
.
.
.
Leo mencium kening istrinya yang tengah tertidur dengan lelap, ia keluar dari kamar hotel dan menemui Daniel dan lainnya yang berada di kamar sebelah.
“Ada apa dengan Selena, Leo? Kenapa dia menolak menerima pengacaramu dan pengacara Daniel?”
“Aku tidak tau Joe, Dear menolak mereka. Dan inilah hasilnya, Paman Hendrick di mana?”
“Entah, mungkin keluyuran. Kita sedang pusing dia malah enak-enakan keluar” kesal Liekai.
“Tapi, kenapa Selena terlihat tenang-tenang saja? Apa memang sifatnya dari lahir santai seperti itu?” ucap Daniel.
“Tidak ada yang bisa menebak pikiran anak itu” jawab Deon meneguk minumannya dengan kesal. Sial*n! Kenapa keponakannya meminta sidangnya berakhir hari ini juga?! Jika sidang kedua dilaksakan di lain waktu! Ia bisa mempunyai waktu untuk memikirkan cara mengeluarkan keponakannya dari jeruji besi!.
“Hm? Di mana keponakanmu Leo?” tanya Daniel.
“Dih!? Dia akan temanmu, kenapa tanya kepadaku?”
“Hais, anak itu selalu hilang saat dibutuhkan. Akan kucari dulu” ucap Daniel pergi begitu saja.
Dikamar lain…
Selena membuka matanya dengan perlahan, ia menjernihkan pandangannya, ia meraih ponselnya dan menelfon seseorang.
“…”
“Hm, kau sudah sembuh?”
“…”
“Sudah keluar dari rumah sakit? Kenapa tidak memberitauku? Aku akan meminta bodyguard suamiku untuk mengantarmu pulang”
“…”
“Tidak merepotkan sama sekali”
“…”
“Siang ini aku harus kembali ke pengadilan, siang ke-2ku akan dilakukan”
“…”
“Yahhhh…”
__ADS_1
Selena pun menjelaskan apa yang dialaminya. Beberapa saat kemudian telfon dimatikan begitu saja.
Selena mengerutkan keningnya, beraninya menutup telfonnya. Tapi biarlah, mungkin dia sedang sibuk dan tak punya waktu bicara dengannya lagi. Lagipula dia baru saja keluar dari rumah sakit, dia butuh banyak istirahat.
“Hmmm tidur lagi ahhhh…”
Selena kembali berbaring dan menutup matanya dan kembali pergi ke alam mimpi.
.
.
.
Pengadilan
***
Ketua hakim kembali mengetukkan palu sebanyak 3 kali. Selena duduk dengan senyum cerahnya seperti awal sidang, beberapa polisi wanita tak kuasa menahan air mata mereka melihat Selena yang terus tersenyum tanpa
adanya kesedihan sedikitpun diwajahnya.
“Acara sidang kali ini adalah pengajuan tuntutan pidana. Jaksa penuntut umum, apakah sudah siap mengajukan tuntutan pidana?”
Jaksa penuntut umum menganggukkan kepalanya. Dia membacakan tuntutan pidana dengan lantang. Setelah selesai penuntut umum memberikan naskah tuntutan pidana asli kepada hakim ketua sedangkan salinannya diberikan kepada Selena dan penasehat hukum.
“Saya memahaminya yang mulia” jawab Selena.
“Apakah terdakwa ingin melakukan pembelaan?”
“Hentikan sidang ini!!” seorang pria membuka pintu pengadilan dengan keras membuat orang-orang yang berada disana terkejut. Selena menoleh kearah pintu, ia tersenyum melihat pria yang tadi berani mematikan telfonnya.
“Yang mulia, perkenalkan saya Aiden. Saya datang kemari untuk bersaksi, bahwa! Semua tuduhan yang dilaporkan keluarga Georgino tidaklah masuk akal!” pria itu berdiri disamping Selena.
“Ada hubungan apa anda dengan terdakwa?”
“Saya bodyguard utama kediamannya! Saya berani bersumpah atas agama saya bahwa semua yang dituduhkan keluarga Georgino tidaklah masuk akal!”
“Apa maksudmu hah?! Semua bukti sudah terkumpul! Diapun sudah mengakuinya!” bentak Yeni berdiri dari tempat duduknya. sial*n! Siapa pria itu?! Kenapa datang disaat yang seperti ini?!.
“Mohon semuanya untuk tenang, Tuan. Jelaskan maksud anda dihadapan kami semua” ucap hakim ketua.
“Yang mulia, saya mempunyai orang yang bisa membuktikan bahwa tuntutan Nyonya Yeni Jhon Margareth tidaklah masuk akal. Izinkan saya membawanya masuk”
Hakim memberikan izin, pria itu keluar dari pengadilan dan membawa masuk seorang pria yang langsung membuat seluruh keluarga Georgino memucat tanpa terkecuali.
“Ka-kau?!!”
__ADS_1
Ke-2 pria itu berdiri tegak disebelah kanan kiri Selena. Selena tersenyum dibuatnya, inilah mengapa ia yakin…ia akan lolos kali ini. Mustahil Jenderal muda sepertinya akan dipenjara hanya karena kasus seperti ini!.
“Perkenalkan, saya Rafindra. Saya sebelumnya adalah bodyguard khusus keluarga Georgino. Kehadiran saya disini, biarkan saya bersaksi mengenai kematian Nona Yolanda dari keluarga Chu dan 12 bodyguard khusus yang dibunuh terdakwa”
“Silahkan”
“Hentikan!! Hentikan sidang ini sekarang juga!!!” teriak Yeni. Gawat! Gawat jika sampai pria itu mengatakan yang sebenarnya.
“Silahkan anda lanjutkan, jika Nyonya Georgino ingin keluar…maka anda bisa keluar sekarang” ucap hakim ketua.
“Nona Selena mempunyai alasannya membunuh Nona Yolanda. Saya dan 12 rekan saya, pernah diperintahkan oleh Nyonya Yeni untuk membunuh Nona Selena”
Semua orang yang berada disana langsung menegang seketika kecuali Selena, Joe, Leo, dan Daniel. Wajah Yeni memucat, keringat dingin mulai meluncur dari dahinya.
“Nyonya Georgino memerintahkan anda untuk membunuh terdakwa?”
“Benar, itu dikarenakan Nyonya Yeni tidak menyukai Nona Selena yang saat itu menjadi istri kontrak Tuan muda Hans. Hari itu, kami menjalankan perintah dari Nyonya Yeni. Kami masuk kedalam kediaman Tuan muda Hans. Saat itu Nona muda sedang berada disana, 12 rekan saya melakukan tugas mereka, mereka menusuk dan menembak perut Nona Selena yang membuat Nona Selena mengalami koma beberapa hari”
“12 rekan anda? Anda tidak termasuk?”
“Saya tidak berani melakukannya, jadi saya hanya diam dan menyaksikan hal itu. Saat itu Nona muda saya menyandang gelar istri kontrak dari Tuan muda Dederick Hans Georgino sekaligus tunangan dari Tuan muda Iskandar. Hakim sendiri tau hukuman apa yang pantas jika merencanakan pembunuhan terhadap anggota maupun calon keluarga Iskandar! Jadi mohon hakim mempertimbangkan hal ini!”
“Lalu, apa alasan terdakwa membunuh Nona Yolanda?”
“Karena, Nyonya Yeni dan Nona Yolanda menyekap Ibu dari Nona Selena yaitu Jennifer. Mereka memukuli Nyonya Jennifer hingga tak sadarkan diri. Nona Selena sebagai anaknya hanya membalas apa yang dilakukan kepada Ibunya. Apa itu termasuk kejahatan yang mulia?”
Semua orang disana seketika terdiam bungkam. Hakim ketua melirik kearah penasihat umum, apa sidang ini perlu untuk dilanjutkan?.
“Nyonya Jennifer mengalami kritis, dan Nona Yolanda terlibat atas itu semua. Bukan hanya sekali, tapi mereka menyakiti Nyonya Jennifer 3 kali dan 3 kali juga Nyonya Jennifer mengalami koma. Jadi apa alasan keluarga Georgino melaporkan Nona muda atas kasus itu? Dan saat itu, gelar Nona muda saya adalah Nyonya muda Iskandar dan saat itu juga hubungan beliau dengan Tuan Hans sudah berakhir!”
Kini, semua polisi wanita yang berada disana seketika meneteskan air mata mereka. Hakim pun tak mampu berkata-kata lagi.
“Lalu, apa alasan terdakwa membunuh Tuan muda Nath?”
“Karena dia mengkhianati kemiliteran, aku berani bersumpah atas hal itu” Hendrick tiba-tiba masuk kedalam pengadilan membuat semua orang yang disana seketika berdiri dan membungkuk hormat.
“Saat itu, Nath adalah bawahan dari Jenderal muda Andra. Nath terbukti menjadi mata-mata dikemiliteran. Saat itu terdakwa dan keluarga Chu mengalami masalah serius karena kematian Yolanda. Nath juga memiliki niat untuk membunuh terdakwa, maka dari itu atas izin dari saya…saya memperbolehkan terdakwa membunuh Nath. Dan apa hubungan terdakwa dengan kemiliteran? Karena dia adalah salah satu tentara kepercayaan saya” jelas Hendrick. Ia ingin mengatakan jika Selena adalah Jenderal muda Nara dari kamp utama! Tapi ia tak punya nyali ketika diberi isyarat oleh Selena agar tidak mengatakan yang bersifat privasi!.
“Dan juga, atas persetujuan dari pihak keluarga Chu. Mereka setuju ingin menutup kasus ini dan berjanji tidak akan pernah mengungkitnya lagi. Jadi, kematian Nona dan Tuan muda keluarga Chu. Dakwaan bisa dianggap kadaluarsa” tambah Hendrick.
Tubuh Yeni gemetar menahan amarahnya, gagal! Gagal sudah ia memberikan hukuman kepada wanita sial*n itu?! Kenapa Jenderal besar membelanya?! Bahkan bodyguardnya saja mengkhianatinya?!.
Selena memutar kepalanya, ia tersenyum manis kepada Yeni membuat wanita itu langsung mengeraskan rahangnya.
.
.
__ADS_1
.