
.
.
.
Selena memajukan bibirnya melihat Hans yang tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Hans bilang dia akan menemaninya dirumah selama 3 hari, tapi nyatanya hanya 2 hari Hans menemaninya dirumah.
Hans tertawa kecil melihat wajah kesal Selena, jika bukan karena ada rapat mendadak ia tidak mungkin meninggalkan Selena sendirian dirumah. Apalagi ia bilang 3 hari ia akan menemani Selena dirumah, namun nyatanya ia hanya dirumah selama 2 hari.
Hans mendekati istrinya, ia mengacak rambut Selena dan mencium kening Selena. Mencoba memberikan pengertian kepada istri kecilnya ini agar tidak kesal lagi.
“Maaf ya…kalau tidak penting tidak mungkin kuhadiri”
“Iya…” jawab Selena lirih.
“Jangan sedih dong, nanti kalau sudah selesai aku langsung pulang”
“Hm…kau tidak mau makan dulu?”
“Aku bisa makan kantor, nanti kalau jam 2 aku belum pulang bisa antarkan makan siang ke perusahaanku?”
“Memangnya boleh?”
“Kau Nyonyaku, kenapa tidak boleh?. Ya sudah, aku berangkat ya…”
Hans mencium kening Selena lalu keluar dari rumah. Selena menyentuh dahinya dengan pipi yang merona, sikap Hans yang begitu lembut kepadanya membuatnya perlahan luluh.
Selena mengambil ponselnya dan melihat hari apa sekarang.
“Ah?! 1 minggu lagi valentine?! Wah…aku akan membuat coklat dengan Joe…”
Selena mengambil jaketnya dan keluar dari rumah. Ide bagus, ia akan membuat banyak coklat dan membagikannya. Ia melambaikan tangannya saat melihat sebuah taxi menuju kearahnya.
Selena masuk kedalam taxi itu dan segera pergi menuju rumah keluarganya.
Saat sudah sampai Selena masuk kedalam rumah. Daniel berjingkat kaget melihat Selena yang datang tiba-tiba tanpa memberitaunya terlebih dulu.
__ADS_1
“Selena, tumben kesini tiba-tiba. Kan bisa kujemput tadi”
“Ah, aku kemarinya juga mendadak. Joe ada?”
“Tidur tuh, ada apa?”
Selena tak menjawab pertanyaan Daniel, ia segera menaiki tangga menuju kamar Joe. Saat sampai didepan kamar Joe Selena membuka pintu itu dan tertawa pelan melihat Joe yang tengah tertidur pulas.
“Hei Joe, ayo temani aku”
“Hm…kakak, jangan ganggu aku…”
“Joe…ayo…temani aku beli sesuatu”
Joe membuka matanya secara spontan, ia menatap Selena yang tengah berada diambang pintu. Joe segera masuk kedalam kamar mandi. Setengah jam kemudian Joe sudah siap.
“Ayo, kau mau kemana?”
“Ayo ke mall, temani aku beli coklat”
“Ha? Tumben mau beli coklat”
Joe menganggukkan kepalanya dan segera menarik tangan Selena untuk pergi ke mall. Daniel memijat pelipis matanya kesal, apa tidak bisa Joe membawa Selena dengan cara baik-baik. Main tarik saja. Dia kira Selena mainan?!
*
Selena dan Joe menatap semangat toko coklat Belgia didepan mereka ini. Tanpa basa-basi lagi Joe mengambil troli dan masuk bersama dengan Selena.
Selena menatap deretan coklat dari berbagai merek. Ia harus membeli beberapa dulu untuk percobaan, jika enak baru ia beli banyak untuk membuat coklat valentine.
“Kau mau beli berapa? Yang mana?” tanya Joe.
“Lebih baik kita beli semuanya untuk percobaan”
“Siap Boss!”
Joe dan Selena mengambil 1 coklat di setiap merek yang ada. Setelah selesai membeli mereka langsung pulang dan mencicipi coklat yang mereka beli.
__ADS_1
“Kenapa cuma beli sedikit?”
“Untuk percobaan dulu, nanti kalau enak baru beli lagi. Dasar idiot” sinis Joe.
Ctakkkkk
Daniel memukul kepala Joe dengan keras karena kesal. Mentang-mentang punya adik, melunjak kepadanya. Tau begitu ia buang saja Joe ke kolong jembatan.
Selena menyodorkan sebatang coklat dihadapan Daniel. Daniel mengambil coklat itu dan memakannya.
“Ini enak”
“Ya karena dari Selena! Kalau dariku pasti kau bilang pahit! Dasar pilih kasih!” batin Joe kesal.
Joe menatap kesal Daniel yang menikmati coklat dari Selena. Kenapa Selena harus memberikan coklat kepada Daniel?! Kenapa tidak berikan kepadanya saja?!.
“Hmmm…Daniel, bisa kau membantuku?”
“Apa?”
“Dari semua coklat ini menurutku yang cocok hanya coklat susu dan dark coklat. Tapi toko tadi hanya mempunyai sedikit persedian 2 coklat ini”
“Tak masalah, aku akan pergi ke pabriknya”
“Wah serius?! Ikut…”
“Okey”
“Aku ikut juga!” ucap Joe.
“Tidak, Papa mengajakmu ke tempat lain”
“Cih. Dasar pilih kasih!”
Selena tertawa kecil melihat wajah kesal Joe. Joe dan Daniel selalu bertengkar hanya karena hal-hal kecil.
.
__ADS_1
.
.