Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 148 : Jangan macam-macam dengannya!!


__ADS_3

Sakiti aku dengan kejujuran tapi jangan pernah hibur aku dengan kebohongan.


Selena dan Leo saling berpelukan sembari menikmati sunset yang begitu indah. Leo mengecup lama dahi istrinya, Daniel tersenyum melihat keromantisan Selena bersama dengan Leo. Sejujurnya ia sangat cemburu melihat hal itu namun meskipun ia mencintai Selena, ia tidak boleh mementingkan ego dan ambisinya untuk memiliki Selena. Selena sedang berbadan dua, 2 anak kembarnya juga sangat membutuhkan Leo. Ia harus menyingkirkan egonya sejauh mungkin.


“Terima kasih…kau adalah hadiah terindah yang diberikan tuhan kepadaku” ucap Leo.


“Aku yang berterima kasih karena kau mau menerimaku dengan segala kekuranganku” jawab Selena.


Joe meminum air kelapa sembari menatap Leo dengan pandangan kesal. Kapan pria itu mau melepaskan Selena?! Ia kan juga ingin bersama Selena! Apa pria itu tidak mengerti artinya berbagi?!.


“Sunset sudah habis, ayo masuk. Kita akan malam” ucap Daniel.


“Tempat ini indah, jika anak-anak kita sudah lahir…kita bawa mereka kemari ya” ucap Leo menempelkan keningnya dikening sang istri.


“Iya…kita bawa anak-anak kemari nanti. Dan semoga, saat itu Daniel juga sudah punya anak” ucap Selena sembari tertawa kearah Daniel yang langsung membeku mendengar ucapannya.


“Iya, semoga itu terjadi”


“HEI!!!!”


**************


Selena menatap cincin yang berada di kotak perhiasannya, ini cincin pernikahan dari Hans. Ia harus meminta izin suaminya untuk pergi mengembalikannya.


“Sayang, kenapa? Ada apa?” tanya Leo yang baru saja keluar dari kamar mandi.


“Sayang, ini cincin milik Hans. Bisakah kita mengembalikannya bersama Joe?”


“Hm? Nanti kukembalikan dengan Daniel, ayo tidur…”


Leo menarik tangan istrinya dan berbaring ditempat tidur. Leo membelai dengan lembut kepala istrinya mencoba untuk menidurkan istrinya.


“Hmmmmm Leo…”


“Ya?”


“Maaf ya…aku tidak menjaga diriku dengan baik…”


“Kenapa membahas ini lagi?” tanya Leo.


“Hmmmm entah kenapa aku selalu merasa bersalah kepadamu karena hal ini”


Leo mengecup dahi istrinya penuh cinta, ini bukan salah istrinya. Istrinya juga tidak menginginkan hal ini terjadi, bukan ia melainkan Hans lah yang menjadi pria pertama bagi istrinya. Cemburu? Tidak terima? Tentu ia merasakan hal itu, namun ia sadar…ia tak berhak membenci istrinya karena hal ini, ia juga tak punya alasan untuk memarahi istrinya karena hal ini.


“Sudah…jangan dipikirkan lagi” ucap Leo memejamkan matanya.


Tangan Selena menyentuh bibir tipis Leo. Leo hanya diam membiarkan istrinya melakukan apa yang dia inginkan.


“Tidak marah?”


“Sayang, aku sangat mencintaimu. Sudah tanggung jawabku melindungimu. Aku tak punya alasan untuk marah kepadamu. Kecewa tentu kurasakan, kau wanitaku…dan pria lain berhasil menyentuhmu. Itu adalah kekecewaan terbesar dalam hidupku karena aku tak bisa menjagamu dengan baik. Hans menyakitimu berulang kali, kalian


kehilangan bayi kalian…seumur hidupku…itu adalah penyesalan terbesarku. Jika aku bisa memutar waktu, aku ingin memperbaiki semua ini”


“Maaf…” lirih Selena meneteskan air matanya.


“Aku bersamamu lebih lama daripada semuanya, kita bersama selama 16 tahun. Kau menemaniku disaat sulit, tapi aku meninggalkanmu disaat bahaya akan datang kepadamu. Aku yang seharusnya minta maaf…jika hari itu aku lebih mementingkanmu daripada pendidikanku…mungkin semua ini tidak akan terjadi. Tapi yang berlalu biarlah berlalu dengan sendirinya, kau sudah menjadi istriku sekarang…dan aku akan menjagamu sebaik mungkin. Jangan pergi dariku…aku akan memberikan semuanya kepadamu asalkan kau jangan pergi dari sisiku. Kau boleh mengkhianatiku tapi tolong jangan tinggalkan aku…aku tak punya siapa-siapa lagi selain dirimu” ucap Leo mencium telapak tangan istrinya.


“Hei…kenapa bicara seperti itu? Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, tidak akan” jawab Selena mengusap air mata suaminya.


Selena meletakkan tangan Leo diperutnya.

__ADS_1


“Kita tidak akan sendirian lagi, anak-anak kita akan menemani kita sampai nanti ajal menjemput kita ya…Leon, Leona, Ryu, akan menemani hari-hari kita. Meskipun kita harus berusaha exstra menjaga mereka tapi kita nikmati itu Okey?” ucap Selena sembari tersenyum.


“Iya…iya…”


Leo mencium lembut dahi istrinya. Selena memejamkan matanya menikmati kehangatan suaminya.


“Beautiful dream my wife, I love you forever…”


“Maaf…aku harus menyembunyikan kematian Mama…aku tak ingin kau bersedih lagi sayang…maafkan aku”



Selena membuka matanya secara perlahan, ia menatap sosok Mamanya yang sedang mengusap pipinya dengan lembut. Hm? kenapa Mamanya bisa ada disini? Apa Daniel yang membawa Mamanya kemari?.


“Ma…kapan Mama datangnya?” tanya Selena bangkit dari tidurnya seraya membangunkan suaminya yang masih terlelap dengan nyenyak.


“Sayang…biarkan suamimu tidur, Mama hanya ingin bicara denganmu…”


“Hm? Ada apa ma? Apa itu penting?”


“Hmmmm Mama tidak tau…”


“Mama ingin mengatakan apa?”


“Mama hanya ingin berpamitan kepadamu, Mama harus pergi…”


“Hm? Kemana? Lama?”


“Mama tidak akan kembali lagi…Mama akan pergi jauh…menyusul nenek dan orang tuamu”


“Hm? Maksud Mama?”


“Mama hanya ingin kau tumbuh dengan sehat dan bahagia. Dengan itu…Mama bisa pergi dengan tenang, sampai jumpa lagi sayang…Mama mencintaimu” Jennifer mengecup dahi Selena singkat dan perlahan tubuh itu pudar. Tangan Selena mencoba menggapai tangan Jennifer tapi terlambat, tubuh itu lenyap dalam hitungan detik.


“Sayang! Hei! Bangun! Ada apa?!”


Leo menguncang tubuh istrinya mencoba membangunkan istrinya dari alam mimpi. Bahkan ia dengan paniknya memanggil Daniel dan Micle.


Daniel yang sedang tertidur lelap dikamarnya langsung terbangun mendengar teriakan Leo. Ia langsung bergegas menuju kamar Leo dan Selena begitupun dengan Micle yang sebelumnya tengah berbincang dengan Alex.


“Ada apa?! Apa yang terjadi kepada Selena?!” tanya Daniel.


“Sayang! Bangun! Hei!”


“Mama…Mama…tidak…jangan pergi…”


Daniel menggenggam tangan kiri Selena, ia menepuk halus pipi Selena dengan penuh kepanikan. Apa yang terjadi kepada Selena?! Apa Selena bermimpi tentang Mamanya?!.


Selena membuka matanya dengan spontan. Ia duduk dengan terkejut. Matanya mencari kesekeliling.


“Mama…di mana Mama Leo?!”


“Sayang…tenang, tenangkan dirimu dulu Okey?” ucap Leo.


“Jawab aku!”


“Tenang! Kau harus tenang! Jika kau seperti ini bayinya akan tertekan!” tegas Daniel.


Selena langsung menyentuh perutnya, gelisah…ia tak bisa berpikiran jernih.


“Aku tadi bermimpi Mama berpamitan kepadaku, dia bilang dia akan pergi” ucap Selena dengan wajah paniknya.

__ADS_1


Ucapan Selena langsung membekukan Micle, Alex, Leo, serta Daniel. Tuhan…mereka harus menjawab apa sekarang?. Dijawab Selena bisa marah apalagi tidak dijawab. Duhhhh…pertumpahan darah lagi…


“Itu hanya mimpi, sudah…ayo tidur”


“Kau boleh menyakitiku dengan kejujuran Leo! Tapi jangan pernah menghiburku dengan kebohongan! Aku benci itu!” bentak Selena.


Leo dan Daniel menundukan kepalanya. Micle menghembuskan nafasnya, ia menepuk bahu Daniel membuat pemuda itu berdiri dari sisi tempat tidur. Ia duduk disebelah Selena dan membelai lembut kepala gadis itu.


“Jika aku mengatakan kebenarannya, kau pasti akan lebih kecewa. Sudah ya…sekarang tidur. Jangan memikirkan hal-hal seperti itu lagi” ucap Micle.


“Ja-jadi benar…sesuatu terjadi kepada Mama?” ucap Selena dengan mata yang berkaca-kaca.


Micle menelan ludahnya, lebih baik ia jujur. Sifat Selena 11/12 dengan mendiang Jenderal besar Ruvelis. semakin disembunyikan, akan semakin marah.


“Ya…sesuatu sudah terjadi kepada Nyonya ke-2”


“Katakan kepadaku! Apa yang terjadi kepada Mama?!” tanya Selena mencengkram kerah baju Micle.


“2 hari yang lalu Nyonya ke-2 sudah tiada, beliau sudah dimakamkan di Amsterdam”


PLAKKKK!!!


Satu tamparan keras mendarat mulus dipipi Micle. Micle hanya bisa diam, Leo yang melihat itu langsung menahan kedua tangan istrinya.


“Dan kalian menyembunyikan ini semua dariku?!!! Dia Mamaku!! Aku berhak tau apa yang terjadi kepadanya!!!” bentak Selena.


“Lalu!? Kau sedang mengandung! Aku tau bagaimana sifatmu jika tersulut emosi! Jadi aku harus memberitaumu dan membiarkanmu melakukan hal-hal gila yang membahayakan nyawamu lagi?! Kondisimu melemah karena mengandung! Dan berita ini hanya akan memperburuk kesehatanmu!!” geram Daniel.


“Tenang! Selena sedang dalam kondisi emosi! Pikirannya tidak bisa jernih! Kau bisa mati jika melawannya!” ucap Micle menahan Selena yang hendak menampar Daniel.


“LEPAS!”


“Sayang…tenang…kita bicarakan ini baik-baik okey?”


“Baik-baik?!! Bilang sekali lagi?!” geram Selena.


Leo menelan ludahnya begitpun dengan Micle, sedangkan Alex hanya bisa tercengang melihat 3 pria berwibawa yang tampak takut kepada Selena.


“Katakan kepadaku…apa yang membuat Mama pergi begitu saja tanpa seizinku”


“Nyonya Jennifer mengalami pembengkakan dijantungnya. Kami berhasil menanganinya tapi seseorang menaruh racun di infur beliau dan itu membuat beliau tidak ada” jawab Alex menundukan kepalanya.


Tubuh Selena seketika melemas dipelukan suaminya, persetan!! Bajin*an mana yang dengan kurang ajarnya melakukan hal ini kepada Mamanya?!!!!.


“Sayang! Kau baik-baik saja?! Ayo kerumah sakit”


“Minta Jenderal besar William Hendrick Josseph kemari…karena aku ingin bicara 4 mata dengannya”


“Duhhhhhh….”


“Aku akan telfon Paman Hendrick, tapi kau harus berjanji kepadaku bahwa kau tidak akan macam-macam”


“Aku akan macam-macam jika kau tidak segera menelfonnya Leo…” geram Selena.


Tak mau membuat istrinya semakin marah Leo meraih poselnya dan menelfon Hendrick. Saat telfon sudah terhubung Leo memberikan ponselnya kepada istrinya.


“Sekarang juga Paman datang kemari, sampai Paman membuat alasan agar tidak kemari…kuhancurkan kamp utama”


“Ap-”


Tut…

__ADS_1


__ADS_2