Our Last Love

Our Last Love
Chapter 30 : Sebuah luka


__ADS_3

.


.


.


Hans dengan cepat membuka ponselnya. Benar, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya yang ke-4 bulan. Bagaimana bisa ia melupakan hari penting ini?! Jika sampai nanti ia pulang dengan tangan kosong, Selena pasti kecewa kepadanya.


Teman-teman Hans binggung melihat wajah pucat Hans. Apa yang membuat pria itu terkejut hingga seperti itu? Apa ada hal penting yang terlupakan hingga Hans berekspresi seperti itu?.


“Hans! Ada apa?”


“Bantu aku…”


“Apa?”


“Hari ini harus ulang tahun pernikahanku yang ke-4 bulan, bantu aku mencari sesuatu untuk Selena!”


Hans segera memakai jaz dan mengambil kunci mobilnya. Teman-teman Hans berdecap kesal, bisa-bisanya pria ini melupakan hari penting seperti ini?. Diusir dari kamar baru tau rasa. Nanti kalau tidak dapat jatah menangis mengadu kepada mereka. Entah bagaimana Selena bisa sabar menghadapi Hans yang seperti ini.


.


.


.


Hans keluar dari mobilnya sembari membawa bucket bunga dan sebuah kado ditangannya. Ia merapikan pakaiannya sebelum menekan bel rumah. Setelah lama menunggu membuat Hans heran karena istrinya tak kunjung membuka pintu.


Merasa ada yang aneh Hans mengeluarkan keycard dari sakunya dan membuka pintu.


Saat pintu terbuka lebar Hans langsung menjatuhkan bucket bunga beserta kado ditangannya. Ia membeku melihat istrinya yang tengah tergeletak dilantai dengan darah dimana-mana.


Hans segera berlari kearah Selena, memeluk tubuh Selena sembari menepuk pelan pipi istrinya.


“Selena! Selena! Bangun!”


Mata Hans bergulir menatap sebuah luka tembak diperut Selena. Ia segera mengendong istrinya untuk kerumah sakit. Saat sampai dirumah sakit Selena langsung dibawa keruang operasi oleh beberapa dokter.


Hans terduduk lemas dilantai rumah yang begitu dingin. Matanya menatap darah yang melumuri telapak tangannya, wajahnya memucat saat melihat wajah pucat istrinya dan darah yang tak henti-hentinya mengalir dari tubuh Selena.


Assistant dan Sekretaris milik Hans datang menghampir Tuan muda mereka, membantu Hans berdiri dan mendudukan tubuh itu di kursi tunggu.

__ADS_1


“Tuan muda!?” sang Assistant mengguncang pelan bahu Hans.


Hans tersadar dari lamunannya. Ia segera berdiri dan berlari keluar dari rumah sakit membuat Assistant dan Sekretarisnya langsung berlari mengejar.


Saat sampai dirumah Hans langsung menuju keruang CCTV. Ia ingin tau, siapa yang sudah berani mencelakai istrinya. Setelah beberapa saat mencari ia memutar rekaman CCTV hari ini.


Hans membeku mendapati beberapa orang pria menerobos masuk kedalam rumahnya saat Selena tengah membersihkan ruang tamu. Tampak Selena yang memberontak saat pria-pria itu mencoba membawa pergi Selena. Namun hal tak terduga terjadi, salah satu pria itu mengunci mati kedua tangan Selena dan pria lain menembak perut Selena 2 kali. Tak hanya menembak, pria itu juga menusuk perut Selena beberapa kali hingga Selena terkapar dilantai. Setelahnya, pria-pria itu langsung pergi.


Hans kembali terduduk dilantai, menatap tak percaya apa yang sudah terjadi kepada istri kecilnya.


“Selena hiks…” Hans menutupi wajahnya menggunakan kedua tangan. Hari ini ia berniat membawa istrinya untuk dinner romantis namun saat pulang ia malah mendapati istrinya sudah terkapar dengan luka yang begitu parah.


Tubuh Hans lunglai membuat Assistant dan Sekretarisnya yang baru datang langsung diselimuti rasa panic. Mereka langsung membawa Hans kerumah sakit.


.


.


.


Alex keluar dari ruang operasi membuat Daniel, Joe, dan Assistant, Sekretaris Hans langsung beridir dari tempat duduknya.


“Bagaimana keadaan Selena?!”


Joe langsung terduduk lemas dilantai membuat Daniel sontak langsung membantu adiknya berdiri. Kenapa kejadian buruk selalu menghampiri Selena? Siapa yang begitu tega melakukan hal keji itu kepada adiknya?.


“Dan maaf…”


“Dan apa?” tanya Daniel. Apa berita buruk itu masih belum selesai?.


“Aku tak bisa menyelamatkan bayinya”


“Luka tusuk itu tepat mengenai janin. Maaf…maafkan aku….” Lanjut Alex menunduk tak berani menatap Daniel.


Daniel membeku bersama dengan Assistant dan Sekretaris Hans. Assistant dan Sekretaris milik Hans tampak memundurkan langkah mereka hingga membentur tembok.


“Nyonya muda…mengalami keguguran?” ucap Gerry tak percaya. Calon Tuan mudanya sudah tidak ada, dan sekarang Nyonya mudanya kritis?.


“Keguguran…itu berarti, Nyonya dan Tuan muda sudah pernah berhubungan?” Sekretaris Merry berucap tak percaya sembari menatap Gerry. Ia tak tau hal ini sama sekali, jika ia tau Tuan dan Nyonya mudanya sudah pernah berhubungan badan ia akan melakukan penjagaan ketat kepada Nyonya mudanya.


Daniel lemas, ia tak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Selena keguguran, bagaimana ia bisa menjelaskan ini kepada Selena dan kedua orang tuanya nanti?.

__ADS_1


“Dokter, kandungan Nyonya sudah berapa bulan?” tanya Merry.


“Sudah 1 bulan” Alex berkata dengan nada gemetar


Merry yang mendengarnya langsung tak sadarkan diri membuat Alex langsung membawa wanita itu masuk kedalam UGD.


“Kak! Jika Selena tau bagaimana hiks…? Dia pasti akan syock nanti!” ucap Joe menggenggam tangan Daniel erat sembari menangis tersedu-sedu.


“Kita bisa menyembunyikannya…jangan sampai Selena tau…kau tenang saja…tak akan ada hal buruk lagi yang menimpa Selena” Daniel berusaha menenangkan Joe agar Joe tidak sesak nafas karena menangis.


Seorang dokter wanita keluar dari ruang operasi dan menghampiri Daniel lalu mengatakan sesuatu.


.


.


.


.


___________________________


.


.


.


.


.


*


Happy reading semuanya....


Semoga nggak bosan sama cerita Clara ya....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2