika putrinya disakiti, entah ia harus senang atau sedih karena saat ini Jenderal besar sudah tiada.


“Sayang ya…Ruvelis tiada sebelum melihat Selena yang seperti ini, Selena tak mungkin menderita seperti ini jika Ruvelis masih ada. Benar kata Jenssica, Ruvelis adalah batu pijakan sekaligus benteng Selena setelah Ruvelis tiada…tak akan ada yang bisa melindungi Selena bahkan Tuan besar sekalipun”


“Jadi…kau yang harus menggantikan Ruvelis menjaga Selena” lanjut Hendrick.


“Jika Tuan besar saja tidak mampu apalagi saya?! Pantaskan saya melindungi Selena dengan kemampuan saya yang seperti ini?!”


“Kelak aku yakin kau pasti akan menjadi menantu Alexandra yang sempurna, membuat Selena bisa melahirkan Jenderal besar selanjutnya. Tingkatkan kemampuanmu dan jangan pernah puas dengan pencapaian yang kau dapatkan”


“Apa?”


“Apa?! Menghancurkan Alexandra?!”


“Hal utama yang membuat Selena diincar bukanlah karena dia anak Ruvelis melainkan dia bisa digunakan sebagai alat untuk menghancurkan keluarga Alexandra. Alexandra punya iblis yang ada disetiap penerus, dan itu…adalah titik kelemahan Selena”


“Kenapa anda mengatakan ini kepada saya?”


“Karena kau…satu-satunya kandidat yang sempurna dijadikan menantu Alexandra” ucap Hendrick sembari melayangkan tendangan pada perut Daniel.


“Papa!!” Daniel menatap putranya yang tengah berlari kearahnya, huftttt…


“Kita sudahi latihan hari ini, tingkatkan kemampuanmu…buat kami puas dengan itu”


Daniel menggendong anaknya dan menciumi pipi putranya itu, ya…ia harus bisa menjadi menantu keluarga Alexandra, ia harus bisa menjadi orang yang pantas bersanding dengan Selena.


Daniel membawa putranya masuk kedalam mansion, jika dipikir ia akan segera mewarisi keluarga Jasson…dan dihari itu pastinya akan terjadi kekacauan besar. Ia harus siap dengan itu semua.


“Jaga tubuhmu Daniel, hanya kurang 3 bulan lagi” ucap Deon, 3 bulan lagi Daniel akan menjadi kepala keluarga Jasson dan beberapa hari atau minggu setelahnya keponakannya akan menjadi kepala keluarga Alexandra. Kepala keluarga permepuan pertama dalam sejarah Alexandra.


“Aku tau…”


.


.


.


.


.


Wei memberikan sebotol air dingin kepada Selena, Selena meneguk air itu hingga habis setengah. Ahhh, main kucing-kucingan lucu juga ternyata. Sudah lama ia tak memainkan permainan anak-anak ini.


“Berikan samuraiku Wei” Wei membungkuk sembari memberikan samurai yang terbungkus kain hitam kepada Selena, Selena mengusap samurai itu dengan perlahan. Sepertinya masih tajam, akan akan coba sebentar lagi.


Selena berdiri dan mendekati sebuah lukisan yang terpajang di dinding, dengan kuat Selena menarik lukisan itu membuat sebuah kamera didalamnya terlepas. Main-main ternyata.


“Sampai kapan kau mau bersembunyi Mona?”


“Wei, dalam 15 menit akuisi gedung apartement ini dan usir semuanya”


“Saya menerima perintah anda” Wei segera keluar dari apartement mewah itu, hanya orang gila yang mau mencari masalah dengan Nonanya yang seorang Psikopath.

__ADS_1


Selena menancapkan samurainya disebuah pintu lalu berjalan-jalan, Mona yang berada didalam ruangan itu gemetar ketakutan melihat sebuah samurai tengah menancap tepat disebelah kepalanya.


“Mama, kapan kita akan keluar?”


“Stttt jangan berisik, kita tunggu sebentar ya”


Creakkkk


“Ketemu” Selena menjambak rambut Mona dan melemparnya dihadapan para bodyguard, Mona menatap tajam Selena smebair memegangi lengannya yang membentur lantai dengan keras.


“Apa yang mau kau lakukan hah?!”


“Apa yang kulakukan? Aku ingin membuat seluruh keluargamu bernasib sama seperti keluarga Georgino, dengan begitu dunia bisa tau…konsekuensi telah mengusik ketenanganku”


“Lepaskan Mamaku dasar penyihir!!” Selena menatap dingin anak laki-laki yang tengah memukuli kakinya.


“Kalau aku penyihir Ibumu apa? Iblis? Seret Mona ke keluarga Iskandar, dan untuk anak ini…bawa dia ketempat Daniel”


“Ma-maaf?”


“Biar Daniel yang mengurus anak ini”


“Ba-baik”


*****************************


Daniel dan lainnya seketika beridri dari tempat duduk mendengar suara pintu dibuka dengan paksa, Selena masuk sembari menarik rmabut Mona dan melemparkannya dihadapan Nire.


“M-ma?”


“Bawa anak-anak itu kekamar” dingin Selena, Rafindra langsung membawa ke-3 anak itu masuk kedalam kamar.


“A-apa yang mau kau lakukan?”


“Apa ya? Enaknya diapakan Daniel? Dikuliti atau dibakar?”


Selena melemparkan sebuah belati kepada Daniel, Daniel menatap sebuah belati indha ditangannya. Wahhh ia yakin ini milik Jenderal besar namu yang dicuri oleh Selena.


“Kau tau yang perlu dilakukan dengan belati itu, aku urus anak kecil itu. Jeff, sekarang juga buat perintah untuk menghancurkan keluarga Mona”


“Hahhh Selena, kau tau itu tak bisa sembarangan dilakukan. Apalagi ini adalah masalahpribadi, lagipula keluarga Bai tak pernah melakukan pemberontakan sebelumnya. Paman tak bisa melakukannya sesuka hati” Tapi tunggu, Selena memanggilnya apa tadi? Jeff? Tanpa Paman? Ia tak salah dengar kan?.


Selena tersenyum sinis, ia mengeluarkan ponslenya dan menghubungi seseorang. karena Pamannya Jeff sudah terang-terangan menolak permintaannya, jadi ia tak punya pilihan lain selain melakukan ini.


“Saya siap menerima perintah”


“Minta semua perusahaan yang menjalin hubungan dengan perushaana Bai membatalkan kerjsama mereka, jika ada yang menetang berarti mereka ingin berhadapan dengan perusahanku”


“Baik, saya akan menglihkan semua dana yang ada masuk kerekening anda”


“Good boy”


Tut…


Selena menatap wajah pucat Mona, wahhhh baru seperti ini saja sudah pucat? Ya wajar sih, keluarga bangsawan yang sudah berdiri ratusan tahun hancur begitu saja.


“Selena, kau tak boleh menyalah gunakan kekuasanmu. Meskipun Mona bersalah tapi kau tak bisa menghancurkan keluarga Bai begitu saja” ucap Deon, akan terjadi maslaah jika keluarga Bai tiba-tiba dibangkrutkan tanpa alasan yang jelas. Itu bisa berdampak pada kamp juga.


“Apa kau sudah mencoba melawan keputusanku Deon? Beraninya kau…” Mata Deon dan Jeff seketika membulat, i-ini bukan Selena! Ini bukan Selena! Ini iblis sial*n itu!.


Selena menarik samurainya dari tangan Wei dan dengan kasar menyatat telapak tangannya membuat darah menetes ke lantai. Liekai menahan tubuh Daniel yang hendak menghampiri Selena bersama dengan Hendrick, Daniel bisa mati jika mengganggu Selena yang saat ini! Dan juga sejak kapan iblis itu muncul?!.


“Kau sudah mengotori nama keluarga yang telah mendidik Selena, kau telah mengotori nama pria yang dicintainya dan juga kau membuat Selena mengurungkan kembali keputusannya menyerahkan putranya kepadaku”


“Keluar dari tubuh Selena sial*n!!!” geram Daniel.


“Siapa kau memerintahku?”


Crakkkkk


Selena menginjak kaki Mona ketika wanita itu mencoba melarikan diri, Mona berteriak dengan keras meraskaan kakinya yang patah. Ia benar-benar berslaah mengganggu iblis seperti Selena!.


“Kau mau apa?! Akan kuturuti asalkan keluar dari tubuh itu sekarang juga!”


“Aku mau apa? Karena Selena sudah bersikeras tak ingin anak Leo menjadi tempatku selnajutnya, maka buat Selena mengandung anak yang akan menjadi tempatku”


“Apa?!”


“Tu-tuan muda Iskandar?!” Selena dan Daniel langsung menoleh kearah bodyguard yang tengah gemetar ketakutan? Hm?.


Mata Daniel membulat melihat seorang pria yang berdiri diambang pintu, le-Leo? Ti-tidak mungkin…i-ini pasti mimpi kan? Leo…masih hidup.


“Selena?”


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2