Our Last Love

Our Last Love
Chapter 48 : Akhirnya aku menemukanmu Dear!


__ADS_3

.


.


.


t


Selena memajukan bibirnya karena Hans tak jadi memasakkan makanan untuknya. Ia harus pergi sekarang untuk membantu Alex menanggani sesuatu. Gagal sudah ia makan masakan suaminya.


Hans hanya tersenyum melihat wajah kesal istrinya. Ia mengecup singkat pipi istrinya sebelum istrinya itu keluar dari rumah.


“Bi…malam ini aku akan pulang sedikit terlambat. Minta Selena untuk istirahat jika dia sudah pulang”


“Baik Tuan…”


Hans mengambil jaznya dan keluar dari rumah.


*


Selena berlari masuk kerumah sakit dan langsung menghampiri Alex yang tengah berada didepan UGD. Alex menghembuskan nafasnya melihat kedatangan Assistantnya, akhirnya gadis kecil ini datang juga.


“Ada apa?”


“Pasien VVIP no 1. Kau yang tangani, aku angkat tangan melayani pasien itu” kesal Alex.


“Ha? Hanya itu?”


“Iya”


Selena menatap heran Alex yang menyuruhnya cepat-cepat datang kemari hanya untuk itu. Alex memberikan semangkuk bubur kepada Selena dan segera pergi keruangannya sendiri.


Tak mau berpikir lama Selena langsung masuk kedalam lift dan menuju lantai teratas di rumah sakit ini. VVIP no 1, kamar yang dulu pernah di tempati? Siapa tamu spesial yang sampai membuat atasannya angkat tangan seperti itu?.


Selena menatap heran jejeran bodyguard yang berjaga diruang kamar. Salah satu bodyguard menatapnya dan langsung membeku.


“No-nona muda?!”


“Kalian siapa?”


Semua bodyguard itu langsung membungkukkan badan mereka membuat Selena keheranan sendiri. Selena berjalan kearah pintu, ia mengetuk beberapa kali pintu itu dan tidak ada sahutan sama sekali. Tak berselang lama ada orang yang berteriak didalam ruangan megah itu.

__ADS_1


“Enyah kalian semua!!! Pergi!! Aku tak mau melihat kalian!!”


Pyarrrrr


Mangkuk bubur ditangan Selena langsung jatuh kelantai dan hancur berkeping-keping. Tubuh Selena gemetar hebat, air matanya luruh tanpa aba-aba terlebih dulu. Salah satu bodyguard menegakkan badannya dan membuka pintu.


Leo membeku mendapati siapa yang berada diluar ruangannya. Mata berbeda warna itu langsung saling menatap dengan ketidak percayaan didalamnya.


“Dear…”


Pria itu langsung turun dari ranjangnya dan memeluk Selena dengan erat, Selena masih membeku. Suaranya tak bisa keluar sama sekali.


“Dear hiks…aghhh Dear…akhirnya aku menemukanmu...” Leo menangis terisak memeluk Selena. Selena dengan gemetar memeluk punggung pria itu.


“Dear….?” ucap Selena tak percaya.


Para bodyguard yang melihat itu langsung menutup matanya dan menutup rapat-rapat telingga mereka.


“Ini aku sayang…kau kemana saja? Aku mencarimu kemana-mana”


Leo dengan air mata yang terus mengalis mengusap kedua pipi Selena. Ia bersyukur bisa melihat kekasihnya dalam keadaan baik-baik saja.


Selena memeluk erat Leo sembari menangis keras. Leo membalas pelukan Selena tak kalah eratnya.


“Maaf…aku benar-benar minta maaf…maafkan aku….”


“Hiks hiks…kau jahat…kau pembohong!”


“Maaf…aku benar-benar minta maaf…”


Leo, pria itu melepaskan pelukan Selena. Ia menggenggam kedua tangan kekasihnya dan menciumnya, tuhan menjawab semua doa’anya. Akhirnya ia bisa bertemu dengan kekasihnya.


Leo mendongkakan dagu Selena, ia mencium bibir kekasihnya dengan lembut. Selena menangis dan membalas ciuman pria yang ia cintai ini. Sekarang statusnya sudah berubah, tapi sungguh…ia masih sangat mencintai pria ini. Pria yang selalu memperlakukannya dengan lembut tanpa ada kekasaran sedikitpun.


“Aku bersumpah tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi Okey…” Leo membawa Selena kedalam pelukannya. Melepaskan kerinduan yang tertahan selama hampir 2 tahun.


Leo membawa Selena masuk kedalam ruang rawatnya. Ia mendudukkan Selena dipangkuannya, kali ini ia tidak akan pergi lagi. Ia tidak akan pergi lagi. Ia akan terus menemani kekasihnya disini.


Leo menyembunyikan wajahnya ditengkuk leher Selena. Ia memeluk erat pinggang kecil kekasihnya.


“Dear…ayo kita menikah”

__ADS_1


“!”


Selena tersentak kaget mendengar ucapan Leo. Apa yang pria ini katakan? Ia sudah menjadi istri Hans, tidak mungkin jika ia harus menikah dengan kekasihnya ini. Walaupun ia mencintai kekasihnya.


“Dear…apa yang kau katakan? Kau pasti sudah tau aku sudah menjadi istri orang…aku tidak bisa melakukannya…”


“Kenapa tidak bisa Dear? Hans punya tunangan lain disaat dia sudah punya istri, kenapa kau tidak boleh mempunyai suami lain saat masih bersama Hans? Kita sudah berjanji akan menikah dihadapan kedua orang tuamu bukan?. Dear…aku mencintaimu, sangat mencintaimu…” ujar Leo melirih diakhir katanya.


Selena menggigit bibir bawahnya mendengar ucapan kekasihnya. Lagi…lagi-lagi ia dibimbangkan oleh situasi dan status. Sekarang ia harus melakukan apa? Ia sudah menjadi istri Hans, namun ia juga sudah berjanji untuk menikah dengan Leo dihadapan kedua orang tuanya.


“Leo…aku juga mencintaimu…tapi status kita sudah berbeda sekarang…tolong kau paham”


“Aku tidak peduli Dear, apapun statusmu. Kau tetap milikku, tolong…tolong jangan membuangku seperti ini…”


Selena langsung membalik badannya dan memegang kedua pipi kekasihnya itu. Kenapa Leo bisa berpikiran seperti ini?.


“Dear…aku tidak membuangmu…tapi status kita sudah berbeda…”


“Aku tidak peduli! Dulu kau pernah bilang kau akan terus menungguku apapun yang terjadi! Sekarang aku datang kemari untuk membawamu pergi! Aku tidak peduli jika Tuan muda dari keluarga Georgino itu akan membunuhku, aku tidak peduli! Aku hanya ingin kau menjadi milikku seorang!” Leo berucap dengan nada tak beraturan, ia tak sanggup jika harus membentak kekasihnya tapi ia ingin meluapkan apa yang tertahan dihatinya sekarang.


“Sayang…dengarkan aku…status kita sudah berbeda…kumohon…jangan membuatku dilema seperti ini”


“Kau tak perlu bimbang sayang, bercerailah dengan Hans dan kita akan menikah. Aku bersumpah tak akan meninggalkanmu lagi mulai sekarang”


Selena menggenggam tangan Leo dengan erat, ia menangis mencium tangan besar itu. Tubuhnya sudah menjadi milik Hans namun hatinya masih tetap milik Leo. Ia takut Leo akan kecewa kepadanya jika tau pria lain sudah menyentuhnya. Beberapa minggu terakhir Hans memperlakukannya dengan begitu lembut sama seperti Leo memperlakukannya.


“Hiks…aku juga tak mau seperti ini…aku hanya ingin bersamamu…tapi tubuhku sudah menjadi milik orang lain Leo…maafkan aku hiks…”


“Hmphhh…”


Leo kembali mencium bibir Selena dengan lembut. Ia tak peduli, walaupun pria itu sudah memiliki tubuh kekasihnya tapi kekasihnya masih tetap menjadi miliknya. Ia tak peduli bagaimana keadaan Selena, ia akan tetap menerima Selena sekalipun Selena mempunyai anak dengan pria itu.


“Kita menikah, aku akan membawamu pergi. Aku akan bertanggung jawab apapun yang akan terjadi nanti, aku akan mengurus perceraianmu dengan pria itu. Setelah itu kita bangun keluarga kita, kau akan menjadi seorang ibu dari anak-anak yang mengemaskan okay…? Dear mau kan?”


Selena memeluk erat kekasihnya, seorang anak…ia pernah memimpikan hal itu beberapa bulan yang lalu. Seorang


anak…ia ingin memilikinya. Ia sangat ingin memiliki seorang anak, ia ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu.


“Hiks…aku menginginkannya…”


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2