
.
.
.
Joe menatap kesal ponselnya yang baru saja menerima pesan dari kampus. Gila, benar-benar gila. Padahal dosen sudah berjanji kepadanya dan Selena akan memberikan mereka cuti selama 3 hari tapi sekarang malah mereka memberikan tugas kelompok.
“Kita pulang duluan saja”
“Dan lihat bagaimana aku memberikan pelajaran kepada dosen-dosen itu. Mentang-mentang Selena pintar, mereka memberikan banyak tugas kepada Selena. Beraninya ganggu calon kakak iparku”
Joe berbicara didalam hati sembari tersenyum sinis membuat Daniel dan Selena yang berada disebelahnya keheranan sendiri. Rencana gila apa yang sudah dipikirkan oleh Joe?.
“Kudengar kau dikampus hingga jam 2 pagi, kenapa masih mau terima tugas ini?” tanya Daniel prihatin sekaligus kesal dengan adik barunya ini.
“Ya mau bagaimana lagi? Daripada beasiswaku dicabut”
“Aku akan membiayayai kuliahmu” Daniel menjawab dengan spontan. Jika Selena mau ia bisa membiayai Selena kuliah sampai S3.
“Daniel, aku tau kau kaya. Tapi ini pendidikanku, aku bisa menyelesaikannya sendiri” jawab Selena
Daniel menghembuskan nafasnya, jika Selena bukan gadis yang keras kepala pasti ia sudah meminta kampus mencabut beasiswa Selena dan ia akan membiayai semuanya. Selena adiknya, sudah seharusnya mendapat perlakuan yang sama seperti Joe.
Disisi lain ia heran dengan Joe, kenapa Joe tidak mencoba menasihati Selena agar mau dibiayai. Apa Selena juga akan menolak permintaan Joe?.
.
.
.
__ADS_1
Selena dan Joe turun bersamaan dari pesawat. Mereka memutuskan kembali daripada mengerjakan tugas mereka di villa. Sehingga Daniel dan kedua orang tua mereka masih berada di villa sampai lusa.
Ting!
Selena membuka pesan yang baru saja masuk kedalam ponselnya.
|| Kau dimana? ||
| Aku sedang akan mengerjakan tugas |
|| Jangan berohong\, kau bilang kau cuti 3 hari! ||
| Aku tidak bohong… |
|| Ok\, kuperingatkan kau! Jangan keluar dari rumah! ||
| Tapi\, tugasku bagaimana? |
|| Kau bisa mengerjakannya dirumah! Jangan cari
Selena menghembuskan nafas kasar, lebih baik ia menuruti kemauan suaminya. Ia tak mau sampai Hans kasar lagi kepadanya.
| Baiklah |
Chat end!
Joe menepuk bahu Selena membuat gadis itu berhingkat kaget.
“Ada apa?”
“Joe…bagaimana, kalau kita kerja kelompok dirumahku saja?”
__ADS_1
“Ha? Memangnya boleh? Suamimu mengizinkan tidak?”
“Suamiku melarangku keluar dari rumah, dia bilang aku harus mengerjakan tugas dirumah”
Joe menghembuskan nafasnya dan menganggukkan kepala membuat Selena mengembang senyum. Lebih baik ia mengikuti apa yang diucapkan Selena. Ia tak mau sampai Selena ditampar lagi oleh suaminya. Ia akan menghubunggi senior agar membatalkan acara kerja kelompok di café kampus.
#
Selena membuka pintu rumahnya dan tersenyum melihat Joe dan seniornya yang lain sudah datang untuk mengerjakan tugas. Mereka hanya diberi waktu 4 hari menyelesaikan skripsi, jadi mereka memutuskan untuk mulai mengerjakan sehari setelah ia dan Joe pulang dari liburan.
“Ayo masuk, aku akan menyiapkan minuman dan camilan”
Joe dan rekannya yang lain masuk kedalam rumah. Joe kagum dengan rumah yang ditempati Selena, pantas saja ia tak pernah melihat rumah ini. Jalan dari gerbang utama sampai kesini saja butuh 45 menit. Pantas Selena tak mau ia jemput didepan rumah.
“Selena, bagaimana kalau kita mengerjakan tugasnya dihalaman saja?”
“Halaman?”
“Boleh juga, kalau begitu kalian kehalaman saja dulu. Aku akan datang membawa minuman dan camilan”
Joe dan lainnya menuju kehalaman. Tak berselang lama Selena datang membawa minuman dan camilan.
“Wah, kau tinggal disini sendirian?” tanya senior Seo.
“Tidak, aku tidak sendirian disini” jawab Selena.
“Jangan banyak mengobrol! Ayo cepat kerjakan!” ucap Joe.
Semuanya menganggukkan kepala dan segera menyelesaikan tugas yang diberikan dosen. Selena dan Joe beruntung karena mendapat kelompok dengan senior popular di kampus. Mereka lebih banyak berpengalaman dalam hal ini.
.
__ADS_1
.
.