Our Last Love

Our Last Love
Chapter 97 : Balas dendamku baru dimulai...nikmatilah permainanku.


__ADS_3

.


.


.


Daniel tersenyum melihat Selena yang sudah tertidur setelah makan malam. Dengan hati-hati ia keluar dan menutup pintu lalu menatap deretan Mafia yang tengah saling mengobati luka satu sama lain. Ia heran, bagaimana bisa ada pembunuh bayaran yang hampir saja menerobos keamanan seketat ini. Tapi untung saja, saat menganti infus tadi Alex memberikan obat tidur kepada Selena dan itu membuat Selena tak terganggu oleh kebisingan Mafia yang tengah mencari pembunuh bayaran.


“Kalian baik-baik saja?”


“Tuan muda Jasson, kami baik-baik saja”


“Baguslah, jika CCTV sudah beres. Segera cek, siapa yang ingin mencoba membunuh Selena”


“Baik!”


Brakkkk!!!


Daniel serta para Mafia terkejut mendapati sebuah suara yang berasal dari kamar Selena. Daniel langsung masuk kedalam ruang rawat itu. Wajahnya memucat seketika melihat tempat tidur yang kosong. Di mana Selena?!.


“Kalian berpencar! Cari Selena di manapun! Dia pasti tiak jauh dari rumah sakit!”


“Baik!” para Mafia itu langsung berpencar, Daniel mengepalkan tangannya. Sial*n! Kejadian ini terlalu tiba-tiba! Ia bisa mati ditangan Jenderal besar jika sampai Selena kenapa-napa.


Selena menatap ponselnya, ia menghubunggi Leo. Tak berselang lama telfon itu terhubung.


“Sayang…ada apa?”


“Leo…kau ada di kamp 3?”


“Iya, kenapa? Mungkin besok sudah pulang”


“Jaga kamp baik-baik, aku akan mengurus bajin*an dulu”


“Dear?! Apa maksudmu?! Sayang!! Hei!! Jawab aku!!”


“Dear?! Kau masih disana bukan!? Dear! Jawab aku!!!”


“Dear! Jangan nekad! Jangan pergi malam-malam! Istirahat sekarang juga!! Aku akan pulang!! Jangan kemana mana!!” Leo berkata dengan begitu panik disebrang sana.


Tut…


Selena mematikan telfonnya. Ia membuang ponselnya kesembarang arah, urusan di kamp tidak mungkin bisa ditinggal oleh suaminya. Jadi kali ini…biarkan ia balas dendam tanpa ada yang menghalanginya.


“Maaf Leo…tapi kali ini, aku tak ingin merepotkanmu”


Selena meloncat dari atap rumah sakit kebangunan lain. Jarak rumah sakit ke kediaman utama Georgino adalah 7 km, ia bisa sampai 15 menit lagi. Dan semoga, Mafia milik suaminya tidak menemukannya sebelum ia melaksanakan tugasnya.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu, Selena menatap kediaman Georgino yang sudah tak jauh dari tempatnya. Ia menatap beberapa helicopter yang sepertinya sedang mencarinya. Apa itu bawahan Daniel? Atau bawahan suaminya? Ia tidak boleh tertangkap secepat ini!.


Selena melompat turun dari sebuah bangunan yang memiliki 10 lantai. Ia bersembunyi disebuah toko kue, ia memesan beberapa kue sembari menunggu bawahan Daniel menjauh dari lokasinya.


“Nona, anda datang sendirian?” seorang pelayan bertanya kepada Selena, Selena langsung tersadar dan menatap pelayan itu.


“A-ah, saya sendirian”


“Baiklah, ini pesanan anda. Selamat menikmati”


Selena tak menyentuh kue itu sama sekali, melihat kondisi yang sepertinya sudah cukup aman Selena mengeluarkan uang dan meletakannya diatas meja dan segera pergi dari toko itu. Ia memesan taxi dan sampailah di halte bus yang berada tak jauh dari kediaman Georgino.


“Paman, terima kasih sudah mengantarku”


“Sama-sama Nona”


Taxi itu menjauh dari lokasi Selena, Selena menatap penjaga yang sedang berjaga didepan gerbang. Haruskah ia membunuh penjaga-penjaga itu, tidak…lebih baik ia membuat mereka pingsan. Mereka bukan target balas dendamnya.


Selena mengeluarkan sebuah bom asap dan melemparnya, bom itu mengeluarkan gas yang membuat para penjaga seketika pingsan. Selena memasuki gerbang itu dengan mudah, ia menatap deretan mobil mewah yang terparkir didepan kediaman Georgino.


“Hans? Dia ada disini?” guman Selena ketika melihat mobil hitam yang biasa terparkir di kediaman Hans.


Rahang Selena mengeras ketika mengingat calon anaknya yang sudah tiada dan luka lebam dikujur tubuh Mamanya. Hari ini, ia akan membuat keluarga Georgino merasakan bagaimana penderitaannya.


Para bodyguard yang melihat kedatangan Selena langsung mengeluarkan pistol mereka. Selena tersenyum sinis melihat para bodyguard itu, untuk melawan 1 orang harus menggunakan pistol? Sedang melucu ya?.


“Aku Selena Yunki Medeltoon Maria Margareth Jhon Alexandra, putri tunggal dari Jenderal besar Ruvelis dan dokter Jenssica Yunki Maria Leonardo. Yakin mau membunuhku?”


Tubuh bodyguard itu seketika bergetar dengan hebat, pistol yang berada ditangannya langsung terjatuh. Kakinya lemas membuatnya langsung terduduk dilantai.


“Beraninya kau!!!”


Selena mengeluarkan sebuah lencana dari sakunya. Para bodyguard itu langsung terdiam ditempat mereka, lencana yang hanya dimiliki oleh Nyonya keluarga Iskandar. Bagaimana gadis didepan mereka ini mendapatkannya?!.


“Dan aku, juga istri sah dari Tuan muda Jhon Leonardo Kyler William Aileen Iskandar. Kalian akan dihukum mati jika berani menyentuhku”


Para bodyguard itu terdiam, akhirnya mereka membiarkan Selena untuk masuk kedalam kediaman Georgino.


Semua orang yang berada di kediaman itu terdiam membeku melihat kehadiran Selena. Hans terdiam melihat kedatangan istrinya, kenapa istrinya tiba-tiba datang kemari?.


“Selena…” lirih Hans.


“Kau!!! Untuk apa kau kemari hah?!!!” bentak Yolanda.


“Oh…sedang acara kumpul keluarga ya? Maaf mengganggu ya…”


“Penjaga!!!! Seret dia keluar!!!”

__ADS_1


Para bodyguard yang hendak membawa pergi Selena mendadak terdiam membeku ketika ditatap tajam oleh si empu.


“Kenapa kalian diam hah?!! Seret pela*ur ini keluar!!! Aku tidak sudi sampah ini ada disini!!!” teriak Yolanda. Karena wanita itu, ia kehilangan sebelah matanya.


“Pela*ur teriak pela*ur\, menggelikan ya…”


Hans berdiri dan mendekati Selena. Saat tubuh Hans ingin memeluk Selena, Selena mengacungkan sebuah pisau yang membuat Hans langsung terdiam ditempatnya.


“Jangan sentuh aku”


“Sayang…ini aku…taruh ya pisaunya” ucap Hans dengan lembut.


“Aku tidak mau, minggir…aku akan membereskan urusan kita nanti”


“Nyonya Georgino, siapa wanita ini?!” bentak Tuan Chu.


“Bukan siapa-siapa, hanya gadis berusia 18 tahun yang ingin mencari keadilan” jawab Selena dengan senyum sinisnya.


“Tuan Chu…ini…” ucap Yeni. Sial*n! Kenapa wanita itu bisa datang kemari?! Bagaimana orang-orang itu melakukan tugasnya!?.


“Untuk apa kalian diam!! Bunuh wanita itu sekarang juga!!” geram Yeni.


“Aku istri dari Tuan muda Iskandar, yakin mau membunuhku?”


“A-apa?!”


Hans terdiam mendengar ucapan istrinya, benar…sekarang Selena bukan hanya istrinya melainkan juga istri dari Tuan muda Iskandar. Tapi entah kenapa, ia tak ingin berbagi Selena dengan siapapun.


“Apa maumu hah?!” Kyler membentak Selena dengan wajah piasnya. Gara-gara wanita itu, ia masuk kedalam rumah sakit dan hampir saja mati ditangan kakaknya sendiri.


Selena tak memperdulikan ucapan Kyler, mata Selena menatap Jansen yang hanya terdiam bersama dengan William. Ah…pria itu, pria yang membentaknya saat dirumah sakit.


“Kenapa kalian hanya diam hah?! Singkirkan sampah ini sekarang juga!!” geram Yolanda. Ia benar-benar geram melihat wajah Selena, wanita itu membuat hidupnya berada dalam kesulitan. Bagaimana bisa bodyguard tidak berhasil membunuh wanita ini?! Dan malah bodyguardnya yang sekarang hilang tanpa jejak.


“Nona Chu, sepertinya anda melupakan ucapan saya hari itu…”


“Kau!!! Kau sudah mendapatkan Mamamu bukan?! Lalu kenapa kau masih mengusikku?!”


“Karena…luka yang ada di tubuh Mamaku, aku belum membalasnya” dingin Selena. Sepasang mata indah Selena menatap tajam Yeni beserta Yolanda. Tatapan itu membuat Yolanda dan Yeni gemetar begitupun dengan Hans.


Selena melemparkan satu lencana kepada Hans dan satu lagi kepada Tuan dan Nyonya Georgino. Wajah Yeni seketika memucat, bagaimana bisa wanita itu mendapatkan lencana ini?! Gawat! Jika sampai Hans tau apa yang sudah ia lakukan, maka ia benar-benar tidak bisa lari lagi.


Hans memungut lencana yang berada di bawah kakinya, ini adalah lencana keluarganya. Bagaimana istrinya bisa mendapatkan ini?.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2