
.
.
.
“Hansel?”
“Ah, ini…putra Tuan Hans yang baru kemarin lahir”
Ucapan dokter wanita itu langsung membuat wajah Daniel, Leo, dan Aiden berubah menjadi masam seketika. Sedangkan Selena hanya menampilkan ekspresi acuh tak acuhnya seperti biasa.
“Yeni, ada disini?”
“Ma-maksud anda Nyonya Georgino?”
“Ya, wanita itu. Dia ada disini?”
“I-iya”
Sudut bibir Selena terangkat, wahhhh bagus. Ia akan membuat telinga Yeni menjadi panas sebelum pulang ke penthouse suaminya. Jika wanita itu berpikir menang karena sudah mendapatkan cucu laki-laki, ia akan membuat mulut wanita itu bungkam hari ini. Sekaligus…ia akan membuat mental pria pengecut (Lie) itu kembali terguncang.
“Bisa antarkan aku ke kamar Bellina?”
“Te-tentu, ma-mari Nyonya…”
Saat hendak pergi tangan Selena dicekal oleh Leo. Leo menggelengkan kepalanya, ia tak ingin istrinya terluka. Apalagi istrinya baru saja mengalami keram, jika sampai istrinya menemui keluarga Georgino. Ia takut istri dan anaknya akan terluka. Apalagi Rafindra sedang tidak berada disini.
“Jangan takut, aku tidak akan terluka”
“Bisakah aku memegang ucapanmu?”
“Jika aku terluka, aku akan membuatmu puas malam ini” bisik Selena.
“Tidak…jika kau terluka, jangan harap aku akan puas malam ini” bisik Leo.
Selena hanya menganggukkan kepalanya dan pergi bersama dokter wanita itu masuk kedalam lift. Saat lift terbuka, dokter wanita itu mengantarkan Selena ke ruang VIP dan meninggalkannya untuk pergi ke ruang bayi.
Selena menatap keluarga Georgino yang tengah berkumpul dan seorang wanita yangtengah duduk di atas ranjang pasien dengan senyum cerahnya. Tapi…kenapa wajah Hans terlihat muak begitu? Bukankah pria itu baru saja mendapatkan seorang putra? Apa pria itu masih tidak puas dengan hal itu?.
Selena menghembuskan nafasnya dan masuk kedalam ruangan itu tanpa persetujuan dari siapapun.
“A-apa yang kau lakukan disini?!!”
Hans menatap tak percaya kearah Selena, ia…sedang tidak bermimpi bukan? Ia sedang tidak bermimpi melihat Selena bukan? Ya tuhan…selama berminggu-minggu lamanya, akhirnya ia bisa bertemu dengan Selena.
“Jangan terlalu terkejut, aku kemari hanya ingin mengucapkan Selamat. Selamat Hans, kau sudah menjadi seorang Ayah sekarang…” ucap Selena mengulurkan tangannya kepada Hans.
Tak mendapatkan respons apapun dari Hans membuat Selena kembali menarik tangannya. Mata Hans bergulir menatap perut Selena yang tampak sedikit membuncit. Ya tuhan…perut yang dulu begitu seksi dan ramping itu kini berubah menjadi buncit. Lucunya.
“Sudah…berapa bulan?” tanya Hans.
“Ah? Sudah 5 bulan” ucap Selena sembari menyentuh perutnya.
“Apa kau sudah selesai dengan urusanmu? Jika sudah pergilah” dingin Bellina. Moodnya menjadi hancur karena kedatangan Selena, ia benar-benar membenci wanita yang berdiri didepan calon suaminya itu. Bagaimana bisa kedatangan wanita itu langsung membuat wajah Hans berubah drastis?.
“Ah, mendengar ucapanmu membuatku ingat hal utama yang membuatku datang kemari. Selamat ya atas kelahiran Tuan muda Hansel, dan Selamat ya…kau akan segera menempati posisi Nyonya muda Georgino sebentar lagi. Kuharap, kau bisa menjaga Hans dengan baik kedepannya”
“Tentu! Calon menantuku pasti akan merawat putraku dengan baik! Menantuku sudah melahirkan seorang putra untuk keluarga Georgino, jadi kuharap. Kau tidak pernah muncul lagi dikehidupan putraku” sinis Yeni.
“Hmmmm baiklah…jadi, apa kalian tidak ingin mengucapkan Selamat kepadaku atas kelahiran anak kembarku? Leon dan Leona?”
Blarrrrrrrr!!!
Ucapan Selena langsung sekujur tubuh Hans, Yeni, dan Bellina gemetar dengan hebat. Wa-wanita itu bilang apa? Anak kembarnya? Leon dan Leona?.
“A-apa?” tanya Hans.
“Kebetulan, 1 minggu yang lalu. Pewaris keluarga Iskandar juga sudah lahir walaupun premature, jadi sepertinya…peperangan diantara kita. Akan terus mendarah daging” ucap Selena sembari tersenyum.
“Ka-kau!!!” geram Bellina. Sial*n!!! Ia pikir diantara ke-3 keluarga besar kelahiran putranya adalah yang pertama digenerasi ini. Ternyata wanita ini lagi-lagi menang darinya.
Pyarrrrr!!
Yeni melemparkan gelas kearah Selena, namun Selena dengan lihai langsung menghindarinya. Yeni menatap geram Selena, sial*n!! Pewaris keluarga Iskandar sudah lahir terlebih dulu daripada cucunya?! Dan juga itu adalah anak kembar?!.
“Jangan membual sial*n!! Jika anak kembarmu sudah lahir lalu apa yang terjadi dengan perutmu?!” geram adik-adik Hans.
“Ini adalah pewaris ke-3 keluarga Iskandar, aku tidak pernah bilang jika bayi diperutku ini adalah pewaris pertama keluarga Iskandar. Haih, mana mungkin aku membiarkan keluarga Iskandar kalah dari keluarga kalian? Jika keluarga Georgino bisa mendapatkan 2 bayi dari 2 Ibu yang berbeda, maka menantu keluarga Iskandar ini bisa memberikan 3 bayi dari Ibu yang sama tapi diumur yang hanya selisih 1 bulan saja”
Selena tertawa dengan anggun membuat Yeni seketika mengepalkan tangannya. Wanita itu baru saja menyindirnya!!! Wanita itu baru saja menghinanya!! Sial*n!!! Lagi-lagi wanita itu melampaui dirinya!!.
“Oh ya, sebenarnya aku ingin mengundang kalian keacara perjamuan keluarga Iskandar. Tapi melihat kalian yang sedang berbahagia seperti ini, membuatku mengurungkan hal itu. Terlebih lagi…” ucap Selena sembari melirik kearah Bellina.
“Kau!!!!” geram Bellina, ia tau wanita itu baru saja mengejeknya!! Ia tau apa maksud wanita itu!! Wanita itu baru saja menghinanya karena melahirkan pewaris keluarga Georgino diluar pernikahan sekaligus tanpa adanya kepastian hubungan dari Hans!.
__ADS_1
“Tenang saja, jika putraku tumbuh besar nanti. Aku akan menceritakan sejarah peperangan diantara kita, menceritakan kepadanya. Bahwa…kakek mereka meninggal karena perbuatan kalian. Dan coba pikirkan, hal yang menyenangkan jika ke-3 anakku, meneruskan peperangan diantara kita. Pasti sangat mengagumkan! Ah! Aku akan memberitau suami tercintaku tentang rencana ini”
Sudut bibir Selena terangkat melihat Yeni yang mulai berkeringat dingin, hahahaha. Benar-benar menyenangkan melihat wajah panik wanita itu. Entah kenapa hatinya menjadi berbunga-bunga ketika melihat kegeraman wanita itu.
“Dan juga, ini adalah surat peringatan terbuka untuk kalian. Jika kalian merencanakan hal yang tidak-tidak agar bisa masuk kedalam kemiliteran. Siapkan mental jika aku mengeluarkan keluarga kalian dari jajaran 10 keluarga besar. Dan juga, jika kalian menggunakan nama Peter dan William untuk masuk kedalam kamp. Siap-siap saja mati diatangan Pamanku”
Selen terkekeh pelan setelahnya ia pergi dari ruangan itu meninggalkan seribu keheningan didalamnya. Hans menatap geram Mamanya serta Bellina.
“Apa lagi yang kalian berdua lakukan?”
“Ha-hans…a-aku sama sekali tidak tau apa-apa” ucap Bellina dengan gemetar, ia benar-benar tidak tau sama sekali masalah yang terjadi diantara keluarga Georgino dan mantan wanita Hans. Yang ia tau hanyalah keluarga gerogino membenci wanita itu karena menjadi istri kontrak dari calon suaminya.
“Kau pergilah, tinggalkan Hansel. Aku yang akan merawatnya, kau bisa pergi. Aku tak akan mengikatmu disisiku”
“A-apa?”
“Pernikahan kita…batal”
“Apa-apaan kau Hans?! Bellina sudah melahirkan anakmu!! Jadi kau harus menikahinya!!”
“Aku tak akan melakukan itu. Jika Mama masih bersikeras ingin aku menikah dengannya. Minta saja Papa yang menikah dengannya, jadikan dia istri kedua Papa sekaligus madu untuk Mama. Karena posisi Selena…tak akan ditempati siapapun. Nyonya dikediamanku, hanya Selena seorang”
“Hans!!!” ucap Bellina tak percaya.
“Tulis nominal uang sesukamu, setelah itu pergilah. Dan jangan menunjukan wajahmu didepanku lagi, Gerry…atur Baby sister untuk Hansel”
“Baik Tuan muda”
“Mampus kalian” batin Gerry tersenyum senang didalam harinya.
“Hans!! Jika kau tidak mau menikahi Bellina, maka-”
“Mencoretku dari daftar ahli waris? Silahkan, dan ya…jika Mama macam-macam lagi dengan Selena ataupun anaknya. Jangan harap aku akan melindungi keluarga Georgino dengan kekuasaanku”
Hans pergi dari ruangan Bellina menuju ruangan putranya. Ia menatap bayi kecil didalam box bayi, kecil…makhluk yang sangat kecil. Hansel…nama yang ia berikan kepada bayi ini. Gabungan atas namanya dan Selena, seharusnya…nama ini ia berikan untuk anaknya bersama dengan Selena. Bukan bersama Bellina. Jika ia tidak memberikan bayi ini nama yang berhubungan dengan nama Selena, selamanya ia tidak akan pernah bisa menerima kehadiran anak yang notabenenya adalah anak kandungnya sendiri.
“Memuakkan, kenapa kau harus mirip denganku? Seharusnya bukan kau yang lahir…bukan kau…dan diantara kami berempat, kenapa harus benihku yang tumbuh?”
Hans mengeraskan rahangnya, dari sekian banyak wanita yang mendekatinya kenapa hanya Selena yang mampu membuatnya memiliki rasa untuk ‘Memiliki’ seorang wanita untuk pertama kali, wanita yang sudah menghangatkan hatinya, wanita yang mampu membuatnya berpikir berulang kali untuk melakukan sesuatu, wanita yang
membuatnya mengerti arti sebuah ‘Rumah’ dan ‘Kehangatan’ dan wanita yang berhasil membuatnya merasa ‘Jatuh cinta’ untuk pertama kalinya.
Hans pergi dari ruangan itu, ia duduk di kursi tunggu yang terletak tak cukup jauh dari ruangan bayinya. Ia menyandarkan tubuhnya lalu menghembuskan nafas, entah kenapa…melihat wanita yang ia cintai untuk pertama kali dalam beberapa bulan terakhir membuat perasaan bencinya kepada anaknya sedikit berkurang. Melihat
wanita yang dicintainya sedang dalam masa mengandung membuatnya teringat kepada anaknya yang sudah gugur.
.
.
.
.
Selena menahan tangan suaminya yang sibuk meraba tubuhnya, Leo melepaskan ciumannya dileher sang istri dan menatap mata sayu Selena yang meminta untuk berhenti.
“Sudah…sudah cukup…tubuhku sudah sangat panas…” ucap Selena.
“Ini baru pemanasan sayang…kita belum bermain ke inti. Aku tak mengizinkanmu untuk berhenti sampai disini”
Leo mendekatkan wajahnya didada Selena, mencium dada berisi itu dan memainkan niple merah muda istrinya. Tangan kekarnya dengan nakal meremas dengan kasar buah dada itu.
“Ahhhhhhhh…” Selena dengan spontan mencengkram rambut bagian belakang suaminya.
“Leo…please…kiss me” Selena meminta dengan lirih, entah kenapa ia merasa suaminya benar-benar bergairah sejak kembali dari rumah sakit. Leo tak mau menciumnya namun langsung memainkan tubuhnya. Sudah 1 jam lebih Leo memainkan tubuhnya, dan tak terhitung berapa kali ia sudah ******* karena permainan tangan dan lidah suaminya.
Selena mendorong tubuh suaminya hingga jatuh berbaring, Leo tersenyum nakal. Wahhhh…istrinya sudah mulai berani kepadanya sekarang.
“Ahhhh…Leo…” Selena mendesah tatkala Leo dengan lembut menggerakan pinggulnya, mengesek pelan alat vital mereka yang masih berbalut celana.
“Leo…kumohon…jangan main-main lagi”
“Kau sudah tidak tahan hm?” ucap Leo seraya mencium leher jenjang istrinya dan terus membelai paha putih istrinya.
Selena dengan wajah kesalnya langsung melepaskan kancing kemeja suaminya, Leo hanya diam dan tersenyum membiarkan istrinya melakukan apa yang ingin dilakukannya.
“Hghhh…” Leo mengerang tatkala istrinya mengerakan pelan pinggulnya.
“Hmphhhh…Leo…ahhhh…”
Leo mengerang, ia melepaskan ikat pinggangnya dan membaringkan istrinya. Leo mengangkat kaki kanan istrinya lalu menciumnya.
“Maaf…aku benar-benar tak bisa menahannya lagi”
“Arghhhh!! Hghhhh…Le-leo…”
__ADS_1
Selena dengan erat mencengkram paha suaminya, terlalu dalam…suaminya lagi-lagi melakukannya. 4 bulan tanpa sentuhan dari suaminya, hari ini ia merasa sedikit terkejut.
“Hghhh, apa…sebaiknya aku berhenti disini?”
“Tidak…jangan berhenti…”
Leo mencium bibir istrinya, Selena memeluk punggung suaminya dengan erat. Mata berbeda warna itu saling menatap dengan penuh kehangatan didalamnya.
“I love you Dear” ucap Leo.
“I love you too Dear”
*********
Leo membuka matanya dengan perlahan, ia menyentuh kepalanya yang tidak terasa sakit. Hari ini, tumben ia tidak merasakan sakit kepala saat bangun tidur.
“Jam 11…”
Leo menatap istrinya yang tengah terlelap dengan damai didalam pelukannya, ia tersenyum lalu mencium dengan lembut kening istrinya lalu dengan perlahan menarik tangannya yang menjadi alas bantal istrinya.
“Dear belum makan malam, sebaiknya aku memasak sekarang”
Leo mengambil bathrobe dan keluar dari kamarnya, Leo menuju dapur lalu melipat kedua tangannya ketika melihat seseorang tengah menyantap makanan dimeja makan.
“Kau makan tengah malam Daniel?”
“Cough!!”
Daniel yang tengah makan langsung tersedak, ia menatap Leo yang tengah memasang tatapan tajamnya. Ah…ia tertangkap basah sekarang. Dikamp selama hampir 5 bulan dan makan tengah malam secara diam-diam bersama Selena sudah menjadi kebiasaanya.
“Kau…kenapa kau bangun tengah malam begini?”
“Lapar, memangnya kenapa lagi?”
“O-oh, lalu…Selena di mana?”
“Sedang tidur, kau tau makanan yang tidak membuat istriku mual? Aku takut jika dia tiba-tiba mual nanti”
“Oh, Selena biasanya memakan sandwich tuna, roti panggang, ayam pedas manis dan pudding saat tengah begini”
“Kalian selalu makan tengah malam saat disana?”
Glek
Daniel menelan ludahnya dengan kasar, duhhhh…keceplosan. Ternyata benar apa yang selalu dikatakan Selena, bahwa jebakan selalu keluar dari mulut Leo.
“Ya! Ryu selalu rewel saat tengah malam, dia tidak mau makan malam dan hanya mau makan tengah malam” jawab Daniel sembari mengangkat bahunya.
Leo menghembuskan nafasnya, jika tau akan menjadi seperti ini ia akan menemui kakek mertuanya dan meminta agar istrinya masuk kamp setelah melahirkan. Daniel dan para Alexandra pasti kerepotan menuruti keinginan istrinya selama disana.
“Tapi untunglah anakmu patuh, dia tidak membuat kami kerepotan. Selena disana Selena hanya menginginkan makanan yang bisa didapatkan dengan mudah”
“Kau…serius Ryu tidak merepotkanmu saat disana”
“Ya, aku serius. Dan juga, kuakui…istrimu wanita yang benar-benar hebat Leo”
“Hm?” ucap Leo seraya duduk dihadapan Daniel. Ia lelah terus berdiri.
“Yah, di kesibukan dia melatihku tidak lupa dengan tanggung jawbanya sebagai Jenderal muda. Saat disana, semua pekerjaan di handle dengan sangat baik oleh Selena. Berkas-berkas yang sebelumnya diurus oleh Jenderal besar dan juga tangan kanan mendiang Jenderal besar nami semuanya diurus oleh Selena sendiri. Jika sebelumnya banyak orang yang sering melanggar peraturan kamp, sejak Selena datang tak ada satupun yang berani melanggar peraturan”
Leo hanya tersenyum mendengar ucapan Daniel, istrinya memang wanita yang hebat. Di didik secara pribadi oleh orang-orang yang profesional tentu saja istrinya tumbuh menjadi seorang wanita yang hebat. Istrinya dibesarkan di keluarga militer dan keluarga yang sangat mengedepankan materi dan etika. Namun…untuk mendapatkan ini semua, mental dan kebebasan istrinya yang harus dipertaruhkan.
“Tentu saja istriku menjadi wanita yang hebat Daniel. Sejak dia bisa berjalan, dia langsung mendapat didikan yang ketat dari keluarga Alexandra, Iskandar, dan juga Leonardo. Keluarga Alexandra adalah keluarga militer terkuat yang ada saat ini dan keluarga Leonardo adalah keluarga yang notabenenya adalah keturunan bangsawan. Coba kau pikirkan, seorang anak berusia 3 tahun bisa memanah dan menembak. Bahkan dia mampu menguasai materi dasar tatakrama, kesalahan sedikit saja yang dia perbuat saat latihan akan langsung gagal, kau beruntung karena di awasi oleh orang yang memegang teguh tanggung jawabnya. Jika kau di didik seperti di didikan yang diterima istriku. Kau tak akan mampu bertahan walau 1 hari saja”
“Itulah yang membuatku jatuh cinta kepada istrimu, wanita cantik yang penuh dengan telenta luar biasa”
“Kau tau kau jatuh cinta kepada istriku pada pandangan pertama, tapi kuberitau satu hal. Jangan pernah…sesekali kau mengungkapkan rasa cintamu kepada istriku sebelum istriku yang memulainya terlebih dulu”
“Apa…maksudmu Leo?” tanya Daniel dengan heran.
“Istriku, tidak menyukai orang yang mengungkapkan rasa cinta kepadanya terlebih dulu. Itulah kenapa, saat kami saling jatuh cinta dulu…dialah yang mengungkapkan perasaannya terlebih dulu. Dan kau tau? Apapun akan kulakukan, apapun akan kuberikan asal itu bisa membuatnya tersenyum sekali saja” jelas Leo sembari tersenyum.
“Kau benar-benar cinta mati kepada Selena”
“Tentu…sampai nafas terakhirku. Hanya dialah wanita yang akan kucintai, satu-satunya wanitaku…”
Daniel hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Leo, saingannya benar-benar berat. Dan ini pertama kalinya ia melihat seorang pria yang begitu amat mencintai istrinya.
“Aku menjadikan Selena seperti bukan istrimu, tapi kau memperlakukannya seperti ratumu”
“Seorang raja pasti mempunyai seorang ratunya Daniel, dan sudah kewajibanku…memuliakan istriku”
“Hmmmm Leo…”
.
__ADS_1
.
.