
.
.
.
Joe membuka pintu ruangan Selena dengan keras. Ia langsung memeluk Selena, tanpa adanya Selena dikampus benar-benar membuatnya bosan. Jika ada Selena kan mereka bisa berdua bisa bolos bersama.
“Huuuuu cepat sembuh dong…” kata Joe sembari mengeratkan pelukannya.
Daniel yang berada diambang pintu tertawa melihat kelakuan adiknya. Apa Joe sebegitu menyayangi Selena? Kalau begitu ia bisa meminta Papa dan Mamanya untuk mengadopsi Selena dan menjadikan Selena adik Joe. Tapi ya tergantung Selena mau atau tidak. Apalagi keluarganya pun tampak menyukai Selena. Tapi jika Selena menolak ia juga tidak bisa memaksakan keinginan nya.
“Selena, untuk masalah pekerjaanmu tidak ada masalah. Aku sudah mengurus izin cutimu” kata Daniel.
“Daniel…aku benar-benar sudah baik-baik saja, aku bisa pulang”
“Jangan, Ilham bilang kau belum sembuh total. Jangan memaksakan dirimu”
“Benar! Dasar gadis bodoh! Jika sakit bilang-bilang! Buat orang khawatir saja” sahut Joe.
Selena hanya tersenyum menangapi ucapan Joe. Benar kata Hans, ia merepotkan.
.
.
__ADS_1
.
Beberapa hari kemudian.
Joe dan Daniel tentu saja senang karena Selena sudah diperbolehkan untuk pulang. Selena pun sama senangnya dengan Joe, dengan ia keluar dari rumah sakit ia bisa mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri. Karena sudah sembuh Selena dan Joe pun langsung berangkat ke kampus karena pasti tugas menumpuk disana.
Dan benar, saat sampai di kampus Selena langsung dikerumuni oleh para dosen yang membawa undangan ditangan masing-maisng.
“A-ada apa ini?”
“Nona Selena! Kami mendaftarkan anda dan Nona Joe untuk ikut olimpiade matematika dan fisika! Acaanya 3 hari lagi!”
Blarrrrrr!!!
Selena dan Joe membeku seketika mendengarnya. Olimpiade matematika dan fisika? 3 hari lagi?. Apa dosen-dosen ini ingin mereka mati perlahan?!!!. Jika begini lebih baik mereka menginap dirumah sakit sampai 1 minggu kedepan!.
“Dosen, kami sepertinya tidak bisa. Olimpiade dilaksanakan bersamaan dengan acara kemah kampus” kata Selena dibalas anggukan setuju dari Joe.
“Ah benar…kalau begitu acara kemah kita undur saja!”
Selena dan Joe langsung memutar bola mata malas. Niat hati ingin menolak tapi malah dipaksa ikut, jika begini mereka mau pakai alasan apa lagi untuk menghindari olimpiade ini?.
Joe menatap Selena ragu, jika sampai mereka menolak ini ia takut Selena akan mendapatkan masalah. Sial*n! Ia akan membunuh dosen-dosen ini. Menyusahkan saja, jika sampai Selena dirawat lagi kan kasihan.
Selena menatap ragu Joe, Joe tidak bisa matematika apalagi fisika. Jika ia menerima pasti Joe akan berada dalam kesulitan. Jika ia menolak pun dosen bisa kecewa kepada mereka. Ia harus melakukan apa?.
__ADS_1
“Biar kami memikirkannya dulu, besok kami beri jawabannya” kata Joe membuat Selena tersentak.
Joe langsung menarik Selena keluar dari kampus dan menuju café yang terletak tak jauh dari kampus. Mereka memesan menu yang biasa mereka pesan.
“Joe, kau akan terlibat masalah nanti”
“Tak pa, aku lebih tak bisa melihatmu mengalami kesulitan. Kan kau bisa mengajariku” jawab Joe tersenyum.
Selena menganggukkan kepalanya perlahan dan ikut tersenyum. Jika Joe sudah meminta ia tidak bisa menolak, Joe sudah banyak membantunya selama ini.
“Hehehe, aku bisa minta bantuan kakak untuk mengetahui soal-soal olimpiade itu…”
*
Joe mengantarkan Selena pulang. Mereka harus belajar untuk olimpiade yang akan mereka ikuti. Selena langsung masuk kedalam rumah saat melihat Joe yang sudah menyetir pulang. Saat membuka pintu ia terkejut karena melihat lampu yang sudah padam. Apa suaminya sudah pulang?.
Selena masuk kedalam kamarnya untuk mebersihkan diri setelah itu memberanikan diri untuk ke kamar suaminya. Perlahan ia membuka kamar Hans dan tak ada siapapun didalam sana. Dimana suaminya?.
Selena pun menuju ruang kerja suaminya yang berada tak jauh dari kamarnya berada. Ia membuka pintu ruangan itu perlahan, ia tertegun melihat Hans yang tertidur dengan posisi duduk.
Merasa kasihan Selena turun ke bawah dan kembali membawa segelas susu hangat ditangannya. Ia meletakan susu itu di meja Hans, namun saat beranjak keluar tangannya dicekal.
Selena mematung melihat Hans yang mulai membuka matanya. Ia harus melarikan diri, tapi tangannya dicekal seperti ini bagaimana bisa lari?!.
.
__ADS_1
.
.