Our Last Love

Our Last Love
Chapter 93 : Kritis


__ADS_3

.


.


.


Daniel dan Selena duduk disebuah café sembari menunggu kedatangan Joe. Daniel menatap tangan Selena yang terdapat cincin pernikahan, Leo benar-benar tau bagaimana cara menyenangkan istrinya. Itu diamond ring, cincin yang 100% terbuat dari berlian. Dan bukan berlian pada umumnya tentu saja, berlian itu didapatkan Leo dari pelelangan beberapa hari yang lalu. Tepatnya di kapal Pesiar Baha, padahal ia juga menginginkan berlian itu juga. Tapi apalah daya, Leo dan Selena adalah pasangan serasi. Sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah.


“Cincinmu cantik” ucap Daniel.


“Hm? Cantik memang, tapi mataku silau saat cincin ini terkena sinar matahari” jawab Selena.


“Leo benar-benar tau kesukaanmu ya” ucap Daniel lagi.


“Tentu saja! Oh ya Daniel, apa kau sudah mempunyai pacar?” tanya Selena.


“Kenapa kau tanya?”


“Hm, aku hanya penasaran. Wanita seperti apa yang bisa mendapatkan hati seorang Tuan muda Daniel dari keluarga Jasson” jawab Selena sembari tertawa pelan.


“Aku sudah menyukai seseorang, mungkin sudah beberapa bulan” jawab Daniel sembari meminum cappucinnonya.


“Oh ya?! Siapa dia? Kenalkan kepadaku!” ucap Selena berbinar semangat.


“Nanti kau juga tau siapa”


Selena memajukan bibirnya mendengar jawaban Daniel. Daniel tertawapelan melihat wajah kesal Selena, gadis didepannya ini bodoh sekali ya. Bagaimana ia bisa menyukai wanita lain jika matanya saja selalu terfokus kepada Selena?.


Cekrek!


Beberapa saat kemudian Joe keluar dari taxinya dan menghampiri Selena dan Daniel yang tengah bercanda didalam café. Melihat Joe yang sudah datang Daniel dan Selena langsung berdiri dan pergi bersama masuk kedalam mobil.


Saat berada ditengah perjalanan menuju bioskop, mobil mereka dihadang oleh puluhan mobil hitam yang tiba-tiba berhenti saat mobil mereka melaju. Untung saja tidak terjadi kecelakaan. Namun wajah Joe seketika pucat melihat pria-pria yang turun dari dalam mobil. Sial*n! Ada Selena disini! Apa ia harus menghabisi orang-orang ini dihadapan Selena?! Tapi mereka terlalu banyak!.


“Tunggu didalam mobil, jangan keluar” ucap Daniel keluar dari mobil bersama dengan Joe. Selena menggenggam erat sabuk pengamannya. Ia takut jika Daniel dan Joe akan terluka. Tidak! Ia tidak bisa diam saja seperti ini.


Selena mengeluarkan ponselnya dan menghubunggi Hendrick.


“Sayang ada apa? Tumben telfon”


“Paman hiks, ada orang yang menghadang mobil Daniel. Daniel dan Joe sedang berkelahi, aku takut mereka kenapa-napa”


“APA!? Di mana kau sekarang?!”

__ADS_1


“Aku ada dijalan XX, jalur khusus”


“Paman akan mengirim Jenderal kesana! Jangan keluar dari mobil! Tetap didalam mobil! Kalian kejalan XX sekarang!”


“Baik!!”


Tut…


Mata Selena terbelalak kaget melihat salah satu pria mengeluarkan sebuah pisau, dan pisau itu mengarah ke…Daniel?!!. Selena keluar dari mobil dan berlari kearah Daniel.


Jlep!


Pisau itu menancap sempurna ditelapak tangan kanan Selena, Selena mendesis kesakitan membuat Daniel yang membelakanginya langsung membalikan badan. Ia terbelalak kaget melihat Selena yang menghalau pisau yang ditujukan untuknya.


“Kenapa kau keluar dari mobil?!”


“Aku tak bisa membiarkanmu terluka” jawab Selena sembari menahan rasa sakit di tangannya.


“Beraninya kalian!!!”


Daniel menenggelamkan wajah Selena di dadanya. Ia mengeluarkan pistol dari saku celananya dan menembaki kepala pria-pria itu. Puluhan tembakan dilayangkan Daniel, dan sial*n! Peluru sudah habis!.


“Larilah kedalam mobil, ambil pistol yang ada di kursi penumpang”


“Pi-pistol?! Ti-tidak! A-aku tidak mau” ucap Selena dengan tubuh yang gemetar hebat.


Selena mengepalkan tangan kirinya, sial*n!.


Selena menarik salah satu pistol itu dan segera menembaki pria-pira itu, tembakan Selena tepat mengenai kepala dan jantung pria-pria itu. Disaat peluru habis Selena segera menganti pistol lain dan kembali melakukan tembakan jitu.


Saat semua pria-pria itu sudah terkapar dijalanan dengan darah di mana-mana, tubuh Selena lunglai dengan nafas yang tersengal-sengal. Daniel langsung menghampiri Selena dan memeluk erat tubuh adiknya itu.


“Selena…pertahankan kesadaranmu. Kita akan kerumah sakit”


“Se-sesak Daniel…i-ini sakithhh…”


“Kau akan baik-baik saja Okey…aku janji. Joe kau panggil Josseph! Minta dia menjemputmu!”


“Baiklah”


Daniel menggendong Selena masuk kedalam mobil dan menyetir dengan posisi ia masih memeluk tubuh Selena dengan erat. Joe mengusap keringat yang membasahi dahinya, ia mengeluarkan ponselnya dan menelfon bawahannya. Namun saat Joe menelfon bawahannya, salah satu pria tiba-tiba membuka mata, ia meraih pistol dan menembak kaki Joe.


Tubuh Joe langsung gemetar dengan hebat, ia memutar kepalanya melihat pria yang mengarahkan pistol. Kakinya mati rasa, tembakan kedua diletupkan dan tepat mengenai bahu Joe. Joe menggigit bibir bawahnya, ia menatap helicopter yang terbang diatas. Salah seorang langsung melompat turun dan langsung menembak mati orang yang sudah menembak Joe.

__ADS_1


“Nona muda Jasson, mari saya antar anda ke rumah sakit”


Pria itu menggendong Joe, helicopter mendarat membuat pria itu langsung menggendong Joe masuk kedalam helicopter dan menuju rumah sakit.


Saat sampai dirumah sakit, Daniel langsung berteriak memanggil Alex. Alex langsung menghampiri Daniel yang tengah berteriak dengan wajah paniknya.


“Selena?!”


“Alex, periksa Selena. Aku takut dia kenapa-napa”


Alex mengambil Selena dari gendongan Daniel dan berlari masuk kedalam UGD. Daniel terduduk lemas dikursi tunggu. Ia benar-benar takut jika Selena kenapa-napa.


Tak berselang lama seorang pria berlari memasuki rumah sakit membawa Joe yang sudah tidak sadarkan diri. Daniel semakin lemas dibuatnya, pria itu langsung masuk kedalam UGD disusul beberapa dokter yang dipanggil Alex.


Assistant pribadi Daniel menghampiri sang Tuan muda yang tengah cemas didepan UGD. Ia menatap lengan Daniel yang terluka akibat sayatan benda tajam.


“Tuan muda…”


“Josseph…a-adikku…”


“Anda tenangkan diri anda terlebih dulu, saya akan mengobati luka anda” ucapnya meminta suster membawakan kotak P3K.


Pria itu dengan hati-hati membersihkan luka Daniel, mata Daniel masih terfokus kepintu UGD. Kedua adiknya berada didalam sana, ia benar-benar takut jika kedua adiknya mengalami masalah serius.


Sedangkan Alex di UGD dengan panik mencoba menstabilkan nafas Selena yang masih belum bisa normal. Beberapa dokter menangani luka tusuk Selena dan yang lain menangani Joe.


“Dokter Alex! Assistant Selena mengalami syock berat, terjadi penyumbatan di paru-parunya. Akan fatal jika terus begini!”


“Lakukan segala cara! Jangan sampai Selena kenapa-napa!”


“Dokter Alex! Detak jantungnya mulai melemah! Ini benar-benar bahaya!”


“Bawa Selena ke ICU, telfon dokter Amira dan minta dia kemari!”


Brangkar Selena langsung didorong beberapa dokter keluar dari UGD. Daniel langsung berdiri dari tempat duduknya melihat Selena yang keluar dari UGD. Matanya membulat sempurna melihat tubuh Selena yang sudah dipasanggi beberapa alat.


“Ada apa dengan Selena!?” tanya Daniel mencekal salah stau tangan dokter sedangkan dokter yang lain masuk kedalam lift dan membawa Selena ke ICU.


“Assistant Selena mengalami syock berat, terjadi penyumbatan di paru-parunya yang menghalangi udara keluar masuk. Jika ini terus terjadi, Assistant Selena tidak akan bisa bertahan lebih dari 5 jam”


Daniel langsung terduduk lemas di lantai rumah sakit yang dingin. Tidak! Selena akan baik-baik saja! Ia yakin itu!.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2