Our Last Love

Our Last Love
Chapter 66 : Yeni vs Joe


__ADS_3

.


.


.


Ruvelis berlari masuk kedalam rumahnya, ia langsung menggendong putri kecilnya yang tengah bermain dengan Deon. Ia menciumi pipi bulat gadis kecil itu membuat gadis kecil itu tertawa senang.


“Naranya Papa…sudah makan sayang?”


“Dadaadada…dadadada!!”


“Dia sudah makan, kakak ipar baru saja berangkat ke rumah sakit. Jadi aku yang menemani Naramu disini”


Ruvelis tersenyum melihat putrinya yang sedang menguap dipelukannya. Putrinya sudah genap berusia 6 bulan sekarang, Naranya benar-benar cepat tumbuh. Ia tak ingin putrinya besar terlalu cepat. Ia benar-benar tak rela jika sampai putrinya tumbuh dengan cepat.


“Kau akan kembali?” tanya Deon.


“Ya, begitulah. Nanti sore baru pulang…Nara…sayang…mau ikut Papa?”


“A?”


“Ikut Papa, nanti Nara bisa bermain dengan lainnya ya…”


Ruvelis melangkahkan kakinya menuju mobil, ia kembali menyetir ketempat kerjanya. Saat sampai orang-orang yang berada disana langsung membungkuk hormat.


“Wah…Tuan…ini putri anda?!”


“Sudah berapa bulan?!”


“Kenapa tidak memberitau kami kabar bahagia ini?!” ucap semuanya terkejut.


“Dia putriku, namanya Nara. Sudah 6 bulan…aku terlalu senang dengan kelahiran putriku hingga lupa memberitau kalian. Maaf ya” jawab Ruvelis memakaikan topi dikepala kecil putrinya agar tidak kepanasan.


“Wahhhh!!! Tuan!! Selamat untuk anda!!”


Ruvelis tersenyum melihat kesenangan para teman-temannya menyambut kehadiran anak pertamanya. Ia menatap putri kecilnya yang sibuk memainkan kancing bajunya. Anak tunggalnya…putri kesayangannya. Ia akan melindungi putrinya…selama ia hidup, ia tak akan membiarkan hal buruk menimpa putrinya.


“Keponakanku tercinta!!!!”


Lonza berteriak dan berlari menghampiri Ruvelis. Ia langsung mengambil Selena dari gendongan Ruvelis dan menggigit pipi chubby keponakannya.


“Lonza! Jangan menggigitnya! Jika dia menangis, kau harus tanggung jawab!” ucap Ruvelis langsung mengambil anaknya dari gendongan adiknya. Adik bungsunya ini selalu saja menggigit pipi putrinya saat bertemu, setelah itu saat putrinya menangis maka Lonza akan pergi.

__ADS_1


Jeff dengan langkah tegas mendekati kakak dan adiknya. Ia memukul kepala Lonza dengan kesal, adiknya ini. Sering sekali menghilang saat sedang bekerja.


“Wah, anak perempuan. Pasti sangat dimanja keluarga Alexandra, benar Tuan Jeff? Anda pasti sangat memanjakannya!” tanya seorang wanita sembari tertawa.


“Aku tidak memanjakannya tuh” sangkal Jeff dengan dingin.


Selena yang mendengar suara Jeff langsung tertawa sembari merentangkan tangannya membuat semuanya terpana seketika tanpa terkecuali. Jeff yang melihat itu langsung menggendong Selena dan menciumi pipi chubby keponakannya.


“Hahaha, karena kau ada disini. Maka Paman akan mengajakmu jalan-jalan, nanti kita beli semua mainan yang kau lihat Okey?” ucap Jeff membawa pergi Selena.


Ruvelis tersenyum melihat kedekatan adik dan anaknya. Untunglah banyak yang menyayangi putrinya, sekarang ia tak perlu khawatir jika akan pergi jauh. Putrinya memiliki banyak pelindung disini.


“Kau harus berjuang sayang…kau harus menjadi anak yang kuat…kau harus seperti Papa dan Mama…majulah dengan tenang. Kami ada dibelakangmu…”


Flashback Off...


.


.


.


Yeni menghembuskan asap rokoknya, ia menatap dingin para bawahannya. Sekarang Jenssica sudah muncul, itu berarti…jika ia bertindak sembarangan maka ia akan terkena serangan balik. Ia harus memikirkan cara lain agar jala*g murahan itu menjauh dari putranya. Tak peduli apapun caranya, ia harus menyingkirkan sampah itu.


“Kalian cari cara apapun! Aku ingin! Wanita itu terluka lagi!”


“Baik Nyonya…”


“Nyonya, tapi…sekarang Jenssica ada di Negara ini. Jika dia tau anda merencanakan hal buruk kepada putrinya, maka…”


“Aku tak peduli! Itu rencanaku! Menyakiti sampah itu didepan ibunya! Dengan begitu, Jenssica tak akan punya kemampuan untuk melawan”


Tangan kanan Yeni menelan ludahnya, apa Nyonyanya ini tak mengerti apa maksudnya? Sekarang Jenssica masih berada di Negara ini. Jenssica bukan wanita sembarangan, jika sampai hal ini diketahui oleh wanita itu. Maka wanita itu tak akan segan-segan membantai semua penjaga keluarga Georgino.


Yeni menatap tajam foto Selena yang berada ditangannya, ia sangat membenci wanita ini. Rasa bencinya menjalar keseluruh tubuhnya, bukan hanya karena wanita itu sudah masuk ke-keluarga Georgino. Tapi kerena wanita itu juga, anak-anaknya mengalami hal sial. Ia harus membalas perbuatan wanita itu. Jika tidak, selamanya ia tidak akan pernah bisa tenang.


*


Joe menatap dingin foto Yeni yang berada dibawah kakinya. Wanita ini…wanita yang sudah mencelakai adiknya. Ia tak akan memaafkan wanita ini. Jika sampai Selena terluka lagi karena wanita ini, maka itu bisa dibilang. Keluarga Georgino mengibarkan bendera perang kepada keluarga Jasson. Dan dengan bantuan Jennifer, ia akan membantai seluruh keluarga Georgino. Meletakkan kepala mereka dikaki Selena.


Ibu Joe menatap dingin putrinya yang tengah tersenyum sinis. Ia tau arti senyum iblis itu, kemarahan putrinya tidak main-main sekarang. Jika sampai sesuatu yang buruk kembali terjadi kepada putri bungsunya, maka Joe akan melemparkan atom dikediaman utama keluarga Georgino. Tapi biarlah itu menjadi urursan Joe dan Daniel. Lebih baik ia fokus kepada mata-matanya.


Jennifer masuk kedalam kediaman Jasson. Mata Nyonya Jasson membulat tak percaya melihat itu.

__ADS_1


“Ma? Ma! Ada apa?!” tanya Joe menguncang bahu Mamanya.


“Jenssica?! Kau?! Kau masih hidup?!” ucap Mama Joe tak percaya.


“Hm?”


Jennifer dengan tatapan dinginnya menatap Nyonya Jasson. Wanita itu, kenal dengan kakaknya?.


“Tidak tidak! Tidak mungkin! Jenssica sudah tidak ada! I-itu berarti! Kau Jennifer?! Adik kembar Jenssica?!”


“Bagaimana kau…bisa tau aku?” tanya Jennifer.


Nyonya Jasson menutup mulutnya tak pecaya. Benar…wanita didepannya ini bukanlah Jenssica melainkan Jennifer. Sang adik kembar dari Jenssica, ya…ia ingat jika Jenssica punya kembaran yang masih hidup!. Joe yang melihat kegelisahan dalam mata Mamanya langsung mengerutkan kening. Ada apa ini?.


Nyonya Jasson mencoba mengatur nafasnya, ia meminta putrinya untuk masuk kedalam kamar. Ia ingin bicara dengan Jennifer. Ia harus tau siapa identitas putri bungsunya yang sebenarnya.


“Ah…aku tau siapa kau. Emerland, wanita yang dulu sering berkunjung kerumah”


“Ka-kau ingat aku?” tanya Nyonya Jasson.


“Ya, aku ingat kau. Kau wanita yang menjadi teman pertama kakakku saat berada di kampus. Ya aku ingat siapa dirimu”


“A-apa hu-hubunganmu dengan putriku?”


“Joe? Kebetulan hobi kami sama, kenapa?”


Emerland menelan ludahnya. Fisik Jennifer sangat-sangat mirip dengan Jenssica, jika orang lain pasti akan kesulitan membedakannya. Tapi tidak dengannya, ia sudah mengenal Jenssica selama 7 tahun lamanya. Ia tak mungkin salah mengenai sahabat asramanya itu. Rupa boleh sama, tapi sifat Jenssica dan Jennifer sangat bertolak belakang. Dulu setiap kali ada yang membully mereka saat di kampus, pasti besoknya langsung mati tanpa adanya jejak pembunuh. Dan ia yakin, itu ulah Jennifer. Psychopath yang lebih gila daripada putrinya.


“A-ada apa kau kemari?”


“Kau tak perlu takut, aku kemari bukan untuk membunuh. Melainkan, menjemput putrimu. Untuk melakukan urusan BISNIS”


“A-apa?”


.


.


.



Emerland aka Nyonya Jasson

__ADS_1


* Thor minta maaf ya\, Thor lupa ngasih tau kalau ada Flashback...


__ADS_2