Our Last Love

Our Last Love
V1 : Chapter 113 : Nekad dulu, masalah bisa diurus nanti


__ADS_3

.


.


.


1 bulan kemudian>>>


.


.


.


Ditenggah malam, Selena mengendap-endap keluar dari kamarnya. Ia melihat keatas, sebuah helicopter terbang diatas kapal. Salah satu orang yang berada di helicopter itu menurunkan tali dan Selena langsung menggapai tali itu dan memanjat keatas.


“Nyonya muda…apa anda serius melakukan ini? Saya benar-benar takut Jenderal besar akan marah”


“Aku akan bertanggung jawab nanti, ayo cepat…Daniel belum bangun”


Helicopter itu terbang menjauh dari mansion Daniel, Daniel yang terjaga dan melihat itu hanya bisa tersenyum manis. Ternyata benar ya…keturunan Alexandra, punya otak yang benar-benar tidak bisa ditebak jalan pikirannya. Kabur ditenggah malam dan berharap ia tidak mengetahui itu?.


“Apa dia sangat merindukan suaminya sampai-sampai melakukan hal ini?” tanya Joe.


“Hmph…itulah keistimewaan Selena”


Daniel menutup matanya dan menghembuskan nafasnya, itulah Selena…rela mendapat hukuman demi melakukan keinginannya. Tak heran jika sampai Jenderal besar sering dibuat gemas sekaligus frustasi dengan tingkah Selena.


*


Selena duduk dengan senang hati didalam helicopter. Ia akan bertemu dengan suaminya, ia benar-benar senang…sebentar lagi…ia akan sampai di kamp 3. Sebenarnya untuk kekamp 3 dibutuhkan surat izin dari kamp 2, tapi tak pa lah…ada Pamannya. Ia bisa menggunakan nama Pamannya jika terkena masalah nanti. Meskipun ia pernah


bilang bahwa lebih baik ia tidak menemui Leo terlebih dulu, pada akhirnya ia tidak bisa menahan diri untuk menemui suaminya!.


“Nyonya, perjalanan masih 5 jam lagi….lebih baik anda istirahat”


“Tidak…aku akan tetap terjaga, aku tidak sabar bertemu dengan Leo”


Ke-3 bodyguard itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa Nyonya muda mereka mempunyai keberanian menentang Jenderal besar seperti ini? Jika nanti terkena masalah, pasti Jenderal muda (Para Alexandra bersaudara) yang terkena imbasnya.


_______


Disisi lain


“Apa kau bilang?!!! Selena menuju kamp 3?!! Kenapa kau baru memberitauku sekarang?!!” teriak Hendrick kepada tangan kanannya.


“A-ampuni saya Jenderal besar…”


Hendrick duduk dengan frustasi di kursinya, seumur hidupnya…ia tak pernah bertemu dengan gadis dengan nyali sebesar ini. bisa-bisanya melanggar aturan 4 kamp sekaligus. Bahkan peringatannya saja diabaikan seperti ini.


“Ruvelis…aku benar-benar frustasi menghadapi anakmu…”


Deon dan Jeff langsung tertawa canggung dibuatnya. Sudah tau jika Selena keras kepala dan tidak bisa dikekang, ya beginilah akibatnya jika berani mengekang keponakan mereka. Tapi biarlah Selena bertemu dengan Leo, mereka akan menangani masalah yang timbul nanti.


“Keponakan kalian benar-benar membuatku frustasi…” ucap Hendrick menatap geram Alexandra bersaudara.

__ADS_1


Deon hanya menjulurkan lidahnya menanggapi ucapan Hendrick. Jangankan peraturan dari kamp 3, peraturan dari kamp utama saja berani dilanggar oleh Selena. Dan…ini bukan pertama kalinya keponakannya melakukan hal ini, mungkin…ini yang ke-100?.


“Aku akan mencegahnya bertemu Leo! Cepat siapkan helicopter”


“Ta-tapi…No-nona besar su-sudah hampir sampai”


“APAAA?!!!!!!!”


Hendrick langsung pingsan dibuatnya membuat Jenderal Asahi dibuat kelabakan sendiri. Satu-satunya orang yang bisa membuat Jenderal besarnya seperti ini hanyalah anak kesayangan mendiang Jenderal besar Ruvelisnya.


“Hahahaha!!! Siapa suruh melawan keponakan kami!!!”


.


.


.


Dari helicopter yang masih terbang, Selena menatap kamp 3 yang sudah berada tak jauh dari posisinya. Kebetulan! Suaminya sedang menjalankan tugas! Ahhhhhh!!! Ia benar-benar tidak sabar bertemu dengan suaminya!.


Saat helicopter berada tepat diatas kamp 3, Selena melompat turun. Dengan hati-hati, ia mengendap-endap mendekati barisan tentara sembari mencari di mana suaminya.


Leo yang berada dibarisan paling depan memberikan hormat kepada Jenderal besar kamp 3. Ia merindukan istrinya, sejak kemarin malam…ia tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan istrinya.


Tiba-tiba pelukan hangat dirasakan Leo. Semua Jenderal besar dan tentara membeku melihat itu. Bagaimana bisa ada seorang wanita disini?!.


“Kejutan!” ucap Selena dengan senyum manisnya.


Air mata Leo jatuh menetes, ia membalik badannya. Ia menatap tak percaya istrinya yang berada dihadapannya. Leo membuka topi dan masker yang dikenakan istrinya membuat semua orang yang berada disana seketika bertekuk lutut.


“Dear…ini kau? Aku sedang tidak bermimpi kan?”


Selena memeluk erat suaminya, Leo yang masih terdiam karena terkejut tak bisa melakukan apa-apa.


“Sayang…kau tidak suka kehadiranku disini?” tanya Selena yang melihat suaminya hanya diam tanpa merespon pelukannya.


Leo dengan spontan langsung memeluk erat istrinya, ia mengangkat tubuh istrinya memudahkannya leluasa memeluk istri kecilnya.


“Hiks…aku merindukanmu…”


“Aku juga!” jawab Selena.


Leo menurunkan tubuh Selena, ia mencium bibir istrinya dalam-dalam. Melampiaskan kerinduan yang tertahan selama beberapa minggu.


“Hmph…Leo…hmmmm…aku…”


Leo dengan terkejut melepaskan ciumannya, ia menatap istrinya yang dengan rakus menghidup oksigen.


“Hah…maaf sayang…” ucap Leo sembari memeluk istrinya.


Jenderal besar dan para Jenderal yang melihat itu langsung menutup mata mereka. Sejak kapan…Jenderal muda mereka bersama dengan Tuan muda Iskandar?!.


“Tubuhmu kotor, kumandikan sebentar ya…nanti alergimu kambuh lagi”


Leo menggendong istrinya ke dalam salah satu ruangan milik Jenderal besar. Ia tidak mempedulikan tatapan Jenderal besar dan Jenderal yang lain kepadanya, yang terpenting ia bisa menghabiskan waktu bersama dengan istrinya.

__ADS_1


Leo meletakkan istrinya didalam bathtube dan mengisinya dengan air, dengan perlahan ia melepaskan pakaian yang dikenakan istrinya dan mulai membersihkan tubuh istrinya. Istrinya sedikit mengurus, tapi Daniel bilang istrinya makan dengan baik!!. Apa pria itu berbohong kepadanya?!.


Ditengah acara memandikan Selena, Leo memeluk tubuh istrinya dari belakang. 1 bulan lebih tidak bertemu ia benar-benar merindukan istri manisnya ini.


Leo menggapai dagu istrinya dan mencium dengan lembut bibir merah itu. Selena memejamkan matanya, ia memeluk leher suaminya membuat Leo ikut masuk kedalam bathtube. Keempat mata itu saling menatap penuh kehangatan didalamnya.


“Hari ini…biarkan aku memilikimu lagi”


*


*


*


“Ahhhhh Leo…hgnhhhhh lebih lembut….Agh!! Aku sampai…”


“Hng…sayang…aku mencintaimu”


Leo mencium bibir Selena dengan kuat ketika kembali mencapai ambang batasnya. Selena menghembuskan nafasnya, ia benar-benar kelelahan.


“Agh!”


“Su-sudah keras lagi?!”


Hentakan kuat diterima Selena, Selena dengan spontan mencengkram paha suaminya. Suaminya masih punya tenaga untuk melakukannya lagi?! Ia sudah benar-benar lelah…sampai kapan Leo mau melakukan hal ini?.


“Leo…stop ughhh…aku…”


“Jika kau lelah…kau bisa tidur…biar aku yang melakukannya”


Selena memeluk suaminya dengan erat, apa ia bisa tidur jika suaminya seperti ini?!.


“Lebih lembut…itu sakit…” rintih Selena.


Leo yang mendengarnya langsung tersadar dengan apa yang sudah ia perbuat. Ia mendorong pelan tubuh istrinya dan mengusap air mata yang keluar dari kelopak mata indah itu. Dengan perlahan Leo mengeluarkan miliknya.


“Maafkan aku…apa aku menyakitimu? Di mana yang sakit? Akan kupanggilkan dokter sekarang” ucap Leo dengan wajah paniknya. Tangan Selena menggenggam tangan besar Leo yang hendak mengambil ponsel entah untuk menghubungi siapa.


“Tidak…”


“Kau pasti terluka, aku akan memanggilkan dokter. Tahan sebentar ya sayang, jangan banyak bergerak”


Selena menarik tangan suaminya hingga jatuh menimpa tubuhnya, dengan lembut Selena mencium bibir suaminya.


“Aku memintamu untuk lebih lembut, bukan untuk berhenti”


Leo menatap lekat-lekat mata istrinya, sepasang suami istri itu saling berciuman dengan lembut.


“Maafkan aku…aku tak akan kasar lagi kepadamu, aku janji…ini yang terakhir kalinya aku kasar kepadamu…aku berjanji”


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2