Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 115 : Ryu


__ADS_3

.


.


.


Jenssica dan lainnya menatap heran Ruvelis yang tengah bermain dengan buah hatinya. Sejak kemarin pria itu benar-benar enggan melepas pelukannya terhadap sang buah hati tercinta. Ruvelis hanya akan melepaskan putrinya ketika sudah waktunya menyusu setelah itu pasti akan didominasi lagi.


Tuan dan Nyonya besar Alexandra menatap kesal putra mereka yang sibuk bermain dengan cucu kesayangan mereka. Bisa-bisanya pria itu terus mendominasi cucu mereka. Mereka kan juga ingin bermain dengan bayi kecil itu!.


“Hei kakak! Ayo berikan Selena kepadaku…aku juga ingin bermain dengannya!” kesal Deon.


“Cepat menikah sana, lalu punya anak sendiri” jawab Ruvelis tanpa mau melepas pandangannya kepada sang putri.


“Haish!” kesal Deon.


“Jika dia sudah berumur 6 tahun, aku akan mengajaknya terjun payung” ucap Liekai.


“Kau harus siap mati setelah melakukan itu” jawab Ruvelis menatap tajam adiknya, Liekai langsung bersembunyi dibalik tubuh Papanya. Apa salahnya ia mengajak keponakannya terjun payung? Ia saja sudah melakukan terjun payung saat umur 4 tahun.


“Kau ini, sudah tau bagaimana sikap Ruvelis masih saja bicara begitu” sahut George menghembuskan nafasnya. Mana mau Ruvelis menyetujui ucapan Liekai? Pria itu tidak akan membiarkan apapun membahayakan putrinya!.


Leo, anak kecil itu menghampiri Ruvelis dan menatap bayi didalam gendongan Ruvelis lekat-lekat.


“Paman! Kapan dia boleh pulang?”


“Hmmmmm mungkin 5 hari lagi” jawab Ruvelis sembari tersenyum, putrinya lahir dengan premature. Jadi harus menginap beberapa hari lagi dirumah sakit. Sembari menunggu istrinya pulih.


“Apa dia sedang sakit jadi dia terus berada disini?”


“Dia baik-baik saja, hanya saja…tubuhnya masih lemah untuk keluar dari rumah sakit. Leo sabar dulu ya” jawab George.


“Putri cantik Papa sudah mengantuk ya? Sekarang Nara tidur ya sayang”


Dengan hati-hati Ruvelis meletakkan bayi kecil itu di box bayi, putrinya boleh keluar dari incubator saat siang hari dan itupun hanya 3 jam setelah itu masuk ke incubator lagi. Tapi ia benar-benar senang, besok putrinya sudah boleh keluar dari incubator sepenuhnya meskipun harus dalam pengawasan dokter.


Ruvelis menunjukan jari tengahnya melihat Hendrick yang hendak mendekati box bayi. Ia tidak akan membiarkan pira itu mendekati putrinya setelah kemarin berani membuat putrinya terbangun dari tidurnya.


“Mendekat sedikit lagi…kupatahkan kakimu”


“Kau ini kejam sekali…aku kan hanya ingin bermain dengan keponakanku”


“Setelah kemarin kau membuatnya menangis? Jangan harap!” sinis Ruvelis.

__ADS_1


“Cih, pelit!”


Dengan perlahan bayi kecil itu terlelap membuat Ruvelis tersenyum dibuatnya. Ruvelis menatap George dan Leo bersamaan.


“George, kau benar-benar tidak mau mempertimbangkan memasukkan Leo ke kamp utama?”


“Tidak perlu Ruvelis, biar Leo berada di kamp 3…Leo tidak akan kuat jika berada di kamp utama”


“Bukan begitu, aku pikir bagus memasukannya dalam satu kamp bersama putriku”


“Keluargaku semuanya berada di kamp 3, tak perlu memasukkan Leo ke kamp utama. Lagipula penghuni kamp utama harus punya mental yang kuat bukan?”


“Hah…kau benar, penghuni kamp utama itu iblis semua” jawab Liekai.


“Kau mengatai putriku iblis?” tanya Ruvelis menatap tajam adiknya.


“Salah lagi…”


“Lebih baik kau diam Liekai” jawab Hendrick. Ya, ia akui penghuni kamp utama adalah iblis semua…itulah mengapa orang yang berada di kamp utama paling sedikit daripada kamp lain.


Flashback Off


.


.


.


Dengan bathrobenya Leo turun dari tempat tidur dan membuka pintu, ia menatap kesal Louis yang datang membawa makanan. Tapi jika diingat-ingat, istrinya tidak makan siang tadi.


“Kau dan Selena harus makan, besok ada upacara. Kalian harus ikut”


Louis menatap leher, dada, dan perut Leo yang terdapat bekas gigitan, goresan, serta kecupan merah. Pasangan yang gila…benar-benar gila. Sepertinya keponakannya salah pergaulan, keponakannya terlalu lama berkumpul dengan orang-orang yang penuh dengan kebebasan. Secepatnya ia akan membebaskan keponakannya dari pergaulan yang salah ini.


Leo mengambil makanan itu dan menutup pintu dengan kesal. Ia metetakkan makanan itu diatas nakas dan membangunkan istrinya dengan lembut.


“Honey…wake up…”


“Hmmmm Dear…aku mengantuk…biarkan aku tidur”


“Setelah makan, ayo makan dulu…kau sudah melewatkan makan siang. Magg mu akan kambuh nanti”


Dengan perlahan Leo membantu istrinya untuk duduk, Leo membelai kepala istrinya dengan lembut sebelum memasukkan makanan kedalam mulut istrinya.

__ADS_1


“Maaf…aku kehilangan kendaliku tadi” Leo berucap dengan lirih sembari menundukan kepalanya.


Selena tersenyum dan memeluk suaminya.


“Tak pa, sekarang makanlah juga”


“Tidak, kau makan dulu. Kau pasti makan mie instan saat aku tidak ada, dan pasti Daniel memberikanmu snack. Tubuhmu lebih kurus dari sebelumnya”


Mendengar ucapan Leo membuat keringat dingin berlomba turun dari dahi Selena. Suaminya terlalu mengerti dirinya, padahal ia hanya kehilangan berat badan sebesar 2 kg saja. Mata suaminya jeli juga ternyata.


“Pria itu, aku sudah mengingatkan untuk tidak memberikanmu snack dari luar. Aku sudah menyiapkan banyak snack kesukaanmu, dan itu semuanya sehat. Kenapa tidak makan itu saja? Aku akan memberikan Daniel pelajaran nanti” ucap Leo lagi sembari memasukkan makanan kedalam mulut Selena.


“Jika sampai Leo tau apa yang sudah terjadi, Daniel bisa dalam bahaya”


“Dear, aku ingin tanya kepadamu…jika kita punya satu anak lagi nanti. Kau akan memberinya nama apa?” tanya Selena, semoga hal ini bisa membuat suaminya mengalihkan pembicaraan selanjutnya. Selanjutnya pasti Leo akan bertanya kenapa ia makan snack dari Daniel, dan setelah itu…pasti Leo akan tau apa yang sudah terjadi di kampusnya. Ia selalu terjebak dalam perkataan Leo.


“Ha?! Tidak ada lain, kita sudah punya anak kembar. Mereka ber-2 sudah akan merepotkanmu nanti, tidak ada adik untuk mereka” jawab Leo memajukan bibirnya. Ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika sampai anak kembarnya mempunyai seorang adik. Istrinya pasti akan kuwalahan meladeni mereka nanti. Tidak tidak tidak,


itu tidak boleh terjadi!. Ia benar-benar tak bisa membayngkan apa yang akan terjadi jika ia dan istrinya punya 1 anak lagi. Apalagi jika umur ke-3 anaknya berdekatan! Mansionnya akan menjadi medan pertempuran nanti! Dan istrinya bisa sakit kepala karena itu!.


Selena merangkup kedua pipi suaminya. Masih saja Leo berpikir hal itu.


“Hm? Aku tidak ingin anakku merepotkanmu, jangan ada anak lain ya…bagaimana jika kau tidak mencintaimu lagi nanti?”


“Mana mungkin hum? Kan aku hanya bertanya, jadi jawablah…nama apa yang sedang kau pikirkan sekarang” jawab Selena.


“Hmmm kupikir nama Ryu bagus untuk anak laki-laki atau perempuan”


“Ryu? Hmmmm nama yang cantik!” ucap Selena tersenyum senang.


Leo ikut tersenyum melihat wajah senang istrinya. Ia memberikan kecupan lembut di pipi istrinya. Hanya karena sebuah nama istrinya bisa sesenang ini ternyata.


“Setelah makan, bagaimana kalau kita melihat film?” tanya Leo.


“Hmmmm boleh! Aku ingin melihat film horror!!” jawab Selena.


“A-apa?!”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2