
#
Selena menatap jam tangannya yang menunjukan pukul 2 dan suaminya belum pulang. Jika nanti saat ia mengantarkan makan siang untuk Hans dan Hans malah pulang bagaimana?.
Drtttt…drtttt…
Selena mengangkat telfonnya yang berasal dari Hans.
“Hans…belum selesai?”
“Maaf ya, masih ada sedikit pekerjaan. 2 jam lagi aku pulang, tidak perlu mengantarkan makanan” ~ Hans.
“Hmmmm…baiklah…kau sudah makan?”
“Belum, kau sendiri?” ~ Hans.
“Aku sudah…kalau begitu akan kumatikan telfonnya”
“Iya…” ~ Hans.
Tut…
Selena menghembuskan nafasnya. Kemarin Hans bilang jika asam lambungnya akhir-akhir ini kambuh tapi masih saja telat makan. Lebih baik ia mengantarkan makanan kesana, sekalian ia mengambil tugas di kampus. Untung saja satu arah.
Selena mengambil tasnya dan segera keluar dari rumah. Ia melambaikan tangannya saat melihat sebuah taxi tengah melintas. Ia masuk kedalam taxi itu dan meminta agar diantarkan ke perusahaan Georgino.
Saat sudah sampai Selena langsung masuk dan mendekati meja resepsionist. Resepsionist tersenyum ramah kepada Selena dan bertanya maksud kedatangan gadis cantik didepan mereka ini.
“Itu…emmmm…Hans ada?”
“Direktur?”
“Iya”
“Mohon maaf, apa anda sudah mempunyai janji dengan beliau sebelumnya. Karena sekarang beliau tengah rapat penting”
“Ah maafkan aku, aku belum membuat janji dengan Hans. Aku tak mau menganggunya, bisa aku minta tolong?”
“Silahkan”
“Akhir-akhir ini asam lambung Hans sering kambuh, dia belum makan. Jadi bisa aku minta tolong berikan makanan ini kepadanya?”
Resepsionist hanya bisa tersenyum melihat kelucuan Selena. Salah satu resepsionist itu mengambil makanan dari tangan Selena. Ini pertama kalinya mereka melihat seorang gadis kecil yang memanggil Direktur mereka dengan sebuatan nama tanpa embel-embel ‘Tuan muda/Direktur’. Apa gadis ini adalah salah satu pengemar Tuan muda mereka?.
“Bisa katakan nama anda? Agar kami bisa memberitau beliau jika rapat sudah selesai”
“Ah, namaku Selena”
“Baik Nona Selena, saya akan menyampaikan pesan anda kepada Tuan muda”
__ADS_1
Selena menganggukkan kepalanya dan tersenyum, ia keluar dari perusahaan Hans dan memesan taxi untuk menuju kampusnya.
Tak berselang lama Hans keluar dari ruang rapat sembari memutar lehernya. Salah satu resepsionist yang melihat itu langsung menghampiri Hans sembari membawa makanan yang diberikan Selena.
“Direktur, ini makanan untuk anda”
Hans menatap datar bekal makanan itu. Siapa yang datang keperusahaan nya dan melakukan hal lancang seperti ini? Ini juga, kenapa resepsionist menerima makanan ini?.
“Untukmu saja”
“Tapi ada pesan juga untuk anda”
“Apa?”
“Gadis itu bilang untuk memberikan makanan ini kepada anda karena akhir-akhir ini asam lambung anda kambuh”
“Pftttt!” Sekretaris Hans sontak menutup mulutnya saat tawanya hendak pecah.
Hans berdecap kesal mendengar ucapan resepsionistnya. Apa ada fansnya yang menguntit kehidupannya seperti ini sampai-sampai dia tau bahwa asam lambungnya kambuh.
Hans menerima bekal itu, menatap sebuah catatan kecil yang tertempel.
“Hans, maaf aku datang keperusahaanmu tiba-tiba. Ini makanan untukmu, jangan sampai telat makan. Kasihan lambungmu, makan tepat waktu. Jangan lupa minum obat, jangan terlalu kelelahan. Jaga kesehatan” ucap Hans mengerutkan kening.
“Hahahaha!!!! Wah wah wah, Hans! Kau punya pengemar pribadi?! Tak disangka”
“Tertanda : Selena…” lanjut Hans.
“Direktur?” ucap resepsionist membuat Hans sadar dari lamunannya.
“Ah, kalian kembalilah bekerja”
"Baik..."
Hans masuk kedalam lift dan menuju keruangannya. Saat sampai ia meletakan bekal makanan itu dimeja dan segera menelfon istrinya.
“Ya Hans?” ~ Selena
“Kenapa datang keperusahaan tanpa mengabariku? Kan sudah kubilang tidak usah…nanti kau kelelahan”
“Aduh…kau itu tidak sayang diri sekali. Kan asam lambungmu baru naik, jangan sampai telat makan” ~ Selena
“Hehe…lalu kenapa tidak langsung keruanganku saja? Kan kita bisa makan siang bersama”
“Maaf…aku harus mengambil tugas, jadi aku menitipkan makanan ke resepsionist. Aku juga tak mau mengganggumu karena mereka bilang kau sedang rapat. Maaf ya…” ~ Selena
Hans tersenyum mendengar suara bersalah istri kecilnya. Kenapa harus minta maaf jika tidak ada kesalahan?.
“Kenapa minta maaf? Kau tidak salah…lain kali, kalau datang ke perusahaan bilang kepadaku dulu. Aku bisa menjemputmu diloby”
__ADS_1
“Iya…lain kali kalau datang kukabari, sekarang makan makanannya. Aku akan pulang sebentar lagi” ~ Selena
“Iya…sampai ketemu dirumah”
Tut…
Hans tersenyum dan duduk dikursinya sembari membuka makanan yang dibawakan istrinya. Ia tersenyum melihat istrinya yang menyiapkan makanan kesukaannya.
Teman-teman Hans masuk kedalam ruangan mewah itu, mereka menelan ludah melihat Hans yang tengah memakan lobster asam manis.
“Sepertinya kau suka sekali dengan masakan istrimu”
“Kenapa memangnya?”
“Tidak takut tidak bisa melepaskan?”
Hans menjadi terdiam seketika. Entah kenapa, perasaan sedih tiba-tiba menghampirinya. Mendengar ucapan temannya membuatnya ragu untuk melepaskan Selena. Ragu melepas wanita yang sudah mengurusnya dengan baik selama 4 bulan terakhir.
“Tunggu…kalau begitu bukankah seharusnya hari ini…” ucap Hans menjatuhkan lobster ditangannya.
.
.
.
.
___________________________
.
.
.
.
.
*
Happy reading semuanya....
Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....
.
.
__ADS_1
.