
.
.
.
Selena tersenyum senang melihat suaminya yang mengemasi barang-barangnya, ia sudah boleh keluar dari rumah sakit hari ini. Jadi ia ingin bersama dengan suaminya sepanjang hari.
“Yakin mau keluar dari ini? Baru sembuh dari demam, kalau demam lagi bagaimana?” tanya Daniel.
“Biar, nanti minum obat. Aku mau keluar dari ini!” jawab Selena sembari melemparkan bantal hingga mengenai wajah Daniel. Daniel memasang wajah kesal, sudah berapa kali ia dilempar bantal oleh Selena? Ingin membalas tapi Leo disini.
“Awas kau nanti!” sinis Daniel.
“Apa?! Mau apa?! Balas kalau berani!”
“Kau ini semakin lama semakin melunjak ya kepadaku!”
“Biar! Blee…”
“Sayang, hari ini ada rapat penting di kantor. Mau ikut ke perusahaan, atau tinggal di apartement dengan Joe?” tanya Leo.
“Ikut…”
“Jangan, kau akan membuat Leo tidak fokus nanti” ucap Daniel.
“Biar…boleh ya?”
“Boleh, ayo”
Leo menggendong istrinya keluar dari ruangan, Selena kembali menjulurkan lidahnya mengejek Daniel yang tengah membawakan barang-barangnya.
Daniel menatap gemas Selena, bisa-bisanya ia dikerjai habis-habisan karena ada Leo disini. Awas saja jika Leo sudah kembali ke kamp nanti.
.
.
.
Iskandar Corp!
Selena duduk manis di kursi kerja suaminya sembari memakan buah strawberry. Leo meletakkan segelas susu didepan istrinya membuat Selena langsung memajukan bibirnya.
“Tidak mau susu…baunya tidak enak...”
“Jangan begitu, kalau sedang tidak hamil. Kau boleh tidak minum susu, minum ya…biar Ryu sehat” ucap Leo sembari tersenyum, ia mencium pipi lembut istrinya karena gemas.
Selena menatap Daniel yang tengah menjulurkan lidahnya mengejek dirinya. Hisssss….entah kenapa sejak suaminya datang. Ia sering kesal melihat wajah Daniel yang mengejeknya.
“Suruh Daniel minum ini, nanti aku minum setelah Daniel minum ini”
“Aku tidak hamil, untuk apa aku minum susu Ibu hamil. Lagipula susu itu hanya untuk Ibu hamil” jawab Daniel dengan senyum sinisnya.
“Jika susu Ibu hamil untuk Ibu hamil lalu kenapa bubur ayam tidak untuk ayam?!” kesal Selena.
“Sayang, ayo minum susunya. Tidak minum susu, tidak boleh makan strawberry sampai besok”
Selena kembali memajukan bibirnya, ia meminum susunya dengan perlahan. Leo tersenyum lembut melihat itu, ia menatap jam tangannya. Sudah waktunya rapat.
“Diam disini ya, jangan kemana-mana. Jangan sampai terpeleset, kalau mau apa-apa bilang kepada mereka”
Selena menganggukkan kepalanya, Leo dan Daniel keluar dari ruangan mewah itu meninggalkan Selena bersama dengan para tangan kanan Leo.
Selena menatap fokus buku bacaannya sembari mengunyah strawberry. Para tangan kanan Leo saling melirik, buku apa yang sedang dibaca Nyonya muda mereka sampai fokus seperti itu?.
“Nyonya muda, anda menginginkan sesuatu untuk dimakan lagi?”
__ADS_1
“Hmmmm tidak, tapi bolehkah aku minta tolong?”
“Apa itu?”
“Boleh aku meminta kertas dan pena? Dosen menyusuhku mengerjakan tugas minggu ini”
Salah satu Sekretaris Leo menganggukkan kepalanya, dia memberikan Selena sebuah pena dan buku. Selena menutup buku bacaannya dan membuka ponselnya, tumben Joe tidak menelfonnya untuk meminta jawaban tugas. Apa gadis itu sedang sibuk?.
“Hmmmm…sepertinya ini materi yang kemarin, aku absen…” ucap Selena.
Selena mengambil ponselnya dan menelfon Joe. Joe langsung mengangkat telfonnya tanpa perlu menunggu lama.
“Ya Selena?”
“Joe, tugas yang diberikan dosen itu materi kemarin ya? Kau belum memberiku materinya”
“Oh ya! Aku lupa! Maafkan aku, aku akan mengirimkannya sekarang”
Tut…
Selena menghembuskan nafasnya melihat ponselnya yang tiba-tiba mati karena kehabisan baterai. Untung saja ia sudah menulis soal-soalnya, tapi…bagaimana caranya ia mengerjakan tugas ini? Ia tak membawa bukunya. Apa…minta ajarkan tangan kanan Leo?.
“Ahhhh…bisakah aku meminta tolong?”
“Apa itu Nyonya”
“Tau penjelasan ini tidak? Aku absen kemarin, jadi tidak tau” ucap Selena.
Semua tangan kanan Leo seketika mendekati Selena. Mereka membuka mata mereka lebar-lebar melihat soal yang ditulis oleh Nyonya mereka. Mereka sudah lulus S3, tapi entah kenapa…mereka merasa tugas mereka tidak seperti ini dulu.
“Emmmm…Nyonya, maafkan kami. Kami tidak mengetahuinya”
Selena mamajukan bibirnya kecewa, tugasnya harus dikumpulkan 2 jam lagi. Mau minta tolong siapa? Apa ia minta tolong suaminya saja? Benar! Suaminya kan pintar! Pasti sudah tau rumus pertanyaan ini!.
Selena menutup bukunya dan membawnaya keluar dari ruangan itu membuat para tangan kanan Leo langsung berlari mengejar.
“Nyonya anda ingin kemana? Tolong jangan berlari”
Selena masuk kedalam lift dan langsung menutupnya, para tangan kanan Leo melihat itu hanya bisa menghembuskan nafas. Lebih baik mereka menunggu lift selanjutnya.
Lift terbuka, Selena berlari kearah ruang rapat suaminya, tak apalah. Biar Leo mengajarinya sebentar, rapatnya bisa dilanjutkan nanti.
“Loh? Sayang? Kenapa kemari?” tanya Leo berdiri dari tempat duduknya.
“Sayang! Ajari aku sebentar, tugasku harus dikumpulkan 2 jam lagi!”
“Kenapa tiba-tiba?”
“Dosen baru saja mengirimkan tugasnya! Bantu ya?”
Leo menatap para Direktur yang sudah bersiap melakukan rapat, tak pa…hanya butuh waktu sebentar untuk mengajari istrinya. Istrinya pintar, hanya perlu memberikan penjelasan tentang materiini maka sudah bisa mengerjakan sendiri.
“Maaf, saya harus mengajari istri saya terlebih dulu”
“Baik”
Selena berjalan kearah suaminya, ia duduk di kursi kosong disebelah suaminya. Leo menatap tugas yang ditulis oleh istrinya, ahhhh ternyata materi ini yang membuat istrinya bingung. Entah kenapa ia masih kesal dengan materi ini karena materi inilah yang membuatnya harus menambah 1 semester di fakultas hukum.
Hans yang juga berada di ruangan itu hanya bisa diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Setelah sekian lama, akhirnya ia bisa melihat Selena.
“Kau ini! Kenapa tidak minta Joe mengirimkan video ulang pelajarannya? Suamimu harus rapat” ucap Daniel.
“Leo saja tidak keberatan kenapa kau yang cerewet?!”
“Daniel, sudahlah…sayang kemari. Kujelaskan materinya, setelah kujelaskan kerjakan sendiri ya?”
“Iya! Janji kerjakan sendiri!”
__ADS_1
Dengan perlahan Leo menjelaskan materi yang belum dipelajari istrinya. Deretan Direktur yang berada di ruang rapat itu hanya bisa menatap bingung kearah Leo dan juga Daniel yang tengah membantu Selena. Tunggu, tadi Direktur Iskandar bilang istri? Sejak kapan Tuan muda Iskandar satu ini menikah?! Dan apa hubungan Direktur Jasson dengan wanita itu?!.
“Sayang, boleh aku meminta sesuatu?” tanya Selena.
“Apa hm?” tanya Leo sembari tersenyum, apa istrinya sedang mengidam sekarang?.
“Hmmmmm…aku ingin bakmie, boleh ya?”
“Hmmmm…mau beli atau buat sendiri?”
“Buat sendiri saja, Leo bisa?”
“Hmmm…Assistantku bisa, rasanya lumayan enak. Sepertinya kau akan menyukainya”
“Mau mau!”
“Math! Buatkan bakmie untuk istriku, jangan terlalu pedas dan jangan tambahkan lada. Sayang, kembali ke ruanganku ya. Daniel, kau ikut dengan Selena. Biar Sekretarismu yang disini”
“Ohhhh Okey”
Daniel membawa Selena keluar dari ruang rapat itu, Leo membenarkan dasinya sedangkan Sekretaris Daniel duduk menempati posisi Daniel.
Mata Leo melirik sekilas Hans yang mengepalkan tangannya. Ohhh…apa pria itu sedang cemburu?. Tipikal pria yang kasar disaat cemburu, ia tidak yakin jika dia bisa mendapatkan kembali hati istrinya.
“Direktur Iskandar, bisa kita bicara setelah rapat?” tanya Hans.
“Oh tentu, sebagai suami yang baik. Saya harus meminta izinnya untuk melakukan beberapa hal, jika istri saya mengizinkannya maka kita bisa bicara. Baik, mari kita mulai rapat hari ini”
Hans mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Leo, apa Leo baru saja menyindirnya?!.
.
.
.
3 Tuan muda keluarga besar
Jackson Daniel Eugene Linzzy Jasson
Jhon Leonardo Kyler William Aileen Iskandar
Dederick Hans Georgino
4 Nyonya keluarga besar
*Nyonya Alexandra
*Nyonya Iskandar
*Nyonya Jasson
*Nyonya Georgino
__ADS_1
Sorry, Cast Selena Thor ganti. Thor pikir-pikir Papa sama Mamanya bule anaknya asia kan nggak afdol wkwkwk