Our Last Love

Our Last Love
Chapter 68 : Dia putrimu Ruvelis!


__ADS_3

.


.


.


Selena membuka pintu rumahnya, ia tersenyum melihat kurir yang memberikan sebuah kotak kado untuknya. Apa ini gaun yang dikirim Mamanya untuk dipakai nanti malam?.


Para bodyguard hanya diam melihat hal itu. Nyonya muda mereka mendapat paket dari siapa? Apa itu dari Tuan muda mereka?. Mereka ingin tau apa isinya.


Selena  membawa masuk kado itu kedalam kamarnya. Ia langsung membuka kotak itu, ia terpana melihat sebuah gaun berwarna putih bercampur biru laut yang indah dengan dihiasi berlian. Pasti gaun ini sangat mahal, ia kagum dengan selera Mamanya.


Ia membawa gaun itu keruang ganti baju, Selena semakin senang saat tau gaun itu pas dengan ukuran tubuhnya. Bagaimana Mamanya bisa tau ukuran tubuhnya!?.


Drtttt drtttt…


Ponsel Selena berdering, Selena mengangkatnya.


“Ya Dear?”


“Sayangku…aku mengirim kejutan untukmu” ~ Leo.


“Apa itu?” tanya Selena penasaran.


“Rahasia dong, kalau kuberitau bukan kejutan namanya…sebentar lagi paketnya akan sampai dirumahmu” ~ Leo.


“Terima kasih Dear!”


“Your welcome honey, oh ya. Aku juga sudah memesan makanan kesukaanmu, makan ya” ~ Leo.


“Siap!”


“Bye bye…I love you” ~ Leo.


“Me too Dear”


Tut…


*


Malam harinya…


Selena menghembuskan nafasnya dan menatap dirinya dari pantulan cermin. Ia mengambil jepit rambut dan memakainya. Jepit rambut yang cantik, itu hadiah dari Leo. Dearnya benar-benar tau apa yang ia inginkan.


Selena keluar dari kamarnya, saat lift terbuka para bodyguard menatap Selena tanpa berkedip sedikitpun. Nyonya muda mereka…benar-benar cantik. Wah…benar-benar seperti bidadari yang turun dari langit.


Selena keluar dari rumahnya, ia melambaikan tangannya melihat mobil Joe yang sudah terparkir dihalaman rumahnya.


“Joe!!! “ teriak Selena.


Joe yang sedang memperhatikan ponselnya langsung melihat kearah Selena. Ponsel Joe terjatuh ke tanah, i-itu a-adiknya!? Kenapa cantik sekali?! WTF?!.


“AHHHH!!! Kau sangat cantik Selena!!”

__ADS_1


Selena langsung menghampiri Joe. Joe mengambil ponselnya yang terjatuh dan mengambil beberapa gambar Selena. Selena menatap senang Joe yang memakai gaun yang sama dengannya hanya saja berbeda warna.


“Ayo berangkat! Aku tak sabar melihat reaksi Mama dan Papa!”


Joe dan Selena masuk kedalam mobil dan keluar dari kediaman Hans. Selena blank melihat seretan mobil berwarna hitam yang mengawal mobil Joe. Ini pertama kalinya ia melihat Joe yang dikawal seperti ini. Biasanya tidak seperti ini.



Selena menatap kagum mansion utama Jasson yang benar-benar mewah. Ini pertama kalinya ia diajak kemari oleh Joe, ia menatap jejeran mobil mewah yang memenuhi parkiran mansion. Berapa banyak tamu yang diundang Mamanya untuk pesta ini?.


Penjaga yang melihat kedatangan Joe dan Selena langsung mengelar karpet mewah, Selena menggenggam tangan Joe dan masuk kedalam mansion mewah itu. Semua tamu langsung terpana melihat Selena dan Joe yang masuk bersamaan.


“Wah…siapa dia?”


“Cantik sekali…”


“Apa dia tamu spesial keluarga Jasson?”


“Sepertinya begitu, Nona besar sendiri yang menjemputnya”


Daniel terpana seketika saat melihat Selena yang bersama adiknya. Wah wah…sudah cantik, baik pula. Ia ingin sekali menikahi Selena.


Dengan perlahan Daniel mendekati Selena, ia membungkuk sembari mengulurkan tangannya kepada Selena. Semua tamu ricuh sendiri melihat itu, Selena tersenyum dan menerima uluran tangan Daniel.


“Apa dia calon istri Tuan muda Daniel?”


“Aku berharap begitu, mereka sangat serasi”


“Ahhhh!!! Tuhan!! Semoga mereka berjodoh!”


Blusshhhhh…


Pipi Selena dan Daniel langsung merona mendengar ucapan para tamu undangan. Daniel mengantarkan Selena kepada Mama dan Papanya. Tuan dan Nyonya Jasson tersenyum melihat putri angkat mereka yang benar-benar cantik.


“Tuh kan! Tidak salah lagi, dia pasti calon menantu keluarga Jasson!”


“Benar! Tuan dan Nyonya Jasson terlihat senang melihatnya”


“Hentikan!! Aku sudah benar-benar malu mendengar ucapan kalian!” batin Daniel menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Joe menahan tawanya melihat wajah malu kakaknya, kakaknya benar-benar mencintai Selena. Ini bagus! Dengan begitu, ia punya hal yang bisa ia gunakan untuk mengusir wanita-wanita yang setiap hari mengganggu kehidupan kakaknya.


Mata Emerland terfokus kepada jepit rambut dikepala putrinya, ia menelan ludahnya. Darimana putrinya mendapatkan jepit rambut ini? Apa Jennifer yang memberikannya?.


“Sa-sayang, darimana kau mendapatkan jepit rambut ini?”


“Hm? Apa ini cantik ma? Leo yang memberikannya kepadaku! Aku sangat menyukainya!”


“Ca-cantik…benar-benar cantik” ucap Emerland mencium pipi Selena dengan lembut.


“Ya tuhan, Ruvelis…dia putrimu…dia putrimu…aku yakin itu” batin Emerland.


Emerland menggenggam tangan Selena, dengan perlahan air mata keluar mengalir membasahi pipinya. Selena yang melihat itu langsung berlutut dihadapan Mamanya. Kenapa Mamanya tiba-tiba menangis? Apa ia melakukan kesalahan?.

__ADS_1


“Ma…kenapa Mama menangis?”


“Hiks…biarkan Mama memelukmu sayang…sebentar saja, biarkan Mama memelukmu” ucap Emerland langsung memeluk Selena dengan erat.


“Ruvelis…astaga…bagaimana aku tidak menyadari jika putrimu berada disisiku selama ini? Putrimu Ruvelis, dia ada dihadapanku sekarang. Aku akan menjaganya sampai akhir hayatku, ini sumpahku padamu. Aku akan menjaga Naramu Ruvelis…aku besumpah” lirih Emerland didalam lubuh hati terdalamnya.


Tangis Emerland pecah dipelukan Selena, Selena gelisah melihat itu. Ia menepuk punggung Mamanya mencoba membuat Mamanya tak menangis lagi. Sesak…dadanya sesak melihat Mamanya yang menangis seperti ini.


“Selena…putriku…tuhan…kau sudah sebesar ini…bunda sampai tak bisa mengenalimu”


Emerland mencium pipi Selena dan kembali memeluk Selena dengan erat. Tuan Jasson mengerutkan keningnya melihat itu, apa yang membuat istrinya tiba-tiba seperti ini? Apa ada sesuatu yang disembunyikan istrinya darinya?.


Emerland mengeratkan pelukannya. Tuhan memberkatinya, anak kecil yang dulu selalu ia gendong. Anak kecil yang dulu selalu merengek meminta permen kepadanya sudah sebesar ini. Ia benar-benar tak menyadari itu semua selama ini.


Emerland membelai kepala Selena dengan lembut. Selena mendongkakkan kepalanya melihat Mamanya.


“Kau tau sayang? Jepit rambut ini…dulu Mama berikan kepada Mamamu saat hari pernikahannya. Sekarang kau


memakai ini, Mama seperti melihat Papamu kembali dalam dirimu”


“Mama kenal dengan orang tuaku?!” tanya Selena terkejut.


“Tentu saja Mama mengenal mereka, sekarang…putri mereka berada dihadapan Mama…tuhan, takdirmu benar-benar…” Emerland kembali memeluk Selena. Selena tersenyum dan membalas pelukan hangat Mama angkatnya, apa Mama angkatnya dulu adalah teman Papa dan Mamanya? Baguslah jika seperti itu.


“Mama kenal dengan Papa dan Mama? Bagaimana mereka menurut Mama?” tanya Selena.


“Sama…sama persis seperti dirimu. Tuhan…kau sudah sebesar ini”


“Mama? Kenal dengan orang tua Selena?” tanya Daniel heran.


“Bukan kenal lagi Daniel, Ibu Selena sudah seperti adik bagi Mama”


“Wah! Hebat! Kenapa aku tak tau?” tanya Daniel.


“Wah! Itu pewaris keluarga Georgino?! Beliau hadir juga hari ini?!”


“Benarkah!? Di mana?!”


“Wah!! Tampan!!”


Selena langsung menoleh kearah suara keributan. Suaminya…datang kepesta keluarga Jasson?!.


Nafas Selena tercekat, Daniel menatap tak percaya itu. Bahaya! Ini bahaya! Sial*n! Ia harus melakukan apa sekarang?!.


.


.


.



__ADS_1


Visual Joe berganti...


__ADS_2