
.
.
.
Daniel dan Selena turun dari mobil, Selena menatap kagum perusahaan didepannya ini.ini pertama kalinya ia melihat secara langsung perusahaan dari Tuan muda Jasson. Megah!.
“Ayo masuk, Sekretarisku akan menyiapkan susu untukmu”
Daniel menggenggam tangan Selena dan membawa gadis itu masuk kedalam perusahaan. Para karyawan seketika membungkuk hormat melihat kedatangan Direktur mereka. Tapi…siapa wanita yang dibawa Direktur mereka? Ini pertama kalinya Direktur mereka membawa seorang wanita kedalam perusahaan.
“Bawa Selena keruanganku, siapkan susu untuknya. Selena, ikuti Assistantku…aku akan rapat”
“Bisakah aku mendapatkan dessert strawberry?”
“Ya, setelah kau menghabiskan susumu”
Selena memajukan bibirnya melihat Daniel yang sudah masuk kedalam ruang rapat. Apa Daniel lupa jika ia sering muntah setelah meminum susu?!.
“Nyonya…mari saya antar”
“Hmmmm bisakah aku tidak meminumnya?”
“Maksud anda?”
“Ryu ya…jangan mau minum susu okey? Baunya tidak enak, kau tidak akan suka”
Assistant serta Sekretaris pribadi Daniel menahan tawa mereka mendengar ucapan Selena. Menggunakan nama bayi untuk tidak meminum susu Ibu hamil ternyata…lucunya…
“Setelah minum susu dan setelah rapatku selesai, aku akan mengajakmu ke bioskop. Dan bonus, kita ke street food bagaimana?” ucap Daniel keluar dari ruang rapat. Ia lupa jika Selena sering muntah karena minum susu, tapi jika tidak minum susu…bayi didalam kandungan Selena…
Selena menggelengkan kepalanya tidak mau, ia lebih baik tidak mendapatkan apapun daripada harus meminum susu, dengan mata yang berkaca-kaca ia meminta pertolongan kepada Assistant dan Sekretaris pribadi Daniel. Ke-4 orang itu seketika tersipu malu melihat kelucuan Selena.
“Kalau begitu…kunjungan kerumah sakitnya dibatalkan saja. Kau tidak mau minum susu” ucap Daniel dengan sudut bibir yang terangkat.
“Jahat…”
“Cepat minum susumu jika begitu”
“Dear…istrimu tertindas disini…aku tidak mau minum susu…”
*
Daniel merenggangkan badannya yang terasa kaku, ia penasaran dengan Selena sekaang. Apa yang gadis itu lakukan? Apa gadis itu sedang tidur sekarang?.
“Rapat saya akhiri disini, lakukan apa yang sudah saya jelaskan tadi”
“Baik!”
Daniel keluar dari ruang rapatnya dan masuk ke dalam lift untuk menuju ruangannya. Saat sampai didepan ruangannya ia tak langsung membuka pintu karena ia mendengar suara tawa Selena dari dalam sana. Gadis itu sedang senang? Apa yang membuatnya sesenang itu?.
“Ada apa ini?” tanya Daniel seraya membuka pintu ruangannya.
__ADS_1
“Daniel!?!”
“Matilah kita…”
Wajah Sekretaris dan Assistant pribadi Daniel langsung memucat seketika. Selena berlari dan memeluk Daniel sembari menunjukan sebuah foto yang ia ambil dari album yang sedang ia lihat.
“Lihat!”
“Da-darimana ka-kau mendapatkan i-ini?” tanya Daniel terkejut.
“Hehehe, aku mendapatkannya dari album yang ada di lacimu! Lihat ini, kau begitu manis saat kecil! Dan lihat wajah menangis ini! Ahhhhh kau benar-benar mengemaskan!! Aku ingin punya anak yang semanis ini juga!” ucap Selena.
Daniel menepuk dahinya, kenapa Sekretarisnya membiarkan Selena melihat album foto itu?! Ia benar-benar malu!! Harga dirinya sebagai Tuan muda Jasson yang terhomat lenyap hari ini, dihadapan Nona besar Alexandra sekaligus Nyonya muda Iskandar.
“Hei!! Berhentilah melihat foto-foto memalukan itu!” kesal Daniel mencoba merebut album yang berada di tangan Selena.
“Tidak mau bleee…”
“Selena!” ucap Daniel dengan wajah merahnya menahan malu.
“Hahahahaha! Lihat ini, ternyata begini Baby facenya Tuan muda Jasson? Hahahaha, kau benar-benar mengemaskan”
“Hentikan…itu benar-benar memalukan” ucap Daniel lagi.
“Ini mengemaskan! Coba lihat ehhhh”
Selena tertegun melihat sebuah foto yang berada di album itu, ia mengambil foto itu dan menatapnya. Melihat kesempatan bagus, Daniel mengambil album foto itu dan memasukannya kesebuah brangkas lalu menguncinya.
“Daniel ini…”
“Lihat ini! Darimana kau mendapatkan foto ini?” tanya Selena.
Selena meletakkan foto itu di emja, Daniel menatap lekat-lekat foto itu. Sejak kapan foto ini ada di albumnya? Ia tak pernah melihat foto ini sebelumnya.
“Ini Paman Hendrick, ini Paman George, dan ini Papa, ini…apa dia Papamu?”
“Tapi siapa 3 orang asing dibelakang mereka ini?”
“Iya itu Papa, kapan foto ini diambil?” tanya Daniel.
Selena membalik foto itu, 30 Desember xxxx. 30 Desember?!!!. Apa maksud foto ini?!.
“30 Desember…bukankah itu hari ulang tahunmu? Tahun itu…seharusnya kau berusia 2 tahun hari itu?”
“30 Desember…tahun itu…Daniel! Antar aku ke tempat Mama sekarang!”
“Apa?! Kenapa tiba-tiba?!”
“Antarkan aku!”
“Okey…Okey, kau tenang dulu…jangan seperti ini, bayimu bisa sesak nafas”
“Ryu!? Ryu…Ryu, maafkan Mama sayang…Mama tidak berniat menyakitimu”
__ADS_1
Daniel memakaikan mantel dibahu sempit Selena dan membawa gadis itu keluar dari ruangannya.
____
Didalam pesawat, Selena bergerak gelisah. Foto itu membuat hatinya tidak tenang, siapa yang mengambil foto itu? Kenapa Paman Hendrick, George, Ayah Daniel, dan Papanya ada didalam foto itu?. Foto itu diambil 1 tahun sebelum kematian Ayah Daniel! Ya ia mengingatnya sekarang!. Mamanya, Mamanya pasti tau siapa yang mengambil foto itu!.
“Ada apa? Kenapa kau gelisah seperti itu?”
Selena menggigit bibir bawahnya, jika sampai di tempat itu ia tidak menemukan keberadaan Mamanya. Ia pastikan, ke-17 kamp termasuk kamp utama akan merasakan akibatnya.
“Paman Hendrick…setelah penjelasan dari Mama, Paman harus menjelaskannya juga kepadaku”
Daniel mengerutkan keningnya melihat Selena yang yang menjawab pertanyaannya. Apa yang membuat Selena segelisah itu? Itu tidak baik untuk kesehatannya dan kesehatan bayi didalam kandunganya.
.
.
.
Selena bergegas turun dari mobil Daniel ketika sampai disebuah kastil tua yang begitu gelap tanpa penerangan sedikitpun. Daniel berlari mengejar Selena, kenapa Selena mengajaknya ketempat kumuh seperti ini?!.
Selena membuka pintu kastil itu dengan keras. Ratusan orang yang berada didalam sana langsung berdiri dari tempat duduk mereka. Mereka amat terkejut mendapati Nona besar mereka yang tiba-tiba kemari.
“Kami memberi hormat kepada Nona muda…”
“Wei! Di mana Mama?!”
“N-nyonya, sedang berada…”
Tak mau menunggu Wei menjawab pertanyaannya, Selena langsung berjalan menaiki anak tangga menuju sebuah ruangan dilantai 2. Ia membuka pintu kamar itu, kosong…tidak ada siapapun didalam sana.
“Mama!!”
“Selena?! Kenapa kau ada disini sayang?” tanya Jennifer keluar dari suatu ruangan di lantai dasar. Melihat keberadaan Mamanya, Selena langsung bergegas menuruni anak tangga membuat Daniel ketar-ketir sendiri.
“Ahhhh!!! Kau itu sedang hamil!! Perhatikan langkahmu!!!” teriak Daniel.
Selena berjalan cepat dan mencengkram kedua lengan milik Mamanya. Jennifer tersentak melihat kelakukan putrinya, kenapa? Kenapa putrinya tiba-tiba bersikap seperti ini?.
“Mama jawab pertanyaanku! Apa maksud dari foto ini?!” bentak Selena sembari menunjukan foto yang ia bawa dari perusahaan Daniel.
Jennifer membeku seketika, darimana…darimana putrinya mendapatkan foto ini? Bukankah ia sudah menyuruh orang untuk melenyapkan semua foto itu asli maupun duplikatnya?!.
“Se-selena…”
“Jawab pertanyaanku!! Kenapa 4 Tuan besar ini, bisa berada di satu waktu yang sama?! Bagaimana bisa mereka ber-4 bertemu seperti ini?! Dan dihari ulang tahunku!”
“Sayang…kau tenang dulu ya, Mama akan menjelaskan semuanya…asalkan kau tenang”
“Tenang?! Mama menyuruhku untuk tenang?! Katakan kepadaku! Apa yang Mama sembunyikan dariku selama ini! Ke-4 Tuan besar ini…mustahil bisa berada di tempat yang sama dan dihari yang sama!!! Dan juga, Mama berbohong lagi kepadaku?!”
.
__ADS_1
.
.