Our Last Love

Our Last Love
Chapter 47 : Malam yang tak terlupakan


__ADS_3

Danger 21+!!!!!


Thor dah ngingetin ya....


.


.


.


Hans menelan ludahnya melihat tubuh telanjang istrinya. Tubuhnya langsung bereaksi, sudah lama ia berpuasa untuk tidak menyentuh tubuh putih itu.


“Damn it…”


.


.


.


Hans terus memperhatikan istrinya yang tengah membersihkan diri. Apa ia harus bertanya kepada Micle apa ia sudah boleh melakukannya dengan Selena atau belum? Tapi jika tidak boleh ia benar-benar tak bisa menahannya lagi.


Tak mau mengambil risiko Hans langsung mengirim pesan kepada Micle.


| Hei\, bisakah aku berhubungan dengan istriku sekarang? |


|| Hm? Kenapa kau tanya? Jangan-jangan kau tegang ya? || \~ Micle


| Kau itu kan juga pria\, ayolah! Aku tak bisa menahannya lagi! |


|| Boleh\, tapi jika istrimu lelah berhentilah! || \~ Micle


| Kenapa? |


|| Kau mau istrimu sakit lagi ya!?! || \~ Micle


Hans langsung melemparkan ponselnya ketempat sampah. Ia terus memperhatikan istrinya yang tengah mandi.


“Tenyata Nyonyaku punya kebiasaan tidak mengunci pintu saat mandi ya?”


Selena langsung membalik badannya. Ia berjingkat kaget melihat suaminya yang tengah menatapnya diambng pintu. Kenapa ia bisa tidak sadar jika ada suaminya disini.


“Ahhhh!!! Apa yang kau lakukan?! Keluar!!”


Karena lantai yang licin membuat tubuh Selena langsung ambruk kebelakang membuat Hans langsung berlari dan menangkap tubuh istrinya dan berakhirlah mereka berdua didalam bathtube yang terisi oleh air.


Wajah Selena merona, tangannya mencoba menggapai handuk namun tangannya langsung dicekal oleh Hans.


“Mau kemana?”


“Ha-hans…a-aku mau menyiapkan makanan”


“Untuk apa? Aku hanya ingin memakanmu sekarang”


“Tubuhku tidak enak…jangan makan aku…”


Hans terkekeh pelan mendengar cicitan imut istrinya. Ia membelai lembut pipi istrinya dan mencium lembut bibir manis itu. mendapat perlakuan lembut itu membuat Selena goyah dan membalas ciuman Hans.


Hans menatap mata sayu istrinya yang terlihat menikmati ciumannya. Selena menutupi keuda dadanya menggunakan tangan, ia malu jika Hans terus melihatnya seperti itu.


Hans mengangkat kedua tangan istrinya menggunakan tangan kanannya, dan kembali mencium bibir sexy istrinya. Tangan kirinya singgah dipunggung istrinya, ia membelai pelan punggung indah itu membuat Selena melepaskan ciumannya.


“Kau sensitive sekali sayang…” bisik Hans seraya menggigit telinga istrinya.


“Hans…sudah…jangan main-main lagi…”

__ADS_1


Hans hanya tersenyum, malam ini ia tidak akan membiarkan Selena lepas darinya.


“Sayang…malam ini menurutlah kepadaku…aku tak akan menyakitimu…”


Hans kembali mencium istrinya, tangannya dengan lembut meremas kedua dada istrinya membuat suara mistis terdengar nyaring di kamar mandi yang mewah nan luas itu.


Hans yang sudah tak bisa menahan hasratnya lagi langsung menggendong Selena dan meletakannya diatas wastafel. Selena yang sudah terbuai oleh Hans hanya bisa menikmati permainan suaminya ini.


“Aku tak bisa menahannya lagi…bolehkah aku melakukannya?” pinta Hans menatap wajah sayu istrinya.


“Melakukan apa?” tanya Selena.


“Nanti kau akan tau…”


Hans menggendong istrinya menuju tempat tidur. Ia membaringkan istrinya dengan lembut, Hans menggigit kecil bahu istrinya membuat rintihan lolos keluar dari mulut Selena.


Hans memasukan jarinya kedalam bagian sensitive istrinya. Selena mencengkram selimut dengan kuat, sakit...


"Ahgh! Sakit Hans..." ucap Selena sembari menggenggam tangan suaminya agar berhenti bermain-main didalam sana.


“Aku akan lembut kepadamu sayang. Nikmati saja permainanku…”


Selena mencengkram selimut dengan kuat. Malam itu Hans kembali melakukannya untuk pertama kali kepada Selena dalam keadaan istrinya sadar.


Para bodyguard yang berada diluar kamar hanya bisa menelan ludah mereka mendengar suara-suara laknat itu. Pantas bodyguard pribadi milik Hans memilih untuk berjaga diluar rumah daripada disini. Sial*n, lain kali mereka tak mau berjaga disini lagi kedepannya.


*


Malam yang semakin larut tak membuat hasrat dalam diri Hans surut sedikitpun. Selena dengan nafas yang tersengal-sengal melirik kearah jam yang sudah menunjukan pukul 02.00 AM.


“Ha-hans…ampuni aku…aku tak kuat lagi…aghhh Hans!”


Selena yang sekarang tengah berada diatas tubuh suaminya memasang tatapan memelas agar suaminya mau menghentikan permainan ini. Ia benar-benar lelah, ia bisa pingsan sebentar lagi jika Hans masih ingin melanjutkan permainannya.


“Hghhh…sayang…kali ini saja…hghhh sial...” Hans mencium bibir istrinya dengan ***** yang membara.


Bodyguard yang sudah terduduk dilantai ingin sekali berteriak meminta Tuan mereka untuk berhenti bermain. Mereka ini menderita berjam-jam disini! Jika mereka bisa pergi maka mereka akan pergi dari awal terdengar suara laknat itu.


“Aku kasihan kepada Nyonya muda”


“Sama, apa kau mau menghentikan Tuan?”


“Tidak”


Salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel dan menghubunggi Gerry.


“Ya?” ~ Assistant Gerry.


“Tuan, bisakah anda membuat kamar Tuan dan Nyonya kedap suara? Kami benar-benar menderita disini”


“AH?! Tuan muda sedang bermain dengan Nyonya?!” ~ Assistant Gerry.


“Tolong kasihanilah kami sedikit”


“Merry!! Tuan muda melakukannya dengan Nyonya muda hari ini!!” ~ Assistant Gerry.


“Benarkah?! Yang benar?!” ~ Sekretaris Merry.


“Iya!” ~ Assistant Gerry.


“Tuan…”


“Nanti kupikirkan caranya!” ~ Assistant Gerry.


Tut…

__ADS_1


Para bodyguard itu hanya bisa memasang wajah frustasi. Tak ada yang bisa membawa mereka keluar dari penderitaan ini. Bibi Na hanya bisa menahan tawanya melihat wajah putus asa para bodyguard yang tengah berjaga itu.


.


.


.


Hans membuka matanya perlahan, menyamarkan pandangannya. Hans tersenyum menatap istrinya yang tengah tertidur dipelukannya dengan wajah yang begitu kelelahan.


“Sudah jam 11…”


Hans kembali tersenyum mengingat kegiatan panas mereka tadi malam. Ia benar-benar tak menyangka bisa membawa istrinya jatuh kedalam permainannya. Dengan perlahan ia menarik lengannya yang menjadi alas bantal Selena. Ia menggendong istrinya dengan hati-hati masuk kedalam kamar mandi.


Hans mengisi bathtube mengunakan air hangat dan meletakkan istrinya disana, ia tau istrinya pasti kelelahan dan ia tak ingin membangunkan Selena. Biarkan istri kecilnya ini bangun dengan sendirinya.


Hans ikut berendam dengan istrinya, ia menyandarkan tubuhnya yang terasa benar-benar kaku. Ia mengecup lama puncak kepala istrinya sebelum membersihkan tubuh istrinya yang penuh dengan kissmark.


“Istriku benar-benar menggemaskan…”


Selena perlahan meleguh dan membuka matanya, ia tersentak kaget mendapati dirinya sudah berada di dalam bathtube.


“Ughhh…” ucap Selena sembari memeganggi area sensitivenya.


“Kenapa hm?”


“Sakit…”


“Hari ini kau istirahat saja…aku akan menemanimu”


Selena menganggukkan kepalanya membiarkan Hans dengan lembut membersihkan tubuhnya. Selena mencubit tangan Hans dengan kesal saat tangan itu meremas dadanya lagi.


“Sayang…sekali lagi ya…”


“Tidak mau!”


“Aku janji…hanya sekali”


“Tidak percaya! Ayolah Hans…tubuhku sakit semua…”


“Hmmmm… Okey…” jawab Hans pasrah.


Hans memijat pelan pundak istrinya yang benar-benar kaku. Sepertinya kemarin malam ia benar-benar membuat istrinya kelelahan. Tapi ia beruntung Selena tidak menolak permainannya kemarin malam. Jika tidak ia benar-benar akan mengonsumsi obat tidur agar adiknya bisa tenang.


“Ini akan menjadi hukumanmu jika kau berani pulang telat lagi sayang…” bisik Hans menjilat telinga istrinya.


Selena langsung bergidik ngeri dibuatnya. Jika bukan karena ia pingsan tadi ia tidak akan pulang telat dna dibuat seperti ini oleh suaminya. Ia tidak akan pulang telat lagi kedepannya.


“Hans…sudah hentikan…”


Selena menggenggam tangan suaminya yang masih saja meraba tubuhnya. Ia menatap kesal Hans, tubuhnya sudah sakit semua. Apa Hans tidak mau melepaskannya dihari ini?.


“Hahaha, Okey Okey…kau mau makan apa? Kita makan diluar”


“Aku mau makan lobster asam manis” jawab Selena sembari tersenyum kearah suaminya.


“Okey…”


“Tapi kau yang buat!”


“Apa?!”


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2