Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 197 : Proof


__ADS_3

.


.


.


Selena membuka matanya dengan perlahan, merasakan hawa dingin yang menjalar ia kembali menarik selimut yang sempat ia buka. Ia ingin tidur hari ini, ia tak ingin kemana-mana…pinggangnya sakit…kakinya juga bengkak, ia tak mau keluar dari kamarnya hari ini.


Tok tok tok…


“Hmmmmmm…siapa?”


“Ini aku Selena, bisa aku masuk?”


“Masuklah Said”


Said masuk dan meletakkan makanan serta minuman diatas kabinet dan menatap gundukan selimut. Hissss dingin-dingin begini masih menyalakan AC? Tak heran jika Tuan besar Alexandra benar-benar khawatir dengan bocah tengil satu ini jika dibiarkan pergi sendirian.


“Bangun dan makanlah, jangan sampai masuk angin” ucap Said sembari menekan remote AC untuk mematikan benda itu.


“Hisssss!! Kenapa kau matikan ACnya?!”


“Kau kedinginan begitu masih mau pakai AC? Kenapa tidak tinggal dikutub saja”


“Tidak boleh Paman! Puas kau?!”


“Jadi jika Pamanmu mengizinkan kau mau begitu?!”


“Ya iyalah! Aku bisa memancing


setiap hari!”


“Aku sedang malas berdebat denganmu, cepatlah makan dan bersiap. Kau harus datang ke pengadilan”


“Untuk?”


“Besok sudah sidangnya”


“Oh iya! Aku lupa! Belikan baju, aku akan mandi” ucap Selena bangun dengan terkejut, ia benar-benar lupa…hari ini ia harus datang ke pengadilan untuk menemui pengacara pribadi dan juga Ayahnya. Ia juga harus menghubungi Daniel dan keluarganya!.


“Makan dulu baru mandi, nanti masuk angin aku yang dibunuh Daniel”


“Cerewet sekali kau ini, pergi sana!” ucap Selena sembari melempar bantal tepat mengenai wajah Said.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Besoknya>>>


Keluarga Georgino di bawa masuk oleh polisi kedalam persidangan, mata sayu Yeni menatap persidangan yang begitu luas bak sebuah Istana, inikah pengadilan kemiliteran?. Steven, Kyler, dan Moses tak mampu berkata apapun melihat besarnya persidangan ini…tenaga mereka habis karena wanita-wanita itu, bahkan mereka bisa merasakan bahwa mereka sudah menjadi pria cacat.


“Mohon kalian duduk terlebih dulu”


Keluarga Georgino duduk di tempat yang sudah di tentukan, salah satu polisi tampak sedang menghubungi seseorang dan tak lama setelahnya ratusan orang mulai memasuki persidangan ini. Lucio membulatkan matanya tak percaya melihat deretan para kepala keluarga dari keluarga besar dihadirkan dalam sidang keluarganya. A-apa-apaan ini?.


“Apa yang kalian lakukan?! Kenapa kalian memanggil mereka kemari?!”


“Anda tidak perlu ikut campur dalam masalah ini Tuan besar Georgino”


Yeni mengepalkan tangannya, sial*n…ini pasti ulah wanita itu dan juga Rafindra! Mereka sengaja memanggil pria-pria berpengaruh ini agar mereka memandang rendah keluarga Georgino! Ia benar-benar tak akan mengampuni wanita itu, setelah bebas dari penjara…ia pastikan akan membalas perbuatan wanita tak tau diri itu.


Tak berselang lama, keluarga Iskandar dan keluargga Jasson datang dan langsung duduk ditempat yang disiapkann oleh penjaga. Joe menjulurkan lidahnya mengejek Yeni yang tengah mengepalkan tangannya dengan erat, akhirnya hari ini datang juga!.


Lucio semakin membulatkan matanya ketika melihat deretan sultan-sultan dari berbagai Negara ikut dihadirkan dalam sidang ini, sial*n…sebenarnya apa yang sedang terjadi?! Kenapa pengadilan ini mendatangkan orang-orang yang berpengaruh seperti ini? Apa mereka ingin menunjukan bahwa keluarga Georgino bukan lagi keluarga terpandang?!.


“Di mana Selena?” tanya Said kepada Assistantnya. Tadi Selena bilang ingin menjemout Daniel dan Rafindra di bandara, kenapa belum tiba sampai sekarang?.


“Sultana sedang dalam perjalanan kemari sultan muda”


“Baiklah, tolong belikan dia Americano 9 shot espresso di café depan”


“9?” tanya pria itu terkejut.


“Ya, itu minuman kesukaan Selena”


“Ba-baik”


Tak berselang lama Hendrick serta para Alexandra datang bersama dengan Tuan dan Nyonya Alexandra. Hendrick menatap jam tangannya, 30 menit lagi sidang dimulai…di mana Selena dan Daniel? Apa kedua orang itu terjebak macet? Atau anak-anak rewel dalam perjalanan?.


“Aku ingin lihat pria bernama Hans itu” ucap Mikayra memicingkan matanya membuat snag suami keheranan sendrii.


“Kenapa memangnya?”


“Heh, aku hanya ingin melihat pria mana yang berani mempermalukan cucuku”


“Maaf membuat kalian menunggu lama”

__ADS_1


Selena masuk membuat semua tamu undangan langsung berdiri dan membungkuk hormat kepada Selena dan hal itu tentu saja mengejutkan keluarga Georgino. A-apa-apaan itu?!.


Mikayra tersenyum manis melihat cucunya yang datang sembari mengenakan pakaian yang ia belikan tadi pagi, cucunya terlihat begitu cantik dalam balutan kain putih itu, ia akan membelikan beberapa kain lagi nanti saat pulang.


“Kemana saja?” tanya Hendrick.


“Anak-anak rewel, jadi kutinggalkan dengan Daniel”


“Kau meninggalkan anak-anak dengan Daniel?! Di mana Daniel sekarang?!” tanya Hendrick.


“Dicafe depan, sedang beri asupan”


Hendrick hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat kelakuan Ibu muda ini, anaknya rewel bukannya ditenangkan dulu malah ditinggal.


Selena menuruni anak tangga satu persatu dan langkah itu berhenti didepan meja hakim, Selena meletakkan stempel kemiliteran diatasmeja itu dan membalik badannya, menatap sinis kearah keluarga Georgino.


“Bagaimana? Mental sudah siap?” tanya Selena.


“Kau! Apa yang ingin kau lakukan sampai menghadirkan orang sebanyak ini hah?!” bentak Stefen.


“Sebuah keluarga yang hendak didepak keluar, terkhususkan keluarga besar harus disaksikan oleh banyak mata agar tidak menimbulkan masalah kedepannya. Apa kau tidak pernah membaca buku Yeni?” Emerland berucap dengan begitu dingin langsung membuat Yeni menelan ludahnya, sial*n…


“Heh, keluarga yang masuk secara Illegal mana mungkin mempelajari itu?” cibir Joe.


“Kau yang notabenenya anak haram keluarga Jasson diam saja sial*n!” bentak Kyler.


“Kau juga anak haram”


Suara dingin Selena langsung mengheningkan ruangan itu, mata jade Selena melirik kearah pengacara yang disiapkan keluarga Georgino,  ia bawa pengacara tidak ya kemari tadi? Sepertinya ia lupa membawa  pengacara pribadinya, ketinggalan di mana ya pengacaranya?.


Ke-3 Hakim memasuki ruangan dan duduk di tempatnya, Selena melirik sekilas pria-pria yang sudah berumur itu lalu menghampirinya.


“Anda sudah dewasa Jenderal muda, bagaimana keadaan anda?”


“Saya baik, bagaimana kabar Ayah? Saya dengar kemarin Ayah sedang sakit”


“Ayah sudah baik-baik saja, duduklah ditempat anda…”


Ketua hakim mencium punggung tangan Selena sebelum Selena kembali ke tempatnya, mata Selena kembali melirik tangan kanan Said yang tengah membawa Americano, apa itu untuknya?.


“9 shot?”


“Terima kasih”


“Maaf, apa aku terlambat?” tanya Daniel sembari menggendong Leon.


“Tutup pintunya” ucap Selena.


Penjaga menutup pintu setelah masuknya Rafindra menggendong Leona, Daniel memberikan Leon kepada kakak ipar Selena sedangkan Leona tetap digendongan Rafindra.


“Baik, mari kita buka sidang hari ini” ucap ketua hakim sembari mengetuk palu sebanyak 3 kali.


Keluarga Georgino diarahkan untuk berpindah tempat, duduk dikursi terdakwa yang sudah disiapkan sedemikian rupa. Selena menatap dingin hal itu, ia ingin Papanya menyaksikan hal ini, ia ingin Papa dan Mamanya menyaksikan kehancuran keluarga yang membuat keluarganya menderita selama beberapa tahun.


“Ka-kami”


“Mereka hanya butuh dokter jiwa” jawab Selena.


“Baiklah, kalian para terdakwa mohon untuk memperhatikan segala sesuatu yang didengar dan dilihat dalam persidangan ini”


Penuntut umum segera membuka Document ketika mendapat kode mata dari hakim ketua. Selena melirik kearah teman-temannya yang tengah serius menatap ketua hakim, kenapa mereka menatap gurunya seperti itu?.


Penuntut umum membacakan surat dakwaan keluarga Georgino. Semua orang tercengang mendengar dakwaan yang dibacakan oleh penunut umum, keluarga Georgino terjerat kasus sebanyak itu? Jika sebanyak dan sefatal itu kasus yang diperbuat keluarga Georgino, maka Jenderal besarpun tak akan bisa menyelamatkan mereka semua bahkan meringankan hukumannya pun terdengar mustahil untuk dilakukan.


“Apakah Tuan pengacara ingin mengajukan keberatan atas hal tersebut?”


Pengacara keluarga Georgino berdiri dan menunjukan surat pengacaranya, ketua hakim menganggukkan kepalanya melihat hal itu membuat sang pengacara langsung mengambil sebuah kertas yang ia siapkan diatas meja.


“Silahkan mengajukan eksepsi”


“Semua dakwaan yang dilakukan oleh Nona Selena tidaklah bisa diterima dan banyak sekali dakwaan yang dinilai kadaluarsa dan juga dakwaan atas keluarga Georgino dari Nona Selena saya anggap dilebih-lebihkan oleh Nona Selena sendiri. saya mengenal baik keluarga Georgino, mereka tidak melakukan hal sekotor itu yang mulia”


Pria itu mengeluarkan sebuah kertas dari map coklatnya dan diberikannya kepada ketua hakim. Ketua hakim membacanya, pria itu juga memberikan salinannya kepada penuntut umum.


“Apakah terdakwa ingin mengajukan eksepsi?”


“Ya yang mulia” Yeni berdiri dan menatap dingin kearah ketua hakim.


Selena hanya diam menatap hal itu, ia masih sibuk meminum espressonya. Ini enak, ia ingin beli lagi setelah sidang, atau ia akan bawa pekerja café itu untuk dipekerjakan di mansion Alexandra.


Para Alexandra menatap heran keponakan mereka yang hanya diam mendengarkan eksepsi dari Yeni, apa Selena tidak mau melawan eksepsi itu?. Ini sidang yang sangat penting, sidang yang bisa mempengaruhi hubungan keluarga Alexandra dengan beberapa keluarga lain, apa Selena masih tak mau ikut campur?


“Saya merasa keluarga saya tidak melakukan semua tuntutan yang dibacakan, semua tuntutan itu tidak pernah dilakukan oleh keluarga saya lalu bagaimana bisa Selena menuntut keluarga Georgino dengan kasus itu? Kasus yang jelas-jelas tak pernah dilakukan oleh keluarga Georgino”


Ketua hakim hanya bisa diam mendengar eksepsi dari Nyonya Georgino, tidak mungkin muridnya ini menuntut tanpa adanya sebuah bukti yang akurat, jika muridnya bisa menuntut sebanyak dan serinci ini tidak mungkin tidak ada bukti kuat yang sudah disiapkan.


“Aku tak mau urusan ini semakin panjang Yeni, tapi jika kau mau mati…teruslah berdalih tidak pernah melakukan itu semua” ucap Selena sembari memberikan kopinya kepada Rey.


Selena menatap dingin kearah Hendrick, Hendrick menghembuskan nafasnya. Haihhhh, ini pertama kalinya Selena ingin ia ikut campur dalam masalah seperti ini. Hendrick berdiri bersama Nahl dan juga Nike (Pengacara pribadi keluarga Alexandra), ke-3 orang itu berjalan dan duduk di kursi pengacara.


“Jika kau ingin melawan, minta pengacaramu melawan mereka ber-3. Karena mereka ber-3, adalah pengacaraku”


“Tuan Jordy (Pengacara keluarga Georgino), tolong katakan bagian mana yang menurut anda tidak sesuai dengan kasus yang dilakukan keluarga Georgino, katakan secara rinci dan jelas setelah itu jelaskan mengapa anda mengatakan hal itu” ucap Mike langsung membuat Jordy menelan ludahnya dengan kasar. Pria itu adalah gurunya, sial*n…bagaimana bisa wanita itu mendapatkan gurunya sebagai pengacara? Bahkan dirinya saja yang sebagai murid tak bisa membuat gurunya itu mau menjadi pengacara keluarga Georgino!.


“Ada banyak poin yang perlu dipertanyakan dalam kasus-kaus ini Tuan Nike, selain percobaan pembunuhan dan menyakiti secara sengaja sisanya harus dipertanyakan kebenarannya. Saya ingin bertanya, darimana penuntut bisa melaporkan keluarga saya dengan kasus sebanyak itu dan setidak masuk akal itu. Lagipula jika itu benar adanya, kenapa tidak sedari dulu penuntut melaporkan kasus ini?”


“Di mana letak tidak masuk akalnya?” tanya Nahl.


“Apakah perlu kuperjelas surat dakwaan itu?” tanya Hendrick langsung membuat keheningan diruangan megah itu.


Zachery menatap sendu Hendrick, kenapa semuanya menjadi seperti ini? Seharusnya hal ini tidak pernah terjadi, ia ingin memutar kembali waktu dan kembali ke 17 tahun yang lalu. Ia ingin memperbaiki segala hal yang terjadi di tahun itu, karena tahun itulah penyebab semua kekacauan ini, Georgino adalah pembawa semua kekacuan ini.


Mikayra tersenyum getir melihat Hendrick, entah kenapa sekilas ia melihat bawayangan putra kesayangannya diantara Hendrick dan Nahl. Ia ingin putranya yang duduk disana, menjadi pengacra cucunya sesuai harapan Jenssica.

__ADS_1


“Oma tak perlu menangis” ucap Selena memeluk erat Mikayra.


“Hiks…Oma hanya teringat oleh Papamu sayang…”


“Nara juga rindu Papa, jangan meneteskan air mata dihari bahagia ini Oma. Satu air mata Oma yang jatuh kelantai pengadilan ini, satu kepala keluarga Georgino akan kuledakan dihadapan Oma”


“Yang mulia, saya ingin mengajukan suatu permintaan” ucap Selena.


“Silahkan”


“Saya ingin, sidang ini diselesaikan hari ini juga”


“Itu tidak mungkin! Anda menuntut keluarga Georgino dengan kasus sebanyak itu, mana mungkin ini bisa diselesaikan dalam sehari?!” ucap Jordy.


“Bukankah tadi kau bilang jika keluarga Georgino tidak melakukan hal-hal yang menjadi dakwaan? Kenapa? Takut tidak punya waktu mencari saksi palsu dan penghancuran bukti?” sinis Selena.


“Apa yang kau katakan hah?! Aku tidak meminta seseorang untuk mencari saksi palsu dan menghancurkan bukti yang kau dapatkan!” bentak Yeni tanpa sadar.


“Mengaku kan” ucap Nahl.


“Lucio, Yeni anak buah kalian berdua kemarin sudah disekap oleh anak buah Paman Raf. Jadi siap-siap saja, mendekam di penjara”


“Kau!!!”


“Mohon semua untuk tenang!”


“Nara, bisakan Oma minta satu hal kepadamu?”


“Oma bisa mengatakannya”


“Oma ingin, ini selesai tanpa adanya pertumpahan darah. Tangan ini tidak boleh kotor lagi, tangan bersih ini tidak boleh kotor lagi” ucap Mikayra sembari memegang kedua tangan Selena.


“Itu sulit Oma”


“Oma mohon…bisa ya?”


“Baiklah” jawab Selena setelah berpikir beberapa saat.


“Karena suasana sudah mulai tak terkendali dan eksepsi dari Tuan pengacara tidak bisa diterima, maka sidang ini akan langsung ketahap pembuktian” ucap ketua hakim.


Keputusan hakim langsung membuat Jordy berkeringat dingin, sial*n…kenapa ketua hakim tampak begitu memihak kepada wanita itu? Jika terus seperti ini tidak ada kesempatan bebas sedikitpun bagi keluarga Georgino, dan juga bagaimana bisa Jenderal besar serta gurunya bersedia menjadi pengacara dari wanita itu?!.


“Mari kita mulai pada kasus pertama, keluarga Georgino mencuri stempel kemiliteran untuk menerjang masuk posisi 5 keluarga besar. Bisakah anda membuktikan tuntutan anda tersebut Nona Selena?” tanya Jordy sembari mengepalkan tangannya.


“Sebelum aku menjawabnya. Aku ingin bertanya sesuatu, apakah keluarga Georgino mempunyai 4 surat resmi sebagai tanda masuknya keluarga Georgino kedalam posisi 5 besar?” tanya Selena balik.


“A-apa?! Surat apa?! Apa maksudmu hah?!” bentak Lucio.


“Yang mulia, dengan ini saya pastikan keluarga Georgino benar-benar telah menggunakan stempel kemiliteran untuk menerjang masuk ke posisi 5 keluarga besar tanpa adanya persetujuan dari pihak manapun” ucap Nahl.


“Apa maksudmu sial*n?! Aku tak melakukan hal kotor seperti itu?!”


“Karena, untuk masuk kedalam poisis 5 keluarga membutuhkan surat persetujuan dari semua pihak. Surat pertama berisikan persetujuan dari anggota keluarga besar sebelumnya yaitu keluarga Jasson, Iskandar, Leonardo dan Margareth. Apa keluarga Georgino memilikinya? Jika ada mohon tunjukan” ucap Selena.


“Sial…” batin Lucio dan Yeni.


“Surat kedua berisikan surat persetujuan dari Jenderal besar kamp utama, kamp 6 dan kamp 8. Mohon tunjukan jika ada” ucap Selena lagi.


Seluruh anggota keluaga Georgino langsung terdiam membatu di tempat mereka, ya tuhan…serumit itukah untuk masuk kedalam posisi 5 keluarga besar? Bagaimana bisa mereka tidak mengetahui itu? Bagaimana bisa hal sebesar ini luput dari informasi yang diberikan oleh William dan Peter?.


“Dan surat yang ketiga berisikan tanda tangan persetujuan dari Tuan besar  kemiliteran, dan jika keluarga Georgino memiliki ke-3 surat persetujuan itu maka bisa dipastikan keluarga Georgino memiliki surat keempat yaitu surat pengabdian diri kepada kamp militer dengan berbagai syarat yang wajib dipenuhi. Jikalau keluarga Georgino mempunyai ke-4 surat resmi tersebut, maka saya akan mengugurkan tuntutan pertama dan kedua saya. Tapi jika keluarga Georgino tidak memilikinya, tolong ketua hakim bacakan sanksi yang berlaku”


“Baik, jika keluarga Georgino tidak memiliki ke-4 surat itu maka hukuman yang akan diterima adalah, 50 tahun penjara dan penghapusan nama keluarga dari daftar 5 keluaga besar ditambah penarikan sejumlah aset pribadi untuk mengganti kerugian yang dialami kemiliteran. Dan untuk kedepannya, keluarga Georgino secara resmi tidak akan diperolehkan masuk kedalam kemiliteran”


Yeni langsung lemas mendengar ucapan ketua hakim, ya tuhan…hancur…hancur sudah keluarga yang ia bangun selama bertahun-tahun bersama dengan suaminya. Usahanya selama bertahun-tahun membuat keluaga Georgino dipandang sekarang hancur lebur hanya karena mantan wanita dari putranya.


“Lalu tuntutan yang ke-3, menyabotase mobil milik Nyonya besar Leonardo. Ada rekaman CCTV yang ada di jalan Victoria malam itu, terlihat jelas bahwa sebuah mobil putih berplatkan ‘Georgino’ menambak mobil Nyonya besar Leonardo hingga terguling dan terbakar. Ini adalah rekaman CCTVnya”


Selena memberikan sebuah flashdick kepada ketua hakim, ketua hakim menghubungkan flashdisk itu kelaptop yang diberikan oleh penjaga dan memutar rekaman video yang berjudul ‘Victoria XX’.


Tuan besar Leonardo memejamkan matanya ketika mobil yang dikendarai istrinya terbakar, ya tuhan…ternyata keluarga Georgino adalah dalang dibalik kematian istri tercintanya, putrinya Jennifer pasti mengetahui hal ini…tapi kenapa putrinya maloah mengirim cucunya kepada keluarga biadab ini?.


“Kasus 1, 2 dan 3 sudah terbukti. Mau mengajukan eksepsi? Tuan pengacara?” lirik Selena.


“It-”


“Apa? Mau mengatakan jika sebuah rekaman CCTV bisa saja direkayasa? Mau mengatakan jika bukti CCTV tidak cukup? Jaksa, tolong bawa pria itu masuk” ucap Nahl.


Jaksa membawa seorang pria masuk kedalam ruang persidangan yang langsung membuat seluruh anggota keluarga Georgino berkeringat dingin.


“Yang mulia!! Sidang ini harus dihentikan!!” ucap Lucio, tidak! Ia tidak bisa membiarkan semua kejahatan keluarganya dibongkar habis dihadapan orang-orang berpangkat tinggi ini.


“Bersumpahlah atas nama Jenderal besar Hendrick bahwa kau akan mengatakan yang sejujurnya”ucap Selena.


“A-apa?! Bukankah seharusnya berusmpah atas nama tuhan?! Kenapa kau menggantinya menjadi nama Jenderal besar?!” bentak Yeni, sial*n…pria ini tidak mungkin bisa berbohong jika menyangkut nama Jenderal besar.


“Dia kan tidak punya agama” jawab Selena langsung membuat Said dan Rey menyemburkan air yang baru saja ia minum. Bisa-bisanya Selena melawak disaat yang seperti ini!.


“Tuan, saya minta anda bersumpah sekarang juga atas nama Jenderal besar Hendrick bahwa anda akan mengatakan yang sejujurnya. Jika anda sampai mengatakan kebohongan, saya tidak bisa melindungi anda” ucap ketua hakim.


“Aku mengaku!! Aku yang menabrak mobil Nyonya Leonardo saat itu! Aku yang membuat kecelakaan di jalan Victoria saat itu! Dan itu semua kulakukan atas perintah dari Nyonya Georgino! Atas nama Jenderal besar Hendrick saya mengatakan yang sesungguhnya!” ucap pria itu.


“Apa yang kau katakan sial*n?!” bentak Lucio berdiri dari tempat duduknya namun langsung didudukan kembali oleh jaksa.


Selena tersenyum sinis menatap keaah Yeni yang tepat berada disampingnya, mau main-main? Akan ia temani sampai akhir. Akhirnya, setelah sekian tahun…besok adalah hari pertama ketenangan dalam hidupnya. Akhinya ia bisa menuntaskan tugas yang belum sempat diselesaikan oleh Papanya.


“Selamat tinggal Georgino…” bisik Selena tepat ditelinga Yeni.


Plakkkkkkkk!!!!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2